Anda di halaman 1dari 7

1.

Hasil albumin, globulin, tes marker sirosis hati


Jawab
- Albumin
Albumin diproduksi di hati, dan berfungsi untukmempertahankan tekanan koloid osmotik
darah sehingga tekanan cairan vaskular (cairan didalam pembuluh darah) dapat
dipertahankan. Jika kadar albumin rendah terjadi karena kemampuan sel hati menurun.
Penurunan albumin mengakibatkan keluarnya cairan vascular (cairan pembuluh
darah)menuju jaringan sehingga terjadi oedema (bengkak). Penurunan albumin bisa juga
disebabkan oleh :
1.Berkurangnya sintesis (produksi) karena malnutrisi, radang menahun, sindrom
malabsorpsi, penyakit hati menahun, kelainan genetik.
2. Peningkatan ekskresi (pengeluaran), karena luka bakar luas, penyakit
usus,nefrotiksindrom (penyakit ginjal)
Kadar normal albumin adalah :
Dewasa 3,5 - 5,0 gr/dl
Anak 4,0 - 5,8 gr/dl
Bayi 4,4 - 5,4 gr/dl
Bayi baru lahir 2,9 - 5,4 gr/d
- Globulin
Kadar globulin normal 3.2-3,9 g/dl
Peningkatan kadar globulin disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi hepar. Bisa
karena adanya penyakit hati seperti sirosis hati dan penyakit hati lainnya.
- Tes marker
Serologi merupakan cabang imunologi yang mempelajari reaksi antigen-antibodi secara
invitro.Reaksi serologis dilakukan berdasarkan asumsi bahwa agen infeksius memicu host
untuk menghasilkanantibodi spesifik, yang akan bereaksi dengan agen infeksius tersebut.
Reaksi serologis dapat digunakanuntuk mengetahui respon tubuh terhadap agen infeksius
secara kualitatif maupun kuantitatif.
Serologi untuk hepatitis BHepatitis B merupakan penyakit infeksi pada hati yang angka
kejadiannya tinggi dan dapatmenimbulkan masalah kronis seperti sirosis hepatis dan
kanker hati.
Pemeriksaan marker serologi petanda virus untuk menentukan penyebab sirosis hati
seperti :
- HbsA : Jika positif, pasien dianggap terinfeksi hepatitis B. Pengulangan tes setelah 6
bulan untukmenentukan infeksi telah sembuh atau kronik. HBsAg positif setelah 6 bulan
tetap terdeteksi dalamdarah selama lebih dari enam bulan berarti telah menjadi kronis
- HbeAg : HBeAg positif berhubungan dengan tingkat infeksi yang tinggi dan pada karier
kronik denganpeningkatan resiko sirosis. Tes ini dapat digunakan untuk mengamati
perkembangan hepatitis B kronik
- HBV-DNA : positif menunjukkan infeksi aktif, bergantung pada
viral load (jumlah virus). Tes ini dapat digunakan untuk mengetahui prognosis dan
keberhasilan terapi.
- HCV-RNA
(sumber: NCBI,journal.2014. Albumin dan globulin., pemeriksaan serologi,scribe)

2. Dampak alkohol dalam tubuh


Jawab
Pemakaian alkohol (sebagai zat hepatotoksik ) yang lama akan menimbulkan perubahan pada
mitokondria, yang menyebabkan berkurangnya kapasitas untuk oksidasi lemak. Semua yang

tersebut di atas menyebabkan terjadinya perlemakan hati (fatty lever). Perubahan pada MEOS
yang disebabkan pemakaian alkohol yang berlangsung lama dapat menginduksi dan
meningkatkan metabolisme obat-obatan, meningkatkan lipoprotein dan menyebabkan
hiperlipidemia, berkurangnya penimbunan vitamin A dalam hepar, meningkatkan aktivasi
senyawa hepatotoksik, termasuk obat-obatan dan zat karsinogen. Walaupun jarang, alkohol
juga dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia (karena menghambat glukoneogenesis) dan
ketoasidosis.
Alkohol juga menghambat sintesis protein. Asetaldehida mempengaruhi mikrotubulus
sehingga hapatosit menggembung. Sebaliknya, sintesis kolagen bertambah sehingga
menambah jaringan fibrotik. Itulah sebabnya 8-20% peminum alkohol yang kronik dalam
jumlah banyak mengalami sirosis hepatis.
Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan yang disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis) bisa
menyebabkan perlemakan hati, perlemakan hati ini sering berpotensi menyebabkan
kerusakan hati dan sirosis hati
(sumber: sirosis hati,usu.2014,pdf)
3. Apa hubungan sirosis hati dengan edema eksremitas bawah
Jawab
Edema merupakan manifestasi klinis penyakit sirosis hati.
Edema dapat timbul akibat tekanan koloid osmotik plasma yang menurun atau tekanan
hidrostatik kapiler yang meningkat. Tekanan osmotik plasma adalah tekanan yang
mempertahankan cairan didalam pembuluh darah dengan cara menarik cairan dari ruang
intersrtitial. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang mendorong cairan dari plasma keruang
interstitial. Tekanan koloid osmotik plasma dapat berkurang akibat terjadinya kerusakan hepar
seperti pada sirosis hati. Pada sirosis hepatik hati tidak dapat mensintesis protein, sedangkan
protein terutama albumin sangat berperan dalam mempertahankan tekanan koloid
osmotik, pada sirosis hati konsentrasi albumin plasma menurun, sehingga pada sirosis
hepatik dapat terjadi edema. Produksi aldosteron yang berlebihan akan menyebabkan
retensi natrium serta air dan ekskresi kalium
(sumber: sirosis hati,usu.2014,pdf)
4. Penyebab kematian dari paien sirosis hati
Jawab
Angka kematian sirosis hati cukup tinggi jika disertai komplikasi dan
faktor-faktor lain yang memperberat keadaan penyakit ini. Faktor-faktor
yang dapat menyebabkan kematian pada sirosis hati antara lain :
Komplikasi
a. Perdarahan varises esofagus
Perdarahan varises esofagus merupakan komplikasi yang sangat serius, 30%-70%
pasien sirosis hati dengan hipertensi portal mengalami keadaan ini. Angka
kematiannya dilaporkan mencapai 20%-50%.
b. Ensefalopati hepatikum
Beberapa bentuk ensefalopati hepatikum sifatnya responsif terhadap terapi dan
reversibel namun sebagian lagi bersifat irreversibel. Kesembuhan dan rekurensi
bervariasi, tanpa transplantasi hati 1-year survival 40%. Ensefalopati hepatikum akut
maupun kronik angka kematiannya mencapai 80%.
c. Peritonitis bakteri spontan
Penderita sirosis hati dengan infeksi merupakan faktor prognostik buruk. Peritonitis
bakterial spontan biasanya berulang dengan angka kekambuhan dalam 1 tahun
mencapai 70%. Angka kematiannya 50%, bahkan pada penyakit hati yang berat,

hiperbilirubinemia, gangguan fungsi ginjal atau ensefalopati, mortalitas menjadi


90%.
d. Sindroma hepatorenal
Sindroma hepatorenal terjadi sekitar 4% pada penderita dengan sirosis
dekompensata. Biasanya bersifat progresif dan fatal, dengan angka kematian
mencapai 95%. Sindroma hepatorenal tipe II, dimana disfungsi ginjal berlangsung
lebih lambat, mempunyai prognosis yang lebih baik daripada tipe I.
e. Karsinoma hepatoseluler
Komplikasi sirosis berupa karsinoma hepatoseluler biasanya sudah mencapai tahap
lanjut. 5-year survival ratenya sangat rendah (kurang dari 5%) dan sebagian besar
penderita meninggal dalam 6 bulan.
f. Asites
Asites berkaitan dengan ketahanan hidup jangka panjang yang rendah (5-year
survival rate 30%-40%), peningkatan risiko infeksi dan gagal ginjal sehingga semua
pasien dengan asites sebaiknya dievaluasi untuk transplantasi. Sekitar 50% pasien
dengan sirosis hati akan mengalami asites dalam waktu 10 tahun dan meninggal dalam
2 tahun.
Penyakit atau infeksi komorbid
Pasien sirosis hati dengan diabetes melitus, akan mengalami penurunan sistem imunitas
sehingga mudah terkena infeksi. Infeksi yang sering terjadi pada pasien sirosis
antara lain : peritonitis, bronkopneumoni, pneumoni, tuberkulosis paru,
glomerulonefritis kronik, pielonefritis, sistitis, endokarditis, erisepelas dan septikemi.
Status gizi buruk
Setiap penyakit yang disertai penurunan fungsi dan berlangsung cukup lama, akan diikuti
malnutrisi. Keadaan malnutrisi ini dapat menyebabkan penurunan sistem imun
penderita. Malnutrisi pada penderita penyakit hati kronik disebabkan oleh :
a. Asupan makanan yang kurang (anoreksia, nausea, pembatasan diet).
b. Gangguan metabolisme.
c. Gangguan sintesis protein hepar
d. Malabsorbsi / maldigesti
e. Pengaruh terapi
Usia lanjut
Faktor risiko kematian penderita sirosis hati dengan lanjut usia berkaitan dengan
penurunan fungsi organ, penurunan pertahanan tubuh, multiple disease dan penyakit
komorbid.
(sumber: Sirosis hati.usu,2014.pdf)
5. BAB hitam, proses terbentuk warna-warna lain
Jawab
- Tinja berwarna hitam pada skenario disebabkan oleh adanya komplikasi yang
menyebabkan terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas
- Tinja berwarna merah seperti darah segar mengindikasikan perdarahan saluran
pencernaan yang lebih rendah atau rektum.
- Diet susu, menyebabkan tinja menjadi warna oranye
- Diet sayuran, menyebabkan warna tinja menjadi hijau
- Obat yang mengandung penggunaan kalomel, menyebabkan warna tinja menjadi hijau
- Obat dengan penggunaan besi, menyebabkan warna tinja menjadi hitam
(sumber : fk ugm,2015. Digestion and Absorbtion)
6. Penatalaksanaan sirosis hati
Jawab

a. Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur,
istirahat yang cukup, susunan diet tinggi kalori tinggi protein, lemak secukupnya.
b. Pasien sirosis dengan penyebab yang diketahui seperti :
- Alkohol dan obat-obatan dianjurkan menghentikan penggunaannya. Alkohol akan
mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. Dengan diet tinggi kalori (300
kalori), kandungan protein makanan sekitar 70-90 gr sehari untuk menghambat
perkembangan kolagenik dapat dicoba dengan pemberian D penicilamine dan
Cochicine.
- Hemokromatis
Dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi/ terapi kelas 1
(desferioxamine)
- Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid
c. Terapi terhadap komplikasi yang timbul :
- Asites
Tirah baring dan diawali diet rendah garam, konsumsi garam sebanyak 5,2
gram/ hari. Diet rendah garam dikombinasi dengan obat-obatan diuretik.
Awalnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 100-200 mg sekali sehari.
Respons diuretik bisa dimonitor dengan penurunan berat badan 0,5 kg/ hari, tanpa
adanya edema kaki atau 1 kg/ hari dengan adanya edema kaki. Bilamana
pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasi dengan furosemid
dengan dosis 20-40 mg/ hari. Pemberian furosemid bisa ditambah dosisnya bila
tidak ada respons, maksimal dosisnya 160 mg/ hari. Parasentesis dilakukan bila
asites sangat besar. Pengeluaran asites bisa hingga 4-6 liter dan dilindungi dengan
pemberian albumin.
- Perdarahan varises esofagus (hematemesis, hematemesis dengan melena atau
melena saja)
1) Lakukan aspirasi cairan lambung yang berisi darah untuk mengetahui
apakah perdarahan sudah berhenti atau masih berlangsung.
2) Bila perdarahan banyak, tekanan sistolik dibawah 100 mmHg, nadi diatas
100 x/menit atau Hb dibawah 99% dilakukan pemberian IVFD dengan
pemberian dextrose/ salin dan tranfusi darah secukupnya.
3) Diberikan vasopresin 2 amp 0,1 gr dalam 500cc D5% atau normal salin
pemberian selama 4 jam dapat diulang 3 kali.
- Ensefalopati
1) Dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia.
2) Mengurangi pemasukan protein makanan dengan memberi diet sesuai.
3) Aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises.
4) Pemberian antibiotik campisilin/ sefalosporin pada keadaan infeksi sistemik.
5) Transplantasi hati.
- Peritonitis bakterial spontan
Diberikan antibiotik pilihan seperti cefotaksim, amoxicillin, aminoglikosida.
- Sindrom hepatorenal/ nefropatik hepatik
Mengatur keseimbangan cairan dan garam.
d. Pemberian albumin
Terdapat berbagai indikasi untuk memberikan infus albumin bagi pasien sirosis hati,
seperti memperbaiki kondisi umum, mengatasi asites atau mengobati sindroma
hepatorenal. Dari sekian banyak alasan pemberian albumin ada empat indikasi yang
ditunjang oleh data uji klinis memadai, yaitu:
1. Peritonitis bakterialis spontan
2. Sindroma hepatorenal tipe 1
3. Sebagai pengembang plasma sesudah parasentesis volume

besar (>5 liter)


4. Meningkatkan respons terapi diureti
(sumber :Peran albumin dalam penatalaksanaan sirosis hati.journal.pdf)
7. Prognosis sirosis hati
Jawab
Prognosis sirosis sangat bervariasi dipengaruhi sejumlah faktor, meliputi
etiologi, beratnya kerusakan hati, komplikasi, dan penyakit lain yang
menyertai. Prognosis sirosis hati dapat diukur dengan kriteria ChildTurcotte-Pugh.
Kriteria Child-Turcotte-Pugh
Kriteria Child-Turcotte-Pugh merupakan modifikasi dari kriteria ChildPugh, banyak
digunakan oleh para ahli hepatologi saat ini. Kriteria ini
digunakan untuk mengukur derajat kerusakan hati dalam menegakkan
prognosis kasus-kasus kegagalan hati kronik ataupun sirosis hati. Semakin tinggi skor yang
diperoleh, maka semakin buruk prognosis dari pasien. Dimana angka kelangsungan
hidup selama setahun untuk pasien dengan kriteria Child-Pugh A adalah 100%, ChildPugh B adalah 80%, dan Child-Pugh C adalah 45%.
(sumber: Sirosis hati.usu,2014.pdf)
8. Diagnosis banding pada kasus yang diskenario
Jawab
- Dispneu ec Sirosis hepatis
- Hepatoma
Karsinoma hepatoseluler (KHS) adalah salah satu jenis keganasan hati primer yang
paling sering ditemukan dan banyak menyebabkan kematian. Dari seluruh keganasan
hati, 80-90% adalah KHS. (1)Dua jenis virus yang dapat dikatakan menjadi penyebab
dari tumor ini adalah virus hepatitis B (HBV) dan virus hepatitis C (HCV).
- Hepatitis fulminan
Hepatitis fulminan akut lebih banyak dikenal sebagai hati fulminan : merupakan suatu
keadaan yang jarang ditemukan, disebabkan oleh karena kerusakan dan kematian sel
sel hati yang masif. Penyebabnya salaha satunya adalah : Virus hepatitis A, B, C (NANB
post transfusi), D, dan E (NANB menular melalui air)
(sumber:Penatalaksanaan sirosis hati.scribe)
9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan schffner 2
Jawab
Garis yang mengubungkan titik arkus pada kosta kiri dengan umbilikus (dibagi 4) dan garis
ini diteruskan sampai SIAS kanan yang merupakan titik ke VIII. Garis ini dipergunakan untuk
menyatakan pembesaran limpa. Garis ini terbagi dalam 8 titik (S1 sampai S8)
(sumber: buku penuntun skill lab abdomen examination.Universitas Andalas)

Learning Objective

26 JUNI 2015
SEKENARIO 3
PERUT AYAHKU KOK BUNCIT?

NAMA

APRILIA ARIES JAMADI

NO. STAMBUK

N 101 13 066

KELOMPOK

1 (Satu)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2015