Anda di halaman 1dari 2

Potensi Energi Terbarukan sebagai Pasokan Utama Energi Listrik di Indonesia

Nama
Universitas
Email
Cluster

: Yusnur Rainday Ahmad


: Institut Teknologi Bandung
: yusnurrainday@gmail.com
: Energi

Indonesia merupakan Negara yang kaya, dibuktikan dengan baik dari suku,
kebudayaan, dan seni. Hal yang mendukung kekayaan adalah aspek geografis dari
Indonesia yang merupakan Negara kepulauan. Iklim Indonesia yang tropis membuat
tanaman mudah untuk tumbuh sehingga membuat Indonesia kaya akan sumber daya
alam.Dengan kenyamanan yang didapatkan dari Negara tropis membuat hewan-hewan
juga berkembang biak dengan baik. Kekayaan lain yang dimiliki Indonesia adalah
banyaknya potensi energy terbarukan yang bisa dikembangkan di Indonesia.
Hal yang saya ingin membuat para pembaca perhatikan adalah energy-energi
terbarukan yang bisa membuat rakyat Indonesia menjadi sejahtera. Kesejahteraan yang
didapatkan berupa satu hal kecil yang didapatkan dari potensi energy-energi terbarukan
yaitu listrik. Sektor energi-energi terbarukan yang memiliki potensi untuk
dikembangkan menurut saya adalah sector panas bumi, energy tidal, energy air, dan
energy angin.
Dari geografis Indonesia, sector-sektor tersebut didapatkan dengan jumlah yang
banyak. Keuntungan lainnya sector energy tersebut menyebar di seluruh Indonesia.
Sektor Panas bumi sangat melimpah di pulau sumatera dan Jawa. Sector energy tidal
memiliki potensi pengembangan didaerah pulau-pulau dekat dengan gelombang laut
yang besar dan dekat dengan selat antar pulau. Sector energy air mencakup semua
kepulauan di Indonesia yang memiliki sungai. Sektor energy angin merupakan sector
yang belum banyak dimanfaatkan karena angina yang ada di Indonesia debitnya tidak
terlalu besar.
Meskipun begitu, pemerintah yang kurang menjangkau daerah-daerah dengan
penduduk yang jarang membuat banyak daerah di Indonesia yang belum dapat
merasakan listrik. Bahkan belum ada perubahan yang berarti setelah pergantian
pemimpin Negara. Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau yang besar merasa nyamannyaman saja karena listrik mudah sekali didapat. Bahkan lebih riskan lagi, belum
banyak dari mereka yang sadar akan penghematan energi.
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, ide saya adalah untuk membuat
pembangkit listrik kecil di daerah-daerah yang berpotensi dengan energy terbarukan
yang dimiliki. Hal ini tidaklah hal yang tidak mungkin dicipatkan. Bahkan saya jamin
hal ini sangat bisa dilakukan asalkan pemerintah serius untuk memenuhi kesejahteraan
masyarakat yang tidak hanya di pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Pemerintah harus sadar
bahwa masyarakat Indonesia menyebar luas di setiap pulau di Indonesia. Dalam
mencapai tujuan tersebut pemerintah harus berkolaborasi dengan lembaga-lembaga
yang memiliki kapabilitas di bidangnya. Lembaga yang memiliki engineer-engineer
dengan visi yang sama merupakan suatu hal yang harus.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga tersebut dalam jangka


beberapa tahun masyarakat Indonesia dapat menikmati listrik di rumah mereka. Sektor
Panas bumi merupakan potensi yang besar untuk menjadi pemasok utama energy listrik
di Indonesia. Jumlah gunung di Indonesia menunjang potensi tersebut. Disinilah
engineer-engineer perlu memikirkan bagaimana membuat PLTP (Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi) yang dapat digunakan tidak hanya didaerah pulau Jawa dan
Sumatera saja tetapi juga hingga Maluku, Sulawesi, dan Papua. Research &
Development merupakan suatu keharusan agar PLTP dapat selalu berkembang dan
membuat tujuan tercapai.
Kemudian di sector energy tidal, meskipun belum terealisasikan, sector ini
sangat berpotensi untuk dapat membuat tujuan tercapat. Pada daerah-daerah kepulauan
seperti Indonesia, gelombang laut yang dimiliki besar pada umumnya sehingga banyak
pulau yang dapat memiliki listrik dari energy tidal tersebut. Pada sector energy air,
merupakan potensi untuk pulau-pulau yang memiliki sungai. Permasalahannya adalah
banyak daerah di Indonesia yang memiliki sungai dengan debit kecil dan head yang
kecil pula. Maka, inilah yang harus engineer pikirkan. Dengan kondisi kritis tersebut
maka engineer harus bekerja keras untuk mendapatkan turbin yang bisa dipakai dengan
kondisi seperti itu. Dan yang saya ketahui, ITB sedang mengembangkan turbin air yang
dapat digunakan untuk kondisi tersebut. Pada sector angin, Indonesia dengan kondisi
yang kurang besarnya debit angin lantas mengalah dengan keadaan. Engineer Indonesia
terpaku dengan turbin-turbin angina yang telah ada dan tidak memiliki inisiatif untuk
membuat turbin angina sendiri. Seharusnya engineer dapat membuat desain turbin
angina yang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Sehingga turbin angina tersebut dapat
digunakan pada daerah-daerah yang tidak dialiri listrik.
Dalam maintenancenya, pemerintah hanya harus menyediakan dana yang
lumayan besar. Maintenace pada tiap daerah merupakan hal yang harus. Masyarakat pun
diwajibkan membayar iuran bulanan meskipun jumlahnya yang tidak besar. Uang iuran
itu dapat membantu pemerintah untuk melakukan maintenance pada daerah-daerah di
pembangkit listrik tersebut.
Maka, kesejahteraan masyarakat adalah hal yang harus dititik bereatkan oleh
pemerintah dan engineer Indonesia. Listrik merupakan satu hal kecil yang dapat
membahagiakan orang banyak. Dan Indonesia memiliki banyak potensi energy
terbarukan untuk dimanfaatkan.