Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Luas wilayah kerja daerah Salaman 1 adalah 38,89 km dengan kondisi wilayah
terdiri dari daerah dataran 60% meliputi 5 desa, daerah pegunungan 30% meliputi 3 desa,
dan daerah bergelombang 10% meliputi 2 desa. Puskesmas Salaman memberikan 6
pelayanan wajib diantaranya yaitu Promosi kesehatan, Kesehatan lingkungan, Kesehatan Ibu
Anak dan Keluarga berencana, Perbaikan gizi masyarakat, Pencegahan dan pemberantasan
penyakit menular dan Pengobatan.

Setelah dilakukan analisis manajemen program Puskesmas berdasarkan dengan


SPM ditemukan 26 masalah lalu dilakukan perhitungan dengan metode Hanlon
kuantitatif dengan menilai dan menghitung besar masalah, tingkat kegawatan masalah,
kemudahan penanggulangan dan PEARL sehingga terdapat lima prioritas masalah yaitu

penemuan kasus TB BTA (+), cakupan suspek TB Paru, jumlah Ibu hamil yang mendapat
TT1, jumlah Ibu hamil yang mendapat TT2 dan cakupan kunjungan bayi. Prioritas
maalah utama berdasarkan hasil kegiatan Puskesmas Salaman periode Januari 2016
sampai dengan Juli 2016 yaitu cakupan penemuan kasus TB BTA (+) di Puskesmas
Salaman memiliki skor cakupan 28 % yang ada dibawah dari target yang ditetapkan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang yaitu sebesar 70 %. Kemudian dilakukan analisis
kemungkinan penyebab masalah yang melatarbelakangi rendahnya angka cakupan kasus
TB BTA (+). Setelah dilakukan konfirmasi dengan koordinator P2M TB dan kepala
puskesmas ditemukan 7 masalah yang paling mungkin, yaitu kurangnya pelatihan kader
P2 TB Paru, kurangnya program puskesmas dalam membrikan penyuluhan tentang gejala
TB Paru, kurangnya perencanaan pelatihan petugas kesehatan, tidak ada jadwal rutin
untuk penyuluhan, kurangnya penyuluhan khusus tanda dan gejala TB Paru, pemeriksaan
kontak hanya dilakukan bersifat insidentil, kurangnya koordinasi dengan balai
pengobatan swasta dalam pencatatan dan pelaporan kasus suspek TB Paru.
Alternatif pemecahan masalah yang paling bermanfaat adalah pelatihan tenaga
kesehatan dan kader secara berkala, penjadwalan secara rutin untuk pelatihan dan

77

penyuluhan tentang gejala TB Paru kepada petugas kesehatan, pembuatan brosur atau
pamflet tentang tanda dan gejala TB Paru, dan pengawasan dan evaluasi kinerja kader
oleh bidan.

B. Saran
1.

Terhadap Puskesmas Salaman :


a. Meningkatkan pemberdayaan kader khusus TB
b. Meningkatkan jumlah penyuluhan TB bersama dengan lintas program lain dan
memaksimalkan media promosi kesehatan
c. Memantau dan melakukan kunjungan kepada pasien BTA (+) dan kontak TB yang
oleh coordinator program TB.

2. Untuk masyarakat :
a. Masyarakat diharapkan untuk lebih memahami dan mawas diri terhadap TB Paru,
mulai dari cara penularan sampai dengan pengobatan TB Paru
b. Pasien TB Paru diharapkan menyadari pentingnya menaati peraturan pengobatan
TB Paru agar kesembuhan pasien dapat tercapai
c. Diharapkan masayarakat lebih aktif jika terdapat keluhan-keluhan yang mengarah
kepada penyakit TB sehingga terjadi kerjasama yang sinergis antara masyarakat dan
tenaga kesehatan.

78

BAB VII
PENUTUP

Demikian laporan dan pembahasan mengenai manajemen dan permasalahan yang


terdapat di Puskesmas Salaman I Kabupaten Magelang. Dengan meninjau puskesmas dari
segi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta pengawasan dan pertanggung jawaban
ditemukan penyebab masalah yang ditinjau dari segi manajemen dan ditentukannya prioritas
masalah dan alternatif masalah.
Manajemen puskesmas merupakan hal yang sangat penting karena puskesamas
sebagai unit pelaksana teknis dari dinas kesehatan yang bertanggung jawab dalam kegiatan
pelayanan kesehatan tingkat pertama sehingga perlu dikelola dengan sebaik-baiknya agar
tercipta hasil yang maksimal. Dimensi mutu juga penting karena pelayanan kesehatan yang
diberikan oleh tenaga kesehatan harus memperhatikan mutu dari pelayanan kesehatan. Kedua
kegiatan tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan karena cakupan atau kuantitas
yang tinggi belum tentu disertai dengan mutu atau kualitas yang baik begitu pua sebaliknya.
Kami menyadari kegiatan ini penting dan bermanfaat bagi para calon dokter,
khususnya yang kelak akan terjun ke puskesmas sebagai health provider, manager, decision
maker, dan communicator sebagai wujud peran serta dalam pembangunan kesehatan. Kami
berharap laporan ini dapat bermanfaat sebagai bahan masukan dalam usaha peningkatan
derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Salaman I Kabupaten Magelang
Provinsi Jawa Tengah.

79