Anda di halaman 1dari 4

Tugas Permukiman II

Judul Tugas:
Rencana Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman
di Kecamatan ...........................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di suatu kota dalam beberapa dekade ini, maka
pertumbuhan kebutuhan rumah untuk masyarakat juga akan mengalami peningkatan yang pesat. Hal ini tentu
menjadi suatu permasalahan pokok mendasar di kalangan masyarakat. Untuk menanggapi masalah tersebut
tentu masyarakat berusaha memperbaiki kondisi permukimannya relatif besar. Akan tetapi karena berbagai
keterbatasan dari tingkat sosial kemasyarakatan, penyelenggaraan pembangunan perumahan dan kawasan
permukiman dan penyediaan Tanah serta Prasarana dan Sarana Umum (PSU) seringkali mengakibatkan kondisi
permukiman yang tidak memenuhi syarat. Akibatnya di satu sisi telah berkembang pusat-pusat kegiatan ekonomi
namun di sisi lain pertumbuhan kawasan kumuh dan tidak layak huni juga semakin meningkat.
Selain permasalahan mendasar terkait konsep perumahan dan permukiman, di kalangan pemerintahan
dan institusi pelaksana di daerah, masih banyak kalangan yang belum memiliki gambaran jelas terhadap arah
pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di wilayah masing-masing berdasarkan masalah dan
potensi yang ada. Menyadari bahwa pembangunan perumahan dan kawasan permukiman merupakan kegiatan
yang bersifat multi sektor dan hasilnya selain menyentuh salah salah satu kebutuhan dasar masyarakat, juga
mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi.
Agar pelaksanaan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman berjalan optimal, tertib dan
terorganisasi, perlu disusun suatu skenario penyelenggaraan pembangunan perumahan dan kawasan
permukiman secara umum yang selanjutnya disebut sebagai Rencana Pembangunan dan Pengembangan
Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) di Daerah. Kedudukan Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Daerah (RP3KP) dalam sistem perencanaan tata
ruang wilayah adalah bahwa harus berpedoman pada Rencana Tata Ruang wilayah (RTRW) dan Rencana
Detail Tata Ruang (RDTR) yang berlaku. RP3KP merupakan rencana detail penajaman kawasan hunian yang
dikaji dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota dan secara ideal perlu disusun di setiap daerah berdasarkan
hasil kriteria dan identifikasi pemerintah setempat, terutama pada daerah-daerah yang mempunyai pertumbuhan
cepat dan memerlukan pengendalian ketat atau khusus (High Controle Zones).
Berdasarkan amanat Undang-Undang dan perlunya suatu pedoman rencana kawasan permukiman
yang dapat diacu oleh lintas sektoral dalam melakukan pembangunan permukiman, serta didorong oleh potensi
dan permasalahan serta pertumbuhan kota Medan, yang dirasa perlu untuk melakukan penyusunan suatu
rencana pembangunan kawasan permukiman sehingga dapat terintegrasi dan selaras dengan dokumen RTRW
yang telah ada. Maka perlu menuangkan perencanaan ini ke dalam suatu Rencana Pembangunan dan
Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) sebagai tonggak pengembangan perumahan
dan kawasan permukiman di Kota Medan.
1.2 Maksud, Tujuan dan Sasaran
1.2.1 Maksud
Maksud dari kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan
kawasan Permukiman (RP3KP) di Kecamatan .................. adalah untuk membuat acuan dalam pengembangan
dan pembangunan terhadap perumahan dan kawasan permukiman di Kecamatan ................. yang berlandaskan
kearifan lokal daerah.
1.2.2 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai adalah menyelenggarakan pembangunan perumahan dan permukiman yang
mengacu pada suatu kerangka penataan ruang wilayah sehingga dapat berlangsung secara tertib dan
terorganisasi dan berdaya guna dan berhasil guna, sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Tujuan Pembangunan dan pengembangan Perumahan dan Kawasan
Permukiman (RP3KP) di Kecamatan ................... yaitu:
1.
2.
3.
4.

Pemenuhan kebutuhan perumahan baru dan pengurangan backlog.


Peningkatan kualitas (revitalisassi) lingkungan permukiman.
Menciptakan keseimbangan pembangunan di perkotaan dan pedesaan
Mendorong terciptanya urban-rural linkages.

1.2.3 Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dalam Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan
Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kota Medan yaitu terciptanya perencanaan pembangunan
perumahan dan kawasan permukiman yang akan digunakan sebagai acuan rencana pengembangan
pembangunan perumahan dan permukiman Kecamatan ................... yang strategis dan berwawasan
lingkungan. Secara spesifik, sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah:
1. Tersedianya rencana pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang aspiratif dan
akomodatif, yang dapat diacu bersama oleh pelaku dan penyelenggara pembangunan yang dituangkan
dalam suatu Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman
(RP3KP).
2. Tersedianya skenario pembangunan perumahan dan permukiman yang memungkinkan
terselenggaranya pembangunan secara tertib dan terorganisasi, serta terbuka peluang bagi masyarakat
untuk berperan serta dalam seluruh prosesnya.
3. Terakomodasikannya kebutuhan akan perumahan dan permukiman yang dijamin oleh kepastian hukum
terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
4. Tersedianya RP3KP yang memadai kualitasnya, terutama bagi daerah-daerah yang telah
memperlihatkan kebutuhan serta memiliki intensitas permasalahan yang mendesak di bidang
perumahan dan kawasan permukiman.
5. Tersedianya informasi pembangunan perumahan dan permukiman di daerah sebagai bahan masukan
bagi penyusunan kebijakan pemerintah (vertikal), serta bagi berbagai pihak yang akan ikut serta
melibatkan diri (horizontal).

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB 1 Pendahuluan
Latar Belakang
1.2 Maksud, Tujuan dan Sasaran
1.2.1 Maksud
1.2.2 Tujuan
1.2.3 Sasaran
1.3 Ruang Lingkup
1.3.1 Ruang Lingkup Lokasi

1.3.2 Ruang Lingkup Materi


BAB 2 Landasan Teori
2.1

Perumahan

2.2

Permukiman

2.3

Kawasan Permukiman

2.4

Sarana, Prasarana dan Utilitas Umum

BAB 3 Gambaran Umum Wilayah Kecamatan


3.1 Kondisi Geografis Dan Administrasi Wilayah
3.2 Kondisi Fisik Dasar
3.3 Karakteristi Kependudukan
3.3.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk
3.3.2. Struktur Penduduk
3.4 Penggunaan Lahan
3.5 Potensi Perekonomian
3.6. Profil Umum Perumahan dan Permukiman
BAB 4 Kondisi, Permasalahan dan Karakter Permukiman dan Infrastruktur
4.1. Kondisi Perumahan dan Permukiman
4.1.1. Pengembangan Perumahan dan Permukiman
4.1.2. Karakter Perumahan dan Permukiman
4.1.2. Tata Bangunan dan Lingkungan
4.2 Kondisi Infrastruktur
4.2.1. Jaringan Jalan
4.2.2. Air Bersih
4.2.3. Air Limbah
4.2.4. Drainase
4.2.5. Persampahan
4.3. Permasalahan Pengembangan Infrastruktur Kota Medan
4.3.1. Permasalahan Pengembangan Perumahan dan Permukiman
4.3.2 Permasalahan Tata Bangunan dan Lingkungan
4.3.3 Permasalahan Air Bersih
4.3.4. Permasalahan Pengelolaan Limbah
4.3.5. Permasalahan Pengembangan Drainase
4.3.6. Permasalahan Persampahan
4.4 Karakter Permukiman
4.4.1. Permukiman Formal

4.4.2. Permukiman Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)


4.4.3 Kasiba dan Lisiba
4.4.4 Permukiman Kumuh
BAB 5 Analisis
5.1. Analisis Daya Dukung Dan Daya Tampung Wilayah
5.1.1. Analisis Wilayah Pembangunan Perumahan dan Permukiman
5.1.2. Wilayah Terlarang untuk Pembangunan Perumahan (negative list)
5.2 Analisa Proyeksi Kebutuhan Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan dan
Permukiman
5.2.1. Proyeksi kebutuhan Berdasarkan proyeksi Penduduk dan Backlog
5.2.2. Backlog Rumah
5.2.3. Proyeksi Kebutuhan Berdasarkan Segmentasi
5.2.3. Proyeksi Kebutuhan Penyediaan Rumah Baru
5.2.3.1. Tambahan Kebutuhan Rumah
5.2.3.2 Tambahan Kebutuhan Lahan Perumahan
5.2.4. Proyeksi Kebutuhan Layanan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum
5.2.4.1 Kebutuhan Pelayanan Air Bersih
5.2.4.2 Kebutuhan Pelayanan Persampahan
5.2.4.3. Kebutuhan Pelayanan Listrik
5.2.4.4 Kebutuhan Jaringan jalan di Lingkungan Permukiman
5.2.4.5. Kebutuhan Jaringan Drainase di Lingkungan Permukiman
5.3. Analisa Peruntukan Lahan
5.3.1. Kawasan Lindung
5.3.2. Kawasan Budidaya
BAB 6 Rencana Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman
6.1.Strategi Pengembangan Permukiman
6.1.1. Strategi Pengembangan Permukiman Formal
6.1.2. Strategi Pengembangan Kasiba dan Lisiba
6.1.3. Strategi Penataan Permukiman Kumuh
6.2. Strategi Pengembangan Prasarana Permukiman
6.2.1. Strategi Pengembangan Air Bersih
6.2.2 Strategi Pengembangan Air Limbah
6.2.3 Permasalahn, Arah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sampah
6.2.4 Strategi Pengembangan Drainase
6.2.5. Strategi Pengembangan Jalan Lingkungan