Anda di halaman 1dari 6

Berikut adalah manfaat protein untuk tubuh dan berbagai kebutuhan kesehatan dan ibu hamil

lainnya.
1. Protein untuk Pembentukan Janin
Protein berguna sepanjang kehamilan untuk membantu membangun pertumbuhan berbagai jenis
organ seperti otak, sistem pernafasan, tulang, otot dan sistem pembentukan tubuh. protein yang
cukup selama kehamilan akan membantu ibu hamil bisa memiliki bayi sehat dan tidak
kekurangan nutrisi. Kebutuhan protein untuk ibu hamil adalah sekitar 75 gram per hari.
Kebutuhan ini harus tercukupi dari berbagai jenis makanan agar tubuh ibu hamil dan janin sehat.
2. Protein Mengurangi Depresi
Sepanjang kehamilan tubuh ibu hamil membutuhkan nutrisi yang sangat penting. Protein akan
semakin dibutuhkan pada trimester akhir untuk mencegah depresi karena kelelahan atau kondisi
kehamilan yang semakin berat. Asupan protein juga harus seimbang dengan asam lemak omega
3 yang bisa mendukung kecerdasan otak dan fungsi syaraf.
3. Protein untuk Pemeliharaan Sel Tubuh
Protein juga sangat penting untuk memelihara sel tubuh yang sehat. Selama kehamilan maka ibu
hamil membutuhkan jumlah protein yang lebih tinggi dibandingkan wanita biasa. Protein
menjadi asupan yang sangat baik untuk memproduksi dan menggantikan sel-sel tubuh yang
sudah mati. Dengan protein yang cukup maka ibu hamil bisa tetap sehat sepanjang kehamilan.
4. Protein Mendukung Metabolisme Tubuh
Proses metabolisme membutuhkan dukungan yang kuat dari protein. Metabolisme akan
membentuk tubuh yang sehat karena semua proses pencernaan, penyerapan nutrisi dan
pengolahan berbagai zat yang masuk ke organ tubuh bisa dilakukan dengan baik. Metabolisme
juga akan mendukung proses fisiologis sehingga tubuh menjadi lebih kuat.
5. Protein Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Protein menjadi zat yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. sistem imunitas
mendapatkan dukungan dari berbagai jenis organ tubuh yang sehat, tubuh mampu melindungi
dari serangan kuman, bakteri dan parasit. Selain itu protein juga akan meningkatkan kemampuan
sistem syaraf.
6. Protein Menghasilkan Tenaga

Protein menjadi zat yang baik untuk tubuh terutama untuk membantu pembentukan tenaga.
Berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak diperlukan tubuh sebagai
cadangan energi. Namun semua proses itu tidak bisa dilakukan tanpa protein. Protein membantu
tubuh dalam mengolah energi dari kalori dan berbagai jenis sumber makanan lain.
7. Protein Meningkatkan Kesehatan Jantung
Protein ternyata juga sangat penting untuk memelihara kesehatan jantung. Protein bisa
membentuk perlindungan khusus bagi tubuh dengan menstabilkan kandungan kolesterol dalam
tubuh yang didapatkan dari makanan. Protein bisa mengancam jenis kolesterol buruk yang bisa
menyebabkan resiko penyakit jantung. Jadi, protein penting untuk membuat kesehatan jantung
ibu hamil dan janin menjadi lebih baik dan terhindar dari berbagai resiko penyakit jantung lain.
8. Protein Meningkatkan Kesehatan Kulit, Rambut dan Otot
Ibu hamil banyak mengalami masalah yang berhubungan dengan kondisi kesehatan kulit, rambut
dan otot yang mudah lelah. Protein akan membantu ibu hamil agar memiliki kulit yang elastis
dan sehat yang bisa membantu ibu dalam menghadapi persalinan. Protein juga mengembangkan
pembangunan yang sangat penting terutama untuk sel sel yang bekerja untuk rambut dan kulit.
Bahkan protein mengembangkan zat yang baik untuk memperbaiki kesehatan otot, masa otot dan
kekuatan tulang.
9. Protein Meningkatkan Energi
Protein dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar dan protein tidak bisa didapatkan dari
dalam tubuh. Asupan protein akan membuat tubuh memiliki banyak energi yang bisa berperan
untuk mendukung berbagai macam aktivitas harian. Protein berperan penting untuk
mengembangkan daya ingat, memori dan berbagai macam aktivitas fisik.
Manfaat protein memang cukup vital untuk tubuh, jika anda kekurangan protein, maka akan ada
efek yang dirasakan tubuh anda.
Tanda-Tanda Kekurangan Protein
Tanpa disadari tubuh kita bisa kekurangan protein. Berbagai jenis konsumsi makanan yang tidak
seimbang akan menyebabkan tubuh mengalami kekurangan protein. Jika hal ini terjadi, maka
tubuh akan mudah terserang penyakit dan tubuh tidak akan nyaman digunakan untuk aktivitas.
Berikut ini beberapa gejala yang disebabkan karena kekurangan protein.

1. Keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis berlebihan. Jika tubuh kekurangan protein
maka secara otomatis Anda ingin mengkonsumsi makanan manis. Protein memiliki fungsi
yang sangat penting untuk menjaga kadar gula dalam darah. Jika kekurangan protein maka
bisa menyebabkan ingin makan yang lebih mengenyangkan. Selain itu tubuh akan terasa
seperti keinginan air yang berlebihan.
2. Otak Kurang Fokus. Jika kekurangan protein maka tubuh akan memiliki kadar gula yang
berlebihan dalam darah. Hal inilah yang menyebabkan otak kurang konsentrasi dan
biasanya ibu hamil tidak bisa mengerjakan berbagai aktivitas.
3. Rambut Rontok. Protein memiliki fungsi yang penting untuk memelihara kesehatan kulit
dan rambut. Jika tubuh mengalami kekurangan protein maka bisa menyebabkan rambut
rontok dan kulit yang kusam. Kondisi ini akan semakin berat untuk ibu hamil karena
kemungkinan janin juga akan mengalami kekurangan nutrisi.
4. Tubuh Sering Terasa Lemah. Protein memiliki fungsi yang sangat penting untuk
membangun sistem fungsi otot. Kekurangan protein dapat menyebabkan tubuh bisa
menjadi lemah dan tidak bertenaga. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini akan merasa
seperti kekurangan nutrisi dan kurang bersemangat.
http://manfaat.co.id/manfaat-protein

Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Protein


Terkadang ada beberapa orang yang ingin mendapatkan bentuk tubuh menarik dan hanya
mengkonsumsi protein. Tapi ternyata konsumsi protein yang terlalu tinggi juga bisa
menyebabkan resiko tubuh tubuh. Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan karena terlalu
konsumsi protein :
1. Berat Badan Meningkat
Jumlah protein yang baik akan membantu tubuh tetap sehat, tapi jika terlalu banyak
mengkonsumsi protein maka bisa menyebabkan berat badan meningkat. Dalam 1 gram protein
mengandung sekitar 4 kalori yang berarti bahwa jumlah kalori akan meningkat ketika konsumsi
protein juga menjadi lebih tinggi. Karena itu perlu membatasi jumlah protein harian agar sesuai
dengan kebutuhan tubuh.
2. Merusak Hati dan Otak
Akibat kelebihan protein juga bisa membuat kerusakan berbahaya pada organ otak, hati dan
sistem syaraf. Hal ini terjadi ketika kita mengkonsumsi protein maka tubuh akan menghasilkan
racun yang akan diproses oleh hati. Tapi jika konsumsi terlalu berlebihan maka bisa

menyebabkan penumpukan racun dalam hati. Bahkan racun yang terlalu banyak juga akan
merusak aliran darah dalam tubuh. Jika kerusakan terjadi secara terus menerus maka fungsi hati
dan otak menjadi tidak seimbang.
3. Meningkatkan Kolesterol
Protein yang didapatkan dari hewan juga bisa menjadi makanan yang mengandung kolesterol
bagi tubuh. Kolesterol dapat menyebabkan pengerasan arteri sehingga meningkatkan resiko
penyakit jantung. Karena itu bagi orang yang melakukan diet dan khusus mengkonsumsi
makanan dari sumber protein hewani juga harus waspada dengan beberapa resiko ini.
4. Kerusakan Ginjal
Ginjal dalam tubuh berfungsi untuk menyaring semua jenis zat atau limbah yang dihasilkan oleh
organ lain. Jika mengkonsumsi terlalu banyak protein maka ginjal akan bekerja lebih berat. Ada
banyak jenis zat buangan protein seperti racun yang harus disaring oleh ginjal. Kondisi ini sering
ditemukan pada orang yang sering mengkonsumsi protein hewani dalam jumlah yang tinggi.
5. Menyebabkan Dehidrasi
Dehidrasi atau kekurangan cairan bisa menjadi salah satu masalah kesehatan yang berat untuk
orang yang terlalu banyak mengkonsumsi protein. Bahaya kelebihan protein akan membuat
tubuh melakukan kerja yang lebih berat terutama untuk pembangunan jaringan tubuh. Hal inilah
yang menyebabkan konsumsi protein akan membuat tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang
banyak. Konsumsi protein tinggi tanpa disertai jumlah air mineral yang tepat akan menyebabkan
dehidrasi.
6. Jumlah Kalsium Rendah
Protein yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan produksi asam yang terlalu tinggi.
Produksi asam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kemampuan tulang menyerap kalsium
menjadi lebih rendah. Akhirnya tubuh akan mengalami bahaya kekurangan kalsium yang bisa
meningkatkan resiko penyakit tulang dan berbagai masalah lain yang berhubungan dengan
kebutuhan kalsium untuk tubuh. Tanda-tanda dari kekurangan kalsium karena konsumsi protein
yang berlebihan adalah rasa sakit pada pergelangan tangan.
7. Resiko Kanker

Konsumsi berbagai jenis sumber protein dari hewan bisa meningkatkan resiko penyakit kanker
yang lebih tinggi. Penumpukan lemak dari sumber protein memicu munculnya radikal bebas
yang menyebabkan pertumbuhan sel normal menjadi kanker.
8. Mengurangi Ketosis
Banyak orang yang mengurangi konsumsi karbohidrat dan lemak karena mengkonsumsi tinggi
protein. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus maka bisa mengurangi jumlah ketosis yang
dihasilkan oleh tubuh. Hal ini akan menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh yang sering
ditandai dengan tubuh menjadi lebih lemah, otot berkembang tapi tidak berfungsi dengan baik
dan berbagai masalah kekebalan tubuh.
9. Tinggi Asam Urat
Konsumsi protein yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan peningkatan asam urat. Konsumsi
protein dari sumber hewan memiliki resiko lebih tinggi terkena gejala asam urat tinggi. Hal ini
terjadi karena protein dari hewan bisa menjadi sumber lemak dan meningkatkan jumlah
kolesterol. Asam urat terpengaruh oleh jumlah kolesterol yang tinggi sehingga terlihat seperti
penyakit komplikasi.
10. Masalah Keseimbangan Makronutrien untuk Tubuh
Berbagai jenis makanan yang mengandung protein tinggi bisa membuat tubuh menjadi lebih
kuat. Namun jika kebiasaan ini dilakukan secara terus menerus maka keseimbangan nutrisi
mikro dan makro akan menjadi tidak seimbang. Keseimbangan zat makro dan mikro untuk tubuh
memang sangat penting karena mengendalikan sistem dalam tubuh termasuk untuk fungsi organ,
otot dan jaringan tubuh.
Tips Mengendalikan Konsumsi Protein
Protein yang penting untuk memelihara dan mengembangkan jaringan tubuh seharusnya
didapatkan seimbang dari sayuran dan sumber hewani. Jadi anda bisa mengikuti beberapa cara
dibawah ini untuk mengendalikan jumlah protein bagi tubuh.
1.

Pilih jenis daging seperti daging yang tidak mengandung lemak. Pilih jenis daging organik

2.

yang tidak mengandung protein buatan untuk ternak.


Mendapatkan protein dari bubuk protein khusus juga bisa anda lakukan. Namun konsumsi
bubuk protein hendaknya juga dilakukan sesuai dengan asupan yang dibutuhkan oleh

tubuh.
3. Konsumsi berbagai jenis sumber protein dari sayuran seperti kecambah, biji-bijian dan
madu.

4. Konsumsi protein yang seimbang untuk tubuh menjadi pola konsumsi nutrisi yang
seimbang. Anda bisa membuat jadwal khusus untuk mengukur jumlah protein yang
dibutuhkan oleh tubuh. Untuk menjaga keseimbangan protein sebaiknya kita
mengkonsumsi protein dari hewan maupun tumbuhan.
http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/akibat-kelebihan-protein