Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MODUL GANGGUAN

HEMATOPOIESIS DAN GANGGUAN


HEMOSTASIS
Keadaan-Keadaan yang Mengakibatkan Trombosit
Menurun dan Meningkat

DIBUAT OLEH :
RANDY RICHTER
(15011101068)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2016

Trombosit yang terlalu banyak atau terlalu sedikit mengganggu koagulasi darah.
Keadaan yang ditandai dengan trombosit berlebihan dinamakan trombositosis atau
trombositemia. Trombositosis umumnya didefinisikan sebagai peningkatan jumlah trombosit
lebih dari 400.000 sel/mm3 dan dapat primer atau sekunder. Pada trombositosis primer, terjadi
proliferasi abnormal megakariosit, dengan jumlah trombosit melebihi 1 juta. Trombositosis
primer juga ditemukan dengan gangguan mieloproliferatif lain, seperti polisitemia vera atau
leukemia granulositik kronis, yang terjadi proliferasi abnormal megakariosit, bersama dengan
jenis sel-sel lain, di dalam sumsum tulang. Patofisiologinya masih belum jelas tetapi diyakini
berkaitan dengan kelainan kualitatif intrinsik fungsi trombosit, serta akibat peningkatan
massa trombosit.
Trombositosis sekunder terjadi sebagai akibat adanya penyebab-penyebab lain, baik
secara sementara setelah stress atau olahraga dengan pelepasan trombosit dari sumber
cadangan (dari lien), atau dapat menyertai keadaan meningkatnya permintaan sumsum tulang
seperti pada perdarahan, anemia hemolitik, atau anemia defisiensi besi. Peningkatan tajam
jumlah trombosit terjadi pada pasien-pasien yang liennya sudah dibuang secara pembedahan.
Karena lien merupakan tempat primer penyimpanan dan penghancuran trombosit, maka
pengangkatan (splenektomi) tanpa disertai pengurangan produksi di dalam sumsum tulang
akan mengakibatkan trombositosis, yang sering melebihi 1 juta sel/ mm3.
Trombositopenia didefinisikan sebagai jumlah trombosit kurang dari 100.000
sel/mm3. Jumlah trombosit yang rendah ini dapat merupakan akibat berkurangnya produksi
atau meningkatnya penghancuran trombosit. Namun, umumnya tidak ada manifestasi klinis
hingga jumlahnya kurang dari 100.000 sel/mm3 dan lebih lanjut dipengaruhi oleh keadaankeadaan lain yang mendasari atau yang menyertai, seperti leukemia atau penyakit hati.
Ekimosis yang bertambah dan perdarahan yang memanjang akibat trauma ringan terjadi pada
kadar trombosit kurang dari 50.000 sel/mm3. Petekie merupakan manifestasi utama, dengan
jumlah trombosit kurang dari 30.000 sel/mm3. Terjadi perdarahan mukosa, jaringan dalam,
dan intrakranial dengan jumlah trombosit kurang dari 20.000 sel/mm3, dan memerlukan
tindakan segera untuk mencegah perdarahan dan kematian.
Penurunan produksi trombosit dibuktikan dengan aspirasi dan biopsi sumsum tulang,
dijumpai pada segala kondisi yang mengganggu atau menghambat fungsi sumsum tulang.
Kondisi ini meliputi anemia aplastik, mielofibrosis, leukemia akut, dan karsinoma metastatik
lain yang mengganti unsur-unsur sumsum normal. Pada keadaan-keadaan defisiensi, seperti

defisiensi vitamin B12 dan asam folat, mempengaruhi megakariopoiesis disertai dengan
pembentukan megakariosit besar yang hiperlobulus. Agen-agen kemoterapeutik terutama
bersifat toksik terhadap sumsum tulang, menekan produksi trombosit.
Keadaan trombositopenia dengan produksi trombosit normal biasanya disebabkan
oleh penghancuran atau penyimpanan yang berlebihan. Segala kondisi yang menyebabkan
splenomegali (lien yang jelas membesar) dapat disertai trombositopenia, meliputi keadaan
seperti sirosis hati, limfoma, dan penyakit-penyakit mieloproliferatif. Lien secara normal
menyimpan sepertiga trombosit yang dihasilkan, tetapi dengan splenomegali, sumber ini
dapat meningkat sampai 80%, dan mengurangi sumber sirkulasi yang tersedia.
Trombosit dapat juga dihancurkan oleh produksi antibodi yang diinduksi oleh obat,
seperti yang ditemukan pada quinidin dan emas atau oleh autoantibodi. Antibodi-antibodi ini
ditemukan pada penyakit-penyakit seperti lupus eritematosus, leukemia limfositik kronis,
limfoma tertentu, dan purpura trombositopenik idiopatik (ITP). ITP, terutama ditemukan pada
perempuan muda, bermanifestasi sebagai trombositopenia yang mengancam jiwa dengan
jumlah trombosit yang sering kurang dari 10.000 sel/mm3. Antibodi IgG yang ditemukan
pada membran trombosit, menyebabkan gangguan agregasi trombosit dan meningkatnya
pembuangan dan penghancuran trombosit oleh sistem makrofag.

Sumber:
Sylvia A. Price, Lorraine M. Wilson. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.
Ed. 6. Jakarta: EGC. 2005.