Anda di halaman 1dari 9

PERILAKU ORGANISASI

OBSERVASI PERILAKU ORGANISASI di KEDAI SUSU SEGAR SHI MEX

Anggota Kelompok :

Ahmad Sofwan
Andre Eko Wibowo
Bintang Bayu Kusuma
Gresi Karensa
Siti Susilo Hapsari
Zalika Yuritha Putri

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET

IDENTITAS UMKM

1.
2.
3.
4.

Nama UMKM
: Susu Segar dan Roti Bakar SHI MEX
Lokasi UMKM
: JL. Kartika ( Depan Universitas Sebelas Maret ) Surakarta
Tahun Berdiri
: Tahun 2000
Bidang UMKM
: Makanan dan Minuman ( susu , roti bakar, mie instan , teh , kopi ,
susu , jajanan pasar , dll )
5. Identitas Pemilik
:
a. Nama
: Bapak Shimex
b. Umur
: 40 tahun.
6. Identitas Pegawai :
a. Rofik ( 19 tahun )
b. Agus ( 23 tahun )
c.

LATAR BELAKANG
Pada era sekarang ini setiap individu dituntut untuk selalu produktif dalam kesehariannya,
terlebih pada era globalisasi ini dimana tidak ada batasan seseorang untuk berkarya maupun
untuk berperan aktif perkembangan perekonomian negara. Efektifitas dan efisiensi menjadi
modal dasar bagi setiap individu maupun organisasi untuk selalu produktif. Namun disisilain
tuntutan untuk selalu produktif (efektif dan efisien) akan memberikan tekanan psikis (batin) bagi
setiap individu, dan cenderung menimbulkan stres kerja.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai orang yang mengalami stres. Stres
tersebut tidak hanya dalam kehidupan sosial ekonominya saja tetapi juga dalam bekerja.
Pekerjaan yang terlalu sulit serta keadaan sekitar yang penat juga dapat menyebabkan stres
dalam bekerja.
Banyak orang yang tidak menyadari gejala timbulnya stres tersebut dalam kehidupannya,
padahal apabila kita mengetahui lebih awal mengenai gejala stres tersebut kita dapat
mencegahnya. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan maksud agar terjaminnya keamanan dan
kenyamanan dalam bekerja. Apabila seseorang yang mengalami stres melakukan pekerjaan, hal
itu malah akan mengganggu kestabilan dalam bekerja.
Untuk menjaga kestabilan kerja tersebut psikologi seseorang juga harus stabil agar terjadi
singkronisasi yang harmonis antara faktor kejiwaan serta kondisi yang terjadi. Jadi kita harus
benar-benar memperhatikan secara lebih, baik lingkungan yang dapat mempengaruhi psikologi
(kejiwaan) seseorang sehingga stres dapat dicegah.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa stres dalam bekerja pasti akan terjadi pada setiap
karyawan/pekerja. Mereka mengalami stres karena pengaruh dari pekerjaan itu sendiri maupun
lingkungan tempat kerja. Seseorang yang mengalami stres dalam bekerja tidak akan mampu
menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Disinilah muncul peran dari perusahaan untuk
memperhatikan setiap kondisi kejiwaan yang dialami oleh pekerjanya. Dalam hal ini perusahaan
dapat menentukan penanganan yang terbaik bagi pekerja tersebut serta tidak mengurangi kinerja
karyawan tersebut.

OBSERVASI PERILAKU ORGANSISAI


Dalam observasi yang kami lakukan di Kedai Susu Shi Mex mengenai Perilaku
organisasi pegawai, kami melkakukan wawancara dengan 2 pegawai yang bekerja di Kedai Susu
Shi Mex. Adapun beberapa hal yang kami tanyakan dalam wawancara yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Apakah selama bekerja memiliki beban kerja yang berlebihan?


Bagaimana tentang waktu yang diberikan oleh atasan?
Apakah umpan balik dari pekerjaan sudah sesuai dengan yang diharapkan?
Apakah iklim politis di Indonesia mempengaruhi pekerjaan mas?
Apakah tugas yang diberikan sudah jelas? Dan tidak menimbulkan kebingungan atau
bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan yang ada?
Berikut adalah jawaban-jawaban yang diberikan oleh kedua pegawai Kedai Shimex atas

beberapa pertanyaan yang telah kami berikan.


1. Apakah selama bekerja memiliki beban kerja yang berlebihan?
Mas Agus dan Mas Rofik memaparkan bahwa mereka sama sama tidak memiliki
beban kerja yang berarti. Maksudnya, mereka selama ini santai-santai saja menjalani
pekerjaan mereka. Karena pemilik kedai pun juga tidak memberikan tekanan apapun
kepada mereka. Sehingga mereka sama sama mengaku tidak memiliki beban kerja yang
banyak.
2. Bagaimana tentang waktu yang diberikan oleh atasan?
Kedai Shimex buka dari jam 17.00-habis. Mereka (Mas Agus dan Mas Rofik)
mengutarakan bahwa jam kerja mereka tidaklah berlebihan. Sehingga mereka tidak
begitu keberatan dengan jam kerja yang telah diberikan sang pemilik kedai.
3. Apakah umpan balik dari pekerjaan sudah sesuai dengan yang diharapkan?
Kedua pegawai sama sama tidak mau begitu terbuka tentang umpan balik (gaji)
yang diberikan. Tetapi mereka mengatakan bahwa gaji yang mereka terima sudah sesuai
dengan pekerjaan mereka. Terkadang jika kedai ramai sekali mereka diberikan intensif
(tambahan) oleh pemilik kedai. Pendapatan berapa cukup untuk hidup dengan keadaan
mereka yang belum memiliki keluarga sendiri atau menikah.
4. Apakah iklim politis di Indonesia mempengaruhi pekerjaan?
Iklim politis di Indonesia tidak begitu mempengaruhi pekerjaan mereka. Karena
lingkup pekerjaan mereka sangat jauh dengan hal hal politis.

5. Apakah tugas yang diberikan sudah jelas? Dan tidak menimbulkan kebingungan atau
bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan yang ada?
Mas Agus dan Mas Rofik mengatakan bahwa mereka sudah sangat jelas
menerima perintah dari atasan mereka atau pemilik kedai. Karena tugas mereka hanya
melayani pesanan susu dan melayani pembayaran. Sedangkan, untuk kebingungan
terhitung hamper tidak ada kasus itu karena tugas mereka yang sudah biasa mereka
lakukan setiap hari tanpa adanya kesulitan yang berarti.

KESIMPULAN
Dari wawancara yang telah dilakukan di susu ShiMex didapat beberapa point penting, dimana
point penting yang pertama ialah beban kerja yang berlebihan akan memberikan tekanan batin
bagi karyawan. Namun sebaliknya, tidak ada tuntutan kerja yang berlebihan/ beban kerja berat
akan membuat karyawan lebih merasa nyaman dalam bekerja,
Menurut Anwar dalam bukunya menyatakan bahwa stres kerja adalah suatu perasaan yang
menekan atau rasa tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaannya. namun
tentunya disini diperlukan pengawasan dari atasan, karena biasanya tidak adanya tuntutan kerja
akan membuat karyawan menyepelekan tanggungjawabnya. Disini peran dari atasan sangat
diperlukan
Kedua ialah upah kerja menjadi salah satu faktor penentu stres kerja, dalam melakukan suatu
pekerjaan tentunya seorang karyawan akan mengharapkan upah atau gaji atas pekerjaan yang
dilakukan. Pemberian upah yang minim dengan beban kerja yang berat cenderung menimbulkan
stres kerja bagi karyawan. Pemberian intensif atau tambahan gaji sangat diperlukan bagi
karyawan untuk meningkatan motivasi dalam bekerja. Ketiga ialah job discription yang jelas
akan mempermudah bagi karyawan dalam melakukan pekerjaan. Job disciption ialah merupakan
panduan dari perusahaan/organisasi kepada karyawannya dalam menjalankan tugas. Semakin
jelas job description yang diberikan, maka semakin mudah bagi karyawan untuk melaksanakan
tugas sesuai dengan tujuan perusahaan/organisasi. Paduan kerja yang rumit dan berbelit belit
akan membuat karyawan bingung dalam melakukan pekerjaan sehingga hasilnya tidaklah
maksimal.

DOKUMENTASI