Anda di halaman 1dari 14

Jembatan Wheatstone

Jembatan Wheatstone adalah rangkaian jembatan yang paling sederhana


dan paling umum.[1] Rangkaian ini digunakan dalam aplikasi pengkondisi
sinyal dimana transdusermengubah tahanan dengan
perubahan variabel dinamik.[1] Beberapa modifikasi dari jembatan dasar
ini juga dipakai untuk aplikasi spesifik lainnya.[1] Dalam aplikasi paling
modern, detektor setimbang adalah amplifier diferensial impedansi input
sangat tinggi.[1]Dalam beberapa kasus, Galvanometer yang sensitif dengan
impedansi yang relatif rendah bisa digunakan, khususnya
untuk kalibrasi atau instrumen-instrumen pengukuran tunggal.[1]

Penjelasan Tentang Jembatan Wheatstone

Rangkaian Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian yang terdiri


dari resistor dan catu daya (power supply).[2] Jembatan wheatstone sendiri
adalah rangkaian jembatan yang pada umunya digunakan untuk mengukur
presisi tahanan dengan nilai 1 ohmsampai dengan mega ohm.[2] Pada
umumnya rangkaian jembatan wheatstone banyak digunakan untuk
menghitung resistansi yang tidak diketahui dengan bantuan dari
rangkaian jembatan.[2] Dua kaki yang terdapat pada rangkaian wheatstone
harus disimpan seimbang dan satu kaki yang lainnya termasuk resistansi
yang tidak di ketahui.[2]
Prinsip dasar dari jembatan wheatstone adalah keseimbangan. Sifat
umum dari arus listrik adalah arus akan mengalir menuju polaritas yang
lebih rendah. Jika terdapat persamaan polaritas antara kedua titik maka
arus tidak akan mengalir dari kedua titik tersebut. Dalam rangkaian dasar
jembatan wheatstone penghubung kedua titik tadi disebut sebagai
jembatan wheatstone.

Rangkaian Hambatan Jembatan Wheatstone Ada lho sobat rangkaian


hambatan yang tidak bisa ditentukan hambatan penggantinya kalau cuma
dengan rumus susunan hambatan seri maupun pararel. Rangkaian
hambatan ini disebut dengan Wheatstone Bridge atau jembatan
wheatstone. Rangkaian ini digunakan utuk menyederhanakan susunan
hambatan yang pada awalnya tidak dapat disederhankan secara pararel
maupun seri. Ada cerita menarik dibalik sejarah Wheatstone. Ternyata
jembatan wheatstone tidak ditemukan oleh Sir Charles
Wheatstone melainkan oleh Samuel Hunter Cristie pada tahun 1833.
Dinamakan wheatstone karena yang berperan besar mempopulerkan
rangkaian ini adalah Sir Charles Wheatstone.
Gambar di bawah ini meski bentuknya aga berbeda tapi sejatinya sama.
Gambar tersebut merupakan susunan jembatan Wheatstone.

3 rangkaian sama tapi bentuk berbeda

Bagiaman Menentukan Hambatan Pengganti?


Untuk mendapatkan besarnya hambatan pengganti pada susunan
hambatan jembatan Wheatstone sobat bisa menggunakan aturan dan
rumus berikut:
1. Apabila perkalian silang antara R1 dan R3 sama dengan R2 dan R4
maka R5 (hambatan yang ditengah) dapat diabaikan sehingga sobat
tinggal menjumlah secara seri kemudian dipararelkan.

Hambatan di Tengah Ditiadakan


Setelah hambatan tengah dianggap tidak ada gunakan prinsip seri-pararel
untuk menmukan besarnya hambatan pengganti.
2. Jika perkalian silang antar R1 dan R3 tidak sama dengan perkalian
antara R2 dan R4, maka hambatan itu harus diganti dengan hambatan
baru sehingga susunan hambatannya menjadi seperti tampak pada
gambar di bawah ini.

Henggantian Hambatan (amati letak Ra, Rb, dan Rc)


Keterangan
R1, R2, dan R5 masing-masing diganti dengan Ra, Rb, dan Rc. Sehingga
susunan menjadi tampak seperti gambar di bawah ini.

Rumusnya
Ra = R1 . R2 / (R1 + R2 + R2)
R2 = R1 . R5 / (R1 + R2 + R2)
R3 = R2 . R5 / (R1 + R2 + R2)

JEMBATAN WHEATSTONE
A. Tujuan
Menentukan nilai suatu hambatan yang tidak diketahui dengan nilai metode jembatan
B. Dasar Teori
Rangkaian jembatan secara luas telah digunakan dalam beberapa pengukuran niai
suatu komponen seperti: rasistansi, induktansi, dan kapasitansi serta parameterparameter rangkaian lainnya yang diperoleh langsung dari nilai komponnya seperti
frekuensi, sudut fasa, dan temperatur.
Karena rangkaian jembatan hanya membandingkan antara nilai komponen yang
belum diketahui dengan komponen standar yang telah diketahui nilainya, maka akurasi
pengukurannya menjaid hal yang sangat penting, terutama pada pembacaan pengukuran
perebandingannya yang hanya didasarkan pada sebuah indikator NOL pada
kesetimbangan jembatan.
Jembatan DC bertipe NOL dikenal dengan nama Jembatan Wheatstone, dengan empat
lengan yang terdiri dari sebuah hambatan yang belum diketahui nilainya (Rx), dua
hambatan yang bernilai sama (R2 dan R3) serta hambatan variabel (Rv). Tegangan DC

ditempatkan diantara titik AC serta hambatan variabel diatur sedemikian rupa sehingga
tegangan yang terukur pada titik BD sama dengan nol. Titik nol ini biasanya diukur
dengan galvanometer yang mempunyai sensitivitas tinggi. (Pramono, 2014).
Jembatan Wheatstone adalah alat ukur yang ditemukan oleh Samuel Hunter Christie
pada 1833 dan meningkat kemudian dipopulerkan oleh Sir Charles Wheatstone pada
tahun 1843. Ini digunakan untuk mengukur suatu yang tidak diketahui hambatan listrik
dengan menyeimbangkan dua kali dari rangkaian jembatan, satu kaki yang mencakup
komponen diketahui kerjanya mirip dengan aslinya potensiometer. Jembatan Wheatstone
adalah suatu alat pengukur, alat ini dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam
melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang nilainya relatif kecil sekali
umpamanya saja suatu kebocoran dari kabel tanah/ kartsluiting dan sebagainya.
Jembatan Wheatstone adalah alat yang paling umum digunakan untuk pengukuran
tahanan yang teliti dalam daerah 1 sampai 100.000 . Jembatan Wheatstone terdiri dari
tahanan R1, R2, R3, dimana tahanan tersebut merupakan tahanan yang diketahui nilainya
dengan teliti dan dapat diatur (Dedy, 2012).
Yonathan Andrianto Suroso, memaparkan beberapa hukum dasar rangkaian listrik
yang berhubungan dengan jembatan wheatstone:
1. Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan Jika suatu arus listrik melalui suatu penghantar, maka
kekuatan arus tersebut adalah sebanding-larus dengan tegangan listrik yang terdapat
diantara kedua ujung penghantar tadi. Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm.
Secara matematis, hukum Ohm ini dituliskan:
V = I . R atau I = V/R
Dimana
I : arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar (Ampere)
V : tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar (Volt)
R : hambatan listrik yang terdapat pada suatu penghantar (Ohm)
2. Hukum Kirchoff I
Dipertengahan abad 19, Gustav Robert Kichoff (1824-1887) menemukan cara untuk
menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian dikenal dengan hukum
Kirchoff. Hukum Kirchoff berbunyi Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik
percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan. Jumlah
I masuk = I keluar.
3. Hukum Kirchoff II
Hukum Kirchoff II berbunyi: Dalam rangkaian tertutup, jumlah aljabar GGL (E) dan
jumlah penurunan potensial sama dengan nol.
Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak adanya
energilistrik yang hilang dalam rangkaian tersebut atau dalam arti semua energi

C.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
D.
1.
2.
3.
4.
5.

bisadigunakan atau diserap.Rangkaian Jembatan Wheatstone adalah susunan dari 4 buah


hambatan, yangmana dua dari hambatan tersebut adalah hambatan variabel dan
hambatan yang belumdiketahui besarnya yang disusun secara seri satu sama lain dan pada
2 titik diagonalnya dipasang sebuah galvanometer dan pada 2 titik diagonal lainnya
diberikansumber tegangan. Dengan mengatur sedemikian rupa besar hambatan
variabelsehingga arus yang mengalir pada Galvanometer = 0, dalam keadaan ini
jembatandisebut seimbang, sehingga sesuai dengan hukum Ohm berlaku persamaan:
R1 . R2 = R3 . Rx
Persamaan tersebut bila dijabarkan akan menjadi sebagai berikut:
R1 . R2 = R3 . Rx
Rx = . R1
Bila nilai R 1dan R 3 diganti dengan panjang kawat L1dan L2 maka rumus di atas dapat
ditulis sebagai berikut:
Rx = . Rv
Dengan:
Rv: hambatan variabel disebut juga sebagai lengan standar
R2 dan R3: kawat hambatan dan disebut sebagai lengan perbandingan
Hadi Pramono (2014: 92), menjelaskan jika R2 dan R3 menyatakan hambatan pada kawat
dengan panjang L1 dan L2, maka dapat juga ditulis dengan:
Rx = Rv
Alat dan Bahan
Jembatan wheatstone
Power supplay AC-DC 12 volt
Besic meter
Rheostart 10 ohm 3 ohm
Kawat homogen
Kabel-kabel
Resister variabel
Langkah Kerja
Susunlah rangkaian percobaan!
Sebelum rangkai dihubungkan dengan sumber tegangan, konsultasikan kepada asisten
apakah susunan rangkaian sudah benar atau belum.
Geserlah kontak logam yang tehubungan dengan kawat ke kanan atau ke kiri, sedmikian
hingga jarum galvanometer menunjukan angka nol.
Ukurlah panjang kawat yang ada disebelah kiri dan sebelah kanan kontak logam.
Ubah-ubahlah nilai resister variabel, untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Kemudian
geser kontak logam ke kanan atau ke kiri hingga jarum golvanometer menunjukan angka
nol. Ukur panjang kawat sebelah kanan dan sebelah kiri logam.

6. Gantilah resister Rx dengan yang lain. kemudian lakukan seperti langkah 1 5.


E. Hasil Pengamatan
1.1.Tabel Pengamatan
No
V
Besic
I
L1 (m)
L2 (m)
Rv
meter
1

3V

6V

9V

1.2.Perhitungan
1. Percobaan 1
a.

Dik: v = 3v . 1A
I = = = 99
L2 = 0,48 m
L1 = 0,52 m
Rv = = = 0,03
Dit: Rx?
Jawab: Rx = Rv
= 0,03
= 0,0325
b. Dik: v = 3v . 5A
I = = = 19,6
L2 = 0,46 m
L1 = 0,54 m
Rv = = = 0,153
Dit: Rx?
Jawab: Rx = Rv
= 0,53
= 0,179
2. Percobaan 2

1A
5A
1A
5A
1A
5A

99
19,6
57
16,2
35
16,8

0,52 m
0,54 m
0,73 m
0,65
0,02
0,81

0,48 m
0,46 m
0,27 m
0,35 m
0,98 m
0,19 m

0,03
0,153
0,105
0,37
0,257
0,535

Rx

0,0325
0,179
0,283
0,687
0,005
2,28

a.

Dik: v = 6v . 1A
I = = = 57
L2 = 0,27 m
L1 = 0,73 m
Rv = = = 0,105
Dit: Rx?
Jawab: Rx = Rv
= 0,105
= 0,283
b. Dik: v = 6v . 5A
I = = = 16,2
L2 = 0,35 m
L1 = 0,65 m
Rv = = = 0,37
Dit: Rx?
Jawab: Rx = Rv
= 0,37
= 0,687
3. Percobaan 3
a.

Dik: v = 9v . 5A
I = = = 35
L2 = 0,98 m
L1 = 0,02 m
Rv = = = 0,257
Dit: Rx?
Jawab: Rx = Rv
= 0,105
= 0,005
b. Dik: v = 9v . 5A
I = = = 16,8
L2 = 0,19 m
L1 = 0,81 m
Rv = = = 0,535
Dit: Rx?
Jawab: Rx = Rv

= 0,535
= 2,28
F. Pembahasan
Jembatan wheatstone merupakan alat untuk mengukur suatu yang tidak diketahui
hambatan listrik dengan menyeimbangkan dua kali dari rangkaian jembatan, juga untuk
memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang
nilainya relatif kecil sekali. Oleh karena iu pada prktikum kali ini adalah bertujuan
untuk menentukan nilai suatu hambatan yang tidak diketahui dengan nilai metode
jembatan. dilakukan pula dengan enam pengamatan, yaitu 3 volt, 6 volt dan 9 volt dari
sumber hambatan ataupower supplay dengan masing-masing 1 A dan 5 A.
Sebelum dilakukan pastikan rangkaian tersusun dengan benar. Untuk mencari nilai
Rx, terlebih dahulu dicari I dan Rv. Untuk mencari I kumparan pada Rheostart tidak
tertempel. Dan setelah didapat dapat dihitung dengan rumus I = , 100 itu sendiri adalah
jumlah nilai pada basic mater dan dikurangi nilai yang telah didapat, lalu dibagi dengan
arus. Arus masing-masing sudah dijelaskan diatas yaitu, 1 A dan 5 A. Sementara untuk Rv
didapat dengan rumus: Rv = . dan setelah keduanya didapat, barulah mencari Rx-nya.
Untuk menentukan hambatan yang dimiliki oleh resistor, dengan rangkaian jembatan
wheatstone ini, terlebih dahulu mengatur kontak geser dari kabel hitam yang tak terpakai
kemudian digeser-geserkan pada kawat sedemikian rupahingga skala yang ditunjuk oleh
besic meter adalah nol. Setelah ditemukan titik lokasi tersebut, dapat ditentukan nilai
L1 dan L2. L1 yang didapat ternyata bernilai besar, sedangkan L2 bernilai kecil. Ketika
menentukan I, kumparan rheostart tidak tertempel, sementara untuk mencari L1 dan l2
kumparan pada rheostart ditempelkan. Nilai yang dicari adalah harus menunjukan pada
angka nol. Karena jembatan dikatakan setimbang jika beda potensial pada basic meter
sama dengan nol (0 volt) sehingga tidak ada arus yang melalui basic meter tersebut. Untuk
nilai L1 diketahui berada sumber hambatan atau power supplay, sedangkan L2 jauh
dengan sumber tersebut.
Dari pengamatan di atas sesuai dengan hukum kischoff I yang mengatakan Dalam
rangkaian tertutup, jumlah aljabar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama
dengan nol. Setelah menunjukan angka nol, dalam menentukan nilai L2 dan L1 ditentukan
dengan cara: L2 = 100 L1, karena terdapat hubungan yaitu L1 + L2 adalah panjang
kawat penghantar yang dipakai yaitu 1 meter (100 cm). Untuk menghitung nilai hambatan
yang belum diketahui besarnya, maka menggunakan persamaan yang berkaitan dengan
hukum Ohm: Rx = Rv . Maka didapat nilai Rx 3 volt pada 1 A dan 5 A masing-masing
adalah 0,0325 dan 0,0179 . Nilai Rx 6 volt pada 1 A dan 5 A masing-masing adalah
0,283 dan 0,687 . Dan nilai Rx 9 volt pada 1 A dan 5 A masing-masing adalah 0,005
dan 2,28 .

Dari perhitungan di atas, bisa dikatakan bahwa bila semakin besar hambatan (volt)
pada arus 1 A, maka nilai Rx semakin kecil. Sedangkan, bila semakin besar hambatan
pada arus 5 A, nilai Rx yang didapat semakin besar pula. Dengan demikian, arus
mempengaruhi nilai Rx tersebut. Sementara hukum Ohm mengatakan, jika suatu arus
listrik melalui suatu penghantar, maka kekuatan arus tersebut adalah sebanding larus
dengan tegangan listrik yang terdapat diantara kedua ujung penghantar tadi.
Dalam praktikum tentang jembatan wheatstone ini, baik dalam pelaksanaan maupun
dalam pengolahan tidak terpisahkan dari kesalahan-kesalahan tertentu yang mungkin
terjadi. Di antaranya ketidaktelitian pada saat mengukur panjang kawat yang dipakai,
ketidaktelitian pada saat mengamati basic meter dan menentukan L1 dan L2 dengan
kontak geser yang terhubung pada basic meter. Kerusakan pada alat-alat praktikum yang
digunakan dan penyusunan rangkaian resisitor maupun rangkaian pada alat jembatan
wheatstone yang tidak tepat
G. Kesimpulan
Dari percobaan praktikum dan perhitungan di atas dapat ditarik kesemipulan,
bahwa suatu hambatan yang tidak diketahui dengan nilai metode jembatan dengan
menggunakan rumus: Rx = Rv sehingga didapat nilai Rx 3 volt pada 1 A dan 5 A masingmasing adalah 0,0325 dan 0,0179 . Nilai Rx 6 volt pada 1 A dan 5 A masing-masing
adalah 0,283 dan 0,687 . Dan nilai Rx 9 volt pada 1 A dan 5 A masing-masing adalah
0,005 dan 2,28 .
DAFTAR PUSTAKA
Dedi. 2012. jembatan wheatstone http://dedy4brother.blogspot.com/2012/05/je
mbatan-wheatstone.html diakses pada 17 April 14
Pramono, Hadi. 2014. Panduan Praktikum Semester 2. Cirebon: Pusat
Labolatorium IAIN
Suroso,Yonanthan Andrianto. Laporan Praktikum Disika Dasar II Jembatan
Wheatstone. http://www.scribd.com/doc/145342454/Laporan-PraktikumFisika-Dasar-II-JEMBATAN-WHEATSTONE diakses pada 17 April 14
Tugas Pendahuluan 1. Jelaskan apa kegunaan dari Rangkaian Jembatan
Wheatstone dan bagaimana prinsip bekerjanya jembatan wheatstone
tersebut ! Jawaban : Jembatan Wheatstone umumnya digunakan untuk
memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu
tahanan yang nilainya relative kecil sekali umpamanya saja suatu
kebocoran dari kabel tanah/ kortsluiting dan sebagainya dan merupakan
suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur suatu tahanan yang tidak
diketahui harganya (besarannya). Kegunaan dari Jembatan Wheatstone
adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang
mengalir pada galvanometer sama dengan nol (karena potensial ujungujungnya sama besar). Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian
silang. Cara kerjanya adalah sirkuit listrik dalam empat tahanan dan
sumber tegangan yang dihubungkan melalui dua titik diagonal dan pada

kedua diagonal yang lain dimana galvanometer ditempalkan seperti yang


diperlihatkan pada jembatan wheatstone. 2. Apa yang dimaksud dengan
Koefisen Temperatur dari sebuah penghantar dan apakah setiap
penghantar mempunyai Koefisien Temperatur? Jawaban : Koefisien
Temperatur adalah Nilai tetap yang berpengaruh terhadap variable
dependent (variable yang dicari pada rumus). Nilai tetap ini berubah-ubah
sesuai dengan besar temperatur. Setiap penghantar memiliki koefisien
temperatur tetapi ada penghantar yang sudah diketahui berapa nilai
koefisien temperaturnya dan ada juga yang belum diketahui. Dalam suatu
bahan akan mengalami perubahan volume bila terjadi perubahan
temperatur. Bahan akan memuai jika temperatur suhu naik dan akan
menyusut jika temperatur suhu turun. 3. Dari sifat menghantar listriknya
penghantar dapat di bagi menjadi : Konduktor, Isolator, Semikonduktor
dan Super Konduktor, jelaskan bagaimana sifat-sifat dari penghantar
tersebut, dan tuliskan beberapa contoh pemakaiannya dalam kehidupan
sehari-hari? Jawaban : Penghantar memiliki sifat-sifat penting, yaitu: a.
Daya Hantar Listrik Arus yang mengalir dalam suatu penghantar selalu
mengalami hambatan dari penghantar itu sendiri. Besar hambatan
tersebut tergantung dari bahannya. Besar hambatan tiap meternya
dengan luas penampang 1mm2 pada temperatur 200C dinamakan
hambatan jenis. b. Koefisien Temperatur Hambatan Telah kita ketahui
bahwa dalam suaut bahan akan mengalami perubahan volume bila terjadi
perubahan temperatur. Bahan akan memuai jika temperatur suhu naik dan
akan menyusut jika temperatur suhu turun. c. Daya Hantar Panas Daya
hantar panas menunjukkan jumlah panas yang melalui lapisan bahan
satuan waktu. Diperhitungkan dalam satuan KKa/Jam 0C. terutama
diperhitungkan dalam pemakaian mesin listrik beserta perlengkapannya.
Pada umumnya logam mempunyai daya hantar panas yang tinggi. d. Daya
Tegangan Tarik Sifat mekanis bahan sangat penting, terutama untuk
hantaran diatas tanah. Oleh sebab itu, bahan yang dipakai untuk
keperluan tersebut harus ketahui kekuatannya. Terutama menyangkut
penggunaan dalam pedistribusian tegangan tinggi. e. Timbulnya daya
Elektron-motoris Termo Sifat ini sangat penting sekali terhadap dua titik
kontak yang terbuat dari dua bahan logam yang berlainan jenis, karena
dalam suatu rangkaian, arus akan menimbulkan daya elektro-motoris
termo tersendiri bila terjadi perubahan temperatur suhu. contoh
penerapan dalam kehidupan sehari-hari : a) semikonduktor : digunakan
dalam processor komputer Bahan-bahan yg termasuk semikonduktor
adalah : Silikon (Si) , germanium(Ge), Baron(B), dan Arsenik (As). b)
konduktor : untuk pembuatan kabel listrik misalnya :besi, aluminium,
tembaga, dsb. c) isolator : -pemisah antara konduktor tanpa membuat
adanya arus mengalir ke luar atau antara konduktor yang memiliki
tegangan sehingga peralatan-peralatan elektronik seprti TV, AC, radio dan
lain sebagainya bisa dioperasikan. - Dalam dunia kelistrikan dipergunakan
untuk menamai alat yang digunakan untuk menyangga kabel transmisi
listrik pada tiang listrik. -Dalam dunia elektronika yaitu Beberapa bahan,
seperti kaca, kertas, atau Teflon merupakan bahan isolator yang sangat
bagus. Beberapa bahan sintetis masih "cukup bagus" dipergunakan
sebagai isolator kabel. Contohnya plastik atau karet. d) Superkonduktor :
magnet yang digunakan pada mesin MRI 4. Apa yang dimaksud dengan

NTC dan PTC pada sebuah penghantar semikonduktor, jelaskan beserta


gambar grafiknya Jawaban : PTC dan NTC merupakan resistor yang
bergantung atau peka terhadap perpubahan temperatur, dan sering
disebut sebagai thermistor. NTC (negative temperature coefficient)
resistansinya akan semakin kecil bila temperaturnya naik dan makin besar
besar bila temperaturnya turun. Sebaliknya PTC (positive temperature
coefficient), resistensi akan semakin besar bila temperatur naik dan
semakin kecil bila temperatur turun. grafik antara nilai temperatur dan
nilai resistansi
Make Money at : http://bit.ly/best_tip
Tugas Pendahuluan 1. Jelaskan apa kegunaan dari Rangkaian Jembatan
Wheatstone dan bagaimana prinsip bekerjanya jembatan wheatstone
tersebut ! Jawaban : Jembatan Wheatstone umumnya digunakan untuk
memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu
tahanan yang nilainya relative kecil sekali umpamanya saja suatu
kebocoran dari kabel tanah/ kortsluiting dan sebagainya dan merupakan
suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur suatu tahanan yang tidak
diketahui harganya (besarannya). Kegunaan dari Jembatan Wheatstone
adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang
mengalir pada galvanometer sama dengan nol (karena potensial ujungujungnya sama besar). Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian
silang. Cara kerjanya adalah sirkuit listrik dalam empat tahanan dan
sumber tegangan yang dihubungkan melalui dua titik diagonal dan pada
kedua diagonal yang lain dimana galvanometer ditempalkan seperti yang
diperlihatkan pada jembatan wheatstone. 2. Apa yang dimaksud dengan
Koefisen Temperatur dari sebuah penghantar dan apakah setiap
penghantar mempunyai Koefisien Temperatur? Jawaban : Koefisien
Temperatur adalah Nilai tetap yang berpengaruh terhadap variable
dependent (variable yang dicari pada rumus). Nilai tetap ini berubah-ubah
sesuai dengan besar temperatur. Setiap penghantar memiliki koefisien
temperatur tetapi ada penghantar yang sudah diketahui berapa nilai
koefisien temperaturnya dan ada juga yang belum diketahui. Dalam suatu
bahan akan mengalami perubahan volume bila terjadi perubahan
temperatur. Bahan akan memuai jika temperatur suhu naik dan akan
menyusut jika temperatur suhu turun. 3. Dari sifat menghantar listriknya
penghantar dapat di bagi menjadi : Konduktor, Isolator, Semikonduktor
dan Super Konduktor, jelaskan bagaimana sifat-sifat dari penghantar
tersebut, dan tuliskan beberapa contoh pemakaiannya dalam kehidupan
sehari-hari? Jawaban : Penghantar memiliki sifat-sifat penting, yaitu: a.
Daya Hantar Listrik Arus yang mengalir dalam suatu penghantar selalu
mengalami hambatan dari penghantar itu sendiri. Besar hambatan
tersebut tergantung dari bahannya. Besar hambatan tiap meternya
dengan luas penampang 1mm2 pada temperatur 200C dinamakan
hambatan jenis. b. Koefisien Temperatur Hambatan Telah kita ketahui
bahwa dalam suaut bahan akan mengalami perubahan volume bila terjadi
perubahan temperatur. Bahan akan memuai jika temperatur suhu naik dan
akan menyusut jika temperatur suhu turun. c. Daya Hantar Panas Daya
hantar panas menunjukkan jumlah panas yang melalui lapisan bahan
satuan waktu. Diperhitungkan dalam satuan KKa/Jam 0C. terutama

diperhitungkan dalam pemakaian mesin listrik beserta perlengkapannya.


Pada umumnya logam mempunyai daya hantar panas yang tinggi. d. Daya
Tegangan Tarik Sifat mekanis bahan sangat penting, terutama untuk
hantaran diatas tanah. Oleh sebab itu, bahan yang dipakai untuk
keperluan tersebut harus ketahui kekuatannya. Terutama menyangkut
penggunaan dalam pedistribusian tegangan tinggi. e. Timbulnya daya
Elektron-motoris Termo Sifat ini sangat penting sekali terhadap dua titik
kontak yang terbuat dari dua bahan logam yang berlainan jenis, karena
dalam suatu rangkaian, arus akan menimbulkan daya elektro-motoris
termo tersendiri bila terjadi perubahan temperatur suhu. contoh
penerapan dalam kehidupan sehari-hari : a) semikonduktor : digunakan
dalam processor komputer Bahan-bahan yg termasuk semikonduktor
adalah : Silikon (Si) , germanium(Ge), Baron(B), dan Arsenik (As). b)
konduktor : untuk pembuatan kabel listrik misalnya :besi, aluminium,
tembaga, dsb. c) isolator : -pemisah antara konduktor tanpa membuat
adanya arus mengalir ke luar atau antara konduktor yang memiliki
tegangan sehingga peralatan-peralatan elektronik seprti TV, AC, radio dan
lain sebagainya bisa dioperasikan. - Dalam dunia kelistrikan dipergunakan
untuk menamai alat yang digunakan untuk menyangga kabel transmisi
listrik pada tiang listrik. -Dalam dunia elektronika yaitu Beberapa bahan,
seperti kaca, kertas, atau Teflon merupakan bahan isolator yang sangat
bagus. Beberapa bahan sintetis masih "cukup bagus" dipergunakan
sebagai isolator kabel. Contohnya plastik atau karet. d) Superkonduktor :
magnet yang digunakan pada mesin MRI 4. Apa yang dimaksud dengan
NTC dan PTC pada sebuah penghantar semikonduktor, jelaskan beserta
gambar grafiknya Jawaban : PTC dan NTC merupakan resistor yang
bergantung atau peka terhadap perpubahan temperatur, dan sering
disebut sebagai thermistor. NTC (negative temperature coefficient)
resistansinya akan semakin kecil bila temperaturnya naik dan makin besar
besar bila temperaturnya turun. Sebaliknya PTC (positive temperature
coefficient), resistensi akan semakin besar bila temperatur naik dan
semakin kecil bila temperatur turun. grafik antara nilai temperatur dan
nilai resistansi
Make Money at : http://bit.ly/best_tips
Tugas Pendahuluan 1. Jelaskan apa kegunaan dari Rangkaian Jembatan
Wheatstone dan bagaimana prinsip bekerjanya jembatan wheatstone
tersebut ! Jawaban : Jembatan Wheatstone umumnya digunakan untuk
memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu
tahanan yang nilainya relative kecil sekali umpamanya saja suatu
kebocoran dari kabel tanah/ kortsluiting dan sebagainya dan merupakan
suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur suatu tahanan yang tidak
diketahui harganya (besarannya). Kegunaan dari Jembatan Wheatstone
adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang
mengalir pada galvanometer sama dengan nol (karena potensial ujungujungnya sama besar). Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian
silang. Cara kerjanya adalah sirkuit listrik dalam empat tahanan dan
sumber tegangan yang dihubungkan melalui dua titik diagonal dan pada
kedua diagonal yang lain dimana galvanometer ditempalkan seperti yang
diperlihatkan pada jembatan wheatstone.

Make Money at : http://bit.ly/best_tips


Selanjutnya sobat tinggal melanjutkan dengan prinsip seri dan pararel
hambatan untuk menemukan berapa hambatan penggantinya. Biar tidak
bingung, yuk simak contoh soal dan pembahasan berikut ini.

Contoh Soal Jembatan Wheatstone 1

Soal 1
Amati gambar di atas. Jika diketahui v yang mengalir dari ujung kiri ke
ujung kanan adalah 15 volt. Hitunglah kuat arus yang melalui rangkaian
tersebut
Jawab
dari gambar di atas
R1 . R3 = R2 . R4
5 . 10 = 5 . 10
sehingga R 5 tidak perlu kita anggap.
R1 dan R4 (dirangkai seri)
R14 = R1 + R4 = 5 + 5 = 10
R2 dan R3 (dirangkais seri)
R23 = R2 + R3 = 10 + 10 = 20
R14 dan R23 (dirangkai pararel)
1/Rtotal = 1/R14 + 1/R23
1/Rtotal = 1/10 + 1/20
1/Rtotal = 2/20 + 1/20 = 3/20
1/Rtotal = 30/3 = 20/3
Besarnya kuat arus yang mengalir
I = V/Rtotal = 15x 3/20 = 2,25 Ampere
Jadi dari soal jembatan wheatstone tersebut bisa jawab besarnya arus
yang mengalir dalam rangkaian adalah 2,25 A.

Contoh Soal Jembatan Wheatstone 2

Amati gambar diatas dan tentukanlah berapa besar hambatan


penggantinya!
Jawab
R1. R4 R2. R3
Sehingga hambatan-hmbatan tersebut perlu diganti sehingga menjadi
Ra = (24) / (2+4+2) = 8/8 = 1
Rb = (22) / (2+4+2) = 4/8 = 0,5
Rc = (42) / (2+4+2) = 8/8 = 1
(sobat perhatikan urutan perkaliannya)
Sekarang rangkaiannya akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Rb dan R2 (dirangkai seri)
Rb2 = Rb + R2 = 0,5 + 1,5 = 2
Rc dan R4 (dirangkai seri)
Rc4 = Rc + R4 = 1 + 1 = 2
Rb2 dan Rc4 (dirangkai pararel)
1/Rb2c4 = 1/2 + 1/2
1/Rb2c4 = 1
Rb2c4 = 1
Ra dan Rb2c4 (dirangkai seri)
Rtotal = Ra + Rb2c4
Rtotal = 1 + 1 = 2
Jadi dari soal jembatan wheatstone tersebut bisa jawab besarnya
hambatan pengganti adalah 2