Anda di halaman 1dari 5

.

Relining

proses penambahan bahan baru pada permukaan gigi tiruan yang berhadapan dengan jaringan

pendukung untuk menisi ruang kosong antara basis gigi tiruan dengan permukaan jaringan.
Pelapisan landasan atau sayap gigi tiruan dengan menambahkan bahan basis yang baru karena kontak
dengan jaringan pendukung tidak pas lagi (longgar).
Relining adalah suatu prosedur untuk menambahkan bahan baru pada sisi protesa yang menghadap

jaringan pendukung untuk mencekatkan kembali gigi tiruan. Prosedur relining merupakan suatu proses yang
dilakukan dengan maksud memperbaiki gigi tiruan sebagian lepasan agar dapat berfungsi dengan baik tanpa
membuat protesa baru.
Rebasing adalah penggantian basis gigi tiruan yang lama dengan yang baru sedangkan susunan gigi
tiruan lama oklusinya masih baik dipergunakan kembali. Misalnya karena basis porus, berubah warna, stain
yang tebal, terlalu lama, dan bau. Dapat pula untuk memperbaiki dimensi vertikal yang terlalu tinggi.
STEP 2 (Permasalahan)
1.
2.
3.
4.
5.

Mengapa gigi tiruan goyang saat dilakukan pengunyahan?


Mengapa dokter gigi memilih relining pada kasus tersebut?
Bagaimana penatalaksanaan dari relining?
Bagaimana indikator keberhasilan dari relining pada gigi tiruan?
Bagaimana cara reinsersi gigi tiruan pada pasien setelah proses relining?

2.1 Hal-Hal Yang Menyebabkan Gigi Tiruan Longgar

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Beberapa penyebab Longgarnya antara lain:


Resorbsi Residual Ridge, yaitu pasien immediate denture dimana pasien kehilangan berat badan
Penyakit sistemik
Kesalahankesalahan oklusi yang menyebabkan iritasi jaringan
Peradangan dan terjadi resorbsi
Pembuatan sayap gigi tiruan yang terlalu pendek
Pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan yang lama sehingga terjadi resorbsi prosesu aveolaris.
Menurut Henderson, D (1973:421), Rudd, K (1981:403411) dan Gunadi (1994 ) bahwa indikasi

penyebab terjadinya masalah pada gigi tiruan sebagian lepasan sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Adaptasi basis gigi tiruan dengan residual ridge tidak baik akibat adanya resorbsi residual ridge.
Immediate denture yang telah dipakai 36 bulan setelah insersi.
Bila pembuatan gigi tiruan merupakan beban bagi pasien.
Bila pembuatan gigi tiruan baru memerlukan beberapa kali kunjungan, metal stress dan physical stress
(pasien tua / pasien dengan penyakit kronis).
Indikasi dilakukannya relining
Hilangnya retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan
Proses relaining lebih cepat

Celahnya tidak tinggi


Akumulasi makanan dibawah gigi tiruan
Celah cukup lebar
Penyusunan gigi dan oklusi masih baik
Estetik masih baik
Dimensi vertical masih sesuai
Jaringan pendukung masih sehat
Tidak terjadi perubahan warna atau stain yang tebal pada basis gigi tiruan

Kontraindikasi dilakukannya relining


Resorbsi tulang alveolar yang banyak
Jaringan mukosa luka
Kelainan pada sendi rahang
Estetis gigi tiruannya jelek
Relasi rahang atas dan rahang bawah tidak baik

2.2 Cara Mengatasi Gigi Tiruan Yang Longgar


2.2.1 Relining
Relining adalah proses menambahkan bahan baru secukupnya pada permukaan gigi tiruan yang
menghadap jaringan pendukung untuk mengisi ruangan yang ada antara basis gigi tiruan dengan permukaan
jaringan yang telah berubah.(Steward,K,1993:609)
Indikasi :
1. Ketika GT kehilangan atau kurang adaptasinya terhadap mukosa pendukungnyasedangkan semua faktor
oklusi, estetik, relasi sentrik, DVO dan material basis GT baik.
2. Hilangnya retensi GT
3. Ketidakstabilan GT
4. Food under denture (akumulasi makanan di bawah basis GT)
5. GT longgar sedikit
6. Sayap GT underextended
7. Dimensi Vertikal masih baik
8. Relasi sentrik = oklusi sentrik
9. Tepi posterior gigi tiruan rahang atas baik
10. Tepi-tepi perluasan basis cukup
11. Tepi-tepi sesuai dengan gaya otot kunyah
12. Pengucapan/susunan gigi baik
13. Kondisi jaringan tulang dan mukosa sehat
Kontraindikasi :
1.
2.
3.
4.
5.

Resorbsi banyak
Jaringan mukosa luka
Kelainan pada sendi rahang
Estetis GT sangat jelek
Hubungan relasi RA & RB tidak baik

Menurut Terkla, L (1963), Kema D (1969), Steward (1993:421), Henderson,D (1973:421), Rudd, K
(1981:403 411), Austin K (1957:195), Stamanoght,D (1978) dan Gunadi (1994) tujuan relining adalah:
1.
2.
3.
4.

Menentukan ulang relasi yang tepat pada protesa terhadap basis jaringan.
Memperbaiki relasi oklusal dan maxilomandibula yang hilang.
Memperbaiki retensi dan stabilisasi.
Untuk memperbaiki perubahan yang terjadi pada kontur / bentuk jaringan pendukung setelah gigi tiruan

sebagian lepasan (GTLS) digunakan.


5. Untuk memperbaiki basis yang patah yang tidak dapat diperbaiki lagi.
6. Untuk memperbaiki basis gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) yang mengalami porus akibat curing
yang salah.
7. Untuk memperbaiki basis gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) yang sudah mengalami perubahan warna
atau rusak.
8. Untuk memperbaiki protesa yang sudah tidak pas lagi atau longgar.
9. Untuk memperbaiki perubahan tulang alveolar yang sangat besar setelah pencabutan gigi asli.
10. Untuk memperbaiki hubungan oklusi maupun artikulasi yang tidak seimbang.
11. Untuk alasan estetik.
12. Untuk membuat protesa yang lebih efektif.
13. Agar kontak gigi tiruan dengan permukaan jaringan menjadi lebih cekat.
14. Agar mencapai penyesuaian terhadap terjadinya resorbsi yang terjadi di dalam mulut tanpa mengganggu
hubungan oklusi yang ada.
Pada proses relining menurut Kema, D (1969) Rudd,K (1981:403-411), Austin K (1957:195) dan
Gunadi (1994) menggunakan:
1. Alatalat: spatla, bowl, articulator, scraper / bur, handpiece / lathe mounted akrilik bur, fissure bur,
reline jig, kuas, pressure container.
2. Bahanbahan: jelly petroleum, zinc oxide eugenol pasta, cold curing acrylic, heat curing acrylic, tissue
conditioning, hydocal, pumice.
Macammacam metode yang dipakai dalam relining pada gigi tiruan sebagian lepasan yaitu:
1. Relining tanpa perubahan dimensi vertikal; Relining pada protesa dengan dimensi vertical yang tidak
berubah, pembuatannya lebih sederhana bila dibandingkan dengan protesa yang dimensi vertikalnya
berubah.
2. Relining dengan perubahan dimensi vertikal; Untuk melakukan relining pada protesa dengan dimensi
vertikal yang telah berubah, maka terlebih dahulu ditempatkan tiga bulatan kecil dari impression
compound yang hangat di daerah Premolar I kanan dan kiri serta di daerah anterior ridge (tengah).
Kemudian cetak ke dalam mulut. Penderita diminta untuk menutup mulutnya serta dibantu menekan
protesa tersebut sampai dicapai dimensi vertikal yang dikehendaki. Selanjutnya tambahkan impression
compound pada pinggirpinggir protesa dan lakukan muscle trimming. Kemudian dilakukan pencetakan
dengan pasta zink oxid.
2.2.2

Rebasing

Adalah proses penggantian seluruh basis gigi tiruan dengan basis gigi tiruan yangbaru, dengan tetap
menggunakan anasir gigi tiruan yang lama dan tanpa merubahposisi gigi serta oklusi gigi tiruan.
Indikasi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Under extended basis gigi tiruan


Untuk membuat post-dam
Terjadi resorpsi tulang alveolar yang lokal ataupun menyeluruh
Gigi tiruan sudah longgar
Desain rangka protesa masih terletak baik pada gigi pengunyah
Elemen tiruan tidak aus berlebihan, patah, atau rusak
Bila basis gigi tiruan sudah terlihat buruk, karena pemakaian untuk jangka waktulama
Relining berkali-kali

PERAWATAN PASCA-INSERSI
Perawatan pasca-insersi merupakan suatu tahap dalam prosedur gigi tiruan lengkap yang membahas
tentang perubahan yang diperlukan oleh gigi tiruan, perawatan jaringan dan edukasi pasien.
Tujuannya adalah agar pasien mencapai fungsi mulut yang maksimal tanpa iritasi pada jaringan mulut
danlebih jauh lagi mengajarkan pasien bagaimana memakai gigi tiruannya dengan baik
Prosedur :
a. Idealnya kunjungan pasca insersi pertamadilakukan pada 24 jam setelah insersi gigi tiruan lengkap
b. Dalam situasi ini pasien diinstruksikan untuk tidak melepas gigi tiruan lengkap dalam waktu ini
c. Hal ini tidak selalu mungkin dilakukan, jika pasien tidak dapat datang dalam beberapa hari setelah
insersi pertama, diinstruksikan untuk melepas gigi tiruan lengkap jika terdapat ketidaknyamanan yang
cukup parah, tetapi gigi tiruan lengkap harus dipasang kembali setidaknya 6 8 jam sebelum kunjungan
berikutnya
d. Saat kunjungan pasca insersi yang pertama,pasien diminta untuk menceritakan pengalamannya
e. Kemudian operator melepas gigi tiruan lengkap dan memeriksa jaringan mulut, khususnya area-area
yang ditunjukkan oleh pasien
f. Observasi area-area inflamasi atau ulcerasi dan area yang nyeri pada palpasi
Indikator Keberhasilan Relining

Pasien tidak ada keluhan :


keluhan sulit berbicara maupun rasa sakit
Tercapainya retensi dan stabilisasi
Tidak ada ungkitan pada gigi tiruan
Pasien merasa nyaman
Indikator Keberhasilan Relining
1. Menentukan ulang relasi yang tepat pada protesa terhadap basis jaringan.
2. Memperbaiki relasi oklusal dan maxilomandibula yang hilang.

3. Memperbaiki retensi dan stabilisasi.


4. Untuk memperbaiki perubahan yang terjadi pada kontur/bentuk jaringan pendukung setelah gigi
tiruan sebagian lepasan (GTSL) digunakan.
5. Untuk memperbaiki basis yang patah yang tidak dapat diperbaiki lagi.
6. Untuk memperbaiki basis gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) yang mengalami porus akibat curing
yang salah.
7. Untuk memperbaiki basis gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) yang sudah mengalami perubahan
warna atau rusak.
8. Untuk memperbaiki protesa yang sudah tidak pas lagi atau longgar.
9. Untuk memperbaiki perubahan tulang alveolar yang sangat besar setelah pencabutan gigi asli.
10. Untuk memperbaiki hubungan oklusi maupun artikulasi yang tidak seimbang.
11. Untuk alasan estetik.
12. Untuk membuat protesa yang lebih efektif.
13. Agar kontak gigi tiruan dengan permukaan jaringan menjadi lebih cekat.
14. Agar mencapai penyesuaian terhadap terjadinya resorbsi yang terjadi di dalam mulut tanpa
mengganggu hubungan oklusi yang ada.
Rebasing
1. Indikasi

Landasan gigi tiruan sudah rusak, tetapi susunan gigi-geliginya masih baik
Elemen tidak patah, rusak, dan aus berlebihan
Dimensi vertical masih baik, oklusi baik
Rebasing dilakukan karena :
- Porusitas dalam yang terlalu banyak
- Perubahan warna karena pemakaian yang terlalu lama
- Bau pada gigi tiruan yang sudah lama dipakai
- Staining yang terlalu tebal
Relining berkali-kali, sehingga dasar resin terlihat buruk
Under extended basis gigi tiruan

2. Kontraindikasi
Elemen gigi tiruan sudah aus, rusak, atau patah
Estetis gigi tiruan sangat jelek
Bidang oklusal sudah hilang sehingga hubungan relasi RA dan RB tidak baik