Anda di halaman 1dari 6

2.

1 Pengertian
Salah satu pemeriksaan radiologi untuk mendeteksi gangguan jantung adalah
alat echocardiography. Echocardiography merupakan pemeriksaan jantung
dengan menggunakan ultrasound (gelombang suara) frekuensi 2-6 MHz. Nama
lain echocardiography adalah USG Jantung dan test gema. Echocardiography
adalah suatu alat yang mengambil gambar dari hati atau jantung dengan
menggunakan gelombang suara. Echocardiography ( ultrasound pengujian untuk
hati atau jantung) mengijinkan suatu ahli jantung untuk menguji struktur , fungsi,
dan aliran darah dari hati atau jantung tanpa penggunaan dari sinar-x.
Echocardiography dilakukan dengan

penggunaan suatu tongkat plastik yang

lembut (suatu echo-transducer) untuk memancarkan gelombang suara ke dada


atau abdomen. Gelombang suara lewat dengan aman sampai badan dan gema
yang dihasilkan akan ditafsirkan oleh suatu sistem yang terkomputerisasi.
1

Jenis Ecocardiography
Secara umum ada 4 jenis Ecocardiography yang sering dilakukan yakni :
1

Transthoracal Echocardiography (TTE)


Merupakan salah satu jenis Echocardiography yang paling sering
dilakukan. Tidak terasa sakit. alat transduser diletakan dibeberapa tempat
tertentu diatass dinding dada dengan mengirimkan gelombang suara yang
dikonversi oleh komputer menjadi gambar yang terlihat digambar
monitor.

Transsesophageal Echocardiography (TEE)


Digunakan untuk melihat secara teliti struktur yang lebih dalam seperti
aorta dan septum atrium atau katup-katup jantung pada saat operasi atau
pada saat dilakukan tindakan intervensi penutupan ASD atau VSD.
Transduser dimasukan dan didorong melalui mulut kemudian sampai ke

oesophagus. Oleh karena berada pada posisi yang cukup dekat kejantung
maka gambaran yang terlihat akan lebih jelas dan akurat dibandingkan
dengan hasil TTE.
3

Stress Echocargraphy
Pemeriksaan ini dilakukan dengan exercise atau makan obat untuk
meningkatkan fungsi dan denyut jantung. Beberapa kelainan atau
penyakit jantung koroner lebih mudah didiagnosis dengan teknik ini.
Pemeriksaan Echocardiography transtorakal atau Echocardiography janin
sama sekali tidak ada risiko apa-apa. Namun pada Echocardiography
trassesofageal kadang-kadang sedikit mual dan sedikit sulit bernafas
sementara namun dapat diatasi dengan pemberian obat. Stress
Echocardiography kadang-kadang terjadi efek samping obat-obatan yang
digunakan seperti denyut jantung yang bertambah cepat. umumnya tidak
ada komplikasi yang serius.

Fedal Echocargraphy (janin)


Pemeriksaan ini dilakukan pada ibu hamil yang mempunyai janin dengan
resiko atau dicurigai menderita penyakit jantung bawaan.Biasanya dapat
dilakukan mulai kehamilan 18 22 minggu.

Gambar 1a.

Gambar 1b.

Gambar 1c.
Gambar 1a.echocardiography secara fisik
Gambar 1b. pemeriksaan echocardiography
Gambar 1c. hasil pemeriksaan echocardiography

2. Indikasi

Adapun indikasi dilakukannya ekokardiografi yakni:


1

Penyakit katup jantung atau bagi pasien yang pada pemeriksaan fisik
ditemukan adanya bising jantung (mur-mur),

Kondisi dimana ada dugaan adanya penyakit jantung bawaan.

Valuasi kondisi Aorta.

Dugaan adanya hipertensi pulmonal, emboli paru, pembesaran jantung


pada pemeriksaan toraks foto atau pada pemeriksaan fisik, dugaan
adanya efusi perikard.

Gagal jantung ,

Adanya aritmia, untuk menilai adanya faktor pencetus intrakardiak,

Evaluasi fungsi jantung pada pemakaian obat,

Sebagai guidance/pemandu dalam tindakan fungsi perikard, pemasangan


alat pacu jantung dan lain sebagainya.

3. kontra indikasi
Ekokardiografi tidak diindikasikan seperti halnya pemeriksaan EKG
yang merupakan pemeriksaan rutin untuk penyakit jantung koroner ,
melainkan sebagai alat penunjang dan membantu dalam evaluasi
fungsi jantung.
4. tujuan pemeriksaan

Echocardiography digunakan secara luas untuk menampilkan bagian dalam dari


tubuh manusia berupa cardiac serta beberapa penyakitnya seperti hati ataupun
jantung, dengan menggunakan alat ini memungkinkan untuk mendeteksi struktur
bagian dalam dari hati atau jantung.
5. kegunaan pemeriksaan

Echocardiography memiliki fungsi diantaranya adalah :


a

Memberikan gambaran struktural anatomi jantung dan pembuluh besar.

Berperan dalam diagnosa kelainan jantung bawaan (congenital).

Mendeteksi kelainan struktur anatomi katup jantung misalnya adanya


kekakuan, gangguan pembukaan-penutupan katup, tebal dan geraknya,
serta apakah ada perlekatan.

Membantu dokter dalam menilai kemampuan gerak otot -otot dinding


jantung akibat penyempitan pembuluh koroner, pembengkakan otot
jantung (dilated cardiomypathy), dan penebalan otot jantung (hiperthrophy

cardiomypathy) yang disebabkan hipertensi dan kelainan otot jantung


bawaan.
e

Melihat massa tumor seperti thrombus, vegetasi atau cairan perikad.