Anda di halaman 1dari 19

Bab 3 Substansi Genetika

KROMOSOM

Gen yang penentu sifat dibawa oleh struktur pembawa gen yang mirip benang dan
terdapat di dalam inti sel (nukleus). Kromosom hanya dapat diamati dengan
mikroskop pada saat sel sedang membelah secara mitosis atau meiosis. Di dalam inti
terdapat benang-benang halus yang dapat menyerap warna yang
disebutkromatin (chroma = berwarna, tin = benang). Pada tahap profase (fase awal
ketika sel akan membelah diri), benang-benang kromatin memendek, menebal, dan
disebut kromosom (chroma = berwarna, soma = badan).
Struktur dan Bentuk
Kromosom tersusun atas molekul DNA yang membawa informasi genetik, oleh karena
itu kromosom mempunyai arti penting dalam genetika. Di dalam kromosom terdapat
35% DNA dari keseluruhan kromosom. DNA merupakan molekul hidup dan dapat
mengadakan replikasi (menggandakan diri). Karena mengandung molekul DNA,
kromosom pun dapat menggandakan diri.
Sentromer: daerah yang mengerut dari kromosom saat proses mitosis atau meiosis
dan merupakan tempat melekatnya benang-benang gelendong. Dalam daerah
sentromer tampak adanya struktur seperti benang-benang yang
dinamakan mikrotubulus. Pada sentromer terdapat kinetokor.

Kinetokor: struktur seperti serabut yang terdapat pada sentromer (Gambar 6).
Kinetokor mengikat mikrotubulus pada berkas gelendong pada waktu pembelahan inti.
Kromatid: hasil pembelahan kromosom secara longitudinal. Kromatid melekat satu
sama lain pada bagian sentromer. Di dalam kromatid tampak adanya dua rantai
berbentuk spiral (DNA).
Telomer: daerah terujung pada kromosom. Telomer berfungsi menjaga stabilitas
bagian ujung kromosom agar DNA tidak terurai.
DNA adalah tempat penyimpanan informasi genetika yang akan diwariskan kepada
keturunannya. Kromosom pada organisme prokariotik ada yang berupa RNA saja. Ini
dapat dijumpai pada virus mozaik (tembakau). Kromosom dapat pula berupa DNA saja
misalnya pada virus T dan dapat pula mengandung keduanya (DNA, RNA) seperti pada
bakteriEscherichia coli.
Gen merupakan sepenggal DNA. Gen akan mengarahkan pembentukan protein yang
dibutuhkan unruk fungsiologi dalam tubuh. Pengemasan DNA dalam kromosom terjadi
pada tahap profase.
-

Untai DNA dipintal pada suatu set protein, yaituhiston yang menjadi suatu
bentukan yang disebut unit nukleosom.

Unit-unit nukleosom tersusun padat membentuk benang yang lebih padat dan
terpintal menjadi lipatan-lipatan solenoid. Lipatan solenoid tersusun padat menjadi
benang kromatin. Benang-benang kromatin tersusun memadat menjadi
lengankromatid. Lengan kromat
Berdasarkan letak sentromer, kromosom dibedakan menjadi:
Metasentrik : sentromer terletak di tengah, membagi lengan kromosom menjadi
dua lengan yang hampir sama panjang.
Submetasentrik : sentromer terletak di submedian (ke arah salah satu ujung
kromosom) dan membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang tidak sama
panjang.
Akrosentrik : sentromer terletak di dekat ujung kromosom. Satu lengan
kromosom sangat panjang, sedangkan lengan lainnya sangat pendek.

Telosentrik : sentromer terletak di sangat dekat dengan ujung kromosom


sehingga kromosom nampak seperti hanya memiliki sebuah lengan. Kromosom
manusia tidak ada yang berbentuk telosentrik.

Ukuran dan Jumlah


Jumlah kromosom dalam sel tergantung pada jenis makhluk hidupnya. Namun, jumlah
kromosom pada tiap jenis makhluk hidup selalu tetap. Panjang kromosom berbedabeda. Hewan cenderung memiliki kromosom pendek (4-6m), sedangkan tumbuhan
cenderung memiliki kromosom panjang (mencapai 50m). Panjang kromosom pada
tiap-tiap makluk hidup berkisar antara 0,2 20 mikron.

Jumlah kromosom pada beberapa jenis organisme

Tipe Kromosom
Berdasakan jenisnya, kromosom dibedakan menjadi:
Autosom: terdapat pada sel-sel tubuh (somatis) sehingga disebut juga kromosom
tubuh (disingkat dengan huruf A).
Gonosom: terdapat pada sel kelamin (gamet) sehingga disebut juga kromosom
kelamin ataukromosom seks, yang membedakan organisme menjadi jantan atau lakilaki dan betina atau perempuan.
Pada makhluk hidup tingkat tinggi, sel somatis (sel tubuh) mengandung satu stel
kromosom yang diwariskan dari kedua induk atau orang tua. Sepasang kromosom
serupa itu dinamakan kromosom homolog, yang memiliki panjang dan posisi
sentromer yang sama. Sel somatis bisa disimpulkan bersifat diploid (2n). Sel kelamin
(gamet) mengandung setengah dari jumlah kromosom dalam sel somatis, yaitu
bersifat haploid (n). Satu set kromosom haploid suatu spesies dinamakan genom.
Istilah ini juga digunakan untuk merujuk DNA secara keseluruhan di dalam sel,
yakni genom DNA. Jumlah kromosom berbagai macam makhluk hidup tidak sama,
pada umumnya dalam keadaan normal tidak berubah.

Kromosom X dan Y

Kariotipe kromosom pada manusia


Manusia memiliki 46 kromosom, 44 (atau 22 pasang)diantaranya merupakan autosom
(A) dan 2 (sepasang) merupakan gonosom. Seorang wanita memiliki 22 pasang
autosom dan sepasang kromosom X sehingga rumus kromosomnya 22AA + XX. Seorang
laki-laki memiliki 22 pasang autosom dan 1 kromosom X serta 1 kromosom Y sehingga
rumus kromosomya 22AA + XY.

GEN
Istilah gen diperkenalkan pertama kali oleh W. Johannsen(1909). Gen adalah suatu
unit keturunan berupa segmen tertentu dari molekul DNA yang umumnya terletak
dalam kromosom dan memperlihatkan ekspresinya berupa fenotip. Seorang ahli
genetika dari Amerika, Thomas Hunt Morgan melakukan percobaan pada lalat buah
(Drosophila melanogaster), mengemukakan bahwa faktor keturunan yang dinamakan
gen tersimpan dalam kedudukan tertentu pada kromosom yang disebut lokus. Secara
skematis, lokus merupakan simpul atau bulatan berderet yang jaraknya diukur dalam
satuan milimorgan (mM). Kromosom mengandung ribuan gen.
Gen dalam kromosom tidak memiliki batas-batas jelas, sehingga tidak dapat
ditentukan batas gen yang satu dengan yang lain. Namun dapat dianalogikan, gen

terletak pada kromosom secara teratur dalam satu deret secara linear dan lurus
beraturan.

Letak gen dan alel yang linear pada kromosom


Gen diberi simbol dengan huruf kapital atau dengan huruf kecil sesuai dengan
dominansinya. Huruf kapital seperti Pbisa berarti panjang, yang dominan
terhadap p yang berarti pendek. Demikian pula dengan sifat lainnya yang
dilambangkan dengan huruf lain. Contohnya, genotipe Ppberarti satu pasang
kromosom dalam lokus yang bersesuaian. Dengan demikian, gen P adalah alel bagi
genp dan gen p adalah alel bagi gen P. Dengan kata lain, genP sealel atau sepasang
dengan gen p. Berikut diagram untuk menggambarkan posisi kromosom beserta
gennya.

Alel
Gen-gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolog
dinamakan alel. Istilah alel diperkenalkan oleh W. Bateson dan E.R. Saunders pada
tahun 1902. Alel berasal dari kata latin allelon yang berarti bentuk lain. Gen terdiri
atas sepasang alel yang sejenis atau berlainan.

Gen pengendali sifat tertentu diberi simbol dengan huruf pertama dari sifat
tersebut. Lambang huruf besar menunjukkan sifat dominan, sedangkan huruf kecil
bersifat resesif.
Fenotip: karakteristik atau ciri yang dapat diukur dan nyata pada suatu individu,
biasanya dinyatakan dengan kata-kata misalnya mengenai ukuran, warna, bentuk,
rasa, dan sebagainya.
Genotip: susunan genetis suatu karakter yang dimiliki oleh suatu individu, biasanya
dinyatakan dengan simbol/tanda huruf pertama dari fenotip. Karena individu bersifat
diploid, maka genotip dinyatakan dengan huruf dobel, misalnya AA, Aa, aa, AABB,
AaBb, dan sebagainya.
Gen memiliki peranan untuk mengatur perkembangan dan proses metabolisme
individu, menyampaikan informasi genetik dari generasi ke generasi berikutnya, serta
mengontrol pembuatan polipeptida. Gen mengontrol pembuatan polipeptida (protein)
tertentu. Satu gen mengontrol pembuatan satu macam polipeptida. Polipeptida
digunakan sebagai penyusun sel (sebagai protein struktural), ada pula polipeptida
yang difungsikan menjadi enzim (sebagai protein fungsional). Dengan demikian gen
mengontrol baik struktur maupun fungsi metabolisme sel. Dengan kata lain, gen
mengendalikan sifat-sifat makhluk hidup.

DNA
DNA (deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat) merupakan suatu
makromolekul yang tersusun oleh nukleotida sebagai molekul dasarnya yang
membawa sifat gen. Sering disebut juga asam nukleat atau asam inti. Disebut asam
inti karena DNA biasanya terdapat dalam nukleus (inti). Ada pula DNA yang terdapat di
luar nukleus, misalnya di dalam kloroplas, dan mitokondria.
Struktur
DNA terdiri atas dua utas benangpolinukleotida yang saling berpilin
membentuk heliks ganda (double helix). Model struktur DNA itu pertama kali
dikemukakan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 di Inggris.

Struktur tersebut mereka buat berdasarkan hasil analisis foto difraksi sinar X pada
DNA yang dibuat oleh Rosalind Franklin. Karena yang difoto itu tingkat molekul, maka
yang tampak hanyalah bayangan gelap dan terang saja.

Seutas polinukleotida pada molekul DNA tersusun atas


rangkaian nukleotida. Setiap nukleotida tersusun atas :
1. Gugusan gula deoksiribosa
2. Gugusan fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 dari gula
3. Gugusan basa nitrogen yang terikat pada atom C nomor 1 dari gula
Ketiga gugus tersebut saling terkait dan membentuk tulang punggung
(spinal) yang sangat panjang bagi heliks ganda. Strukturnya dapat diibaratkan sebagai
tangga, dimana ibu tangganya adalah gula deoksiribosa dan anak tangganya adalah
susunan basa nitrogen. Fosfat menghubungkan gula pada satu nukleotida ke gula pada
nukleotida berikutnya untuk membentuk polinukleotida.
Basa nitrogen penyusun DNA terdiri dari basa purin, yaitu adenin (A) dan
guanin (G), serta basa pirimidin yaitu sitosin (C) dan timin (T). Ikatan antara gula
pentosa dan basa nitrogen disebut nukleosida.
Ikatan basa-gula-fosfat disebut sebagai deoksiribonukleotida atau sering
disebut nukleotida. Ada 4 macam deoksiribonukleotida, yaitu adenosin
deoksiribonukleotida, timidin deoksiribonukleotida, sitidin deoksiribonukleotida, dan
timidin deoksiribonukleotida. Beberapa nukleotida itu membentuk
rangkaianpolinukleotida. DNA terbentuk dari dua utas polinukleotida yang saling
berpilin berlawanan arah.

Basa nitrogen pada utas yang satu memiliki pasangan yang tetap dengan
basa-basa nitrogen pada utas yang lain. Adenin berpasangan dengan timin dan guanin
berpasangan dengan sitosin. Pasangan basa nitrogen A dan T dihubungkan oleh dua
atom hidrogen (A=T). Adapun pasangan basa nitrogen C dan G dihubungkan oleh tiga
atom hidrogen (CG). Dengan demikian, kedua polinukleotida pada satu DNA saling
komplemen.
DNA heliks ganda panjang pun mempunyai suatu polaritas. Polaritas
tersebut dikarenakan salah satu ujung rantai DNA merupakan gugus fosfat dengan
rantai karbon 5 deoksiribosa pada ujung terminal nukleotidanya. Oleh karena ujung
rantai DNA lain merupakan gugus demikian pula, rantai polinukleotida merupakan
suatu polaritas atau bidireksionalitas polinukleotida 3-5 dan 53.
Replikasi DNA
Replikasi merupakan peristiwa sintesis DNA. Pada setiap sel, kecuali sel
gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan
memiliki informasi genetik yang sama. Replikasi DNA sangat penting agar DNA kita
tidak termutasi, dimana DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Pada
proses replikasi terdapat pos-pos pengecekan, sehingga jika ada kode yang salah
tercetak, dapat langsung dikenali dan langsung diperbaiki.
Proses replikasi DNA: konservatif, semikonservatif, dan dispersif.
1. Konservatif, yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai
cetakan untuk dua rantai DNA baru. Replikasi ini mempertahankan molekul dari
DNA lama dan membuat molekul DNA baru.
2. Semikonservatif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis
dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama. Akhirnya
dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai
cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil sintesis. paling
mendukung terhadap manusia.

3. Dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai
cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. Oleh karena itu, hasil akhirnya
diperoleh rantai DNA lama dan baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan
baru. Replikasi ini menghasilkan dua molekul DNA lama dan DNA baru yang
saling berselang-seling pada setiap untai.
Proses replikasi memerlukan protein atau enzim pembantu, salah satu yang
terpenting dikenal dengan nama DNA polimerase, yang merupakan enzim pembantu
pembentukan rantai DNA baru yang merupakan suatu polimer.
Proses pembukaan rantai DNA dibantu oleh enzim helikase yang dapat mengenali
titik-titik tersebut, dan enzim girase yang mampu membuka pilinan rantai DNA.
Proses pembukaan rantai ganda tersebut berlangsung disertai dengan pergeseran
DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda. Setiap rantai DNA yang
lama akan berfungsi sebagai cetakan yang menentukan urutan nukleotida di
sepanjang rantai DNA komplementer baru yang bersesuaian dengan cara mendeteksi
basa komplemennya.
Monomer DNA yang berupa nukleotida ditambahkan di kedua sisi rantai yang
membuka setiap kali DNA polimerase bergeser. Setelah mendapatkan pasangan yang
sesuai, nukleotida yang baru tersebut disambung satu sama lain untuk membentuk
tulang punggung gula-fosfat rantai DNA yang baru.
Enzim DNA polimerase memiliki fungsi lain, yaitu mengoreksi DNA yang baru
terbentuk, membetulkan setiap kesalahan replikasi, dan memperbaiki DNA yang rusak.
Kode Genetika
Rantai molekul DNA yang terdiri dari rantai double helix, mempunyai tulang
punggung yang terdiri dari gula pentosa dan fospat. Tulang punggung ini selalu
mempunyai struktur yang sama dalam berbagai segmen molekul DNA sehingga tidak
mungkin informasi genetik dibawa oleh tulang punggung tersebut.
Nama 20 Asam Amino dan singkatannya

Kombinasi tiga basa yang merupakan kode suatu asam amino tertentu
dinamakan kode triplet atau kodon. Informasi yang terdapat dalam rangkaian basa
pada DNA dikenal sebagai kode genetik.
Kode genetik adalah triplet nukleotida yang mengkode 20 macam asam
amino. Tiap kode genetik menyandi satu macam asam amino.
Istilah yang diberikan oleh para ahli genetika pada kelimpahan semacam ini
adalah degenerasi atau mengalami redundansi. Dapat dikatakan kode genetik
bersifat degeneratif dikarenakan 18 dari 20 asam amino ditentukan oleh lebih dari
satu kodon, yang disebut kode sinonimus.
Proses sintesis protein (polipeptida) diawali pada kodon AUG yang mengkode asam
amino metionin, karenanya kodon AUG disebut sebagai kodon permulaan (kode
start). Sedangkan berakhirnya proses sintesis polipeptida apabila terdapat kodon
UAA, UAG, atau UGA (pada prokariotik) dan UAA (pada eukariotik). Kodon UAA,UAG,
dan UGA tidak mengkode asam amino apapun dan merupakan kodon terminasi/kodon
nonsense (kode stop).
RNA
RNA (ribonucleic acid atau asam ribonukleat), kebanyakan RNA ditemukan
di dalam sitoplasma, terutama di ribosom.
Struktur

RNA memiliki bentuk rantai tunggal dan tidak berpilin. Tiap rantai RNA
merupakan polinukleotida yang tersusun atas rangkaian ribonukleotida. Tiap
ribonukleotida tersusun atas gula ribosa, basa nitrogen, dan gugusan fosfat. Basa
nitrogen RNA juga dibedakan menjadi basa purin dan basa pirimidin. Basa purinnya
sama dengan DNA tersusun atas adenin (A) dan guanin (G), sedangkan basa
pirimidinnya berbeda dengan DNA yaitu tersusun atas sitosin (C) dan urasil (U).

Struktur RNA
Tulang punggung RNA tersusun atas deretan ribosa dan fosfat. RNA disintesis
oleh DNA di dalam inti sel dengan menggunakan DNA sebagai cetakannya.
Perbandingan antara struktur DNA dan struktur RNA

Struktur DNA (kiri) dan RNA (kanan)

Perbedaan DNA dan RNA

Letak

DNA (Deoxyribo Nukleat Acid)

RNA (Ribo Nukleat Acid)

Dalam inti sel, mitokondria,

Dalam inti sel, sitoplasma dan

kloroplas, senriol.

ribosom.

Bentuk

Polinukleotida ganda yang terpilin Polinukleotida tunggal dan


panjang

pendek

Gula

Deoxyribosa

Ribosa

Basanya

Golongan purin : adenine dan

Golongan purin : adenine dan

guanineGolongan pirimidin :

guanineGolongan pirimidin :

cytosine dan timin

cytosine dan urasil

Fungsi

mengontrol sifat yang

sintesis protein

menurun
sintesis protein
sintesis RNA
Kadarnya

Tidak dipengaruhi sintesis

Dipengaruhi sintesis

protein.Letak basa nitrogen dari

protein.Macam RNA :

kedua pita DNA saling berhadapan RNA duta


dengan pasangan yang tetap yaitu

RNA transfer

Adenin selalu berpasangan dengan RNA ribosom


Timin, Cytosin dengan Guanin.
Kedua pita itu diikatkan oleh ikatan
hidrogen.

RNA genetik
RNA genetik memiliki fungsi sebagai pembawa keterangan genetik. RNA genetik
ditemukan pada makhluk hidup tertentu yang tidak memiliki DNA, misalnya virus.
RNA non-genetik
RNA non-genetik tidak berperan sebagai pembawa keterangan genetik sehingga RNA
jenis ini hanya dimiliki oleh makhluk hidup yang juga memiliki DNA. Berdasarkan letak
dan fungsinya, RNA non-genetik dibedakan menjadi mRNA, tRNA, dan rRNA.
1) mRNA (messenger RNA) atau RNAd (RNA duta)

RNAd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer (berpasangan) dengan salah
satu urutan basa rantai DNA. RNA jenis ini merupakan polinukleotida berbentuk pita
tunggal linier dan disintesis di dalam nukleus.
2) tRNA (transfer RNA) atau RNAt (RNA transfer)
RNA jenis ini dibentuk di dalam nukleus, tetapi menempatkan diri di dalam
sitoplasma. RNAt merupakan RNA terpendek dan bertindak sebagai penerjemah kodon
pada RNAd. Fungsi lain RNAt adalah mengikat asam-asam amino di dalam sitoplasma
yang akan disusun menjadi protein dan mengangkutnya ke ribosom. Bagian RNAt yang
berhubungan dengan kodon RNAd dinamakan antikodon.
3) rRNA (ribosomal RNA) atau RNAr (RNa ribosomal)
RNA ini disebut ribosomal RNA karena terdapat di ribosom meskipun dibuat di dalam
nukleus. RNAr bersama protein membentuk ribosom, ialah benda-benda berbentuk
butir-butir halus di dalam sitoplasma. Lebih dari 80% RNA merupakan RNAr.
Dalam hal ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam
proses transkripsi. Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk triplet, tiga urutan
basa N, yang dikenal dengan nama kodon. Setiap kodon berelasi dengan satu asam
amino (atau kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein.

Sintesis Protein
Semua aktivitas sel dikendalikan oleh aktivitas nukleus. Cara pengendalian
ini berkaitan dengan aktivitas nukleus memproduksi protein, dimana protein ini
merupakan penyusun utama dari semua organel sel maupun penggandaan kromosom.
Protein adalah polipeptida (gabungan dari beberapa asam amino). Maka
untuk membentuk suatu protein diperlukan bahan dasar berupa asam amino.

Transkripsi
Transkripsi merupakan pembentukan/sintesis mRNA dari fragmen salah satu
rantai DNA, sehingga terjadi proses pemindahan informasi genetik dari DNA ke mRNA.

Di sini, yang dimaksud adalah mengubah teks DNA menjadi RNA. Sebenarnya, yang
berubah hanyalah basa nitrogen timin di DNA yang pada RNA digantikan oleh urasil.
DNA berperan sebagai materi genetik; artinya DNA menyimpan cetak biru bagi
segala aktivitas sel.
Proses transkripsi ini terjadi di dalam inti sel (nukleus). DNA tetap berada di
dalam nukleus, sedangkan hasil transkripsinya dikeluarkan dari nukleus menuju
sitoplasma dan melekat pada ribosom. Namun pada sel tumbuhan, transkripsi terjadi
di dalam matriks pada mitokondria dan plastida.
Pada proses transkripsi, rantai DNA digunakan untuk mencetak rantai tunggal
mRNA dengan bantuan enzim RNA polimerase. Enzim tersebut menempel pada bagian
yang disebut promoter, yang terletak sebelum gen. Pertama-tama, ikatan hidrogen di
bagian DNA yang akan disalin terbuka.
Dua rantai DNA berpisah. Salah satu DNA berfungsi sebagai pencetak
atau sense, yang lain sebagai antisense.
1. Inisiasi (permulaan)
Daerah DNA di mana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut
sebagai promoter.
2. Elongasi (pemanjangan)
Saat RNA bergerak di sepanjang DNA, RNA membuka rantai heliks ganda DNA dengan
bantuan enzim polimerase, sehingga terbentuklah molekul RNA yang akan lepas dari
cetakan DNA-nya.
3. Terminasi (pengakhiran)
Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang
disebut terminator.Terminator yang ditranskripsi merupakan suatu urutan RNA yang
berfungsi sebagai kodon terminasi (kode stop) yang sesungguhnya. Pada sel
prokariotik, transkripsi biasanya berhenti tepat pada akhir kodon terminasi, yaitu
ketika polimerase mencapai titik terminasi sambil melepas RNA dan DNA. Sebaliknya,
pada sel eukariotik polimerase terus melewati sinyal terminasi, suatu urutan AAUAAA
di dalam mRNA.

Pergerakan RNA polimerase akan berhenti apabila ia menemui urutan basa yang sesuai
dengan kodon berhenti. Setelah proses selesai, RNA polimerase akan lepas dari DNA.

Translasi
Translasi adalah proses penerjemahan urutan nukleotida atau kodon yang
ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun
suatu polipeptida atau protein. Tempat translasi ialah ribosom, partikel kompleks
yang memfasilitasi perangkaian secara teratur asam amino menjadi rantai
polipeptida.
Proses translasi berupa penerjemahan kodon atau urutan nukleotida yang terdiri
atas tiga nukleotida berurutan yang menyandi suatu asam amino tertentu. Kodon pada
mRNA akan berpasangan dengan antikodon yang ada pada tRNA. Setiap tRNA
mempunyai antikodon yang spesifik.
Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi)
yaitu inisiasi, elongasi, danterminasi. Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor
protein yang membantu mRNA, tRNA, dan ribosom selama proses translasi. Inisiasi dan
elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. Energi ini disediakan
oleh GTP (guanosin triphosphat), suatu molekul yang mirip dengan ATP.
1. Inisiasi
Tahap inisiasi terjadi karena adanya tiga komponen yaitu mRNA, sebuah tRNA yang
memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua sub unit ribosom.
Proses pembacaan kodon dapat berlangsung secara berurutan. Ketika kodon I terbaca
ribosom (misal kodonnya AUG), tRNA yang membawa antikodon UAC dan asam amino
metionin datang. tRNA masuk ke celah ribosom.
Ribosom di sini berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang spesifik antara
antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein. Sub unit ribosom
dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNA ribosomal.
2. Elongasi

Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino-asam amino ditambahkan satu per satu
diawali dari asam amino pertama (metionin). Ribosom akan terus bergerak dan
membaca kodon-kodon di sepanjang mRNA. Di dalam ribosom, metionin yang pertama
kali masuk dirangkaikan dengan asam amino yang di sampingnya membentuk
dipeptida.
Ribosom terus bergeser, membaca kodon berikutnya. Demikian seterusnya proses
pembacaan kode genetika itu berlangsung di dalam ribobom, yang diterjemahkan ke
dalam bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida.
Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul
tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat. Molekul mRNA yang
telah melepaskan asam amino akan kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali
pengangkutan asam amino.
3. Terminasi
Tahap akhir translasi adalah terminasi. Elongasi berlanjut hingga ribosom mencapai
kodon stop. Triplet basa kodon stop adalah UAA, UAG, dan UGA. Kodon stop tidak
mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal untuk menghentikan
translasi. Polipeptida yang dibentuk kemudian diproses menjadi protein.