Anda di halaman 1dari 2

KKN (Korupsi , Kolusi dan Nepotisme)

KKN adalah suatu tindakan yang sangat merugikan bagi setiap kalangan masyarakat dan
negara , dikarenakan KKN hanya menguntungkun suatu pihak tertentu yang memiliki
kekuasaan berlebih sehingga orang-orang kecil dan jujur akan dirugikan . KKN sendiri
adalah gabungan dari kata Korupsi , Kolusi , dan Nepotisme

1.Korupsi

Korupsi dalam bahasa Latin disebut corruptio dari kata kerja corrumpere yang memiliki
banyak makna seperti busuk, merusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyuap
Korupsi sendiri adalah suatu tindakan pejabat publik, baik politisi, pegawai negeri, yang
menyalahgunakan kekuasaannya mengambil atau mengakali hak milik orang lain demi
kepentingannya sepihak sehingga dapat merugikan banyak kalangan masyarakat
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar terdiri dari beberapa
unsur berikut :
perbuatan melawan hukum,
penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi
merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
penggelapan dalam jabatan,
pemerasan dalam jabatan,
ikut serta dalam pengadaan
menerima gratifikasi
Dalam arti yang luas, korupsi adalah penyalahgunaan jabatan atau kekuasaan resmi untuk
keuntungan pribadinya sendiri.

2.Kolusi

Kolusi adalah suatu perbuatan yang tidak jujur atau kecurangan dalam melakukan
kesepakatan khusus secara diam-diam atau tersembunyi dengan melakukan penyuapan
sebagai pelancar atau pelicin agar segala urusannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
Contoh dari kolusi :

Penyuapan agar diterima menjadi PNS


Penyuapan dalam mencuci nilai rapor sekolah
Penyuapan agar diterima di sekolah negeri favorit

3.Nepotisme

Nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang memiliki arti "keponakan" atau "cucu".
Jadi , jika disimpulkan Nepotisme adalah sikap plihkasih dengan lebih mementingkan
anak, kerabat, atau orang terdekat dalam segala urusan sehingga tidak memandang nilai
atau kemampuan seseorang yang tidak dekat dengannya .
Biasanya nepotisme identik dengan orang-orang besar seperti penjabat, direktur, dan
sebagainya.
Contoh dari Nepotisme :
Seorang Gubernur mengangkat semua anggota keluarganya menjadi penjabat
pemerintahan di provinsi yang dipimpinnya , sehingga tdak menilai para orang yang
lebih layak berda di posisi itu.