Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH SEDIMENTOLOGI

Lingkungan Pengendapan dan Karakteristik Sedimentologi Laut


Dangkal dan Laut Dalam

Disusun Oleh :
MICHAEL M PANDIA
F1D214020

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2016

Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan

makalah

sedimentologi ini meskipun masih banyak kekurangan didalamnya.


Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan pembaca mengenai lingkungan pengendapan dan
karakteristik sedimentologi dari endapan laut dangkal dan laut dalam. Saya
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini masih terdapat kekurangan
dan jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saya sangat berharap menerima kritik,
saran dan usulan demi perbaikan laporan yang saya buat di masa yang akan
datang, yang dapat memberikan dampak membangun bagi saya.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi siapapun yang membacanya. Saya
berharap makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan, semoga dapat dimaklumi.

Jambi, 01 Mei 2015

Michael M. Pandia

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lingkungan pengendapan adalah tempat mengendapnya material sedimen
beserta kondisi fisik, kimia, dan biologi yang mencirikan terjadinya mekanisme
pengendapan tertentu.
Interpretasi lingkungan pengendapan dapat ditentukan dari struktur
sedimen yang terbentuk. Struktur sedimen tersebut digunakan secara meluas
dalam memecahkan beberapa macam masalah geologi, karena struktur ini
terbentuk pada tempat dan waktu pengendapan, sehingga struktur ini merupakan
kriteria yang sangat berguna untuk interpretasi lingkungan pengendapan
Salah satu lingkungan pengendapan yang memiliki karakteristik khusus
endapan sedimen adalah lingkungan pengendapan laut, dimana pada lingkungan
pengendapan laut ada yang merupakan laut dangkal, dan ada yang merupakan laut
dalam. Oleh karena itu, dibahaslah dalam makalah ini mengenai karakteristik
sedimentologi dari lingkungan pengendapan tersebut
1.2 Tujuan
1. Mengetahui

karakteristik

sedimentologi

endapan

dari

lingkungan

sedimentologi

endapan

dari

lingkungan

sedimentologi

endapan

dari

lingkungan

sedimontologi

endapan

dari

lingkungan

pengendapan laut dangkal


2. Mengetahui

karakteristik

pengendapan laut dalam


1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana

karakteristik

pengendapan laut dangkal?


2. Bagaimana

karakteristik

pengendapan laut dalam?

BAB II
ISI
2.1 Lingkungan Pengendapan Laut Dangkal
Lingkungan pengendapan laut dangkal (Shallow Marine) terbagi atas dua
bagian lingkungan, yaitu paparan benua, laut dangkal siliklastik dan lingkungan
pengendapan karbonat terumbu (reef).

Gambar 1. Pembagian daerah Lingkungan Pengendapan Laut


1. Paparan Benua (Continental Shelf)
Continental shelf (paparan benua) merupakan lingkungan terbuka terhadap
pengaruh gelombang maupun pasang surut serta memiliki permukaan yang relatif
datar (slope < 10o), dangkal (kurang dari 200m).
Karakter sedimen pada continental shelf dipengaruhi oleh :

Aktivitas gelombang (inner, middle, and outer shelf)

Input aliran sungai

Organisme terumbu

Evaporasi

Glasiasi

Volkanisme

2. Lingkungan Laut Dangkal Siliklastik


Lingkungan
pada

ini

kedalaman sedang

dicirikan

dengan

(10 200 m),

adanya
atau

pengendapan

dekat

dengan

detritus
daratan,

dipengaruhi pasang-surut, gelombang, angin atau badai yang mendominasi


gaya

gerak

sedimen.

Sedimen

yang

terendapkan termasuk berasal dari

estuarin, dataran pasangsurut, endapan badai, pulau penghalang, dan garis pinggir
pantai.
3. Lingkungan Karbonat Terumbu (Reef)
Reef (terumbu) adalah lingkungan dengan fertilitas organisme yang sangat
tinggi pada lingkungan laut. Lingkungan ini dicirikan dengan pengendapan
karbonat

yang

dipengaruhi

oleh

proses biokimia pada laut dangkal

(<100m). Wilayah dengan sedimentasi kabonat dikenal dengan karbonat


platform. Platform terdapat pada wilayah di paparan daratan yang terbentang
digaris pantai sampai pada wilayah epikontinental laut.
Endapan karbonat pada daerah ini dicirikan dengan adanya break slope
pada daerah tepi paparan, terdapatnya terumbu dan sand body karbonat.

Gambar 2. Lingkungan Terumbu (reef) Karbonat


Lingkungan reef dapat dibedakan berdasarkan genetiknya menjadi :
1. Forereef (Terumbu Depan)
Fasies ini terdiri dari perselingan antara batugamping dan dolomit,
red beds, endapan evaporit, pasir serpih dsb.

2. Reef crest (Terumbu Inti)


Fasies ini mempunyai terumbu yang masif dan berongga, dengan
dolomit dan batugamping yang lapuk berwarna merah kelabu sampai putih
dan sering terdapat indikasi adanya hidrokarbon.
3. Backreef (Terumbu Belakang)
Fasies ini terdiri dari perselingan antara batugamping dan pasir,
warna cokelat, mengandung minyak bumi

2.2 Lingkungan Pengendapan Laut Dalam


Lingkungan pengendapan laut dalam dibagi atas dua daerah, yaitu lembah
dasar laut (continental slope and rise), arus turbidity dan dasar samudera (oceanic
basins/abyssal plain).
1. Lembah Dasar Laut (Continental Slope)
Continental slope merupakan lembah yang menghubungkan continental
crust dengan oceanic crust namun masih dianggap sebagai bagian dari
continental crust, bermula dari continental break hingga mencapai oceanic basin
sebagai continental rise. Ujung dari continental slope dengan topografi kembali
landai menjelang oceanic basin tempat sedimen dari turbidity currrent
terendapkan disebut continental rise.
Sedimentasi yang terus menerus pada continental rise dapat membentuk
submarine fan. Perpindahan material sedimen tersuspensi di bawah laut karena
pengaruh gravitasi ini disebut turbidity current (arus turbidity).
2. Arus Turbidity
Arus

turbidit

merupakan

campuran

sedimen

dan

air,

namun

memiliki densitas (masa jenis) yang lebih rendah

dibandingkan dengan

aliran

yang

debris

dan

memiliki

angka Reynolds

Percampuran sedimen dan air ini

bergerak dengan

lebih

tinggi.

pengaruh gravitasi

yang tinggi pada media yang lebih rendah masa jenisnya, baik pada air
laut dan air tawar. Arus turbidit bergerak pada kemiringan tertentu sehingga
terdapat energi potensial yang mendukung pergerakan fluida.
Karakteristik endapan turbidit antara lain:

Sortasi yang buruk

Komponen sedimen sangat beragam dan saling bercampur

Sedimen berukuran mud hingga gravel

Struktur sedimen pada bagian bawah graded bedding (upper flow regime)
dan semakin ke atas memiliki karakter sedimentasi normal dengan struktur
sedimen yang sangat beragam. Misalnya : plane paralel lamination, tool
marks, ripple, wavy or convolute laminae, bioturbation diikuti penurunan
rezim aliran

Karakteristik internal dari endapan turbidit menunjukkan pola gradasi


yang tidak sederhana, pola tekstur serta struktur sedimen yang
terdapat pada endapan turbidit.

3. Dasar Samudera (Oceanic Basins/Abyssal Plain)


Abysal plain/oceanic basin adalah permukaan dari oceanic crust yang
datar akibat deposisi sedimen yang terus-menerus menutupi relief dasar laut.
Terbentuk biogenic sedimentary structures seperti trail, burrow, boring
akibat aktivitas organisme benthic (organisme yang hidup di dasar laut).

Gambar 3. Struktur Sedimen Biogenik di Laut Dalam (Bioturbasi)


Berikut ini adalah tabel karakteristik sedimen pada lingkungan
pengendapan laut, baik itu laut dangkal maupun laut dalam.

Karakteristik

Jenis Batuan

Terumbu

Paparan

Lembah

Dasar

Benua

Dasar Laut

Samudera

Batugamping

Batupasir,

Litharenite,

Serpih,

berfosil

serpih,

batulanau

chert,

batulanau,

dan serpih

micrite,

batugamping

diatomit

berfosil
Komposisi

Warna

Ukuran butir

Karbonat

Terrigenous

Terrigenous

Terrigenous

atau

atau

atau

Karbonat

Karbonat

Karbonat

Abu-abu

Abu-abu

Abu-abu,

Hitam,

keputihan

kecoklatan

hijau

putih,

dan

dan

coklat

merah
Lempung

Beragam,

Lempung

Lempung

hampir tidak

hingga pasir

hingga pasir

Buruk

Buruk

Baik

Laminasi,

Graded-

Laminasi

sedimen

cross-

bedding,

anorganik

bedding

cross-

ada butir
Pemilahan

hingga baik
Struktur

bedding,
laminasi,
flute marks,
tool marks
Struktur

sedimen
organik

atau

Trail, burrow

Trail,

Trail,

burrow

burrow

biogenik

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Karakteristik sedimentologi endapan dari lingkungan pengendapan laut
dangkal adalah material sedimen siliklastik dan karbonat terumbu.
2. Karakteristik sedimentologi endapan dari lingkungan pengendapan laut dalam
adalah struktur sedimen biogenik ataupun berupa fosil lainnya

DAFTAR PUSTAKA

http://dokumen.tips/documents/lingkungan-pengendapan-lautppt.html. Diakses
pada tanggal 01 Mei
2016.https://www.scribd.com/doc/133626277/Lingkungan-pengendapanlaut-ppt. Diakses pada tanggal 01 Mei 2016.
http://valentinomalau31.blogspot.co.id/2010/12/lingkungan-pengndapan.html.
Diakses pada tanggal 01 Mei 2016.
http://wandymausharing.blogspot.co.id/2012/07/lingkungan-laut-dangkal.html.
Diakses pada tanggal 01 Mei 2016.
https://www.academia.edu/7194764/PRINSIP_INTERPRETASI_LINGKUNGAN
_PENGENDAPAN_DAN_KLASIFIKASI. Diakses pada tanggal 01 Mei
2016.