Anda di halaman 1dari 5

Nama

: Michael M Pandia

NIM

: F1D214020

Program Studi

: Teknik Geologi

TUGAS SEDIMENTOLOGI

Komponen dan Partikel Penyusun Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari sedimen. Sedimen


terdeposit di berbagai lingkunan deposisi, baik diangkut oleh angin maupun air.
Identifikasi batuan sedimen biasanya ditentukan berdasarkan komposisinya.
Tekstur juga masih digunakan untuk mengidentifikasi batuan sedimen, tetapi tidak
sama seperti identifikasi pada batuan beku.
Komponen utama dari batuan sedimen dibagi atas 3, yaitu klastik, kimiawi
dan organik. Ketiga hal tersebut merupakan dasar dari klasifikasi batuan sedimen.
Nama dari batuan mengindikasikan bagaimana batuan tersebut terbentuk.
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastik merupakan batuan yang mengandung
material klastis, yaitu fragmen fragmen atau pecahan dari batuan atau
mineral. Batuan klastik mengandung partikel yang berasal dari pecahan
batuan yang sudah ada sebelumnya (beku, metamorf ataupun sedimen).
Komposisi dari batuan sedimen klastik dibagi menjadi tiga tipe, yaitu
lempung/lanau, pasir dan kerikil.

Lempung dan lanau berukuran kurang dari 1/16 mm, dan tidak
tampak oleh mata telanjang. Pasir adalah material klastis yang berukuran
diantara 1/16 2 mm, dan kerikil berukuran lebih dari 2 mm. Adapun
contoh dari batuan sedimen klastik dilihat dari partikel penyusunnya
adalah:
a) Konglomerat tersementasi, rounded, partikel berukuran kerikil
(gravel)
b) Breksi tersementasi, angular, partikel berukuran kerikil (gravel)
c) Batupasir tersementasi, partikel berukuran pasir yang biasanya
mengandung banyak persentase kuarsa
d) Batulanau tersementasi, partikel berukuran lanau
e) Batulempung tersementasi, partikel berukuran lempung (jika
batuannya terdiri dari dua ukuran butir atau lebih, maka namanya
tergantung dari ukuran butir yang paling banyak)
f) Serpih Batuan berbutir halus yang terdiri dari lanau dan lempung
2. Batuan Sedimen Kimiawi
Batuan sedimen kimiawi atau non klastik diidentifikasi dengan
mengidentifikasi mineral yang terkandung pada batuan tersebut. Air yang
mengalir melalui batuan melarutkan dan memindahkan mineral yang ada
di dalamnya. Batuan sedimen kimiawi terbentuk dari mineral tersebut.
Lama kelamaan mineral yang larut tersebut akan terdeposisi kembali
ketika air menguap atau ketika larutan mengandung kelebihan mineral atau
ketika air masuk ke daerah yang tekanannya rendah, seperti rekahan pada
batuan. Sebagian batuan yang terendapkan secara kimiawi membentuk
stalaktit dan stalagmit yang berada di dalam gua. Chert (certa) merupakan
salah satu contoh batuan yang terendapkan dari air yang mengandung
silika hingga jenuh.

Jenis jenis batuan sedimen kimiawi berdasarkan cara


terbentuknya dan kandungannya:
a) Batugamping terbentuk dari CaCO3
b) Dolomit terbentuk dari MgCO3, dapat juga terbentuk secara
langsung dari pengendapan air laut atau dari diagenesis
batugamping oleh cairan pori yang kaya magnesium
c) Certa (Chert) dapat terbentuk langsung dari pengendapan air laut,
tetapi biasanya terbentuk dari proses organik
d) Evaporite endapan yang terbentuk dari penguapan air laut,
termasuk halit, gypsum dan anhidrat.
3. Batuan Sedimen Organik
Batuan sedimen organik adalah batuan yang terbentuk dari
akumulasi material organik atau aktivitas biologi. Batubara biasanya salah
satu batuan sedimen organik yang banyak diketahui orang. Batuan
sedimen organik biasanya disusun oleh cangkang hewan hewan kecil
yang membentuk sejenis batugamping. Adapun mineral yang sering
ditemukan di air laut adalah kalsium karbonat. Batugamping yang
mengandung fosil di dalamnya biasa disebut sebagai batugamping
fosilliferous.
Contoh batuan sedimen organik:
a) Batugamping batuan yang terbentuk dari akumulasi sisa sisa
berkapur
b) Coquina koral yang material cangkangnya tersementasi tak rapat,
akumulasi dari eksoskeleton keras yang dihasilkan oleh polip
koral.
c) Batubara endapan organik yang terbentuk di rawa dan seterusnya
akan terkubur sangat dalam hingga terubah menjadi batuan
mengandung karbon.
Komponen penyusun dari tiap batuan sedimen berdasarkan ketiga tekstur
tersebut dapat disusun dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel Identifikasi Batuan Sedimen
Tekstur
Klastik

Ukuran
Butir
>2 mm

Komposisi Batuan

ROCK NAME

Kuarsa rounded, feldspar dan fragmen


batuan

Konglomerat

>2 mm
1/16 - 2
mm
>1/16 mm
<1/16 mm

Kimiawi

<1/256
mm
-

Organik

Kuarsa angular, feldspar and fragmen


batuan

Breksi

Kuarsa, feldspar

Batupasir

Feldspar, kuarsa

Arkose
Batulanau
(Mudstone, Serpih)

Kuarsa, mineral ukuran lanau


Kuarsa, mineral ukuran lempung

Batulempung

Silika (Kuarsa)
Certa (Chert)
Dolomite
Dolostone
Kalsit
Batugamping
Halit
Rock Salt
Gypsum
Batu Gypsum
Silika (kuarsa)
Certa (Chert)
Material organik yang terkompaksi
Peat
longgar dan fragmen tanaman
Material organik yang terkompaksi
Bituminous Coal
rapat dan fragmen tanaman
Kalsit
Batugamping
Kalsit, fragmen skeletal mikro
Chalk
Kalsit, keseluruhan hampir disusun oleh
Coquina
cangkang dan fragmen skeletal
Kalsit dengan beberapa cangkang dan
Batugamping
fragmen skeletal
Fossiliferous
Dolomit dengan sebagian cangkang dan
Fossiliferous
fragmen skeletal
Dolostone

Referensi:
http://facweb.bhc.edu/academics/science/harwoodr/Geol101/labs/sediment/index.
htm. Diakses pada tanggal 03 Februari 2016
http://itc.gsw.edu/faculty/tweiland/sedrocks.htm. Diakses pada tanggal 03
Februari 2016
http://scienceviews.com/geology/sedimentary.html. Diakses pada tanggal 03
Februari 2016