Anda di halaman 1dari 2

Panduan Praktik Klinis

SMF/KSM ILMU BEDAH


BAGIAN TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROK

RSUD KabupatenMimika
TGL/BLN/THN
PENGESAHAN
:

Revisi Ke.

DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR RSUD MIMIKA

Dr. Maurits Okoseray, MARS


NIP. 19570530 199003 1 001

NODUL VOKAL (ICD X: J 382)


1. Pengertian (Definisi)

Nodul vokal (vocal nodule, chorditis nodosa) adalah


benjolan kecil (nodul), bilateral, simetris yang timbul pada
perbatasan 1/3 anterior dan 1/3 tengah dari bagian medial
korda vokalis.
Dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Sering terjadi
pada guru.

2. Anamnesis

Nodul vokal disebabkan oleh penggunaan suara yang salah


(misuse of the voice/vocal abuse yaitu berbicara terlalu keras,
terlalu lama atau dengan nada terlalu tinggi. Lesi terjadi pada
perbatasan 1/3 anterior dan 1/3 tengah dari bagian medial
korda vokalis, yang merupakan pusat getaran (vibrasi) korda
vokalis. Sebagai akibat trauma mekanis ini, timbul reaksi
radang yang berupa Odema pada stroma di bawah epitel dan
peningkatan vaskularisasi. Selanjutnya timbul penebalan,
pengerasan setempat dan akhirnya terbentuk nodul. Nodul
inilah yang menghalangi kedua pita suara saling merapat
pada waktu fonasi, sehingga timbul parau.

3. Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan laringoskopia indirekta, direkta atau


fiberoptic laryngoscopy (FOL), tampak benjolan kecil pada
titik pertemuan 1/3 anterior dan 1/3 tengah bagian medial
korda vokalis, dan biasanya bilateral simetris

4. Kriteria Diagnosis

1. Odem pada stroma


2. Peningkatan vaskularisasi
3. Nodul

5. Diagnosis

Mula-mula penderita mengeluh suara pecah pada nada tinggi,


gagal mempertahankan nada suara. Bicara terasa cepat lelah,
tidak mampu berbicara lama dan kemudian suara menjadi
parau.
Pada awalnya, suara parau timbul pada sore hari dan
membaik keesokan harinya, serta akhirnya menetap.

6. Diagnosis Banding

Kista korda vokalis. Polip korda vokalis.


a. Papiloma korda vokalis.
b. Karsinoma korda vokalis stadium dini.

7. Pemeriksaan Penunjang

a. Pemeriksaan laringoskopi
b. Pemeriksaan histopatologi

8. Terapi

1. Re-edukasi suara yang dilakukan oleh bina wicara


selama kurang lebih 3 bulan.
2. Dilakukan kontrol pemeriksaan laring dengan

laringoskopia indirekta/direkta/FOL.
3. Bila ada kemajuan secara subyektif dan obyektif reedukasi suara dapat diteruskan sampai suara menjadi
normal kembali.
4. Bila tak ada kemajuan atau nodul bertambah besar,
dilakukan ekstirpasi nodul melalui BLM dan pasca bedah
segera diikuti dengan re-edukasi suara.
5. Pada anak-anak, tidak dilakukan operasi, karena:
a. Hampir selalu terjadi kekambuhan, karena vocal
abuse.
b. Hampir semua lesi akan menghilang waktu pubertas.
9. Edukasi
10. Prognosis

Istirahat suara 1-2 minggu


Ad vitam
Ad sanationam
Ad fungsionam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

11. Tingkat Evidens

I/II/III/IV

12. Tingkat Rekomendasi


13. Penelaah Kritis

A/B/C
dr. Antonius Pasulu,MKes,Sp.THT

14. Indikator Medis

a.
b.

15. Kepustakaan

Ketua Komite Medik


dr. Jeanne Rini P, Sp.A, MSc, Ph.D
NIP. 19660222 199102 2 003

Lesi pada pita suara


Nodul

1. Kaiser TN, Spector GJ. Tumor of the larynx and


laryngopharynx. In: Ballenger JJ. ed. Diseas of the Nose,
Throat, Ear, Head and Neck. 14th ed. Philadelphia, London:
Lea & Febiger. 199'. 682-746.
2. Shapshay SM, Rebeiz EE. Benign lesions of the larynx In:
Bailey BJ and Pillsburry III HC. eds. Head and Neck
Surgery - Otolaryngology Vol. I Philadelphia: JB
Lippincott Company. 1993: 630-43.
3. Thawley SE. Cyst and tumor of the larynx. In:
Paparella NN, Shumrick DD, Stuckman JL. Meyerhoff
WL, eds. Otolaryngology 3`d ed. Vol. III, Head and Neck.
Philadelphia, London. Toronto, WB Saunders- Co, 1991:
2307-70

Penyusun
dr. Antonius Pasulu,MKes,Sp.THT
NIP. 19770411 200605 1 001