Anda di halaman 1dari 2

KEJANG

Kejang adalah perubahan fungsi otak mendadak dan sementara sebagai akibat dari
aktifitas
neuronal yang abnormal dan sebagai pelepasan listrik serebral yang berlebihan.
Alloanamnesis
Allo anamnesis adalah anamnesis yang di lakukan kepada keluarga pasien untuk
memperoleh data tentang pasien. Ini di lakukan pada keadaan darurat ketika pasien
tidak memungkinkan lagi untuk memberikan data yang akurat.
Glasgow coma scale
Glasgow Coma Scale (GCS) adalah skala yang dipakai untuk menentukan/menilai
tingkat kesadaran pasien, mulai dari sadar sepenuhnya sampai keadaan koma.
Teknik penilaian dengan ini terdiri dari tiga penilaian terhadap respon yang
ditunjukkan oleh pasien setelah diberi stimulus tertentu, yakni respon buka mata,
respon motorik terbaik, dan respon verbal. Setiap penilaian mencakup poin-poin, di
mana total poin tertinggi bernilai 15.
Jenis Pemeriksaan

Nilai

Respon buka mata (Eye Opening, E)

Respon spontan (tanpa stimulus/rangsang)

Respon terhadap suara (suruh buka mata)

Respon terhadap nyeri (dicubit)

Tida ada respon (meski dicubit)

Respon verbal (V)

Berorientasi baik

Berbicara mengacau (bingung)

Kata-kata tidak teratur (kata-kata jelas dengan substansi tidak


jelas dan non-kalimat, misalnya, aduh bapak..)

Suara tidak jelas (tanpa arti, mengerang)

Tidak ada suara

2
1

Respon motorik terbaik (M)

Ikut perintah

Melokalisir nyeri (menjangkau & menjauhkan stimulus saat diberi


rangsang nyeri)

6
5
4

Fleksi normal (menarik anggota yang dirangsang)

Fleksi abnormal (dekortikasi: tangan satu atau keduanya posisi kaku


diatas dada & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri)

Ekstensi abnormal (deserebrasi: tangan satu atau keduanya extensi


di sisi tubuh, dengan jari mengepal & kaki extensi saat diberi rangsang
nyeri)

Tidak ada (flasid)

Interpretasi atau hasil pemeriksaan tingkat kesadaran berdasarkan GCS disajikan


dalam simbol
EVM
Selanjutnya nilai tiap-tiap pemeriksaan dijumlahkan, nilai GCS yang tertinggi adalah
15 yaitu E4 V5 M6 dan terendah adalah 3 yaitu E1 V1 M1. Biasanya, pasien dengan
nilai GCS dibawah 5 ialah pasien emergensi yang sulit dipertahankan
keselamatannya.
Berdasarkan buku Advanced Trauma Life Support, GCS berguna untuk menentukan
derajat trauma/cedera kepala (trauma capitis).
Derajat cedera kepala berdasarkan GCS:
GCS : 14-15 = CKR (cedera kepala ringan)
GCS : 9-13 = CKS (cedera kepala sedang)
GCS : 3-8

= CKB (cedera kepala berat)

PEMERIKSAAN RANGSANG MENINGEAL


Bila ada peradangan selaput otak atau di rongga sub arachnoid terdapat benda asing seperti
darah, maka dapat merangsang selaput otak.
1. Kaku kuduk dengan cara :
a. Tangan pemeriksa ditempatkan di bawah kepala pasien yang sedang berbaring Kemudian kepala
ditekukkan (fleksi) dan diusahakan agar dagu mencapai dada.
b. Selama penekukan ini diperhatikan adanya tahanan.
c. Bila terdapat kaku kuduk kita dapatkan tahanan dan dagu tidak mencapai dada.
d. Kaku kuduk dapat bersifat ringan atau berat. Pada kaku kuduk yang berat, kepala tidak dapat ditekuk,
malah sering kepala terkedik ke belakang.
e. Pada keadaan yang ringan, kaku kuduk dinilai dari tahanan yang dialami waktu menekukkan kepala.

Meningeal sign atau tanda rangsangan meningeal timbul bila ada rangsangan atau
iritasi pada meningen atau selaput otak, baik pada otak maupun medula spinalis.
Meningeal sign ini muncul akibat keradangan atau rangsangan meningen pada
kelainan seperti meningitis dan stroke SAH (Subarachnoid Hemorrhage).