Anda di halaman 1dari 128

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

BAB I
KONSEP DASAR PERENCANAAN STRUKTUR

1.1

Pendahuluan
Nama proyek
Penggunaan Bangunan
Luas Lahan
Luas Bangunan
Jumlah lapis bangunan
Tinggi Total Bangunan
Tinggi Lantai 1
Tinggi Lantai 2
Tinggi Atap

: Pembangunan Rumah Tinggal


: Tempat Tinggal
: 152 m2
: 224 m2.
: 2 lapis
: 8,46 m.
: 3,5 m.
: 3,5 m.
: 1,46 m.

1.2 Penjelasan System Struktur dan Cara Analisis yang Digunakan


1.2.1 Analisa Struktur
- Struktur Atap
Struktur atap dari rumah tempat tinggal menggunakan struktur rangka baja
dengan kuda kuda pelana. Dengan menggunakan sudut kemiringan 20 O,
penutup yang akan digunakan adalah genteng zincolum.
-

Struktur Balok, Kolom dan Pelat


Untuk struktur balok dan kolom akan digunakan adalah beton bertulang.
Begitu juga untuk pelat pada lantai 1 dan tangga yang menghubungkan lantai 1
dan lantai 2 akan menggunakan beton bertulang. Dimana tangga yang digunakan
pada struktur ini menggunakan tangga balik arah. Untuk sisi bangunan akan
ditutup dengan menggunakan pasangan dinding setengah bata.

Struktur Pondasi
Sistem Pondasi yang digunakan adalah sistem pondasi dangkal. Direncanakan
dengan bentuk pondasi tapak.

1.2.2 Dasar Perancangan


Perancangan dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu manual dan dengan
menggunakan komputer. Dalam analisis perhitungan secara manualnya berpedoman
pada SNI Beton 2004 dan untuk perancangan baja dilakukan menggunakan metode
1

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

analisis LRFD (Load Resistance Factor Design) dengan berpedoman pada SNI Baja
2002, sedangkan analis secara komputer menggunakan software SAP 2000 versi 14
(Structure Analysis Program).
1.2.3 Analisis Gempa
Untuk analisa gempa akan digunakan metode Statik Ekivalen.

1.3 Dasar Dasar Perancangan


1.3.1 Peraturan-peraturan yang digunakan:
1. SNI 03 2847 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan
Gedung
2. SNI 03 1729 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan
Gedung
3. SKBI-1.3.53.1987, Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan
Gedung.
4. Tabel profil konstruksi baja

1.3.2

Spesifikasi Bahan
a. Mutu Baja BJ 37

Modulus Elastisitas ( E )

: 2,1 x 106 kg/cm2

Modulus Geser ( G )

: 8 x 105 kg/cm2

Poisson Ratio ( )

: 0,3

Koefisien pemuaian ( )

: 12 x 10-6/oC

Tegangan Leleh ( y )

: 2400 kg/cm2

Tegangan Dasar ( )

: 1600 kg/cm2

Tegangan putus ( fu )

: 3700 kg/ cm2

Tegangan Geser ( )

: 928 kg/cm2

b. Beton
fc '

Kekuatan tekan (

: 19 MPa
2

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

fc'

Ec
Modulus Elastisitas (

: 4700

= 20487 MPa

: 2400 kg/m3

beton
Berat Jenis beton (

c. Baja Tulangan

fy

1.3.3

Kekuatan tarik (

Modulus Elastisitas (

: 390 MPa

Es

: 2 x 105 MPa

Pembebanan Yang Digunakan


I.3.3.1. Bentuk Pembebanan Yang Terjadi
a.
beban langsung
b.
beban tidak langsung
c.
beban terdistribusi merata
beban lantai
beban angin
d.
beban terdistribusi linear
e.
beban terpusat
I.3.3.2. Tipe Pembebanan
a. beban mati / dead load (D)
Beban mati adalah berat seluruh bagian dari struktur gedung yang
bersifat tetap, termasuk tambahan, penyelesaian (finishing), mesinmesin, serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari gedung tersebut.
b. beban hidup / live load (L)
Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau
penggunaan suatu gedung dan termasuk beban-beban pada lantai yang
berasal dari barang-barang yang dapat berpindah, peralatan dan mesinmesin yang bukan merupakan bagian tak terpisahkan dari gedung dan
dapat diganti selama masa penggunaan dari gedung tersebut, sehingga
mengakibatkan perubahaan dalam pembebanan lantai dan atap tersebut.
Khusus untuk atap yang termasuk beban hidup dapat berasal dari air
hujan yang baik akibat genangan maupun akibat tekanan jatuh (energi

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

kinetik) butiran air. Beban angin, dan beban khusus tidak termasuk ke
dalam beban hidup.
c. beban angin (W)
Beban angin adalah semua beban yang bekerja pada bangunan atau
bagian dari bangunan yang disebabkan oleh selisih tekanan udara.
I.3.3.3. Faktor Reduksi Beban Hidup
a. Peluang untuk tercapainya suatu persentase tertentu dari beban hidup
yang membebani struktur pemikul suatu gedung selama umur gedung
tersebut, bergantung pada bagian atau unsur struktur yang ditinjau dan
bergantung pula pada penggunaan gedung itu dan untuk apa beban
hidup tersebut ditinjau. Berhubung peluang untuk terjadinya beban
hidup penuh yang membebani semua gedung dan semua unsur struktur
pemikul secara serempak selama umur gedung tersebut adalah sangat
kecil maka dapat dikalikan dengan suatu koefisien reduksi.
b. Pada perencanaan balok-balok induk dan portal-portal dari sistem
struktur

pemikul

beban

dari

suatu

gedung

maka

untuk

memperhitungkan peluang terjadinya nilai-nilai beban hidup yang


berubah-ubah, dapat dikalikan dengan suatu koefisien reduksi yang
nilainya bergantung pada penggunaan gedung.
c. Pada perencanaan sistem struktur penahan beban horizontal dari suatu
gedung, beban hidup pada gedung itu ikut menentukan besarnya beban
gempa yang harus dipikul oleh sistem struktur tersebut. Dalam hal ini
untuk memperhitungkan peluang terjadinya beban hidup yang berubahubah, maka dapat dikalikan dengan koefisien reduksi.
d. Pada perencanaan unsur-unsur struktur vertikal seperti kolom-kolom
dan dinding-dinding serta pondasinya yang memikul beberapa lantai
tingkat, beban hidup yang bekerja pada masing-masing lantai tingkat
tersebut mempunyai peranan penting dalam menentukan kekuatan.
Dalam hal ini untuk memperhitungkan peluang terjadinya beban hidup
4

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

yang berubah-ubah, maka untuk perhitungan gaya normal (aksial) di


dalam unsur-unsur struktur vertikal, dapat dikalikan dengan koefisien
reduksi
e. Pada perencanaan pondasi pengaruh beban hidup pada lantai yang
menumpu di atas tanah harus ditinjau. Dalam hal ini, beban hidup pada
lantai tersebut tetap diambil penuh tanpa dikalikan dengan suatu
koefisien reduksi.

f. koefisien reduksi beban hidup kumulatif untuk 2 lantai adalah 1.0.

Tabel Koefisien Reduksi Beban Hidup


Koefisien Reduksi Beban Hidup
Penggunaan Gedung

untuk perencanaan

untuk peninjauan

balok induk dan portal

gempa

pabrik, bengkel

1.00

0.90

gang dan tangga

0.90

0.50

I.3.3.1. Beban Angin


Beban angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan
tekanan negatif (isapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang-bidang yang
ditinjau. Besarnya tekanan positif dan tekanan negatif ini dinyatakan dalam
kg/m2, ditentukan dengan mengalikan tekanan tiup dan koefisien-koefisien
angin.
a. tekanan tiup angin
b. dinding vertikal
pada dinding vertikal sisi muka angin
pada dinding sisi belakang angin
pada dinding sejajar arah angin
c. atap segitiga dengan sudut kemiringan :
sisi muka angin ( < 65o)
sisi belakang angin, untuk semua

: 25 kg/m2
:+0.9
: -0.4
: -0.4
: 0.02() 0.4
: -0.4

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

I.1. SISTEM STRUKTUR


I.4.1. Properties
Asumsi profil yang digunakan yaitu:
kuda-kuda
: kayu
double L 40 x 40 x 4 mm
gording
: C-Channels 150 x 19,3
Kaki kuda-kuda - ukuran 8/12 cm
Pengerat - ukuran 8/12 cm
Ander - ukuran 8/12 cm
Skoor - ukuran 8/12 cm
Nok - ukuran 8/12 cm
Pengapit - ukuran 2 x 6/12 cm
Gording - ukuran 8/12 cm
Konsol - ukuran 8/12 cm
Usuk - ukuran 5/7 cm
Reng - ukuran 3/4 cm / 2/3 cm tergantung jenis genteng yang dipakai
Listplank kayu - ukuran 3/30 cm / 2/20 cm

I.4.2. Analisa Struktur Akibat Beban Vertikal


Analisa struktur akibat beban vertikal dapat dilihat pada tiap-tiap elemen struktur.

I.2. PENDIMENSIAN ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR DAN SAMBUNGAN


I.5.1. Kombinasi Pembebanan Yang Digunakan
Tipe-tipe kombinasi pembebanan menurut SNI-03-1729-2002:
a. 1.4 D
6

PERANCANGAN STRUKTUR
b.
c.
d.
e.
f.

PRABHU
HENDRIAW
AN

1.2 D + 1.6 L + 0.5 (La atau H)


1.2 D + 1.6 (La atau H) + (L. L atau 0.8 W)
1.2 D + 1.3 W + 0.5 (La atau H) + L. L
1.2 D 1 E + L. L
0.9 D (1.3 W atau 1.0 E)

Keterangan:
D

= beban mati

= beban hidup

La

= beban hidup di atap

= beban hujan, tidak termasuk genangan air

= beban angin

= beban gempa

I.5.2. Koefisien Reduksi Kekuatan


Kekuatan material dikalikan dengan faktor reduksi , dimana nilai sangat terkait
dari jenis pemeriksaan kekuatan material. Dalam hal ini, kekuatan material desain
menjadi Rn. Jenis pemeriksaan dari nilai reduksi ():
a. untuk baja
lentur pada balok

: 0.9

geser pada balok

: 0.9

gaya aksial tekan pada elemen

: 0.85

gaya aksial tarik pada elemen;

saat leleh
saat failure

: 0.9
: 0.75

sambungan baut

: 0.75

sambungan las baut

: 0.75

b. untuk beton
lentur tanpa beban aksial

: 0.8

beban aksial tarik dengan lentur

: 0.8

beban aksial tekan dengan lentur

: 0.7

geser dan torsi

: 0.75

tumpuan pada beton

: 0.65

derah pengangkuran pasca tarik

: 0.85
7

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

I.3. SISTEM PONDASI BANGUNAN


I.6.1. Sistem Pondasi Yang Digunakan
Sistem pondasi yang digunakan pada struktur ini adalah pondasi dangkal yang
terbuat dari beton bertulang. Adapun dalam perhitungan juga dimasukkan balok tie
beam sebagai pengaku antara satu pondasi dengan pondasi yang lainnya.
I.6.2. Daya Dukung Pondasi
Daya dukung yang akan diterima oleh pondasi adalah daya dukung yang menahan
beban dari portal atap, balok dan kolom ditambah berat tanah timbunan pondasi.
Beban tetap pada pondasi adalah beban dari reaksi struktur pada portal. Sedangkan
beban sementara pada pondasi adalah beban hidup, beban angin dari reaksi portal
struktur serta beban akibat gempa. Daya dukung pondasi harus mampu menahan
semua beban reaksi dari struktur dengan faktor keamanan tertentu yang kemudian
diteruskan ke dalam tanah.
Tabel Daya Dukung Tanah Pondasi
Pembebanan Tetap Daya

Pembebanan Sementara

Dukung Yang Diizinkan

Kenaikkan Daya Dukung Yang

(kg/cm2)

Diizinkan (%)

Keras

50

Sedang

25

30

Lunak

0.5 2

0 30

amat lunak

0 0.5

Jenis Tanah Pondasi

BAB II
PERENCANAAN ATAP
II.1. Perhitungan Gording

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

II.1.1. Spesifikasi Umum

Mutu Baja
Modulus Elastisitas (E)
Modulus Geser (G)
Poisson Ratio ()
Koefisien Pemuaian
Tegangan Leleh (y)
Tegangan Putus (u)
Tegangan Geser ()
Jarak antar gording
Jarak antar kuda-kuda
Atap
Penutup Atap
Berat Penutup Atap
Kemiringan Atap

: BJ 37
: 2 x 106 kg/cm2
: 8 x 105 kg/cm2
: 0.3
: 12 x 10-6 /C
: 2400 kg/cm2
: 3700 kg/cm2
: 928 kg/cm2
: 1,065 m
: 4,6 m
: Genteng Zincolum
: 10 kg/m2
: 20

II.1.2. Spesifikasi Gording

Jenis Profil yang digunakan


Ukuran
Spesifikasi Baja Gording
Web Channal (h)
Flange channal (bf)
Web thickness (tw)
Flange thickness (tf)
Section Area (A)
Weight
Moment of Inertia
Radius of Gyration
Section of Modulus
Plastic Modulus
Torsion Constant
Warping Constant

: Channel
: C150x19,3
: 15,240 cm
: 5,486 cm
: 1,11 cm
: 0,871 cm
: 24,581cm2
: 19,347 kg/m
: Ix= 720,08 cm4; Iy= 43,704 cm4
: rx= 5,41 cm; ry= 1,331 cm
: Zx= 119,462 cm3; Zy= 22,123 cm3
: Sx= 94,717 cm3; Sy=10,455 cm3
: J = 9,865 cm4
: Cw = 1930,773 cm6

II.1.3. Pembebanan
9

PERANCANGAN STRUKTUR

Beban Mati / Dead Load (DL)


Berat sendiri gording
Berat Penutup Atap

PRABHU
HENDRIAW
AN

: 19,347 kg/m
: 10 kg/m2 x 1,065 m (jarak gording)
= 10,65 kg/m
: 19,347 + 10,65 = 29,997 kg/m

Maka Total Beban Mati (DL)


Beban Pekerja (La)
Beban Pekerja (La)
: 100 kg
Beban Angin (W)
Tekanan Tiup Angin
: 25 kg/m2
Angin Muka
Angin muka (qw)
= (0.02-0.4) x tekanan tiup angin x jarak gording
= ((0.02x20)-0.4) x 25 x 1,065
= 0 kg/m
Angin Belakang
Angin belakang (qw) = -0.4 x tekanan tiup angin x jarak gording
= -0.4 x 25 x 1,28
= -10,65 kg/m

Beban Hujan (Ha)


= (40-0.8) = (40-0.8(20)) = 24 kg/m2 (namun karena lebih dari 20, maka yang
dipakai 20)
Beban Hujan (Ha) = 20 kg/m2 x 1,065 m (jarak gording)
= 21,3 kg/m

II.1.4. Perhitungan Momen Lentur


Balok di atas dua perletakan

Akibat beban mati (qDL = 29,997 kg/m)

20

qx = qDL x sin 20 = 29,997 x sin 20 = 10,26 kg/m


qy = qDL x cos 20 = 29,997 x cos 20 = 28,19 kg/m
Mx = 1/8 x qy x L2 = 1/8 x 28,19 x 4,62 = 74,56255 kg.m
My = 1/8 x qx x L2 = 1/8 x 10,26 x 4,62 = 27,1377 kg.m
10

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Vx = x qy x L = x 28,19 x 4,6 = 64,837 kg


Vy = x qx x L = x 10,26 x 4,6 = 23,598 kg

Akibat beban pekerja (La = 100 kg)

Px = PLa x sin 20 = 100 x sin 20 = 34,202 kg


Py = PLa x cos 20 = 100 x cos 20 = 93,97 kg
Mx = x Py x L = x 93,97 x 4,6 = 108,066 kg.m
My = x Px x L = x 34,202 x 4,6 = 39,3323 kg.m
Vx = x Py = x 93,97 = 46,985 kg
Vy = x Px = x 34,202 = 17,101 kg
Akibat beban angin
Angin muka
qw = 0 kg/m
Angin belakang tidak diperhitungkan karena hanya akan mengurangi beban
struktur.

Akibat beban hujan (qH = 21,3 kg/m)


qx = qH x sin 20 = 21,3 x sin 20 = 7,285 kg/m
qy = qH x cos 20 = 21,3 x cos 20 = 20,015 kg/m
Mx = 1/8 x qy x L2 = 1/8 x 20,015 x 4,62 = 52,94 kg.m
My = 1/8 x qx x L2 = 1/8 x 7,285 x 4,62 = 19,269 kg.m
Vx = x qy x L = x 20,015 x 4,6 = 46,0345 kg
Vy = x qx x L = x 7,285 x 4,6 = 16,7555 kg

II.1.5. Kombinasi Pembebanan dan Perhitungan Momen Lentur

Kombinasi Momen

Mux (kg.m)
104,380

Muy (kg.m)
37,991

1.2D + 1.6L + 0.5La

143,501

52,230

1.2D + 1.6L + 0.5H

115,939

42,198

1.2D + 1.6La + 0.8W

262,372

95,496

1.2D + 1.6H + 0.8W

178,240

63,394

1.2D + 1.3W + 0.5La

143,501

52,230

1.2D + 1.3W + 0.5H

115,939

42,198

1.4D

11

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Sehingga didapat nilai momen ultimate :


Mux = 262,372 kg.m

Muy = 95,496 kg.m

Syarat: Mu .Mn (dimana = 0.9 dan Mn = Kuat lentur nominal penampang)


Mux .Mnx
262,372 x 104 N.mm 0.9 x Mnx
Mnx 291,525 x 104 N.mm
Muy .Mny
95,496 x 104 N.mm 0.9 x Mny
Mny 106,107 x 104 N.mm
Jika Mn = Mp, Mp = y.Z (y BJ-37 = 240 MPa)
Mpx = y.Zx
291,525 x 104 N.mm = 240 N/mm2 . Zx
Zx = 12146,875 mm3 = 12,147 cm3

Zxbeban < Zxprofil profil sesuai!

Mpy = y.Zy
95,496 x 104 N.mm = 240 N/mm2 . Zy
Zy = 2979 mm3 = 3,979 cm3

Zybeban < Zyprofil profil sesuai!

II.1.6. Pemeriksaan Local Buckling


Flange (sayap)
bf
5,486
= tf = 0,871

= 6.298

12

PERANCANGAN STRUKTUR

E
p = 0,38 fy
p

170
240

= 10,97

Sesuai

Web (badan)
h
15,24
= tw = 1,11

E
p = 3,76 fy
p

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 13,73
1680
fy

1680
240

= 108,54

Sesuai

Maka profil dinyatakan compact, dan hanya mengalami Lateral Torsional


Buckling.
II.1.7. Kontrol terhadap Lateral Torsional Buckling
Lb = 4,6 m = 4600 mm (jarak kuda-kuda)

E
2000000
Lp = 1.76 ry fy =1.76 13,31 24000 =676,22 mm
fL = fy-fr = (240 70) = 170 N/mm2
X1

( Sx )( E .G2. J . A )=( 94717


)( 200000 800002 98650 2458,1 )=4,617 10 MPa
4

Sx
X2 = 4 G. J

Cw
94717
=4
Iy
80000 98650

( )( ) (

Lr=ry .

)(

1930773000
mm 4
=2,54 x 106 2
437040
N

( XfL1 ) .( 1+ 1+( X 2) . fL )

13,31

( 1+ 1+( 2,54 10
( 46170
170 )

) 170 2)

13

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

5158,25 mm
Karena Lp < Lb < Lr, maka termasuk bentang menengah sehingga kita
menggunakan pasal 8.3.4 untuk perhitungan Mn.

II.1.8. Perhitungan untuk Cb


Berdasarkan SNI Baja Pasal 8.3.1, Cb dihitung dengan rumus
Cb =

12,5 M max
2,3
2,5 M max + 3 M A + 4 M B + 3 M C

Dengan
MA = momen sejarak seperempat bentang
MB = momen di tengah bentang
MC = momen sejarak tiga per empat bentang
Nilai Cb tidak lebih dari 2,3

Untuk itu, diperlukan perhitungan MA, MB dan MC akibat kombinasi pembebanan


1.2D + 1.6La + 0.8W
Untuk perhitungan momen akibat beban terbagi ratanya ditunjukkan sebagai berikut,

14

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Sedangkan, untuk beban terpusat

Sehingga, kita dapatkan nilai momennya

Beban Mati (D)


Momen terhadap sumbu x
q = 28,19 kg/m
MA = MC = (3/32) x (28,19) x 4,62 = 55,92 kg.m
Momen terhadap sumbu y
q = 10,26 kg/m
MA = MC = (3/32) x (10,26) x 4,62 = 20,35 kg.m
Beban Pekerja (La)
15

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Momen terhadap sumbu x


P = 93,97 kg
MA = MC = (1/8) x (93,97) x 4,6 = 54,033 kg.m
Momen terhadap sumbu y
P = 34,202 kg
MA = MC = (1/8) x (34,202) x 4,6 = 19,67 kg.m
Beban Angin (W)
Momen terhadap sumbu x
q = 0 kg/m
MA = MC = 0 kg.m
Momen terhadap sumbu y
q=0
MA = MC = 0 kg.m

Sehingga, dengan kombinasi pembebanan yang ada didapat nilai MA, MB dan MC
MAx = MCx

= 1.2D + 1.6La + 0.8W


= 1.2(55,92) + 1.6(54,033) + 0.8(0)
= 153,5568 kg.m

MAy = MCy

= 1.2D + 1.6La + 0.8W


= 1.2(20,35) + 1.6(19,67) + 0.8(0)
= 55,892 kg.m

Mmax x = MBx

= 262,372 kg.m

Mmax y = MBy

= 95,496 kg.m

Maka, dapat diperoleh nilai Cb


Cbx =

12,5 M max
2,5 M max +3 M A +4 M B +3 M C

12,5 ( 262,372 )
=1,24855
2,5 ( 262,372 ) +3 ( 153,5568 ) +4 ( 262,372 ) +3 ( 153,5568 )

16

PERANCANGAN STRUKTUR
Cby =

PRABHU
HENDRIAW
AN

12,5 M max
2,5 M max +3 M A + 4 M B +3 M C
12,5 ( 95,496 )
=1.24854
2,5 ( 95,496 )+ 3 ( 55,892 ) + 4 ( 95,496 ) +3 ( 55,892 )

Dari nilai Cb, dapat dicari kuat nominal terhadap lenturnya, yaitu
L L
M n=C b M r + ( M pM r ) r b M p
Lr L p

)]

M rx=( f y f r )S x =( 24070 )94717=16101929,09 N .mm


M px=f y Z x =240119462=28670880 N .mm

M ry= ( f y f r )S y =( 24070 )10455=1777350 N . mm


M py =f y Z y =24022123=5309520 N . mm

M nx =Cbx M rx + ( M px M rx )

LbL p
Lr L p

)]

1.24855 16101929,09+ ( 2867088016101929,09 )

4600676,22
( 5158,25676,22
)]

33842422,51 N . mm

M ny =Mpy=5309520 N .mm
Maka kuat nominal tereduksinya

17

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Mnx = 0.9 x 33842422,51 = 30458180,26 N.mm


Mny = 0.9 x 5309520

= 4778568 N.mm

sedangkan
Mux

= 2623720 N.mm

Muy

= 954960 N.mm

Karena Mnx > Mux dan Mny > Muy, maka profil ini kuat terhadap lateral
torsional buckling.

Kontrol akhir momen (yang disebabkan momen tidak simetris)


Mux
Muy
+
<1
. Mnx . Mny

2623720
954960
+
<1
30458180,26 5471876,459

0,26 < 1, maka profil ini aman!

II.1.9. Pemeriksaan Terhadap Geser


Dead Load
Vx = x qy x L = x 28,188 x 4,6 = 64,832 kg
Vy = x qx x L = x 10,26 x 4,6 = 23,598 kg
Pekerja
Vx = x Py = x 93,969 = 46,985 kg
Vy = x Px = x 34,202 = 17,101 kg
18

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Angin
Angin muka
Vx = x qy x L = x 0 x 4,6 = 0 kg
Vy = x qx x L = x 0 x 4,6 = 0 kg

Hujan
Vx = x qy x L = x 20,015 x 4,6 = 46,036 kg
Vy = x qx x L = x 7,285 x 4,6 = 16,756 kg

Kombinasi V

Vux (kg)
90,765

Vuy (kg)
33,036

1.2D + 1.6L + 0.5La

101,291

36,867

1.2D + 1.6L + 0.5H

100,817

36,694

1.2D + 1.6La + 0.8W

157,040

55,678

1.2D + 1.6H + 0.8W

155,521

55,125

1.2D + 1.3W + 0.5La

101,291

36,867

1.2D + 1.3W + 0.5H

100,817

36,694

1.4D

Lintang maksimum
Vux = 157,040 kg
Vuy = 55,678 kg
Perhitungan ini didasarkan pada SNI baja Pasal 8.8.2
=

h
tw =

15,24
1,11

= 13,73

19

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

k n =5
1.1

Karena

kn . E
5 200000
=1.1
=71.04
fy
240

k .E
h
1.1 n
tw
fy

maka digunakan rumus kuat geser pada pasal 8.8.3

Vnx = x 0.6 x fy x Aw
= 0.9 x 0.6 x 240 x 1695,8
= 219775,7 kg
Vny = x 0.6 x fy x (Ag-Aw)
= 0.9 x 0.6 x 240 x (2458,1-1695,8)
= 98794,08 kg
Maka karena Vn > Vux dan Vn > Vuy, profil yang digunakan aman terhadap
kuat geser
II.1.10. Kontrol terhadap Lendutan Ijin
L
4600
=
=19,17 mm
240 240

Lendutan ijin (ijin) =

Lendutan akibat Dead Load


x=

5
qx L = 5 0,1026 46004

384
E Iy
384 200000 437040

y=

5
qy L 4

384
E Ix

6,54 mm
4

5
0,2819 4600

384 200000 7200800

1,14 mm

Lendutan akibat beban pekerja


3

x=

1 Px L
1
342,02 4600

=
48 E Iy 48 200000 437040

y=

1 Py L3 1
939,69 46003

=
48 E Ix 48 200000 7200800 = 1,32 mm

7,53 mm

Lendutan akibat beban angin

20

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

tidak di perhitungkan karena hanya akan mengurangi nilai total lendutan

Lendutan akibat beban hujan


5
qx L = 5 0,07285 46004
x=

384
E Iy
384 200000 437040
4

5
qy L
y=

384
E Ix

Kombinasi

5
0,20015 46004

384 200000 7200800

4,56 mm

(mm)

(mm)

0,81 mm

(mm)

6,54

1,14

6,64

D + L + La

14,07

2,46

14,28

D+L+H

11,1

1,95

11,27

D + La + W

14,07

2,46

14,28

D+H+W

11,1

1,95

11,27

D + H + La

18,63

3,27

18,91

Kombinasi lendutan terbesar = 18,91 mm


< ijin Ok!!

II.1.11. Kesimpulan
Gording desain dengan ukuran C150x19,3 telah cukup kuat untuk menahan
semua jenis beban yang akan terjadi.

II.1.

PERENCANAAN KUDA-KUDA
GAMBAR RENCANA KUDA-KUDA

21

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

PEMBEBANAN
Pada pembebanan kuda-kuda terdapat dua jenis pembebanan :
1. Beban Atas : beban yang bekerja pada titik kumpul kuda-kuda bagian atas

2. Beban Bawah : beban yang bekerja pada titik kumpul kuda-kuda bagian bawah

22

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Perencanaan pembebanan rangka batang kami dibagi menjadi 2 area :


a. Area 1 : panjang area = x 1,065 m = 0,5325 m
b. Area 2 : panjang area = x 1,065 m + x 1,065 m = 1,065 m

23

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

DISTRIBUSI PEMBEBANAN PENUTUP ATAP DAN GORDING

a. Beban Mati (DL)


Beban Mati Atas
Jenis penutup atap menggunakan Genteng Zincolum dengan berat atap = 10
kg/m2 (sudah termasuk reng dan kaso)
Area 1
qpenutupatap

= berat atap x panjang area 1

24

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 10 kg/m2 x 0.5325 m
= 5,325 kg/m
Area 2
qpenutupatap

= berat atap x panjang area 2

= 10 kg/m2 x 1,065 m
= 10,65 kg/m
Berat satuan gording = 19,347 kg/m

Jadi beban mati atas adalah :


Panjang
Titik

Berat Satuan

antar
Kuda-Kuda

Beban

Titik A dan I
Berat Atap
Berat Gording

5,325 kg/m
19,347 kg/m

4,6 m
4,6 m

24,495 kg
88,9962 kg
113,4912 kg

Titik J s/d P
Berat Atap
BeratGording

10,65 kg/m
19,347 kg/m

4,6 m
4,6 m

48,99 kg
88,9962 kg
137,9862 kg

Beban Mati Bawah


Berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan
Gedung (SKBI 1.3.53.1987), penutup langit-langit menggunakan sistem
plafon rangka metal merk Jayaboard tipe CS18 Standard-Direct Fixing,
dengan menggunakan 1 lapis papan gypsum Jayaboard Standard ukuran 12
mm dengan berat sistem sebesar 9 kg/m.
Titik A dan I
Berat Plafond
= berat jenis total x panjang area x jarak kuda-

kuda
= 9 kg/m2 x ( x 1 m) x 4,6 m
= 20,72 kg
Titik B s/d H

25

PERANCANGAN STRUKTUR
Berat Plafond

PRABHU
HENDRIAW
AN

= berat jenis total x panjang area x jarak kuda-

kuda
= 9 kg/m2 x ( x 1 m + x 1 m) x 4,6 m
= 41,44 kg

Jadi beban mati bawah adalah :

Titik

BebanMatiBawah

A dan I
B s/d H

20,72 kg
41,44 kg

BebanSendiriKuda-kuda
Profil kuda-kuda yang kami pakai adalah profil siku ganda : (240 x 40 x 4)
qkuda-kuda = 2 x 2,39 kg/m = 4,78 kg/m

Tiap member batang kuda-kuda mempunyai panjang yang berbeda-beda, maka


diperlukan perhitungan khusus. Setiap titik kumpul menanggung beban
setengah bagian rangka bagian kanan dan kirinya.
Untuk perhitungan beban yang di tanggung oleh titik kumpul, dapat
dicontohkan seperti berikut :
Titik A = menanggung berat setengah batang 1 dan 22
Titik B = menanggung setengah batang 1, 2, dan 21.
Dst

26

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Jadi beban total tiap titik adalah :

Beban Atas
(KN)
1,135

Beban Bawah
(KN)
0,207

Beban Kuda-Kuda
(KN)
0,049

Beban Total
(KN)
1,391

0,414

0,057

0,471

0,414

0,091

0,505

0,414

0,104

0,518

0,414

0,153

0,567

0,414

0,104

0,518

0,414

0,091

0,505

0,414

0,057

0,471

1,135

0,207

0,049

1,391

1,38

0,085

1,465

1,38

0,098

1,478

1,38

0,112

1,492

1,38

0,086

1,466

1,38

0,112

1,492

1,38

0,098

1,478

1,38

0,085

1,465

Titik

b. Beban Hidup (La)


27

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Berat seorang pekerja atau seorang pemadam kebakaran dengan peralatan dengan
total berat 100 kg. Beban hidup kami asumsikan ada 3 orang seperti terlihat pada
gambar :

c. Beban Hujan (H)


Berathujandihitungdenganrumus : (40 0.8) kg/m2
Berathujan = 40 0,8 x 20 = 24 kg/m2
Titik A dan I
Beban Hujan = berat hujan x panjang area 1x panjang kuda-kuda
= 24 kg/m2 x 0.5325 m x 4,6 m
= 58,788 kg
Titik J s/d P
Beban Hujan = berat hujan x panjang area 2 x panjang kuda-kuda
= 24 kg/m2 x 1,065 m x 4,6 m
= 117,576 kg

d. Beban Angin (W)


28

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Tekanan tiup angin = 25 kg/m2


Angin Muka
qanginmuka

= koefisien angin muka x tekanan tiup angin


= (0.02 0.4) x 25 kg/m2

= 0 kg/m2
Angin muka tidak memberi beban pada kuda-kuda.
Angin Belakang
qanginbelakang

= koefisien angin belakang x tekanan tiup angin


= -0.4 x 25 kg/m2
= -10 kg/m2

Titik I
Beban Angin = qanginbelakang x panjang area 1x panjang kuda-kuda
= -10kg/m2 x 0,5325 m x 4,6 m
= -24,495 kg
Sb x

= Beban angin x sin 20 = 8,378 kg

Sb y

= Beban angin x cos 20 = -23,018 kg

Titik M s/d P
Beban Angin = qanginbelakang x panjang area 2x panjang kuda-kuda
= -10kg/m2 x 1,065 m x 4,6 m
= -48,99 kg
Sb x

= Beban angin x sin 20 = 16,755 kg

Sb y

= Beban angin x cos 20 = -46,035 kg

GAYA-GAYA TIAP BATANG


29

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Dengan menggunakan software SAP 2000 v14, didapatkan gaya-gaya tiap batang
sebagai berikut :
Akibat
Beban Mati

Akibat Beban
Pekerja

Akibat Beban
Hujan

Akibat Beban
Angin

(KN)

(KN)

(KN)

(KN)

19.08

4.12

11.31

-1.04

19.08

4.12

11.31

-1.04

16.42

4.12

9.69

-1.04

13.72

3.21

8.08

-1.04

13.72

3.21

8.08

-1.75

16.42

4.12

9.69

-2.47

19.08

4.12

11.31

-3.18

19.08

4.12

11.31

-3.18

0.47

10

-2.83

-1.72

0.76

11

1.47

0.59

-0.26

12

-3.34

-1.13

-2

0.89

13

2.49

0.67

1.18

-0.52

14

-4.04

-0.68

-2.39

1.06

15

6.53

3.53

-0.78

16

-4.04

-0.68

-2.39

17

2.49

0.67

1.18

18

-3.34

-1.13

-2

19

1.47

0.59

20

-2.83

-1.72

21

0.47

22

-20.31

-4.39

-12.03

1.91

23

-17.48

-4.39

-10.31

1.91

Batang

30

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

24

-14.6

-3.41

-8.59

1.91

25

-11.69

-2.92

-6.87

1.91

26

-11.69

-2.92

-6.87

1.73

27

-14.6

-3.41

-8.59

2.31

28

-17.48

-4.39

-10.31

2.89

29

-20.31

-4.39

-12.03

3.48

KOMBINASI BEBAN TIAP BATANG


Beban-beban / Gaya-gaya di atas lalu dikombinasikan untuk mendapatkan beban
terbesar dengan kombinasi sebagai berikut :
kombinasi 1 = 1.4 D
kombinasi 2 = 1.2 D + 1.6 L + 0.5 La
kombinasi 3 = 1.2 D + 1.6 L + 0.5 H
kombinasi 4 = 1.2 D + 1.6 La + 0.8 W
kombinasi 5 = 1.2 D + 1.6 H + 0.8 W
kombinasi 6 = 1.2 D + 1.3 W + 0.5 La
kombinasi 7 = 1.2 D + 1.3 W + 0.5 H
maka di dapatkan kombinasi tiap batang sebagai berikut :

Batang

1.4D

26.712

1.2D +
1.6L +
0.5La
24.956

1.2D +
1.6L +
0.5Ha
28.551

1.2D + 1.2D + 1.2D + 1.2D +


1.6La
1.6Ha 1.3W + 1.3W +
+ 0.8W + 0.8W 0.5La
0.5Ha
28.656
40.16
23.604 27.199

26.712

24.956

28.551

28.656

40.16

23.604

27.199

22.988

21.764

24.549

25.464

34.376

20.412

23.197

19.208

18.069

20.504

20.768

28.56

16.717

19.152

19.208

18.069

20.504

20.2

27.992

15.794

18.229

22.988

21.764

24.549

24.32

33.232

18.553

21.338

26.712

24.956

28.551

26.944

38.448

20.822

24.417

26.712

24.956

28.551

26.944

38.448

20.822

24.417

0.658

0.564

0.564

0.564

0.564

0.564

0.564

10

-3.962

-3.396

-4.256

-2.788

-5.54

-2.408

-3.268
31

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

11

2.058

1.764

2.059

1.556

2.5

1.426

1.721

12

-4.676

-4.573

-5.008

-5.104

-6.496

-3.416

-3.851

13

3.486

3.323

3.578

3.644

4.46

2.647

2.902

14

-5.656

-5.188

-6.043

-5.088

-7.824

-3.81

-4.665

15

9.142

8.336

9.601

8.812

12.86

7.322

8.587

16

-5.656

-5.188

-6.043

-5.936

-8.672

-5.188

-6.043

17

3.486

3.323

3.578

4.06

4.876

3.323

3.578

18

-4.676

-4.573

-5.008

-5.816

-7.208

-4.573

-5.008

19

2.058

1.764

2.059

1.764

2.708

1.764

2.059

20

-3.962

-3.396

-4.256

-3.396

-6.148

-3.396

-4.256

21

0.658

0.564

0.564

0.564

0.564

0.564

0.564

22

-28.434 -26.567 -30.387 -29.868 -42.092 -24.084 -27.904

23

-24.472 -23.171 -26.131 -26.472 -35.944 -20.688 -23.648

24

-20.44

25

-16.366 -15.488 -17.463 -17.172 -23.492 -13.005

26

-16.366 -15.488 -17.463 -17.316 -23.636 -13.239 -15.214

27

-20.44

28

-24.472 -23.171 -26.131 -25.688

29

-28.434 -26.567 -30.387 -28.612 -40.836 -22.043 -25.863

-19.225 -21.815 -21.448 -29.736 -16.742 -19.332


-14.98

-19.225 -21.815 -21.128 -29.416 -16.222 -18.812


-35.16

-19.414 -22.374

Dari kombinasi diatas di dapatkan :

Batang Atas : Pu = - 42,09 KN


Batang Bawah : Pu = 40,16 KN
Batang Tegak : Pu = 12,86 KN
Batang Melintang : Pu = - 8,67 KN

PENENTUAN PROFIL
Profil Rangka
Profil rangka batang menggunakan profil
240 x 40 x 4. Berikut adalah karakteristik dari profil 240 x 40 x 4 :
1. Mass / metre
(w)
: 4,78 kg/m
32

PERANCANGAN STRUKTUR
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Area of section
Moment of Inertia
Moment of Inertia
Radius of Gyration
Radius of Gyration
Center of Section
Center of Section

(Ag)
(Ix)
(Iy)
(rx)
(ry)
(Xp)
(Yp)

:
:
:
:
:
:
:

6,11
8,96
41,36
1,22
1,85
1,12
1,12

PRABHU
HENDRIAW
AN

cm2
cm4
cm4
cm
cm
cm
cm

SAMBUNGAN LAS
Mutu baja BJ-37, dengan fy = 240 Mpa kami menggunakan elektroda E70XX (untuk
fy < 60 ksi) dengan fuw = 490 Mpa, fu = 370 Mpa
Ukuran Minimum Las Sudut
(mm)
3
4
5
6

Tebal Pelat (mm) Paling tebal


t7
7 < t 10
10 < t 15
15 < t

Ukuran minimum las = 3 mm


Ukuran maksimum las = 4 mm (diambil setebal plat dikarenakan tebal plat < 6,4
mm)

Pemeriksaan Las :
Memakai ukuran las = 3 mm
Kekuatan dari las :
R nw =. t e .0,6 . f uw
R nw =0,75 ( 0,707 3 ) ( 0,6 ) ( 490 ) =467,68

N
mm

Kekuatan dari bahan dasar :


R nw =. t .0,6 . f u
R nw =0,75 ( 4 )( 0,6 )( 370 ) =666
Diambil yang terkecil =

N
mm

467,68

N
mm

Pu = 42,09 KN (diambil yang terbesar)


33

PERANCANGAN STRUKTUR

F 1=F 2=

PRABHU
HENDRIAW
AN

42,09
=21,045
2

Maka ukuran las:


Pu
Lw =
R nw
Lw 1=Lw 2=

21045
=44,99 mm = 45 mm
467.68

PEMERIKSAAN BATANG
Pemeriksaan batang dilakukan terhadap beban terbesar pada batang-batang bawah,
atas, tegak dan melintang, dari tabel kita dapatkan beban terbesar :
o Batang Atas : Pu = - 42,09 KN
o Batang Bawah : Pu = 40,16 KN
o Batang Tegak : Pu = 12,86 KN
o Batang Melintang : Pu = - 8,67 KN

Batang Bawah
Cek terhadap Tarik
1. Cek kekakuan batang tarik
Pada batang bawah, panjang batang terbesar (L) adalah = 1 m = 100 cm.
Syarat kekakuan batang tarik adalah < 240
KL 100
KL 100
x =
=
=81,97
y=
=
=54,05
r x 1,22
r y 1,85
x y <240( batang memenuhi persyaratan kekakuan)
2. Yielding Strength
34

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Pn=( 0.9 F y A g )
( 0.9 2400 6,11 )
13197,6 kg=131,976 KN

3. Fracture Strength
A n=( A g ) = 7,53 cm2
=0,75
( XpL )=1( 1,12
4,5 )

U=1

A e = A n U=6,11 0,75=4,59 cm 2
Pn=( 0.75 Fu A e )
( 0.75 3700 4,59 )
12735,3 kg=127,3 KN

Keterangan :
*Xp

= titik berat profil

*L

= jarak las terjauh

(45mm)
Maka

P n Pu

127,3 KN

OK

> 40,16 KN

Batang Atas
Cek terhadap Tekan
1. Cek kekakuan batang tekan
Pada batang atas, panjang batang terbesar (L) adalah = 1,065 m = 106,5
cm. Syarat kekakuan batang tekan adalah < 200
KL 106,5
KL 106,5
x =
=
=87,3
x =
=
=57,6
rx
1,22
ry
1,85
x y <200( batang memenuhi persyaratan kekakuan)
2. Mencari nilai c

35

PERANCANGAN STRUKTUR
K L
r

106,5
1,22

E
Fe=

PRABHU
HENDRIAW
AN

kg/cm

3. Karena Fe 0,44Fy, maka mengalami ineastic buckling


4. Mencari fcr
cr =( 0,658 Fy/ Fe ) fy=0.6580,88 2400=1658,24 kg/cm2
4. Design Strength
Pn=[ 0,9 cr A g ] =[ 0.9 1658,24 6,11 ] =9118,7 kg=91,2 KN

Maka

P n Pu

OK

91,2 KN > 42,09 K N

Batang Tegak
Cek terhadap Tarik
1. Cek kekakuan batang tarik
Pada batang tegak, panjang batang terbesar (L) adalah = 1,456 m =
145,6 cm. Syarat kekakuan batang tarik adalah < 240
KL 145,6
KL 145,6
x =
=
=119,3
x =
=
=78,7
rx
1,22
ry
1,85
x y <240( batangmemenuhi persyaratan kekakuan)
2. Yielding Strength
Pn=( 0.9 F y A g )
( 0.9 2400 6,11 )
13197,6 kg=131,976 KN

3. Fracture Strength
36

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

A n=( A g ) = 7,53 cm2


=0,75
( XpL )=1( 1,12
4,5 )

U=1

A e = A n U=6,11 0,75=4,59 cm 2
Pn=( 0.75 Fu A e )
( 0.75 3700 4,59 )
12735,3 kg=127,3 KN

Maka

P n Pu

127,3 KN

OK

> 12,86 KN

Batang Melintang
Cek terhadap Tekan
1. Cek kekakuan batang tekan
Pada batang melintang, panjang batang terbesar (L) adalah = 1.48 m =
148 cm. Syarat kekakuan batang tekan adalah < 200
KL 148
KL 148
x =
=
=121,3
y=
=
=80
r x 1,22
r y 1,85
x y <200( batang memenuhi persyaratan kekakuan)

2. Mencari nilai Fe

37

PERANCANGAN STRUKTUR
K L
r

148
1,22

E
Fe=

PRABHU
HENDRIAW
AN

kg/cm

3. Karena Fe 0,44Fy. maka mengalami ineastic buckling


4. Mencari fcr
cr =( 0,658 Fy/ Fe ) fy=0.6581,7 2400=1176,11kg /cm 2
5. Design Strength
Pn=[ 0,9 cr A g ]=[ 0.9 1176,11 6,11 ]=6467,45 kg=64,67 KN

Maka

P n Pu

64,67

OK

> 8,67 KN

GUSSET PLATE
Digunakan gusset plate dengan mutu yang sama dengan plat BJ-37. Dengan lebar
gusset diasumsikan sama dengan lebar plat = 40 mm.
Pu = 42,09 KN (Diambil yang terbesar)
Maka

Pn> Pu

( Pn=50 KN )

Penentuan tebal gusset plate :


1. Yielding Strength
Pn=( 0.9 F y A g )
50000=( 0.9 240 (t w .40) )
38

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

t w =5,8 mm
2. Fracture Strength
A n=( A g )
A e =0,85 An
Pn=( 0.75 Fu A e )
t w .40
0.75 370 ().0,85
50000=
t w =5,3 mm

Maka tebal gusset plate (diambil

tw

terbesar) = 5,8 mm = 6 mm

PENGECEKAN LENDUTAN
Besar lendutan di tengah bentang kuda-kuda dicari dengan metode virtual work yaitu:
1 =

N nL
A E

(Hibbler, Structural Analysis, p.303)


dimana :
1

beban 1 satuan (virtual) yang diletakkan pada titik yang akan

dicari besar lendutannya (KN)

besar lendutan yang terjadi pada suatu titik (m)

gaya dalam batang akibat gaya luar (KN)

gaya dalam batang akibat beban 1 satuan (KN)

panjang batang (m)

luas permukaan profil batang (m2)

modulus elastic profil batang (KN/m2)

39

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Gaya dalam batang akibat gaya luar yang digunakan adalah gaya dalam yang diambil
dari penjumlahan semua jenis beban yang terjadi, dimana kondisi tersebut merupakan
kondisi terburuk yang mungkin terjadi. Sedangkan gayadalam akibat gaya 1 satuan
diletakkan pada titik yang akan menyebabkan lendutan terbesar, jika di gambarkan :

Batang
1

N (KN)
33.47

n (KN)
1.37

L (m)
1

NxnxL AxE
45.8539 158130

(N x n x L)/(A x E)
0.00029

33.47

1.37

45.8539

158130

0.00029

29.19

1.37

39.9903

158130

0.000253

23.97

1.37

32.8389

158130

0.000208

23.26

1.37

31.8662

158130

0.000202

27.76

1.37

38.0312

158130

0.000241

31.33

1.37

42.9221

158130

0.000271

31.33

1.37

42.9221

158130

0.000271

0.47

0.364252

158130

10

-3.79

1.065

158130

11

1.8

0.728503

158130

12

-5.58

1.237846

158130

13

3.82

1.092755

158130

14

-6.05

1.481775

158130

15

10.28

1.457

14.978

158130

9.47E-05

16

-7.11

1.481775

158130

0
40

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

17

4.34

1.092755

158130

18

-6.47

1.237846

158130

19

2.06

0.728503

158130

20

-4.55

1.065

158130

21

0.47

0.364252

158130

22

-34.82

-1.46

1.065

54.1416

158130

0.000342

23

-30.27

-1.46

1.065

47.0668

158130

0.000298

24

-24.69

-1.46

1.065

38.3905

158130

0.000243

25

-19.57

-1.46

1.065

30.4294

158130

0.000192

26

-19.75

-1.46

1.065

30.7093

158130

0.000194

27

-24.29

-1.46

1.065

37.7685

158130

0.000239

28

-29.29

-1.46

1.065

45.543

158130

0.000288

29

-33.25

-1.46

1.065

51.7004

158130

0.000327

TOTAL LENDUTAN

0.004243383

Maka, defleksinya adalah :

( 0,0042434 )
=0,0042434 m
1 KN
ijin =

L
8
=
=0.03333 m
fy 240

karena < ijin , maka lendutan yang terjadi pada rangka batang memenuhi
persyaratan.

41

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

BAB III
PERANCANGAN PELAT

42

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Tebal pelat minimum adalah:

fy
1500
90 mm
36+ 9

ln 0.8+
t

43

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Dengan:
t

: Tebal pelat minimum, mm

ln

: Panjang bentang bersih dalam arah memanjang dari konstruksi 2 arah, diukur dari
muka ke muka tumpuan pada pelat tanpa balok dan muka ke muka balok atau
tumpuan lain pada kasus lainnya, mm

: Rasio bentang bersih dalam arah memanjang terhadap arah memendek dari pelat 2
arah

Tulangan suhu dan susut (untuk pelat) harus memenuhi syarat = 0,0018.
Tulangan pelat menggunakan tulangan baja ulir 10 mm (fy = 390 MPa).
Batasan spasi antar tulangan :

RSNI beton 2002 hal 39 & 40

Minimum

: 25 mm atau db

Maksimum

: 3.t atau 500 mm

Tebal selimut beton minimum :

RSNI beton 2002 hal 41

Beton yang dicor langsung di atas tanah dan selalu berhubungan dengan tanah

75 mm

Beton yang tidak langsung berhubungan dengan cuaca atau tanah:


Pelat, dinding, pelat berusuk:
Batang D-44 dan D-56

40 mm

Batang D-36 dan yang lebih kecil

20 mm

Asumi penampang balok:


L max

= 4200 mm

= L/12
= 4200/12
= 350 mm

= 200 mm

Sehingga asumsi dimensi balok adalah 350 mm 200 mm.


Maka dapat diasumsikan ln

= Ly b
= Ly 200 mm

44

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Pembebanan Pelat
Beban Mati (SKBI 1.3.53.1987 hal. 4)
berat pelat

= 0.1 m 2400 kg/m3

240

kg/m2

berat mortar semen

= 1 21 kg/m2

21

kg/m2

penutup lantai

= 1 24 kg/m2

24

kg/m2

285

kg/m2

lantai untuk sekolah

200

kg/m2

Total LL

200

kg/m2

Total DL
Beban Hidup
Beban Hidup (SKBI 1.3.53.1987 hal. 7)

Wu

= (1,2 DL) + (1,6 LL)


= (1,2 285) + (1,6 200)
= 662 kg/m2

Penurunan Rumus

= tebal balok

= lebar balok

= jarak serat paling atas dengan titik berat penampang tulangan


45

PERANCANGAN STRUKTUR
As

= luas tulangan tarik

= gaya tekan pada balok

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 0,85 fc a b
T

= gaya tarik pada tulangan


= As Fy

= 1 c

= 0,85, jika fc 30 Mpa

= 0,85 0,05 ((fc-30)/7), jika fc > 30 Mpa

0,65

C=T
0,85 fc a b = As Fy
a = (As Fy)/( 0,85 fc b)
C dan T besarnya sama, tetapi berlawanan arah, sehingga menimbulkan moment, moment
dirumuskan dengan gaya dikali dengan panjang lengan, dimana panjang lengan adalah jarang
antara C dan T.
Mn=T panjang lengan

( a2 )

Mn=T d

( (

Mn=As Fy d

As Fy
1,7 fc b

))

Pada kondisi regangan berimbang

As=

0,85 f c' b a
fy
'

0,85 f c b 1 c
As=
fy
46

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

c
0,003
=
d 0,003+ y
c=

0,003
d
0,003+y

As
bd

0,85 f c ' b 1 c
fy b d

b=

0,85 f c ' 1
0,003

fy
0,003+ y

b=

0,85 f c 1
600

fy
600+ fy

'

Pelat Type 1
Lx

= 2150 mm

Ly

= 2650 mm

47

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

= Ly/Lx
= 2650/2150
= 1,23 pelat 2 arah

ln

= ly 200
= 2650 200
= 2450 mm

fy
1500
36+ 9

ln 0.8+
t=

390
1500
t=
36+(9 1,23)

2450 0.8+

t=55 mm

Diambil t setebal 100 mm.


t

= 100 mm

Selimut beton = 20 mm
tulangan

= 10 mm

dx

= t selimut beton (0,5 tulangan)


= 100 20 (0,5 10)
= 75 mm
= dx tulangan

dy

= 75 10
= 65 mm
Momen:
Mlx

= 0,001 Wu lx2 x = 0,001 822,8 2,152 41 = 125,463895 kg m


48

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Mly

= 0,001 Wu lx2 x = 0,001 822,8 2,152 27 = 82,622565 kg m

Mtx

= -0,001 Wu lx2 x = -0,001 822,8 2,152 84 = -257,04798 kg m

Mty

= -0,001 Wu lx2 x = -0,001 822,8 2,152 74 = -226,44703 kg m

Mtix

= 0,5 Mlx = 62,7319475 kg m

Mtiy

= 0,5 Mly = 41,3112825 kg m

Tulangan lapangan arah X


Mlx

= 125,463895 kg m
= 125,463895 104 N mm

Mnlx = Mlx/0,8
= 1568298,688 N mm

M nlx= As x f y d x

As x f y
1.7 f c ' b

1568298,688= As x 390 75

As x 390
1.7 19 1000

As lx=54 mm2

As
bh

54
1000 100

=0,00054

49

PERANCANGAN STRUKTUR

0.85 1 f c '
600
max =0.75

fy
600+f y
max =0.75

)]

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

PRABHU
HENDRIAW
AN

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2
4
180
1
3,14 102
4

n=2,29 3

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

s=

1000
31

50

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

s=500 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
Tulangan lapangan arah Y
Mly

= 82,622565 kg m
= 82,622565 104 N mm

Mnly = Mly/0,8
= 1032782,063 N mm

M nly= As y f y d y

As y f y
'
1.7 f c b

1032782,063= As y 390 65

As y 390
1.7 19 1000

As ly=41 mm2

As
bh

41
1000 100

=0,00041

51

PERANCANGAN STRUKTUR

0.85 1 f c '
600
max =0.75

fy
600+f y
max =0.75

)]

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

PRABHU
HENDRIAW
AN

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2
4
180
1
3,14 102
4

n=2,29 3

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

s=

1000
31

52

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

s=500 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
Tulangan tumpuan arah X
Mtx

= 257,04798 kg m
= 257,04798 104 N mm

Mntx = Mlx/0,8
= 3213099,75 N mm

M ntx= As x f y d x

As x f y
'
1.7 f c b

3213099,75= As x 390 75

Asx 390
1.7 19 1000

As tx=111 mm2

As
bh

111
1000 100

=0,00111

53

PERANCANGAN STRUKTUR

0.85 1 f c '
600
max =0.75

fy
600+f y
max =0.75

)]

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

PRABHU
HENDRIAW
AN

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2
4
180
1
3,14 102
4

n=2,29 3

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

s=

1000
31

s=500 mm

54

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
Tulangan tumpuan arah Y
Mty

= 226,44703 kg m
= 226,44703 104 N mm

Mnty = Mly/0,8
= 2830587,875 N mm

M nty= As y f y d y

As y f y
1.7 f c ' b

2830587,875= As y 390 65
As ty =114 mm

As y 390
1.7 19 1000

As
bh

114
1000 100

=0,00114

55

PERANCANGAN STRUKTUR

0.85 1 f c '
600
max =0.75

fy
600+f y
max =0.75

)]

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

PRABHU
HENDRIAW
AN

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2
4
180
1
3,14 102
4

n=2,29 3

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

s=

1000
31

56

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

s=500 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
Pelat Tipe 9

Lx

= 1000 mm

Ly

= 3550 mm

= Ly/Lx
= 3550/1000
= 3,55 pelat 1 arah

= 100 mm
57

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Selimut beton = 20 mm
tulangan

= 10 mm

dx

= t selimut beton (0,5 tulangan)


= 100 20 (0,5 10)
= 75 mm

dy

= dx tulangan
= 75 10
= 65 mm

Digunakan koefisien pada baris pertama:


Mlx=

1
wu Lx2
14

Mlx=

1
662 12
14

Mlx=47,3 kg m

58

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Mlx=47,3 10 N mm
Mlx
=591250 N mm

1
Mtx= wu Lx 2
9
1
Mtx= 662 12
9
Mtx=73,5 kg m
Mtx=73,5 104 N mm
Mtx
=918750 N mm

Mtix=

1
wu Lx2
16

Mtix=

1
2
662 1
16

Mtix=41,4 kg m

Mtix=41,4 104 N mm
Mtix
=517500 N mm

Tulangan Lapangan arah X

M nlx= As x f y d x

As x f y
1.7 f c ' b

591250= As x 390 75

Asx 390
1.7 19 1000

)
59

PERANCANGAN STRUKTUR
As lx=20 mm

PRABHU
HENDRIAW
AN

As
bh

20
1000 100

=0,0002

0.85 1 f c '
600
max =0.75

fy
600+f y
max =0.75

)]

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

As
1
2
4

60

PERANCANGAN STRUKTUR
n=

PRABHU
HENDRIAW
AN

180
1
3,14 102
4

n=2,29 3
Spasi antar tulangan:
s=

b
n1

s=

1000
31

s=500 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
Tulangan Tumpuan arah X

M ntx= As x f y d x

As x f y
1.7 f c ' b

918750= As x 390 75

As x 390
1.7 19 1000

As lx=32 mm2

As
bh

32
1000 100

61

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

=0,00032

max =0.75

0.85 1 f c '
600

fy
600+f y

max =0.75

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

)]
)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2
4
180
1
3,14 102
4

n=2,29 3

Spasi antar tulangan:


62

PERANCANGAN STRUKTUR
s=

b
n1

s=

1000
31

PRABHU
HENDRIAW
AN

s=500 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
Tulangan Tumpuan dan Lapangan arah Y
Digunakan min (tulangan susut dan suhu) untuk tulangan arah Y pelat satu arah
As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2
4
180
1
3,14 102
4

n=2,29 3
63

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

s=

1000
31

s=500 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.

Tipe

Lx (mm)

Ly (mm)

Ly/Lx

Jenis

1(III)

2150

2650

1,23255814

Dua arah

2(IX)

1150

2150

1,869565217

Dua arah

3 (III)

2150

3000

1,395348837

Dua arah

4(VIII)

1000

2450

2,45

Dua arah

5(II)

1650

2450

1,484848485

Dua arah

6(II)

1150

2450

2,130434783

Dua arah

7(IX)

950

2000

2,105263158

Dua arah

8(IX)

1500

2000

1,333333333

Dua arah

1000

3550

3,55

Satu arah

10

1050

2800

2,666666667

Satu arah

11(IX)

2500

2800

1,12

Dua arah

12(VIII)

1050

2000

1,904761905

Dua arah

13(VI)

2200

3550

1,613636364

Dua arah

14(VIII)

1000

1350

1,35

Dua arah

15(IX)

1350

2800

2,074074074

Dua arah

16(III)

2250

3800

1,688888889

Dua arah

17(V)

2000

2250

1,125

Dua arah

18(III)

2200

3600

1,636363636

Dua arah

Tipe

Mlx/ (N
mm)

Mly/ (N
mm)

Mtx/ (N
mm)

Mty/ (N
mm)

Mtix/ (N
mm)

Mtiy/ (N
mm)

1(III)

1568298,69

1032782,06

3213099,75

2830587,88

784149,34

516391,03

2(IX)

612846,50

186042,69

902854,22

580015,44

93021,34

64

PERANCANGAN STRUKTUR
3
(III)
4(VII
I)
5(II)

PRABHU
HENDRIAW
AN

1989061,75

879777,31

3710365,19

2945341,44

994530,88

439888,66

653725,00

132400,00

1001275,00

604075,00

326862,50

1025055,28

371723,34

1689651,56

1225560,60

6(II)

634733,88

164155,31

897382,38

580015,44

7(IX)

433154,88

126959,19

619859,56

395813,94

63479,59

8(IX)

763368,75

372375,00

1359168,75

1024031,25

186187,50

591250

918750

517500

10
11(IX
)
12(VI
II)
13(VI
)
14(VI
II)
15(IX
)
16(II
I)
17(V)
18(II
I)

651250

1012500

570000

1680859,38

1189531,25

3361718,75

2818671,88

594765,63

611253,56

159655,78

1012673,81

693362,25

305626,78

2843621,00

1201530,00

4445661,00

1421810,50

600765,00

388925,00

190325,00

728200,00

612350,00

194462,50

874708,88

256380,19

1251738,56

769140,56

128190,09

2681100,00

879735,94

4587194,53

3225698,44

1340550,00

439867,97

1324000,00

662000,00

2515600,00

331000,00

2563264,00

841071,00

4385584,50

3083927,00

1281632,00

420535,50

Tipe

Aslx

Asly

Astx

Asty

lx

ly

1(III)

54,09

41,05

111,86

114,08

0,00054

0,00041

2(IX)

21,02

7,35

31,02

22,98

0,00021

0,00007

3 (III)

68,76

34,93

129,55

118,81

0,00069

0,00035

4(VIII)

22,43

5,23

34,42

23,94

0,00022

0,00005

5(II)

35,24

14,70

58,31

48,79

0,00035

0,00015

6(II)

21,78

6,48

30,83

22,98

0,00022

0,00006

7(IX)

14,84

5,01

21,26

15,66

0,00015

0,00005

8(IX)

26,21

14,73

46,82

40,70

0,00026

0,00015

20

32

0,0002

10

22

35

0,00022

11(IX)

58,01

47,34

117,14

113,59

0,00058

0,00047

12(VIII)

20,97

6,31

34,82

27,49

0,00021

0,00006

13(VI)

98,79

47,82

181,49

0,00099

0,00048

14(VIII)

13,33

7,52

25,00

24,27

0,00013

0,00008

15(IX)

30,05

10,13

43,09

30,51

0,00030

0,00010

tx

ty

0,0011
2
0,0003
1
0,0013
0
0,0003
4
0,0005
8
0,0003
1
0,0002
1
0,0004
7
0,0003
2
0,0003
5
0,0011
7
0,0003
5

0,0011
4
0,0002
3
0,0011
9
0,0002
4
0,0004
9
0,0002
3
0,0001
6
0,0004
1

0,0002
5
0,0004

0,0011
4
0,0002
7
0,0018
1
0,0002
4
0,0003

65

PERANCANGAN STRUKTUR

16(III)

93,06

34,93

161,00

130,41

0,00093

0,00035

17(V)

45,60

26,24

87,23

0,00046

0,00026

18(III)

88,91

33,39

153,74

124,53

0,00089

0,00033

PRABHU
HENDRIAW
AN

3
0,0016
1
0,0008
7
0,0015
4

1
0,0013
0
0,0012
5

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa seluruh lebih kecil dari minimum, sehingga diambil
minimum sebesar 0,0018 sebagai tulangan susut dan suhu. Dengan = 0,0018 didapatkan
spasi antar tulangan sebesar 500 mm, tetapi jarak maximum antar tulangan adalah 3t atau 500
mm, diambil spasi sebesar 3t (300 mm) karena batas maximum 3t lebih kecil dari batas
maximum 500 mm.
10 mm300 mm
Pada kolom tipe slab tabel di atas, terdapat keterangan jenis slab, berikut penjelasan dari jenis
slab.

Slab Jenis II

: Slab dengan keempat sisi menerus.

Slab Jenis III : Slab dengan satu sisi panjang menerus, satu sisi panjang tidak menerus, satu
sisi pendek menerus, dan satu sisi pendek tidak menerus
Slab Jenis V

: Slab dengan dua sisi panjang menerus dan dua sisi pendek tidak menerus.

Slab Jenis VI : Slab dengan satu sisi pendek menerus dan ketiga sisi lainnya tidak menerus.
Slab Jenis VIII: Slab dengan satu sisi panjang tidak menerus dan ketiga sisi lainnya menerus.
Slab Jenis IX : Slab dengan satu sisi pendek tidak menerus dan ketiga sisi lainnya menerus.

66

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

BAB IV
PERANCANGAN TANGGA

Spesifikasi Tangga

Jenis tangga
Sudut tangga
Tebal pelat tangga
Tebal pelat bordes
Lebar tangga
Lebar bordes
Elevasi lantai
Tinggi anak tangga
Lebar anak tangga
Jumlah anak tangga
Jumlah bordes

= tangga balik
= 28
= 100 mm
= 100 mm
=1m
= 0.6 m
= 3,5 m
= 135 mm
= 250 mm
= 24 buah
= 1 buah
67

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Spesifikasi Beton K-225

Berat jenis beton bertulang


Kuat tekan beton (fc)
Kuat tarik baja (fy)
1
Tulangan besi

= 2400 kg/m3
= 19 MPa
= 390 Mpa
= 0.85
= D13

Pembebanan Tangga
Berat handrail

= 30 kg/m

Berat adukan semen (S)

= 21 kg/m2

Penutup lantai dari ubin (L)

= 24 kg/m2

Beban hidup untuk tangga atau bordes pada rumah tinggal = 200 kg/m2
Berat pelat tangga

= tebal pelat tangga lebar pelat tangga berat jenis beton bertulang
= 0,1 1 2400
= 240 kg/m

Berat anak tangga

= (volum anak tangga jumlah berat jenis beton bertulang) / panjang


miring tangga
= (0,016875 12 2400) / (1,65 / sin 28)
= 138,3 kg/m

Berat adukan semen + keramik

= (luas selimut tangga banyak tangga (S + L)) /


panjang miring tangga
= (0,385 12 45) / (1,65 / sin 28)
= 59,1 kg/m

Berat handrail

= 30 kg/m

Total DL tangga

= 467,4 kg/m
68

PERANCANGAN STRUKTUR

Total LL tangga

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 200 kg/m

Kombinasi pembebanan tangga

= (1,2 DL) + (1,6 LL)


= (1,2 467,4) + (1,6 200)
= 880,88 kg/m
= 8808,8 N/m

Pembebanan Bordes
Berat bordes

= (volum bordes berat jenis beton bertulang) / lebar bordes


= (0,12 2400) / 0,6
= 480 kg/m

Adukan semen + keramik

= (luas selimut bordes (S + L)) / lebar bordes


= (0,85 45) / 0,6
= 63,75 kg/m

Total DL bordes

= 543,75 kg/m

Total LL bordes

= 200 kg/m

Kombinasi pembebanan bordes

= (1,2 DL) + (1,6 LL)


= (1,2 543,75) + (1,6 200)
= 972,5 kg/m
= 9725 N/m

69

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Analisa Struktur dengan SAP2000 versi 14.0.0

Loading tangga
70

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

71

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Gaya dalam momen tangga


Frame results
This section provides frame force results.
Table 17: Element Forces - Frames, Part 1 of 2
Table 17: Element Forces - Frames, Part 1 of 2
OutputCa CaseTyp
P
V2
V3
se
e
N
N
N
DEAD
LinStatic
-51773,44 -12613,56
0,19
DEAD
LinStatic
-44065,74
599,64
0,19
DEAD
LinStatic
-36358,04
13812,84
0,19
DEAD
LinStatic
-38365,20
-6388,52
0,19
DEAD
LinStatic
-38365,20
-553,52
0,19
DEAD
LinStatic
0,00
-4862,50
-1,38
DEAD
LinStatic
0,00
-9,877E-1,38
13
DEAD
LinStatic
0,00
4862,50
-1,38
DEAD
LinStatic
38365,20
553,52
0,19
DEAD
LinStatic
38365,20
6388,52
0,19
DEAD
LinStatic
36358,04 -13812,84
0,19

Frame

Station

3
3
3
4
4
5
5

m
0,00000
1,73656
3,47311
0,00000
0,60000
0,00000
0,50000

5
6
6
7

1,00000
0,00000
0,60000
0,00000

1,73656

DEAD

LinStatic

44065,74

-599,64

0,19

3,47311

DEAD

LinStatic

51773,44

12613,56

0,19

M2

N-m
2,190E-16
2,190E-16
2,190E-16
-0,33
-0,33
7,840E-15
7,840E-15

N-m
9,800E-17
-0,33
-0,66
-0,57
-0,69
-0,69
-3,920E16
0,69
0,69
0,57
0,66

7,840E-15
0,33
0,33
-1,072E16
-1,072E16
-1,072E16

Table 17: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame

3
3
3
4
4
5
5
5
6
6
7
7
7

Table 17: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Station OutputCa
M3 FrameEle ElemStat
se
m
ion
m
N-m
m
0,00000
DEAD
1,606E-12
3-1
0,00000
1,73656
DEAD
10431,42
3-1
1,73656
3,47311
DEAD
-2082,61
3-1
3,47311
0,00000
DEAD
-2082,61
4-1
0,00000
0,60000
DEAD
8,028E-13
4-1
0,60000
0,00000
DEAD
-0,33
5-1
0,00000
0,50000
DEAD
1215,29
5-1
0,50000
1,00000
DEAD
-0,33
5-1
1,00000
0,00000
DEAD
-3,211E6-1
0,00000
12
0,60000
DEAD
-2082,61
6-1
0,60000
0,00000
DEAD
-2082,61
7-1
0,00000
1,73656
DEAD
10431,42
7-1
1,73656
3,47311
DEAD
8,028E-12
7-1
3,47311

Dari hasil analisa dengan SAP2000, didapatkan:


72

0,33
9,800E-17

PERANCANGAN STRUKTUR
Mu lapangan tangga = 10431,42 N m

= 10431420 N mm

Mu tumpuan tangga = -2082,61 N m

= -2082610 N mm

Mu bordes

= -2082610 N mm

= -2082,61 N m

PRABHU
HENDRIAW
AN

Penulangan Lapangan Tangga


= t selimut beton (0,5 tulangan)

= 100 20 (0,5 13)


= 73,5 mm
Mu

= 10431420 N mm

Mn

= Mu/0,8
= 13039275 N mm

M n= As f y d

As f y
1.7 f c' b

13039275= As 390 73,5

As 390
1.7 19 1000

As=495,2mm 2

As
bh

495,2
1000 100

=0,004952

'

0.85 1 f c
600
max =0.75

fy
600+f y

)]
73

PERANCANGAN STRUKTUR
max =0.75

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

PRABHU
HENDRIAW
AN

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata berada di antara min dan max, sehingga tetap diambil 0,004952.
Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2

4
495,2
1
3,14 132
4

n=3,7 4
Spasi antar tulangan:
s=

b
n1

s=

1000
41

s=333,3 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.

74

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

13 mm300 mm

Penulangan Tumpuan Tangga


= t selimut beton (0,5 tulangan)

= 100 20 (0,5 13)


= 73,5 mm
Mu

= 2082610 N mm

Mn

= Mu/0,8
= 2603262,5 N mm

M n= As f y d

As f y
1.7 f c' b

2603262,5= As 390 73,5

As 390
1.7 19 1000

As=92,2 mm2

As
bh

92,2
1000 100

=0,000922

'

0.85 1 f c
600
max =0.75

fy
600+f y

)]
75

PERANCANGAN STRUKTUR
max =0.75

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

PRABHU
HENDRIAW
AN

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2
4
180
1
3,14 132
4

n=1,35 2

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

s=

1000
21

s=1000 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
76

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
13 mm300 mm

Penulangan Bordes
= t selimut beton (0,5 tulangan)

= 100 20 (0,5 13)


= 73,5 mm
Mu

= 2082610 N mm

Mn

= Mu/0,8
= 2603262,5 N mm

M n= As f y d

As f y
1.7 f c' b

2603262,5= As 390 73,5

As 390
1.7 19 1000

As=92,2 mm2

As
bh

92,2
1000 100

=0,000922

77

PERANCANGAN STRUKTUR

0.85 1 f c '
600
max =0.75

fy
600+f y
max =0.75

)]

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

PRABHU
HENDRIAW
AN

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm 2

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2

4
180
1
3,14 132
4

n=1,35 2

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

78

PERANCANGAN STRUKTUR
s=

PRABHU
HENDRIAW
AN

1000
21

s=1000 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
13 mm300 mm

Tulangan Susut dan Suhu untuk Tangga dan Bordes


Digunakan min untuk tulangan tulangan susut dan suhu
As lx= b h
As lx=0,0018 1000 100
As lx=180 mm

Jumlah tulangan:
n=

n=

As
1
2

4
180
1
2
3,14 13
4

n=1,35 2

Spasi antar tulangan:

79

PERANCANGAN STRUKTUR
s=

b
n1

s=

1000
21

PRABHU
HENDRIAW
AN

s=1000 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 100
smax = 300 mm
Maka s diambil 300 mm.
13 mm300 mm

BAB V
PERENCANAAN STUKTURAL PORTAL

5.1.

Skema Portal
Pada perhitungan struktur portal ini, kami memakai metode perhitungan secara 3
dimensi, yang kemudian akan diambil data momen dan lintang yang paling besar untuk
kemudian dipakai sebagai acuan menghitung tulangan balok dan kolom struktur tersebut.
Berikut ini adalah pemodelan struktur portalnya:

80

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

GAMBAR 5.1. P EMODELAN STRUKTUR PORTAL


Pada perhitungan struktur portal ini, akan digunakan dimensi- dimensi berikut:
balok induk
kolom

= 400 x 300 mm
= 300 x 450 mm

5.2.

Skema Balok Anak


Sebelum menghitung struktur portal utama, kami menghitung balok anak terlebih
dahulu. Hal ini di lakukan untuk mengetahui beban yang di transfer oleh masing-masing
balok anak, serta untuk mendesain balok anak itu sendiri.
Berikut pemodelan struktur balok anak :
81

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Pembebanan balok anak itu sendiri terdiri dari :


1. Beban mati
Berat balok anak (275 x 175 mm)
Berat dinding (200 kg/m)
Berat pelat (mengacu pada bab III)
2. Beban hidup
Berat pelat (mengacu pada bab III)

= 115,5 kg/m
= 700 kg/m
= 285 kg/m
= 200 kg/m

Berikut adalah contoh distribusi gaya dari pelat ke balok :

82

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Berikut adalah gambar gaya dalam momen dan lintang akibat pembebanan tersebut :
Akibat Dead Loads

Gaya Dalam Momen

Gaya Dalam Lintang


Akibat Live Loads

Gaya Dalam Momen

83

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Gaya Dalam Lintang

5.3.

Pembebanan Portal

Pembebanan terhadap portal dibagi menjadi dua bagian, yaitu beban mati, beban hidup
dan beban gempa :
a. Beban Mati :
Beban mati didapat dari beban sendiri balok maupun kolom pada portal, beban dari
balok yang melintang pada portal, beban mati pada pelat lantai yang berupa beban
frame yang berbentuk segitiga ataupun trapesium serta beban terpusat yang
disalurkan balok anak, beban dinding, serta beban dari atap yang diteruskan ke
kolom.
b. Beban Hidup :
Beban hidup didapatkan dari beban hidup pelat lantai (200 kg/m2) yang disalurkan
pada balok dengan beban segitiga atau beban trapesium tergantung dari bentuk dan
ukuran pelat lantai.
Berikut ini adalah pembebanan yang dilakukan:
Beban terfaktor (ultimate):
beban atap
titik A, vertikal
= (12,39 x 1,2 + 1,5 x 1,6)
horizontal = (0,75 x 1,2)
titik I, vertikal
= (11,62 x 1,2 + 1,5 x 1,6)
beban pelat
beban ring balk (200 x 150 mm)
= (0,72 x 1,2)
beban balok induk (300 x 400 mm)
= (2,88 x 1,2)

=
=
=
=

17,27
0,9
16,34
0,662

KN ()
KN ()
KN ()
KN/m2 ()

0,864 KN/m ()

3,456 KN/m ()
84

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

beban dinding pasangan bata merah


= (3,5 x 2 x 1,2)
=
8,4
KN /m ()
beban terpusat dari balok anak
(reaksi dari permodelan balok anak akan menjadi beban terpusat di balok induk)

85

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Berikut adalah gambar pembebanannya:

akibat kuda-kuda

akibat dinding

86

PERANCANGAN STRUKTUR

akibat balok anak

akibat balok induk

PRABHU
HENDRIAW
AN

87

PERANCANGAN STRUKTUR

akibat ring balk

akibat pelat

PRABHU
HENDRIAW
AN

88

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Dari pembebanan tersebut, di dapat gaya dalam momen, lintang dan normal sebagai
berikut :

Gaya dalam Momen

89

PERANCANGAN STRUKTUR

Gaya dalam Lintang

Gaya dalam Normal

PRABHU
HENDRIAW
AN

90

PERANCANGAN STRUKTUR

5.4.

PRABHU
HENDRIAW
AN

Perencanaan Tulangan Balok Anak


dimensi balok 175 x 275 mm
fc = 19 MPa dan fy = 390 MPa
tulangan
= 12 mm
tulangan geser
= 8 mm
sengkang
= 8 mm
91

PERANCANGAN STRUKTUR

selimut beton
=
d = 275 40 10 ( x 12)
d = H d
=
As = 0,5 As

PRABHU
HENDRIAW
AN

40 mm
= 219 mm
56 mm

Cek Kelelehan Baja


f s=600

d'
56
( 600+f y ) =600
( 600+390 )=346,85 MPa
d
219

karena fs < fy, maka dipakai nilai fs = 346,85 MPa


Dari pembebanan portal, didapat gaya dalam momen dan lintang pada balok yang
terbesar, yaitu
Mu (lapangan)
Mu (tumpuan)
Vu

= 5,36 x 1,2 + 2,82 x 1,6 = 10,9 KN.m


= 7,2 x 1,2 + 3,71 x 1,6 = 14,57
KN.m
= 10,47 x 1,2 + 5,38 x 1,6
= 21,2 KN

5.4.1. Perhitungan Tulangan Lapangan


Mu (lapangan) = 10,9 KN.m
M n=

M u 10,9
=
=13,625 KN . m=13,625 10 6 N . mm

0.8

M n= ( A s A s ' ) f y d

)}

1 d
+ { A s ' f y ( dd ' ) }
4

13,625 106 = ( A s0.5 A s ) 390 219

)}

( 0.85 ) 219
+ { 0.5 A s 390 ( 34356 ) }
4

13,625 106 ={ 33630,18 A s } + {55965 A s }


As = 152,07 mm2
Cek Daktilitas

92

PERANCANGAN STRUKTUR
min =

PRABHU
HENDRIAW
AN

f c ' atau 1.4 ( gunakan nilai terbesar )


4fy

fy

3
3
3
= 2,79 10 atau3,59 10
diambil 3,59 10

As
152,07
=
=3,968 103
b d 175 219

max =0.75

0.75

0.85 f c ' 1 600


A '

+ s
fy
600+ f y b d
19 0.85
600
0.5 152,07

+
=0.018
{ 0.85390
}
600+390
175 219

karena memenuhi syarat daktilitas, min < < max maka As dapat digunakan
Banyak Tulangan:
n=

As
1
tulangan2
4

'

152,07
=1,344 212tulangan tarik
1
2
12
4

'

A s =0.5 A s n =0.5 n 2 12 tulangantekan

5.4.2. Perhitungan Tulangan Tumpuan


Mu (tumpuan) = 14,57 KN.m
M n=

M u 14,57
=
=18,2 KN . m=18,2 106 N . mm

0.8

)}

M n= ( A s A s ' ) f y d

1 d
+ { A s ' f y ( dd ' ) }
4

( 0.85 ) 219
+ {0.5 A s 400 ( 21956 ) }
4

18,2 106= ( A s0.5 A s ) 390 219

)}

18,2 10 = { 33630 A s } + { 32600 A s }

93

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

As = 274,8mm2
Cek Daktilitas
min =

f c ' atau 1.4 ( gunakan nilai terbesar )


4fy

fy

= 2,79 10 atau3,59 10
=

diambil 3,59 10

As
274,8
=
=7,17 103
b d 175 219

max =0.75

0.75

0.85 f c ' 1 600


As '

+
fy
600+ f y b d
19 0.85
600
0.5 274,8

+
=0.0196
{ 0.85390
600+390 } 175 219

karena memenuhi syarat daktilitas, min < < max maka As dapat digunakan

Banyak Tulangan:

n=

As
1
tulangan2
4

'

274 , 8
=2, 43 3 12tulangan tarik
1
2
12
4

'

A s =0 .5 A s n =0. 5 n 2 12 tulangantekan

5.4.3. Perhitungan Tulangan Geser


Vu = 21,2 KN
A v =2

1
v2 =2 0.25 82=100,48 mm2
4

1
1
1
V c = f c ' bw d = 19 175 219=27,8 KN V c =13,9 KN
6
6
2
karena Vc < Vu < Vc perlu tulangan geser minimum
Jarak antar sengkang
94

PERANCANGAN STRUKTUR
s=

PRABHU
HENDRIAW
AN

A v f y 1200
100,48 240 1200
=
=503 mm
75 ' ' ' ' ' ' ' ' ' f c ' . b ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' 75 ' ' ' ' ' ' ' ' ' 19 .175

Jarak sengkang maksimum


d
s max = =109,5 mm
2
Digunakan jarak antar sengkang 100 mm.
Sketsa penulangan :

95

PERANCANGAN STRUKTUR

5.5.

PRABHU
HENDRIAW
AN

Perencanaan Tulangan Balok Induk


dimensi balok 300 x 400 mm
fc = 19 MPa dan fy = 390 MPa
tulangan
= 16 mm
tulangan geser
= 10 mm
sengkang
= 10 mm
selimut beton
= 40 mm
d = 400 40 10 ( x 16)
= 342 mm
d = H d
= 58 mm
As = 0,5 As

Cek Kelelehan Baja


f s=600

d'
58
( 600+ 390 )=600
( 600+390 )=433,8 MPa
d
342

karena fs > fy, maka dipakai nilai fy = 390 MPa


Dari pembebanan portal, didapat gaya dalam momen dan lintang pada balok yang
terbesar, yaitu
Mu (lapangan)
Mu (tumpuan)
Vu

= 24,99
= 28,96
= 43,46

KN.m
KN.m
KN

5.5.1. Perhitungan Tulangan Lapangan


Mu (Lapangan) = 24,99 KN.m
M n=

M u 24,99
=
=31,2375 KN . m=31,2375 10 6 N . mm

0.8

M n= ( A s A s ' ) f y d

)}

1 d
+ { A s ' f y ( dd ' ) }
4

96

PERANCANGAN STRUKTUR

31,2375 106 = ( A s0.5 A s ) 390 342

PRABHU
HENDRIAW
AN

)}

( 0.85 ) 342
+ {0.5 A s 390 ( 34258 ) }
4

31,2375 10 ={ 67987,5 A s } + {57200 A s }


As = 249,5mm2
Cek Daktilitas
min =

f c ' atau 1.4 ( gunakan nilai terbesar )


4fy

fy

3
3
3
= 2,79 10 atau3,59 10
diambil 3,59 10

As
249,5
=
=2,4 103
b d 300 342

max =0.75

0.75

0.85 f c ' 1 600


As '

+
fy
600+ f y b d
19 0.85
600
0.5 249,5

+
=0.0286
{ 0.85390
600+390 } 300 342

karena < min maka digunakan As minimum.


2

A s =min b d=0.00359 300 342=380,47 mm

Banyak Tulangan:
n=

As
1
tulangan2
4

380,47
=1,0008 216 tulangantarik
1
162
4

A 's =0.5 A s n' =0.5 n 2 16 tulangan tekan

5.5.2. Perhitungan Tulangan Tumpuan


97

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Mu (lapangan) = 28,96 KN.m


M n=

M u 28,96
=
=35,975 KN . m=35,975 106 N . mm

0.8

M n= ( A s A s ' ) f y d

)}

1 d
+ { A s ' f y ( dd ' ) }
4

35,975 106 = ( A s0.5 A s ) 390 342

)}

( 0.85 ) 342
+ { 0.5 A s 390 ( 34258 ) }
4

35,975 106 ={ 67987,5 A s }+ {57200 A s }


As = 287,39 mm2
Cek Daktilitas
min =

f c ' atau 1.4 ( gunakan nilai terbesar )


4fy

fy

3
3
3
= 2,79 10 atau3,59 10
diambil 3,59 10

As
287,39
=
=2,79 103
b d 300 342

max =0.75

0.75

0.85 f c ' 1 600


A '

+ s
fy
600+ f y b d
600
=0.0286
{ 0.85 193900.814 600+390
}+ 0.5300287,39
342

karena < min maka digunakan As minimum.


A s =min b d=0.00359 300 342=380,47 mm2

Banyak Tulangan:

98

PERANCANGAN STRUKTUR
n=

As
1
tulangan2
4

'

PRABHU
HENDRIAW
AN

380,47
=1,0009 216 tulangantarik
1
162
4

'

A s =0.5 A s n =0.5 n 2 16 tulangan tekan

5.5.3. Perhitungan Tulangan Geser


Vu = 43,46 KN
A v =2

1
2
2
2
v =2 0.25 10 =157.0796 mm
4

1
1
1
V c = f c ' bw d = 19 300 342=74,75 KN V c =37,4 KN
6
6
2
karena Vc < Vu < Vc perlu tulangan geser minimum
V n=

Vu
=57,92 KN
0.75

V s=V nV c =16,83 KN

Jarak antar sengkang


s=

A v f y 1200
157,08 240 1200
=
=461mm
75 ' ' ' ' ' ' ' ' ' f c ' . b ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' 75 ' ' ' ' ' ' ' ' ' 19 .300

Jarak sengkang maksimum


d
s max = =171 mm
2

Digunakan jarak antar sengkang 170 mm.


Sketsa penulangan :

99

PERANCANGAN STRUKTUR

5.6.

PRABHU
HENDRIAW
AN

Perencanaan Tulangan Kolom


dimensi balok 300 x 450 mm
fc = 19 MPa dan fy = 390 MPa
tulangan
= 19 mm
tulangan geser
= 10 mm
Perhitungan didasarkan pada sumbu XZ
Pada lantai bawah, gaya- gaya terbesarnya:
M u=12,0361 KN . m M n=
V u=3,439 KN V n=

12,0361
=15,04 KN . m=15,04 106 N . mm
0.8

3,439
=4,585 KN =4,585 103 N
0.75

Pu=158,87 KN ( tekan ) Pn=

158,87
=264,78 KN =264,78 103 N
0.6

100

PERANCANGAN STRUKTUR

I gc(kolomatas )=

PRABHU
HENDRIAW
AN

1
1
b h 3= 300 4503=22,78 108 mm4
12
12

I gc(kolombawah) =

1
1
b h3= 300 450 3=22,78 108 mm4
12
12

I c ( kolomatas ) =0.7 I gc ( kolomatas )=15,95 10 8 mm 4


I c ( kolombawah)=0.7 I gc (kolom atas )=15,95 108 mm4

I b(balok)=0.35

1
1
b h3=0.35 300 4503=7,97 108 mm 4
12
12

Ec =4,700 f c ' =4,700 19=20486,82 MPa


A =1( jepit )
E c I c (kolom bawah)
B=

r=

lc
E c I b (balok)
l b (balok)

=6,17

I gc
22,78 108
=
=129,9 mm
A
300 .450

101

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Dari nomogram (Faktor panjang efektif, k, RSNI 2002 hal 78) diketahui k = 0,85
Cek Rasio Kelangsingan
k l u 0,85 ( 35000,5.400 )
=
=21,59<22 berarti kolom pendek
r
129,9
M c =M 2=12,036 KN . m
M nc=

12,036
=15,045 KN .m=15,045 10 6 N . mm
0.8

a. Tulangan Longitudinal
Pn 264,78 103
=
=1,96 MPa
Ag
300 .450
M n 15,045 106
=
=0,247 MPa
Ag h
300 . 4502

102

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

asumsi =0.8

Diagram interaksi
Dengan menggunakan diagram interaksi, di dapat nilai sangat kecil, sehingga kami
menggunakan terkecil yang ada dalam diagram yaitu 0,01

A s =0.01 300 450=1350 mm


n ( 19 )=

1350
=4,76 6 19
2
0.25 19

b. Tulangan Geser
Spesifikasi
diameter sengkang

= 10 mm

selimut beton

= 40 mm

tinggi efektif

= (450 40 10 .19) = 390,5 mm

A v =2 0.25 102=157 mm2

Geser akibat pengaruh aksial tekan


1 Pu
1
1
1 158,87 103
V c = 1+
f c ' b w d = 1+
19 350 390.5=107638,4 N
6
14 A g
6
14 300.450

1
1
V c = 0.75 107638,4=40364,4 N
2
2
V u=3439 N

103

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

1
V c >V u tidak perlutulangan geser
2
Namun, untuk keamanan kami menggunakan tulangan geser dengan spasi minimum.
d 390.5
S max = =
=195,25 mm
2
2
S yang digunakan = 190 mm
Sketsa penulangan :

104

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

BAB VI
PERANCANGAN PONDASI

Spesifikasi Umum
Tipe

= Pondasi Setempat

Beban Ultimate Vertikal (Puv)

= 158,87 kN = 15887 kg

Beban Ultimate Horizontal (Puh)

= 3,45 kN = 345 kg

Tegangan izin tanah

= 1 kg/cm2 = 10000 kg/m2

Kedalaman pondasi

=1m

Berat jenis tanah

= 1700 kg/m3

Berat jenis beton

= 2400 kg/m3

Tebal pondasi (h)

= 20 cm = 200 mm

Fc

= 19 Mpa

Fy

= 390 Mpa

= 0,75

Penentuan Luas dan Ukuran Pondasi


Berat tanah di atas pondasi

= 1700 1
= 1700 kg/m2

Berat pelat pondasi

= 2400 0,2
= 480 kg/m2

105

PERANCANGAN STRUKTUR
Tegangan izin tanah netto (net)

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 10000 (1700 + 480)


= 7820 kg/m2

Luas pondasi (A)

= Pu/net
= 15887/7820
= 2 m2

Digunakan pondasi dengan bentuk persegi, sehingga:


s

= 2
= 1,4 m

Diambil panjang sisi sebesar 1,5 m.

Penentuan Tebal Pelat Pondasi


Tegangan tanah berfaktor (qu)

= Pu/A
= 15887/(1,5 1,5)
= 7061 kg/m2

Tebal selimut beton

= 75 mm

Diameter tulangan ()

= 19 mm

Tebal efektif (d)

= h tebal selimut (/2)


= 200 75 9,5
= 115,5 mm

Cek geser satu arah


Vc = 0,75 (1/6) Fc bw d
= 0,75 (1/6) 19 1,5 0,1155
= 0,09439 MN
= 9439 kg

106

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Ukuran kolom 300 450 mm, maka jarak antara tepi kolom dengan tepi pondasi terjauh (f)
adalah 600 mm.
Vu

= qu bw (f d)
= 7061 1,5 (0,6 0,1155)
= 5132 kg

Ternyata Vu < Vc, maka beton kuat menahan geser satu arah, ketebalan 0,2 m dapat
digunakan.
Cek geser dua arah
c

= 1,5

= 20

Perimeter kolom (bo) = ((0,45+d) + (0,3+d)) 2


= ((0,45+0,1155) + (0,3+0,1155)) 2
107

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 1,962 m
Vc

= 0,75 (1/6) (1 + (2/c)) Fc bo d


= 0,75 (1/6) (1 + (2/1,5)) 19 1,962 0,1155
= 0,28809 MN
= 28809 kg

Vc

= 0,75 ((sd)/bo)+2) (1/12) Fc bo d


= 0,75 ((200,1155)/1,962)+2) (1/12) 19 1,962 0,1155
= 0,19616 MN
= 19616 kg

Vc

= 0,75 0,33 Fc bo d
= 0,75 0,33 19 1,962 0,1155
= 0,24447 MN
= 24447 kg

Vu

= qu (A ((0,3+d)(0,45+d)))
= 7061 (2,25 ((0,3+0,1155)(0,45+0,1155)))
= 15735 kg

Ternyata Vu < Vc, maka beton kuat menahan geser dua arah, ketebalan 0,2 m dapat
digunakan.
Perancangan Tulangan Lentur
Mu

= (qu/2) b (f-d)2
= (7061/2) 1,5 (0,6-0,1155)2
= 1243 kg m
= 12430000 N mm

Mn

= 12430000/0,8

108

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 15537500 N mm

Mn=As f y d

As f y
1.7 f c ' b

15537500= As 390 115,5

As 390
1.7 19 1000

As=358 mm2

As
bh

358
1000 200

=0,00179

0.85 1 f c '
600
max =0.75

fy
600+f y
max =0.75

)]

0.85 0,85 19
600

390
600+ 390

)]

max =0,015999417

min =0,0018

Ternyata kurang dari min, sehingga diambil sebesar 0,0018, maka:


As= b h

As=0,0018 1000 200

109

PERANCANGAN STRUKTUR
As=360 mm

PRABHU
HENDRIAW
AN

Jumlah tulangan:
n=

n=

360
1
2
4
360
1
3,14 192
4

n=1,3 2

Spasi antar tulangan:


s=

b
n1

s=

1000
21

s=1000 mm

Batasan spasi antar tulangan maksimum 3 t atau 500 mm (RSNI beton 2004 hal 39 & 40)
smax = 3 t
smax = 3 200
smax = 600 mm
Maka s diambil 500 mm.

110

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Pengecekan tahanan lateral tanah


Muka air tanah diasumsikan jauh di bawah level pondasi.

= 17 kN/m3

= 30

Kp

= tan2 (45 + ( /2))


= tan2 (45 + (30/2))
=3

= kedalaman pondasi
= 17 1
= 17 kN/m2

= v Kp
= 17 3
= 51 kN/m2

111

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Karena diagram tegangan berbentuk segitiga dengan level paling atas sebesar 0 kN/m 2, dan
level paling bawah sebesar 51 kN/m2, maka dapat diambil tegangan lateral rata-rata adalah
25,5 kN/m2.
Luas lateral pondasi = 0,55 m2
Flateral

= 25,2 0,55
= 13,86 kN

Ternyata Flateral > Puh, maka pondasi kuat menahan gaya lateral.

112

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

BAB VII
PERANCANGAN KANOPI

Spesifikasi Umum Kayu


Kayu Kelas 2 (E-16)
Modulus Elastisistas (Ew)

: 15000 Mpa

Pembebanan
Jarak antar gording 0,5 m, panjang gording 3 m, kemiringan kanopi 30, akan dihitung
pembebanan pada gording tengah dan gording tepi, pada gording tepi terdapat beban terpusat
tambahan sebesar 200 kg.
Untuk gording tengah:
Dead load
Penutup atap (alumunium sheet) = 10 kg/m2 0,5 m

= 5 kg/m

Berat sendiri kayu = 1000 kg/m3 0,01 m2

= 10 kg/m

Total dead load

= 15 kg/m

Live load
Beban hidup = 100 kg/m2 0,5 m

= 50 kg/m

Total live load

= 50 kg/m

Wind load

= 30

= ((0,02 ) 0,4) 25 0,5


= ((0,02 30) 0,4) 25 0,5
= 2,5 kg/m

Total wind load

= 2,5 kg/m

113

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Untuk gording tepi:


Dead load
Penutup atap (alumunium sheet) = 10 kg/m2 0,5 m

= 5 kg/m

Berat sendiri kayu = 1000 kg/m3 0,01 m2

= 10 kg/m

Total dead load

= 15 kg/m

Live load
Beban hidup = 100 kg/m2 0,5 m

= 50 kg/m

Total live load

= 50 kg/m

Wind load

= 30

= ((0,02 ) 0,4) 25 0,5


= ((0,02 30) 0,4) 25 0,5
= 2,5 kg/m

Total wind load

= 2,5 kg/m

Beban terpusat

= 200 kg

Gaya Dalam Moment


Untuk gording tengah:
akibat beban mati (qDL = 15 kg/m)
qx = q sin = 15 sin 30o

= 7,5 kg/m

qy = q cos = 15 cos 30o

= 13 kg/m

Mx = qy Lx2 = 7,5 32

= 8,4375 kg m

My = qx Ly2 = 13 32

= 14,625 kg m

akibat beban hidup (50 kg/m)


qx = q sin = 50 sin 30o

= 25 kg/m

qy = q cos = 50 cos 30o

= 43,3 kg/m

114

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Mx = qy Lx2 = 25 32

= 28,125 kg m

My = qx Ly2 = 43,3 32

= 48,7125 kg m

akibat beban angin


qx = 0 kg/m
qy = 2,5 kg/m
Mx = qy Lx2 = 2,5 32

= 2,8125 kg m

My

= 0 kg m

Untuk gording tepi:


akibat beban mati (15 kg/m)
qx = q sin = 15 sin 30o

= 7,5 kg/m

qy = q cos = 15 cos 30o

= 13 kg/m

Mx = qy Lx2 = 7,5 32

= 8,4375 kg m

My = qx Ly2 = 13 32

= 14,625 kg m

akibat beban hidup (50 kg/m)


qx = q sin = 50 sin 30o

= 25 kg/m

qy = q cos = 50 cos 30o

= 43,3 kg/m

Mx = qy Lx2 = 25 32

= 28,125 kg m

My = qx Ly2 = 43,3 32

= 48,7125 kg m

akibat beban angin


qx = 0 kg/m
qy = 2,5 kg/m
Mx = qy Lx2 = 2,5 32

= 2,8125 kg m

My

= 0 kg m

akibat beban terpusat 200 kg


Px = P sin = 200 sin 30o

= 100 kg

Py = P cos = 200 cos 30o

= 173,2 kg

Mx = Py Lx = 173,2 3

= 129,9 kg m

My = Px Ly = 100 3

= 75 kg m

115

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Dapat terlihat bahwa moment yang dihasilkan oleh beban terpusat lebih besar dibandingkan
dengan moment yang dihasilkan beban terbagi merata LL, sehingga yang digunakan dalam
design adalah moment akibat beban terpusat.
Kombinasi Beban
Dilakukan kombinasi beban sehingga didapatkan gaya dalam moment paling maksimum.
Kombinasi 1 : Mu = 1.4 MDL
Kombinasi 2 : Mu = 1.2 MDL + 1.6 MLL + 0.5 ( MLa atau MH )
Kombinasi 3 : Mu = 1.2 MDL + 1.6 ( MLa atau MH ) + (LMLL atau 0.8 MW)
Kombinasi 4 : Mu = 1.2 MDL + 1.3 MW + LMLl + 0.5 ( MLa atau MH )
Keterangan :
D

= beban mati

= beban hidup

La

= beban hidup di atap yang ditimbulkan akibat perawatan oleh pekerja perakitan dan

material atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda bergerak
H

= beban hujan, tidak termasuk genangan air

= beban angin

Untuk gording tengah:


Kombinasi Momen
1.4D
1.2D + 1.6L + 0.5La/H
1.2D + 1.6La/H + 0.8W
1.2D + 1.3W + 0.5La/H

Mux (kg.m)
11,8125
55,125
12,375
13,78125

Muy (kg.m)
20,475
95,49
17,55
17,55

116

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Untuk gording tepi:


Kombinasi Momen
1.4D
1.2D + 1.6L + 0.5La/H
1.2D + 1.6La/H + 0.8W
1.2D + 1.3W + 0.5La/H

Mux (kg.m)
11,8125
217,965
12,375
13,78125

Muy (kg.m)
20,475
137,55
17,55
17,55

Diambil nilai moment yang paling besar


Mux = 217,965 kg m = 21796,5 kg cm
Muy = 137,55 kg m = 13755 kg cm
Pengecekan dimensi gording terkait beban lentur
Asumsi penampang kayu 8 12 cm
1
S x = b h2=192 cm3
6
1
S y = h b 2=128 cm 3
6
Cm

= 1 untuk kayu terlindung

Ct

= 1 untuk suhu di daerah tropis tidak terlalu panas

= 0,8

= 0,85

Arah Sumbu X
Ew

= 15000 MPa =150000 kg/cm2

Asumsi kayu mutu A, maka Ew dikalikan dengan faktor ketahanan yaitu


= 0.8 x 150000= 120000 kg/cm2
Ew ' =E w C m C t
Ew =120000 11
Ew =120000 MPa

117

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Dari tabel akan diperoleh nilai fb untuk Ew = 12000 MPa yaitu 27 MPa.
'

f b =f b C m C t
f b' =270 1 1
f b' =270 kg/cm 2
'

'

M =f b S x
M ' =270 192
'

M =51840 kg cm

Syarat yang harus dipenuhi adalah

M u b M '

b M ' =0,8 0,85 51840


b M ' =35251,2 kg cm
Ternyata

'

M u b M , syarat terpenuhi.

Arah Sumbu Y
Ew = 15000 MPa = 15000 kg/cm2
Asumsi kayu mutu A, maka Ew dikalikan dengan faktor ketahanan yaitu
= 0.8 x 150000= 120000 kg/cm2
Ew ' =E w C m C t
Ew =120000 11
Ew =120000 MPa
Cm = 1 untuk kayu terlindung
Ct = 1 untuk suhu di daerah tropis tidak terlalu panas
Dari tabel akan diperoleh nilai fb untuk Ew = 12000 MPa yaitu 27 MPa.
f b' =f b C m C t

118

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

'

f b =270 1 1
'

f b =270 kg/cm

M ' =f b' S y
'

M =270 128
M ' =34560 kg cm

Syarat yang harus dipenuhi adalah

M u b M

'

'

b M =0,8 0,85 34560


b M ' =23500 kg cm
Ternyata

M u b M ' , syarat terpenuhi.

Jadi balok ukuran 8 x 12 cm dapat digunakan sebagai gording kanopi berdasarkan analisa
moment.
Pengecekan dimensi gording terkait beban geser
Asumsi penampang kayu 8 12 cm
Akibat Beban Mati, qx = 7,5 kg/m dan qy = 13 kg/m
1
1
Vu x = q x L= 7,5 3=11,25 kg
2
2

1
1
Vu y = q y L= 13 3=19,5 kg
2
2

Akibat beban hidup, qx = 25 kg/m dan qy= 43,3 kg/m


1
1
Vu x = q x L= 25 3=37,5 kg
2
2

1
1
Vu y = q y L= 43,3 3=64,95 kg
2
2

beban terpusat, qx = 100 kg dan qy = 173,2 kg

119

PERANCANGAN STRUKTUR
1
1
Vu x = P x = 100=50 kg
2
2

PRABHU
HENDRIAW
AN

1
1
Vu y = P y = 173,2=86,6 kg
2
2

Beban Angin (W), qx = 0 kg/m dan qy = 2,5 kg/m


1
Vu x = q x L=0 kg
2

1
1
Vu y = q y L= 2,5 3=3,75 kg
2
2

Kombinasi Beban
1.4D
1.2D + 1.6L + 0.5La/H
1.2D + 1.6La/H + 0.8W
1.2D + 1.3W + 0.5La/H

Vx (kg)
15,75
93,5
13,5
13,5

Vy (kg)
27,3
161,96
26,4
28,275

Diambil nilai lintang yang paling besar


Vux = 93,5 kg
Vuy = 161,96 kg
= 15000 MPa =150000 kg/cm2

Ew

Asumsi kayu mutu A, maka Ew dikalikan dengan faktor ketahanan yaitu


= 0.8 x 150000= 120000 kg/cm2
Ew ' =E w C m C t
Ew =120000 11
Ew =120000 Mpa

Dari tabel akan diperoleh nilai fv untuk Ew = 12000 MPa yaitu 4,8 MPa.
'

f v =f v C m C t

120

PERANCANGAN STRUKTUR
'

f v =48 1 1

'

f v =48 kg /cm

PRABHU
HENDRIAW
AN

2
'
V = Fv ' b d
3
2
V ' = 48 8 12
3
V ' =3072 kg

Syarat yang harus dipenuhi adalah V u v V

'

'

v V =0,8 0,75 3072


v V ' =1843,2 kg

Ternyata V u v V

'

, syarat terpenuhi.

Jadi balok ukuran 8 x 12 cm dapat digunakan sebagai gording kanopi berdasarkan analisa
geser.
Perancangan Kuda-kuda
Digunakan kuda-kuda dengan profil 8 12 cm, jarak antar kuda-kuda 3 m.

121

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Dead load
Penutup atap (alumunium sheet) = 10 kg/m2 0,5 m 1,5 m

= 7,5 kg

Berat sendiri gording = 1000 kg/m3 0,12 m 0,08 m 1,5 m

= 14,4 kg

Berat sendiri kuda-kuda = 1000 kg/m3 0,12 m 0,08 m

= 9,6 kg/m

Live load
Beban hidup = 100 kg/m2 0,5 m 1,5 m

= 75 kg

Beban hidup terpusat

= 200 kg

Wind load

= 30

= ((0,02 ) 0,4) 25 kg/m2 0,5 m 1,5 m


= ((0,02 30) 0,4) 25 kg/m2 0,5 m 1,5 m
= 3,75 kg

122

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

Setiap beban di atas bekerja pada titik simpul pertemuan gording dengan kuda-kuda, kecuali
beban hidup terpusat yang hanya pada gording tepi, dan berat sendiri kuda-kuda yang
merupakan beban terbagi merata yang bekerja di sepanjang batang kuda-kuda.
Analisa gaya dalam menggunakan SAP 2000.
Pembebanan dilakukan masing- masing untuk DL, LL, LL terpusat, WL, setelah didapatkan
gaya dalam aksial untuk masing-masing pembebanan, gaya dalam tersebutlah yang
dikombinasikan.
Tabel Gaya Dalam Aksial
Batang
1
2
3
4
5

DL (kg)
0
-40,46
73,06
-28,22
37,95

LL (kg)
0
-76,65
189,19
-101,08
99

LL terpusat (kg)
0
-187,13
324,8
-110
252,19

WL (kg)
0
-3,83
4,95
-5,05
9,46

Dari tabel tersebut terlihat bahwa LL terpusat menimbulkan gaya dalam yang lebih besar jika
dibandingkan dengan gaya dalam LL, sehingga dipakai gaya dalam LL terpusat yang lebih
besar itu.
Kombinasi Pembebanan
Dilakukan kombinasi beban sehingga didapatkan gaya dalam moment paling maksimum.
Kombinasi 1 : Mu = 1.4 MDL
Kombinasi 2 : Mu = 1.2 MDL + 1.6 MLL + 0.5 ( MLa atau MH )
Kombinasi 3 : Mu = 1.2 MDL + 1.6 ( MLa atau MH ) + (LMLL atau 0.8 MW)
Kombinasi 4 : Mu = 1.2 MDL + 1.3 MW + LMLl + 0.5 ( MLa atau MH )

Keterangan :
D

= beban mati

= beban hidup
123

PERANCANGAN STRUKTUR
La

PRABHU
HENDRIAW
AN

= beban hidup di atap yang ditimbulkan akibat perawatan oleh pekerja perakitan dan

material atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda bergerak
H

= beban hujan, tidak termasuk genangan air

= beban angin

Bata
ng
1
2
3
4
5

DL
(kg)
0
40,46
73,06
28,22
37,95

LL terpusat
(kg)
0

WL
(kg)
0

Kombina
si I
0

Kombinas
i II
0

Kombinasi
III
0

Kombinasi
IV
0

-187,13
324,8

-3,83
4,95

-56,644
102,284

-347,96
607,352

-51,616
91,632

-53,531
94,107

-110
252,19

-5,05
9,46

-39,508
53,13

-209,864
449,044

-37,904
53,108

-40,429
57,838

Diambil gaya dalam yang paling tinggi, yaitu dari kombinasi II


Pu tension = 607 kg
Pu compression = 348 kg
Perancangan Batang Tarik
E16, kelas A
E

= 0,8 15000 Cm Ct
= 12000 MPa

Ft

= 25 MPa

Digunakan kayu dengan profil 8 12 cm.


An

= (0,12 0,08) 0,8


= 0,00768 m2

= 0,8

= 0,8

Cm

=1

Ct

=1

Cf

=1

Ft

= Ft Cm Ct Cf
124

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 25 1 1 1
= 25 Mpa
T

= Ft An
= 25 0,00768
= 0,192 MN
= 192 kN

Syaratnya adalah Tu T
T

= 0,8 0,8 192


= 12,288 kN
= 1228,8 kg

Ternyata Tu T, syarat terpenuhi.


Jadi balok ukuran 8 x 12 cm dapat digunakan sebagai kuda-kuda berdasarkan analisa batang
tarik.

Perancangan Batang Tekan


E16, kelas A
E

= 0,8 15000 Cm Ct
= 12000 MPa

Fc

= 28 MPa

Digunakan kayu dengan profil 8 12 cm.


A

= 0,12 0,08
= 0,0096 m2

= 0,8

= 0,9

Cm

= 0,8

125

PERANCANGAN STRUKTUR
Ct

=1

Cf

=1

Fc*

= Fc Cm Ct Cf

PRABHU
HENDRIAW
AN

= 28 0,8 1 1
= 22,4 MPa
P0

= A Fc*
= 0,0096 22,4
= 0,215 MN

Ix

= (1/12) b h3

= (1/12) 0,08 0,123


= 0,00001152 m4
Iy

= (1/12) b3 h

= (1/12) 0,083 0,12


= 0,00000512 m4
Diambil nilai inersia yang lebih kecil, yaitu inersia y, karena batang akan tertekuk pada arah
yang ditahan oleh inersia yang kecil.
r

= (Iy/A)
= (0,00000512/0,0096)
= 0,023 m

Asumsi perletakan sendi-sendi, k = 1


l = 0,866 m
Pe

= (2 E A) / (k l / r)2

= (3,142 12000 0,0096) / (1 0,866 / 0,023)2


= 0,801 MN
c

= 0,9

126

PERANCANGAN STRUKTUR
s

= 0,85

= ( s Pe) / ( c P0)

PRABHU
HENDRIAW
AN

= (0,85 0,801) / (0,8 0,9 0,215)


= 4,4
c

= 0,8

(
(

1+c 2 c

2c
c

Cp=

1+ c

2c

Cp=

1+4,4

2 0,8

) ( )

1+ 4,4 2 4,4

2 0,8
0,8

) ( )

Cp=0,95

= Cp P0
= 0,95 0,215
= 0,20425 MN
= 20425 kg

Syaratnya adalah Pu P
P

= 0,8 0,9 20425


= 14706 kg

Ternyata Pu P, syarat terpenuhi.


Jadi balok ukuran 8 x 12 cm dapat digunakan sebagai kuda-kuda berdasarkan analisa batang
tekan.

127

PERANCANGAN STRUKTUR

PRABHU
HENDRIAW
AN

128