Anda di halaman 1dari 15

BAB III

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH


A. Identitas Pasien
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat
Agama
Suku Bangsa

: An. M
: Perempuan
: 1 tahun
: Salaman, Magelang
: Islam
: Indonesia

Identitas Kepala Keluarga


Nama
: Tn. P
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur
: 31 tahun
Alamat
: Salaman, Magelang
Agama
: Islam
Suku Bangsa : Indonesia
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Petani
B. Karakteristik Kedatangan Pasien ke Puskesmas Salaman I
Pasien datang diantar keluarga ke Puskesmas Salaman I dengan keluhan
BAB cair lebih dari 5 kali sehari dan sudah berlangsung selama 2 hari,
konsistensi cair, warna kekuningan berampas, lendir (-), darah (-). Keluarga
pasien mengatakan, pasien terlihat lemas dan nafsu makan berkurang. Batuk (-),
pilek (-). BAK baik.
C. Karakteristik Demografis Keluarga
Alamat pasien di Desa Randusari Ngatiredjo, Salaman, Kabupaten
Magelang. Daerah tempat tinggal pasien merupakan daerah pemukiman
penduduk yang tidak teratur dan dengan lingkungan yang tidak cukup bersih.
Pasien tinggal bersama kedua orang tua dan kakek, neneknya.
D. Profil Keluarga
Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga (yang tinggal 1 rumah)
Kedudukan
No
1

Nama
Tn. Pujianto

dalam
Keluarga
Kepala

JK
L

Umur
(th)
31

22

Pendidikan
SMA

Pekerjaan
Petani

Keterangan

23

2
3.
3.
4.

Ny. Rusmiati
Tn. Sopian
Ny. Rukiah
An. Meilani

Keluarga
Istri

Bapak

40

Ibu

Anak

SMP

Ibu Rumah

60

Tidak tamat

Tangga
Petani

57

SD
Tidak tamat

Tidak

SD

bekerja

E. Genogram Keluarga
(Sumber Ibu Rusmiyati, 8 Oktober 2016)

Tn. S, 60th

Ny. R, 57th

Ny. R, 40th

Tn. P, 31th

KETERANGAN
An. R, 1 th

: laki-laki

: Pasien

: Perempuan

: Tinggal satu rumah

Keterangan kesehatan keluarga:


1. Ayah pasien : Sehat
2. Ibu Pasien
: Sehat
3. Kakek Pasien : Sehat
4. Nenek Pasien : Sehat
5. Pasien
: Diare akut
Jenis keluarga: keluarga Extended
F. Identifikasi fungsi-fungsi keluarga (APGAR)
(Sumber dari Ibu pasien)

24

Tabel Family APGAR


Hampi
Komponen

Indikator

r tidak
pernah
(0)

Saya puas bahwa saya dapat


kembali pada keluarga (temanAdaptation

teman) saya, untuk membantu


saya pada waktu saya Mendapat
kesusahan
Saya puas dengan cara keluarga
(teman-teman) saya, untuk

Partnership

membicarakan sesuatu dengan


saya dan mengungkapkan
masalah dengan saya
Saya puas bahwa keluarga
(teman-teman) saya, menerima

Growth

dan mendukung keinginan saya


untuk melakukan aktifitas atau
arah baru
Saya puas dengan cara keluarga
(teman-teman) saya,

Affection

mengekpresikan afek dan


berespon terhadap emosi-emosi
saya seperti marah sedih atau
mencintai
Saya puas dengan cara keluarga

Resolve

Skor total

(teman-teman) saya, dan saya


menyediakan waktu bersamasama
8 (Fungsi Keluarga Sehat)

Klasifikasi :
Skor 8-10 : fungsi keluarga sehat

Kadang

Hampi

-kadang

r selalu

(1)

(2)

25

Skor 4-7 : fungsi keluarga kurang sehat


Skor 0-3 : fungsi keluarga sakit
Penilaian SCREEM
SCREEM (Social, Cultural, Religion, Economic,Education, Medical).
Berfungsi untuk menilai sumber daya dari keluarga tersebut
Tabel Family SCREEM
Komponen
Social

Sumber daya
Patologis
Kemampuan sosialisasi yang Keterbatasan aktifitas
baik,

Cultural
Religious

dan

keluarga

yang

mendukung
Orang tua suku jawa
Tidak ada
Pasien dan keluarga semua Pasien terkadang sulit untuk
beragama

Islam

dan

selalu diajak shalat berjamaah

menjalankan ibadah dengan taat


dan ikhlas. Pasien dan keluarga
seringkali shalat berjamaah di
rumah

terutama

saat

shalat

Economy

Magrib
Penghasilan mencukupi untuk Tidak ada

Educatioon

kebutuhan sehari-hari
Orang tua pasien pendidikan Penyampaian
akhirnya adalah SD

menggunakan

edukasi

harus

bahasa

yang

dimengerti agar maksud dan


tujuan
Medical

Memiliki Jaminan Kesehatan

tersampaikan.
Tidak ada

PERJALANAN HIDUP KELUARGA (FAMILY LIFE LINE)


Tabel 3. Family Life Line

edukasi

dapat

26

Tahun
2013

Usia
Pasien berusia 10
Tahun

September

Pasien berusia 13

2016

Tahun

Peristiwa
Severity of Illness
kakek
pasien Pasien
merasa
meninggal dunia

kehilangan

orang

yang dicintainya
mulai Pasien
merasa

Pasien

mengeluhkan

khawatir tapi belum

nyeri kepala

memeriksakan
kesehatannya

hanya

memberi tahu ibu dan


Sekarang

Pasien berusia 13
Tahun

beristirahat.
Pasien mengalami Pasien
sakit

kepala

merasa

ec keluhan mengganggu

TTH dd suspek sehingga


miopia

membutuhkan
pengobatan
puskesmas

ke

27

F. Denah Rumah
kamar
Dapur

WC/
Kamar
mandi

Kamar tidur

Gambar 2. Denah Rumah


Ruang Keluarga

Teras
Kamar tidur

G. Resume Penyakit dan Penatalaksanaan Yang Sudah Dilakukan


1. Anamnesa
Anamnesa dilakukan secara allo anamnesis pada, pukul 10.00 WIB.
2. Keluhan Utama
BAB cair sejak 2 hari sebelum ke puskesmas
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Sebelum datang ke puskesmas pasien mengalami BAB cair lebih dari 5
kali per hari dan sudah berlangsung selama 2 hari, konsistensi cair, warna
kekuningan berampas, lendir (-), darah (-). Pasien terlihat lemas dan nafsu
makan berkurang saat dibawa ke pusekesmas, batuk (-), pilek (-). BAK baik.
Pasien memiliki kebiasaan mengambil makanan yang jatuh ke lantai, lalu
dimasukan ke dalam mulutnya.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat sakit yang serupa : disangkal
Riwayat alergi
: disangkal
Riwayat rawat inap
: disangkal
Riwayat kelahiran
: Pasien lahir sectio caesar, BBL 2900gr
Riwayat tumbuh kembang : normal sesuai usia
5. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit serupa
: disangkal
Riwayat Alergi
: disangkal
6. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Compos mentis
RR
: 24x/menit
4.

28

Nadi
Suhu

: 100 x/menit
: 36,3C

a. Kepala
b. Mata
c.
d.
e.
f.
g.
h.

: Normocephali
: Conjungtiva palpebra anemis -/-, sklera ikterik -/-,
Mata cekung -/
Telinga
: Normotia, serumen -/-, sekret -/Hidung
: Sekret (-)
Mulut
: Bibir kering (+), mukosa lembab (-), sianosis (-)
Tenggorok
: Faring hiperemis (-)
Leher
: Pembesaran KGB (-)
Thoraks :
1) Cor
a) Inspeksi
: Iktus cordis tak tampak
b) Palpasi
: Iktus cordis teraba di ICS V, 2
cm medial Linea Midclavikularis Sinistra
c) Perkusi
: Dalam batas normal
d) Auskultasi : BJ I-II Normal, murmur (-),
gallop (-),
2) Pulmo
a) Inspeksi

: Normochest, Gerak dinding

dada simetris saat statis dan dinamis


b) Palpasi
: Fremitus kanan = kiri
c) Perkusi
: Sonor di seluruh lapangan paru
d) Auskultasi
: Suara napas vesikuler,ronkhi
(-/-), wheezing (-/-)
i. Abdomen
1) Inspeksi
2) Palpasi

7.
8.
9.

: Datar
: Supel, hepar / lien tidak teraba membesar, nyeri tekan
abdomen (-), turgor < 2
3) Perkusi
: Timpani
4) Auskultasi : Bising usus (+) normal
Pemeriksaan penunjang : Dignosis Kerja : Diare Akut
Rencana penatalaksanaan

L-bio 3x cth
zync syr 1 x 10 mg
Dehidralit 150 ml/BAB

10. Terapi Edukasi

29

a. Edukasi kepada orang tua pasien untuk tetap memberikan nutrisi yang
cukup (anak tidak boleh dipuasakan)
b. Menghindari makanan-makanan yang memiliki kemungkinan besar
menyebabkan diare,
c. Mengawasi anaknya dalam bermain dan makan agar terjaga
kebersihannya.
11.Hasil Penatalaksanaan Medis
Dari hasil kunjungan ke rumah pasien pada tanggal 8 Oktober 2016
didapatkan keterangan bahwa keadaan pasien membaik setelah dilakukan
pengobatan.
Faktor pendukung :
- Pasien meminum obat secara teratur sesuai anjuran dokter, pasien
banyak beristirahat.
Faktor penghambat :
- Pasien masih suka bermain tanah di halaman rumah dan masih suka
memakan makanan yang jatuh.
Indikator keberhasilan
:
- BAB yang sudah tidak cair lagi dan nafsu makan sudah seperti biasa.
H. Identifikasi Fungsi-Fungsi Keluarga
1. Fungsi Biologis
BAB cair lebih dari 5 kali sehari dan sudah berlangsung selama 2 hari,
konsistensi cair, warna kekuningan berampas, lendir (-), darah (-). Nafsu
makan kurang baik.
2. Fungsi Psikologis
Pasien tinggal bersama kedua orang tua, kakek dan nenek. Hubungan
antara ayah dan ibu pasien/nenek pasien terjalin baik dan komunikasi
lancar. Dalam menghadapi masalah eksternal dan internal dalam keluarga
proses pengambilan keputusan berasal dari ayah pasien sebagai pembuat
keputusan akhir.
3. Fungsi Ekonomi
Sumber penghasilan utama keluarga berasal dari penghasilan ayah. Ayah
pasien bekerja sebagai petani. Uang tersebut dipakai untuk biaya makan dan
kebutuhan rumah tangga seperti membayar listrik, air, dan membeli
kebutuhan makan harian (kebutuhan primer)
4. Fungsi Pendidikan

30

Pendidikan terakhir ayah pasien adalah SMA, ibu pasien adalah tamatan
5.

SMP. Kakek dan nenek pasien tidak tamat SD.


Fungsi Religius
Pasien berasal dari keluarga muslim yang taat dan rutin menjalankan
ibadahnya.
6. Fungsi Sosial Budaya
Tidak terdapat kepercayaan terhadap mitos atau hal-hal lain yang
berhubungan dengan kesehatan yang masih dipercaya oleh pasien.
I. Pola Konsumsi Makan Penderita
Frekuensi makan rata rata setiap harinya 3x/hari dengan variasi makanan
sebagai berikut : nasi, lauk (ikan/tempe/tahu/telur), sayur (bayam, sayur asem,
dan sayuran lainnya), buah dan susu. Pasien jarang makan daging (2 minggu
sekali). Pasien juga masih menyusui.
J. Identifikasi Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan
1. Faktor Perilaku
Pasien sering bermain di halaman rumah. Bila ada anggota keluarga
yang sakit yang pertama dilakukan adalah pergi ke puskesmas. Tersedia
pendanaan kesehatan berupa BPJS yang dimiliki. Keluarga pasien yang
masih belum terlalu paham dengan cara mencuci tangan dengan benar.
2. Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar rumah cukup jauh. Adapun jarak
antara rumah pasien dengan Puskesmas Salaman I kira-kira 2 km.,
kebersihan sanitasi rumah yang masih kurang baik.
K. Identifikasi Lingkungan Rumah
Rumah pasien terletak di pedusunan biasa yang

padat, dengan bentuk

bangunan tidak bertingkat. Secara umum gambaran rumah terdiri dari 2 kamar
tidur, 1 ruang dapur, 1 kamar mandi, 1 ruang keluarga merangkap ruang tamu.
Lantai terbuat dari semen, dinding terbuat dari tembok dan atap rumah terbuat
dari genteng. Terdapat jendela hanya pada ruang tamu sebanyak 2 buah.
Penerangan dalam rumah kurang terang, sehingga tidak dapat membaca tanpa
bantuan lampu listrik pada siang hari. Kebersihan di dalam rumah kurang baik
karena pada bagian dapur barang-barang masih belum tertata rapih dan sampah

31

berserakan. Fasilitas MCK dengan model leher angsa, saluran pembuangan


kotoran (septitank) berjarak sekiar 1,5 meter dari sumber air. Sumber air bersih
untuk keperluan sehari-hari dari PAM. Kondisi sumber air dilapisi tembok semen
sepanjang 1 meter. Ibu pasien mnegaku membuang sampah di tempat sampah
terbuka yang letaknya di luar rumah rumah.

Peta Rumah Dicapai dari Puskesmas


Rumah
Kel.

Puskesmas Tempuran

Gambar 5. Peta Jarak ke Pelayanan Kesehatan


L. Diagnosis Fungsi Keluarga
1. Fungsi Biologis
BAB cair lebih dari 5 kali sehari dan sudah berlangsung selama 2
hari, konsistensi cair, warna kekuningan berampas, lendir (-), darah (-).
Nafsu makan kurang baik.
2. Fungsi Psikologis
-

Hubungan dengan tiap anggota keluarga baik.


Hubungan dengan tetangga rumah baik.

3. Fungsi Ekonomi
Perekonomian keluarga cukup sehingga kebutuhan juga dapat terpenuhi
4. Fungsi Pendidikan
Ayah tamat SMA, ibu tamatan SMP. Kakek dan enek pasien tidak tamat
SD.
5. Fungsi Religius dan Fungsi Sosial Budaya
Dapat bersosialisasi terhadap lingkungan sekitar dengan baik
6. Fungsi penguasaan masalah dan kemampuan beradaptasi

32

Masalah yang berhubungan dengan keluarga diselesaikan dengan


musyawarah.
7. Faktor Perilaku
Pasien seringbermain di halaman rumah. Keluarga pasien yang masih
belum terlalu paham dengan cara mencuci tangan dengan benar.
8. Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan dekat dengan rumah.
M. Diagram Realita Yang Ada Pada Keluarga
Lingkungan
Sanitasi yang tidak baik
(septik tank berjarak 1,5
m)

Genetik

Derajat kesehatan

(-)

An. M

Pelayanan
Kesehatan
Pelayanan

Pasien HEG

Perilaku

N. Diagnosis Holistik
(1) Aspek Personal

Pasien sering mengambil makanan yang


jatuh di lantai.
Keluarga pasien yang masih belum terlalu
paham dengan cara mencuci tangan dengan
benar.

- Alasan kedatangan :
Pasien datang berobat ke puskesmas karena pasien mengeluhkan BAB
yang cair > 5 kali dalam sehari sehingga menyebabkan dirinya lemas
dan tidak nafsu makan.
- Harapan :
Pasien maupun keluarga pasien memiliki harapan agar pasien dapat
sembuh dan sehat sehingga dapat bermain kembali seperti sebelumnya
dan perkembangan anak tidak terhambat akibat penyakit diare ini.

33

(2) Aspek Klinis


Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang disimpulkan sebagai berikut :
- Diagnosis kerja : Diare akut
- Diagnosis banding
: GEA
(3) Aspek Internal
- Genetik :
Tidak terdapat faktor genetik dalam keluhan yang dialami pasien.
- Pola makan :
Pola makan pasien yang belum memenuhi pola gizi seimbang.
- Kebiasaan :
Pasien memiliki kebiasaan bermain di halaman rumah dan mengambil
makanan yang jatuh di lanti lalu memakannya.
(4) Aspek Eksternal
Faktor pendukung kesehatan pasien yang berasal dari keluarga ialah
adanya dukungan dari keluarga (ayah, ibu, kskek dan nenek) dalam
mengupayakan kesehatan pasien.
(5) Derajat Fungsional
Menurut skala pasien termasuk derajat 3 dimana pasien masih mampu
melakukan perawatan diri, tetapi mampu melakukan kegiatan ringan.
O. Analisis Masalah
Ibu pasien adalah ibu rumah tangga. Biaya kehidupan sehari-hari didapat dari
ayah sebagai petani, kakek bertani dan nenek pasien sebagai ibu rumah tangga.
Pasien tinggal di daerah perkampungan, tetapi lingkungan sekitar rumah tidak cukup
bersih. Kondisi rumah pasien sendiri masih kurang bersih terutama sanitasi. Sumber
air dengan septiktank yang berjarak 1,5 meter. Perilaku ibu yang kurang memahami
cara mencuci tangan yang baik dan benar sehingga infeksi dapat mudah terjadi pada

34

pasien (infeksi terjadi saat menyuapi anak ataupun saat memasak makanan) dan
perilaku anak yang masih sering bermain tanah di halaman rumah dan mengambil
makanan yang jatuh lalu memakannya.
Tabel Permasalahan Pada Pasien dan Keluarganya
Tabel 2. Permasalahan Pada Pasien dan Keluarganya
No
1.

Risiko dan Masalah Kesehatan


Rencana Pembinaan
Perilaku
ibu
yang
kurang Diberikan pembinaan cara mencuci tangan
memahami cara mencuci tangan yang baik dan benar.
yang baik dan benar sehingga
infeksi dapat mudah terjadi pada
pasien
menyuapi

2.

(infeksi

terjadi

saat

anak

ataupun

saat

mengolah makanan)
Anak masih bermain tanah dan Pembinaan diberikan kepada orang tua
memakan makanan yang sudah pasien diperhatikan dalam bermain dan
jatuh

3.

memperhatikan sesuatu yang dimasukan ke

dalam mulut
Sumber air dengan septiktank menyarankan untuk membuat septiktank
yang berjarak 1,5 meter

yang jaraknya 10 meter dari sumber air.

P. Pembinaan dan Hasil Kegiatan


Tabel 3. Pembinaan dan Hasil Kegiatan
Tanggal

Kegiatan yang

Keluarga yang

Hasil kegiatan

8 Oktober

dilakukan
Edukasi mengenai

terlibat
Orang tua pasien

Orang tua pasien

2016

penyakit diare yang

memahami

meliputi, faktor risiko,

penjelasan yang

rencana pengobatan

diberikan.

komplikasi dan
pencegahan.
8 Oktober Edukasi mengenai

Orang tua pasien.

Orang tua pasien

35

Tanggal

Kegiatan yang

Keluarga yang

dilakukan
perilaku hidup sehat

terlibat

2016

Hasil kegiatan
memahami

diantaranya adalah

bagaimana cara

tentang sanitasi,

mencuci tangan

pengolahan makanan

dengan benar.

yang sehat, dan menu


makanan seimbang
Komprehensive Pengelolaan Pasien dan Keluarga
Promotif
Edukasi dan penyuluhan mengenai diare kepada orang tua pasien, mulai dari
definisi, penyebab, faktor risiko, pencegahan, cara mengobati, dan
komplikasinya. Selain tentang diare dijelaskan juga mengenai perilaku hidup
bersih dan sehat
Preventif
Pencegahan yang dilakukan terhadap pasien diberikan dalam bentuk
mengedukasi pasien agar rutin mencuci tangan pada saat sebelum makan,
sesudah makan, sesudah dari toilet, sebelum memasak, sesudah memasak.
Kuratif
Pelayanan pengobatan yang dilakukan pasien ke puskesmas merupakan upaya
pasien untuk mengobati diare pada anak dan pasien mengonsumsi obatobatan dari puskesmas.
Rehabilitatif
Q. Kesimpulan Pembinaan Keluarga
Hasil pembinaan keluarga dilakukan pada hari Sabtu tanggal 23
Oktober 2016 pada pukul 13.00 WIB. Dari pembinaan keluarga tersebut
didapatkan hasil sebagai berikut
1. Tingkat pemahaman : Pemahaman terhadap penyuluhan yang dilakukan
cukup baik
2. Hasil Pemeriksaan:

36

Keadaan Umum : Baik


Keluhan
: Tidak ada
TTV
: dalam batas normal
3. Faktor pendukung :
a. Ibu pasien dapat memahami dan menangkap penjelasan yang
diberikan
b. Kesadaran ibu pasien untuk hidup sehat, sehingga sangat kooperatif
untuk mengubah perilaku yang tidak baik bagi kesehatan
4. Faktor penyulit : biaya yang masih kurang untuk memperbaiki kondisi
SPAL
5. Indikator keberhasilan
:
a. Pengetahuan meningkat mengenai penyakit
b. Kesadaran orangtua pasien untuk hidup sehat dengan menerapkan
indikator PHBS.
c. Kesadaran pasien untuk mengatur pola makan dengan gizi seimbang
tanpa harus mahal.