Anda di halaman 1dari 3

Panduan Praktik Klinis

SMF/KSM ILMU BEDAH


BAGIAN TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROK

RSUD KabupatenMimika
TGL/BLN/THN
PENGESAHAN
:

Revisi Ke.

DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR RSUD MIMIKA

Dr. Maurits Okoseray, MARS


NIP. 19570530 199003 1 001

BENDA ASING JALAN NAPAS (ICD X: T 17)


1. Pengertian (Definisi)

Benda asing jalan napas adalah benda asing yang secara


tidak sengaja terhirup masuk ke jalan napas (laring, trakea,
bronkus).

2. Anamnesis

a. Pada awalnya timbul batuk mendadak, hebat, bertubi-tubi


dan dapat sampai biru (sianosis ). Kemudian diikuti
dengan fase tenang, tidak batuk, sebab benda asing
berhenti pada salah satu cabang bronkus. Bila "lepas",
dapat timbul batuk-batuk lagi.
b. Sesak napas terjadi bila ada penyumbatan pada laring
atau trakea.
Anamnesis cermat, sangat penting dalam menegakkan
diagnosis.

3. Pemeriksaan Fisik

1. Kadang-kadang tidak dapat ditemukan gejala yang jelas.


2. Bila ada penyumbatan jalan napas atas, tampak:
a. Gelisah
b. Sesak
c. Stridor inspirasi
d. Retraksi supraklavikular, interkostal, epigastrial,
supra sternal.
e. Biru (sianosis).
f. Bila benda asing berhenti pada salah satu cabang
bronkus:
1) Gerak napas satu sisi berkurang
2) Suara napas satu sisi berkurang
3) Pada fase tenang, mungkin gejala tersebut di
atas tidak ada.

4. Kriteria Diagnosis

5. Diagnosis

1. Batuk
2. Sesak nafas
3. Pada X-foto nampak benda asing (bila masih baru, sering
tidak tampak kelainan)
1. Anamnesis:
a. Pada awalnya timbul batuk mendadak, hebat, bertubitubi dan dapat sampai biru (sianosis ). Kemudian
diikuti dengan fase tenang, tidak batuk, sebab benda
asing berhenti pada salah satu cabang bronkus. Bila
"lepas", dapat timbul batuk-batuk lagi.
b. Sesak napas terjadi bila ada penyumbatan pada laring
atau trakea.
c. Anamnesis cermat, sangat penting dalam
menegakkan diagnosis.

2. Pemeriksaan fisik:
a. Kadang-kadang tidak dapat ditemukan gejala yang
jelas.
b. Bila ada penyumbatan jalan napas atas, tampak:
c. Gelisah
d. Sesak
e. Stridor inspirasi
f. Retraksi supraklavikular, interkostal, epigastrial,
supra sternal.
g. Biru (sianosis).
h. Bila benda asing berhenti pada salah satu cabang
bronkus:
1) Gerak napas satu sisi berkurang
2) Suara napas satu sisi berkurang
3) Pada fase tenang, mungkin gejala tersebut di atas
tidak ada.
3. Pemeriksaan Penunjang
X-foto dada, hanya dikerjakan pada kasus-kasus tertentu,
karena bila masih baru dan apabila bendanya non radio
opaque, sering tidak tampak kelainan.
6. Diagnosis Banding

7. Pemeriksaan Penunjang

a.
b.
c.
d.
e.

Laringitis akut.
Trakeitis
Bronkitis
Pneumoni
Asma bronkial: didapatkan stridor ekspirasi, wheezing.

X-foto dada, hanya dikerjakan pada kasus-kasus tertentu,


karena bila masih baru dan apabila bendanya non radio
opaque, sering tidak tampak kelainan.

8. Terapi

Ekstraksi benda asing melalui bronkoskopi. Bila tidak tersedia


fasilitas, rujuk segera. sebaiknya dengan ambulans dan
persediaan oksigen yang cukup. Bila sesak dapat dilakukan
trakeoromi sebelum dirujuk.
Cara-cara pengiriman penderita untuk dirujuk:
1) Duduk, miring ke sisi obstruksi (anak dipangku
ibunya).
2) Jangan banyak bergerak atau menangis, sebab benda
asing dapat "lepas", dibatukkan dan mungkin dapat
terjepit pada rima glotis sehingga menimbulkan
penyumbatan jalan napas yang fatal.
3) Diberikan oksigen.

9. Edukasi

Menghindari faktor predisposisi

10. Prognosis

Ad vitam
Ad sanationam
Ad fungsionam

11. Tingkat Evidens

I/II/III/IV

12. Tingkat Rekomendasi


13. Penelaah Kritis
14. Indikator Medis

A/B/C
a.
b.

15. Kepustakaan

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

dr. Antonius Pasulu,MKes,Sp.THT


Batuk
Sesak nafas

1. Mohz RM. Endoscopy and foreign body removal. In:


Paparella NN. Shumrick DD, Stuckman JL, Meyerhoff
WL, eds. Otolaryngology 3rd ed. Vol. III, Head and Neck.
Philadelphia London, - Toronto, WB Saunders, Co,
1991:2399-428.
2. Snow JB. Bronchology. In: Ballenger JJ. Ed. Diseases of
the Nose, Throat. Ear, Head and Neck. 14th ed.
Philadelphia, London: Lea & Febiger, 1991: 1278-96.
3. Jackson CL. Diseases of the nose, throat, and ear. 2 nd ed.
Philadelphia. London: WB Saunders Co, 1963:842-55.
4. Thompson JN, Browne JD. Caustic ingestion and foreign
bodies in the aero digestive tract In: Bailey BJ and
Pillsburry III HC. eds. Head and Neck Surgery Otolaryngology Vol- I. Philadelphia: JB Lippincott
Company. 1993:725-37.

Ketua Komite Medik


dr. Jeanne Rini P, Sp.A, MSc, Ph.D
NIP. 19660222 199102 2 003

Penyusun
dr. Antonius Pasulu,MKes,Sp.THT
NIP. 19770411 200605 1 001