Anda di halaman 1dari 16

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea

Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

BAB V
RENCANA
A.

Pengembangan Kawasan
Rencana pengembangan kawasan dalam Penyusunan Masterplan

Jembatan Penghubung Pulau Tobea Besar, Pulau Tobea Kecil dan Pulau
Renda

Kabupaten

permukiman,

Muna

kawasan

meliputi
pariwisata,

rencana

zonasi

kawasan

untuk

kawasan

perikanan,

kawasan

pendidikan dan kawasan perkebunan.


5.1.1 Rencana Zonasi Kawasan
A. Kawasan Permukiman
Hasil penilaian daya dukung untuk kegiatan permukiman yang
dilakukan di Pulau Tobea Besar, maka dapat diketahui bahwa sebesar 266
Ha lahan yang ada di Pulau Tobea Besar

sesuai untuk

permukiman.

lahan yang tidak sesuai

Sedangkan sebesar 2004

Ha

kegiatan

untuk permukiman.
Rencana pengembangan kawasan permukiman di Pulau Toba Besar,
Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna yaitu dengan
mengembangkan permukiman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
dalam

hal

tempat

tinggal.

Berdasarkan

kondisi

eksisting,

kondisi

permukiman tersebar pada Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau
Renda Kabupaten Muna, sehingga rencana pengembangan kawasan
permukiman

akan

di

arahkan

untuk

dapat

memenuhi

kebutuhan

masyarakat setempat akan tempat tinggal. Kondisi eksisting Pulau Toba


Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna yang dapat
memenuhi daya dukung lingkungan dan sesuai sehingga pengembangan
Laporan Rencana

IV - 1

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

kawasan permukiman dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan


kondisi wilayah setempat.

Laporan Rencana

IV - 2

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Gambar 5.1 Peta Kawasan Permukiman

Laporan Rencana

IV - 3

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

B. Kawasan Pariwisata
Hasil penilaian daya dukung untuk kegiatan permukiman yang
dilakukan di Pulau Tobea Besar, maka dapat diketahui bahwa sebesar
2.888 Ha lahan yang ada di Pulau Tobea Besar sesuai untuk
kegiatan pariwisata.

Sedangkan sebesar 29.885

Ha

untuk

lahan yang tidak

sesuai untuk pariwisata.


Pengembangan kawasan pariwisata di Pulau Toba Besar, Pulau Toba
Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna diarahkan pada Pulau Renda.
Konsep pengembangan wisata di Pulau Renda ini akan menggunakan
konsep wisata bahari. Konsep ini digunakan dikarenakan sesuai dengan
potensi eksisting di Pulau Renda. Pengelolaan kawasan wisata bahari
menggunakan prinsip dasar sebagai berikut:
1. Prinsip co-ownership yaitu bahwa kawasan wisata bahari adalah
milik bersama untuk itu ada hak-hak masyarakat di dalamnya
yang

harus

diakui

namun

juga

perlindungan

yang

harus

dilakukan bersama.
2. Prinsip co-operation/co management yaitu bahwa kepemilikan
bersama mengharuskan, pengelolaan pesisir untuk dilakukan
bersama-sama seluruh komponen masyarakat (stakeholder)
yang terdiri dari pemerintah, masyarakat dan organisasi non
pemerintah (ORNOP) yang harus bekerja sama
3. Prinsip co-responsibility yaitu bahwa keberadaan kawasan wisata
bahari menjadi tanggung jawab bersama karena pengelolaan
kawasan wisata bahari merupakan tujuan bersama
Manfaat dari konsep pengembangan wisata bahari ini adalah
sebagai berikut:
1. Upaya

pemanfaatan

optimal

potensi

wisata

bahari

yang

sekaligus menyelamatkan lingkungan biofrafisik dan lingkungan


sosial ekonomi dan budaya serta melestarikan sumber daya
alam bahari
2. Menciptakan insentif secara efektif bagi pengelolaan kawasan
wisata bahari tanpa mengabaikan nilai-nilai utama konservasi
melalui

pemanfaatan

sumber

daya

berkelanjutan.

Seperti

Laporan Rencana

IV - 4

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

pengembangan

ekowisata

yang

memperhatikan

kepekaan

lingkungan
3. Melindungi dan mendorong pemanfaatan sumber daya alam
hayati yang sesuai dengan praktek-praktek budaya, tradisional,
masyarakat pesisir yang cocok dengan persyaratan konservasi
atau pemanfaatan secara berkelanjutan
4. Mendorong pertumbuhan kepekaan masyarakat pesisir akan
makna dan arti penting kawasan wisata bahari sebagai bagian
peningkatan sosial, ekonomi masyarakat yang dihasilkan dari
pertumbuhan dan perkembangan kedatangan wisatawan dan
usaha pariwisata

Laporan Rencana

IV - 5

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Gambar 5.2 Peta Rencana Kawasan Pariwisata

Laporan Rencana

IV - 6

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

C. Kawasan Perikanan
Hasil penilaian daya dukung kawasan

perikanan

tangkap yang

dilakukan di Pulau Tobea Besar, maka dapat diketahui bahwa sebesar 915
Ha lahan yang ada di Pulau Tobea Besar sesuai untuk kawasan perikanan
tangkap.

Sedangkan sebesar 61.110 Ha

lahan yang

tidak sesuai

kawasan perikanan tangkap.


1. Perikanan Tangkap
Berdasarkan potensi dan masalah yang ada di Pulau Toba Besar,
Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna serta Analisis
SWOT didapatkan rencana pengembangan perikanan tangkap yang
memiliki prospek yang baik seperti diketahui bahawa pulau-pulau
kecil memiliki aspek spesifik daerah penangkapan ikan yakni selalu
ada daerah terlindung atau tempat aman untuk menangkap ikan
bagi nelayan. Strategi pengembangan perikanan tangkap di Pulau
Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda adalah sebagai
berikut:
a. Program peningkatan sarana produksi nelayan. Program ini
diarahkan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan,
sarana produksi meliputi peningkatan teknologi alat tangkap
melalui kelompok-kelompoknelayan.
b. Program peningakatan kualitas nelayan. Program ini diarahkan
pada peningkatan nelayanan diantaraadalah peningkatan
kemampuan nelayan kecil dalam hal peningkatan keahlian
dalam pengoperasian perahu dan alat tangkap, sehingga
mereka mampu beroperasi di peraian lepas pantai, mengingat
letak geografis Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau
Renda.
c. Program penataan zonasi daerah penangkapan sesuai dengan
kemampuan

armada

mempertimbangkan

aturan

penangkapan
perundang-undangan

dengan
yang

berlaku sehingga menghindari konflik antar kelompok nelayan.


2. Perikanan Budidaya
Laporan Rencana

IV - 7

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Berdasarkan potensi dan masalah yang ada di Pulau Toba Besar,


Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna serta Analisis
SWOT didapatkan rencana pengembangan perikanan budidaya.
Berikut merupakan rencana pengembangn perikanan budidaya yang
ada di Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda
Kabupaten Muna:
a. Pembangunan

Balai

Benih

pengembangan

(Hatcery)

budidaya

dikembangan/dibudidayakan

oleh

untuk

mendukung

ikan

yang

masyarakat

Pulau

Toba

Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna.


b. Pengembangan budidaya rumput laut berupa penyediaan
bibit, sarana budidaya, pemasaran dan pengelolaan pasca
panen (produk siap jual).
c. Pengembangan budidaya laut dengan penyesuaian sarana dan
teknologi yang tepat sehingga dapat meningkatan produksi
produk perikanan budidaya laut.
D. Kawasan Pendidikan
Berdasarkan kondisi eksisting sarana pendidikan pada Pulau Toba
Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna terdapat sarana
pendidikan. Untuk rencana kawasan pendidikan kedepannya diperlukan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan sehingga
diperlukan pemerataan sarana pendidikan dengan cara peningkatan
fasilitas

dan

kualitas

pedidikan.

Rencana

pengembangan

kawasan

pendidikan ini terletak berdampingan dengan kawasan permukiman,


sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas kawasan pendidikan.
E. Kawasan Perkebunan
Berdasarkan kondisi eksisting di Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil
dan Pulau Renda Kabupaten Muna terdapat bekas perkebunan karet
seluas 100 Ha dan perkebunan kelapa seluas 700 Ha, yang dulu dikelola
oleh PT. Tobea dan saat ini telah diambil alih dan dikelola oleh pemerintah
Kepulauan Tobea. Kondisi perkebunan tersebut saat ini memiliki tanah
Laporan Rencana

IV - 8

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

yang subur dan bebas dari hama babi sehingga mendukung untuk
pengembangan komoditi pertanian dan perkebunan.
Rencana pengembangan kawasan perkebunan akan dikembangkan
semaksimal mungkin untuk dapat meningkatkan pendapatan daerah.
Pengembangan ini akan diarahkan pada wilayah yang diijinkan untuk
dilakukan pengelolaan wilayah untuk dijadikan

kawasan perkebunan.

Selain itu, Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten
Muna sudah terdapat perkebunan yang dulu dikelola oleh PT. Tobea
sehingga wilayah ini dapat mendukung rencana pengembangan kawasan
perkebunan.
B.

Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung antar Pulau


Pembangunan jembatan di Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan

Pulau Renda Kabupaten Muna bertujuan untuk menghubungkan 3 (tiga)


pulau. Peningkatan dan perbaikan dalam bidang social ekonomi dari
ketiga pulau yaitu Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda
Kabupaten Muna dapat menjadi manfaat terbesar dari adanya jembatan.
Sehingga

dapat

meningkatkan

aksesibilitas

ketiga

pulau

dan

mempermudah untuk menghubungkan kegiatan-kegiatan antar pulau


yang terhubung oleh jembatan. Konsep pembangunan jembatan untuk
menghubungkan Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda yaitu
dengan konsep Beam Bridge.

Desain jembatan ini merupakan konsep

jembaran modern yang paling sederhana, dengan biaya rendah dan


ramah lingkungan. Dengan kondisi eksisting ketiga pulau yaitu Pulau Toba
Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna, jembatan ini
merupakan jembatan yang dapat diterapkan dengan mudah. Hal ini
dikarenakan

adanya

kondisi

pasang-surut

laut

yang

menghambat

kegiatan-kegiatan antar pulau. Dengan adanya jembatan ini diharapkan


dapat membantu memperbaiki dan meningkatkan kondisi social-ekonomi
masyarakat di Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau Renda
Kabupaten Muna. Pembangunan jembatan di Pulau Toba Besar, Pulau Toba
Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna, memiliki panjang sebagai berikut:

Laporan Rencana

IV - 9

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

1. Jembatan Penghubung Antar Pulau Tobea

284

meter
2. Jembatan Penghubung Pulau Tobea dengan Pulau Renda

1.489 meter
3. Jembatan Penghubung Pulau Bahari dengan Pulau Renda

1.839 meter
Berikut merupakan lokasi rencana jembatan yang akan dibangun
untuk menghubungkan Pulau Toba Besar, Pulau Toba Kecil dan Pulau
Renda Kabupaten Muna, dapat dilihat pada Gambar 5.3. Adapun
visualiasi

konsep

desain

jembatan

penghubung

pulau

tersebut

ditampilkan pada Gambar 5.4.

Laporan Rencana

IV - 10

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Gambar 5.3 Peta Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung

Laporan Rencana

IV - 11

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Gambar 5.4 Visualisasi Konsep Desain Jembatan Penghubung Antarpulau

Laporan Rencana

IV - 12

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Laporan Rencana

IV - 13

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Laporan Rencana

IV - 14

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Laporan Rencana

IV - 15

Penyusunan Masterplan Jembatan Penghubung Pulau Tobea


Besar,
Pulau Tobea Kecil dan Pulau Renda Kabupaten Muna

Laporan Rencana

IV - 16