Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Farmasi adalah ilmu yang mempelajari cara membuat, mencampur, meracik,
memformulasi, mengidentifikasi, mengkombinasi, menganalisis, serta menstandarkan
obat dan pengobatan juga sifat-sifat obat beserta pendistribusian dan penggunaannya
secara aman. Farmasi dalam bahasa Yunani ( Greek) disebut farmakon yang
berarti medika atau obat.
. Farmasi/farmasetika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan
obat meliputi pengumpulan, pengenalan, pengawetan, bentuk tertentu hingga siap
digunakan sebagai obat; serta perkembangan obat yang meliputi ilmu dan teknologi
pembutan obat dalam bentuk sediaan yang dapat digunakan dan diberikan kepada
pasien
Bentuk kapsul umumnya bulat panjang dengan pangkal dan ujungnya tumpul tetapi
beberapa pabrik membikin kapsul dengan bentuk khusus, misal ujungnya lebih
runcing atau rata. Kapsul cangkang keras yang diisi di pabrik sering mempunyai
warna dan bentuk berbeda atau diberi tanda untuk mengetahui identitas pabrik.
Kapsul dapat juga mengandung zat warna yang diizinkan atau zat warna dari
berbagai oksida besi, bahan opak seperti titanium dioksida, bahan pendispersi, bahan
pengeras seperti sukrosa dan pengawet. Biasanya bahan ini mengandung antara 10
15 % air.
Kapsul cangkang lunak yang dibuat dari gelatin (kadang-kadang disebut gel
lunak) sedikit lebih tebal dibanding kapsul cangkang keras dan dapat diplastisasi
dengan penambahan senyawa poliol, seperti sorbitol atau gliserin.

Kapsul

lunak dapat mengandung pigmen atau pewarna, bahan opak seperti

Titanium dioksida, pengawet, pengharum dan pemanis /sukrosa 5 %. Cangkang


gelatin lunak umumnya mengandung air 6 13 %, umumnya berbentuk bulat atau
silindris atau bulat telur (disebut pearles atau globula).
Kapsul cangkang lunak tidak dipakai di apotik, tetapi diproduksi secara besar
- besaran didalam pabrik dan biasanya diisi dengan cairan. Kapsul lunak yang
bekerjanya long acting umumnya berisi granula dan disebut Spansule.
Kapsul adalah sediaan padat yang terbungkus dalam cangkang keras/lunak yang
dapat larut. Sediaan ini dibuat untuk mengemas racikan obat yang terdiri dari
beberapa macam bahan dengan dosis yang sesuai. Istilah kapsul berasal dari bahasa
latin capsula yang berarti kotak kecil.
Oleh karena itu, pada abad XIX ada masalah dengan rasa dan bau obat yang
tidak enak, khususnya herbal sehingga diciptakannya kapsul. Sediaan dalam bentuk
kapsul sangat menguntungkan karena rasa dan bau yang tidak mengenakkan, dapat
tertutupi sehingga semakin mudah untuk ditelan atau dikonsumsi. Selain itu juga,
lebih cepat mengerjakannya dibanding sediaan lain berupa tablet dan pil yang
memerlukan zat tambahan. Disamping bentuknya yang menarik dan praktis,
keuntungan lainnya dari sediaan kapsul yaitu, dokter dapat mengkombinasikan
beberapa macam obat dan dosis yang berbeda sesuai kebutuhan pasien.
Pada umumnya kapsul terbuat dari gelatin yang mudah larut dalam lambung,
tetapi dapat juga dibuat dari pati atau bahan lain yang sesuai.. Sehingga gelatin yang
banyak digunakan dalam pembuatan kapsul adalah dari kulit babi. Karena murah,
mudah didapat, dan membutuhkan waktu cepat dalam pengerjaannya. Sedangkan
gelatin yang terbuat dari kulit ikan masih dalam pengembangan dan penelitian.
Peracikan sediaan obat berupa kapsul yang memenuhi persyaratan farmasetik penting
diketahui untuk dapat diterapkan pada pelayanan kefarmasian.

I.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 maksud dari praktikum
Untuk membantu mahasiswa mengetahui pembuatan kapsul,
Baik sediaan kapsul cangkang keras maupun cangkang lunak.
Dengan adanya praktikum.
I.2.2 Tujuan praktikum
Untuk mengetahui lebih dalam cara membuat kapsul dan cara pengemasannya.
Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana pembuatan kapsul.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Dasar Teori
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus dalam suatu cangkang kapsul
keras dan lunak. (Menurut FI edisi III)
Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras dan
lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin, tetapi dapat juga
dibuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. (Menurut FI edisi IV)
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul keras atau
lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan.
1.

(Anonim, 1979)
Macam-macam kapsul :
Capsulae Gelatinosae Operculatae (kapsul keras)
Kapsul keras terdiri dari cangkang dan tutup. Cangkang kapsul keras terbuat dari
gelatin, gula, dan air, dan merupakan cangkang kapsul yang bening tak berwarna

2.

dan tak terasa. Kapsul harus disimpan di wadah yang berisi zat pengering.
Soft Capsule (kapsul lunak)
Merupakan kapsul yang tertutup dan berisi obat yang pembuatan dan pengisian
obatnya dilakukan dengan alat khusus. Cangkang kapsul lunak dibuat dari gelatin
ditambah gliserin atau alcohol polihidris, seperti sorbitol untuk melunakkan
gelatinnya. Kapsul lunak diperlukan untuk wadah obat cair atau cairan obat seperti
minyak levertran.

3.
1.
2.
3.
4.

Capsule Amylaceae
Sekarang sudah tidak digunakan lagi.
Kapsul harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Keseragaman bobot (bervariasi antara 7,5 % - 20 %)
Keseragaman isi zat yang berkhasiat
Waktu hancur, yaitu tdak boleh dari 15 menit
Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. (Anief, Moh., 1997)
Ukuran cangkang kapsul:

No. ukuran kapsul


000
00
0
1
2
3
4
5

Berat dalam gram


1
0,6
0,5
0,3
0,25
0,2
0,15
0,1

A. Keuntungan dan kerugian kapsul


Keuntungan :
1. Bentuknya menarik dan praktis
2. Cangkang kapsul tidak berasa sehingga dapat menutup obat yang berasa dan
berbau tidak enak.
3. Mudah ditelan dan cepat hancur atau larut dalam perut sehingga obat cepat
diabsorbsi.
4. Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dengan dosis yang
berbeda sesuai kebutuhan pasien
5. Kapsul dapat diisikan dengan cepat karena tidak memerlukan bahan zat
tambahan atau penolong seperti pada pembuatan pil dan tablet
Kerugian :

1. Tidak bisa untuk zat zat yang mudah menguap karena pori pori kapsul
tidak bisa menahan penguapan.
2. Tidak bisa untuk zat zat yang higroskopis (menyerap lembab).
3. Tidak bisa untuk zat zat yang bereaksi dengan cangkang kapsul.
4. Tidak bisa untuk balita.
5. Tidak bisa dibagi bagi
Syarat syarat kapsul FI edisi III :
1. Keseragaman.
2. Waktu hancur.
3. Penyimpanan
Menurut Farmakope Indonesia edisi IV, wadah penyimpanan sebagai berikut :
1. Simpan dalam wadah tertutup rapat.
2. Tidak tembus cahaya.
3. Pada suhu kamar terkendali

II.2 Uraian Bahan


a. Ambrosol
Nama Resmi
Sinonim
Rumus Molekul
Rumus struktur

b.

Pemerian
Kelarutan
Penyimpanan
Kegunaan
Amoxilin
Nama resmi
Sinonim
Rumus molekul
Rumus struktur

: Ambroxol
: AMBROXOL HCL
: C13H18Br2N2O
:

: Serbuk hablur; putih; tidak berbau; rasa pahit


: Larut dalam air
: Dalam wadah tertutup
: Sebagai zat aktif
:amoxicilinum
: Amoksisilin
: C16H19N3O5S
:

Pemerian
Kelarutan

: Serbuk hablur; putih; praktis tidak berbau.


: Sukar larut dalam air dan methanol; tidak larut
dalam benzena,dalam karbon tetraklorida dan
dalam kloroformP.

Penyimpana
Kagunaan
a) Paracetamol
Nama resmi
Sinonim
Rumus molekul
Rumus struktur

Pemerian
Kelarutan

: Dalam wadah tertutup rapat,pada suhu terkendali.


: Sebagai zat aktif
: acetaminophenum
: Asetaminofen, parasetamol
: C8H9NO2
:

: Serbuk hablur; putih; praktis tidak berbau. rasa pahit


: Larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian
etanol(95%) p, dalam 13 bagian asset p, dalam 40
bagian gliserol p dan dalam 9 bagian propilenglikol

p ;dan larut dalam larutan alkali hidroksida.


Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup baik..
Kagunaan
: Sebagai zat aktif
b) CTM ( Chlorpheniramin maleat )
Nama Resmi
: Chlorpheniramini Maleas
Sinonim
: Klorfeniramina maleat
Rumus Molekul

: C16H19ClN2.C4H4O4

Rumus struktur

Pemerian

: Serbuk hablur; putih; tidak berbau; rasa pahit

Kelarutan

: Larut dalam 4 bagian air, dalam 10 bagian


etanol (95%) P dan dalam 10 bagian kloroform P;
sukar larut dalam eter P
: Dalam wadah tertutup baik bersumbat kaca,
terlindung dari cahaya

Penyimpanan

kegunaan

: Sebagai zat aktif.

BAB III
METODE KERJA

III.1 Alat Dan Bahan


III.I.1 Alat
1. Alu
2. Lumping
3. Lap halus
4. Lap kasar
5. Sudip
III.1.2 Bahan
1. Alkohol 70 %
2. Amoxilin
3. Ambroxol
4. Paracetamol
5. Chlorpheniramin maleat
6. Tisue
7. Kertas perkamen
III.2 Cara Kerja
1. Disiapkan Alat dan Bahan.
2. Dibersihkan alat dan bahan dengan alcohol
3. Dimasukan Amoxilin 6 tab, Ambroxol 4 tab, Pct 2 tab, dan CTM 4 tab.
4. Diambil Amoxilin 6 tab ke dalam lumping lalu digerus hingga halus.
5. Ditambahkan 4 tab ambroxol ke dalam lumpan di gerus hingga halus dan
homogen.
6. Dimasukan Pct 2 tab ke lumpang digerus hingga homogen.
7. Dimasukan CTM 4 tab dan digerus hingga halus dan Homogen.
8. Dibagi dalam kertas perkamen dengan bobot yang sama
9. Dimasukan kedalam cangkang kapsul dengan cara ditotol.
10. Dimasukan kedalam plastik obat dan diberi Etiket.
Lampiran

Resep
Apotek asy-syifa
Jl.Andalas no.360.telp.987670 kota Gorontalo
Apoteker: Nur banteng.S.Farm Apt
SIK:023/DIKES.208/III/2012
Gorontalo,13 Desember 2015
NO

: 01

kapsul

Nama :nurul
3 x 1 hari

Serbuk bagi
Infus dekok

Sendok makan/sendok teh /sendok


bubur/sebelum /sesudah makan
SEMOGA CEPAT SEMBUH
Copy resep
Apotek asy-syifa
Jl.Andalas no.360.telp.987670 kota Gorontalo
Apoteker: Nur banteng.S.Farm Apt
SIK:023/DIKES.208/III/2012
COPY RESEP
Dari Dokter
: dr irianto dunda
Nama Pasien
: nurul
Umur pasien
:10 tahun
Tanggal ditulis Resep : 13 desember 2015
R/

Ambroxol

10 Mg

Amoksillin

300 Mg

PCT

100 Mg

CTM

1/3Mg

M.f pulv da in caps d.td no X


t.d.d. I. P.C.
Det 5
P.C.C