Anda di halaman 1dari 2

Berbagi Informasi

Pencegahan Penyakit Tersier


Pencegahan penyakit adalah tindakan yang ditujukan untuk mencegah, menunda,
mengurangi, membasmi, mengeliminasi penyakit dan kecacatan, dengan menerapkan sebuah
atau sejumlah intervensi yang telah dibuktikan efektif. Terdapat tiga tingkatan pencegahan
penyakit, yaitu: pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan tersier adalah upaya
pencegahan progresi penyakit ke arah berbagai akibat penyakit yang lebih buruk, dengan
tujuan memperbaiki kualitas hidup pasien. Pencegahan tersier biasanya dilakukan oleh para
dokter dan sejumlah profesi kesehatan lainnya (misalnya, fisoterapis). Salah satu bentuk
pencegahan tersier adalah rehabilitasi. Pada proses rehabilitasi akan diusahakan agar cacat
yang di derita tidak menjadi hambatan sehingga individu yang menderita dapat berfungsi
optimal secara fisik, mental dan sosial.
Tingkat pencegahan
Pencegahan tersier

Jenis intervensi
Tujuan intervensi
Pengobatan,
rehabilitasi, Mengurangi dan mencegah
pembatasan kecacatan

sekulae

dan

disfungsi,

mencegah serangan ulang,


meringankan akibat penyakit,
dan memperpanjang hidup.

Contoh penyakit dan pencegahan tersier:


Penyakit
Infark otot jantung ulang

Pencegahan Tersier
Menurunkan tingkat kolesterol darah yang
tinggi
Mengeliminasi

Stroke ulang

faktor

resiko

(merokok,

obesitas, kurang aktivitas fisik, stres)


Mengobati tekanan darah tinggi
Mengeliminasi

faktor

resiko

(merokok,

Retinopati diabetik
Penyakit vaskular diabetik pada kaki

kurang aktivitas fisik, stres)


Pemeriksaan mata pada pasien diabetik
Perawatan kaki (podiatric care) rutin pasien

Fraktura dan cedera

diabetes
Memasang rel pegangan tangan (handrails)

Ulserasi kulit kronik

dirumah orang yang mudah jatuh.


Penyediaan matras khusus untuk penyandang

cacat berat.
Komplikasi kardiovaskular pada penderita Menurunkan lemak (lipid) darah, yakni
diabetes

kolesterol darah, LDL, dan trigliserida.

Daftar Pustaka:
Rivai. (2005) Ilmu Kedokteran Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan. Jurnal Mutiara
Kesehatan Indonesia, (1), 1-7.