Anda di halaman 1dari 2

Landasan Teori

Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur


dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup
hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri
tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel
bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode
pengecatan

atau

pewarnaan.

Hal

tersebut

juga

berfungsi

untuk

mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri


melalui serangkaian pengecatan atau pewarnaan.
Mikrobiologi

adalah

sebagai

ilmu

yang

mempelajari

tentang

organismemikroskopis. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani, mikros =


kecil, bios = hidup danlogos = ilmu. Ilmuwan menyimpulkan bahwa
mikroorganisme sudah dikenal lebih kurang 4juta tahun yang lalu dari
senyawa

organik

kompleks

yang

terdapat

di

laut,

atau

mungkin

darigumpalan awan yang sangat besar yang mengelilingi bumi. Sebagai


makhluk hidup pertamadi bumi, mikroorganisme diduga merupakan
nenek moyang dari semua makhluk hidup(Minasari, 2001 hal.1).
Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dalam keadaan cair atau padat.
Dalam biakan cair, mikroorganisme menunjukkan ciri pertumbuhan
tersendiri. Pertumbuhan adalah pertambahan teratur semua komponen
suatu

organisme.

Dengan

demikian,

pertambahan

ukuran

yang

diakibatkan oleh bertambahnya air atau karena deposit lipid bukan


merupakan pertumbuhan sejati. Multiplikasi sel adalah konsekuensi
pertumbuhan. Pada organisme bersel satu, multiplikasi menghasilkan
pertambahan jumlah organisme yang membentuk populasi atau kultur
(Pratiwi, 2008 hal. 106). Pembiakan diperlukan untuk mempelajari sifat
bakteri

untuk

dapat

mengadakan

identifikasi,

determinasi

atau

diferensiasi jenis-jenis yang ditemukan . pertumbuhan ketahanan bakteri


tergantung pada pengaruh luar, seperti makanan (nutrisi), atmosfer, suhu,
lengas, konsentrasi ion hidrogen, cahaya, dan berbagai zat kimia yang
dapat menghambat atau membunuh (Irianto, 2006 hal. 122). Untuk
menegakkan diagnosis bakteriologis, sebaiknya biakan bakteri berada

dalam keadaan murni atau tidak tercampur dengan bakteri-bakteri lain.


Biakan murni diperlukan untuk mempelajari ciri-ciri koloni, sifat-sifat
biokimia, morfologi, reaksi pengecatan, reaksi imunologi, dan kerentanan
bakteri terhadap zat anti bakteri (Irianto, 2006 hal. 126)