Anda di halaman 1dari 25
‘Menimbang Mengingat Memperhatikan PT PLN (PERSERO) PERATURAN DIREKS! PT PLN (PERSERO) Nomor: 0015 .P/DIR/2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PT PLN (PERSERO) DIREKSI PT PLN (PERSERO) bahwa Menteri BUMN melalui Surat Keputusan Nomor KEP- 272IMBU/12/2014 tanggal 23 Desember 2014 telah memberhentikan dan mengangkat anggota Direksi baru PT PLN (Persero); bahwa Menteri BUMN melalui Surat Keputusan Nomor S- 396/MBU/02/08/2015 tanggal 7 Agustus 2015 telah menyetujui usulan perubahan organisasi PT PLN (Persero); bahwa Struktur Organisasi PT PLN (Persero) sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 023.K/DIR/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 273.K/DIR/2013 dan Nomor 443.K/DIR/2013 dipandang perlu untuk disesuaikan dengan perubahan tersebut dalam huruf a dan b di atas; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b dan ¢ di atas, perlu ditetapkan kembali Peraturan Direksi PT PLN (Persero) tentang Organisasi dan Tata Kerja PT PLN (Persero). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milk Negara; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1994 tentang Pengalinan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), 6. Anggaran Dasar PT PLN (Persero) dan perubahannya, 6. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 304.K/DIR/2009 tentang Batasan Kewenangan Pengambilan Keputusan di Lingkungan PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah 4 (empat) kali, terakhir dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0313.K/DIR/2014; Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 299.K/DIR/2010 tentang Kewenangan Penetapan Bidang Organisasi PT PLN (Persero) Keputusan Direksi PT PLN (Persero) diluar Rapat Direksi (Sirkuler) Nomor O01/DIR/2015 tentang Pembagian Sementara Tugas dan ‘Wewenang Anggota Direksi PT PLN (Persero). Keputusan Direksi PT PLN (Persero) diluar Rapat Direksi_(Sirkuler) Nomor 022/DIR/2015 tentang Persetujuan Organisasi PT PLN (Persero). ‘Tanggapan tertulis Dewan Komisaris Nomor 126/DK-PLN/2015-R tanggal 2 Juli 2015, perihal Pendapat Dewan Komisaris Atas Usulan Perubahan Organisasi PT PLN (Persero). MEMUTUSKAN... MEMUTUSKAN, ‘Menetapkan PERATURAN DIREKSI PT PLN (PERSERO) TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PT PLN (PERSERO). BABI KETENTUAN UMUM Pasal 4 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan 1. Perusahaan, adalah Perusahaan perseroan PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara yang didinkan dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H Nomor 169 tanggal 30 Juli 1994, beserta perubahannya, 2. Direksi, adalah organ Perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan Perusahaan sesual dengan maksud dan tujuan Perusahaan yang terdiri dari seorang Direktur Utama sebagai koordinator dengan beberapa Direktur sebagai anggota; 3. Direktorat, adalah organisasi yang dipimpin oleh Direktur; 4. Sekretariat Perusahaan, adalah jabatan struktural satu level dibawah Direksi yang dipimpin oleh Sekretaris Perusahaan yang memiliki kewenangan dan sebagai penanggung jawab ‘Sekretariat Perusahaan; 5. Satuan, adalah jabatan struktural satu level dibawah Direksi yang dipimpin oleh Kepala Satuan yang memiliki kewenangan dan sebagai penanggung jawab Satuan yang dipimpinnyay, 6. Divisi, adalah jabatan struktural satu level dibawah Direksi yang dipimpin oleh Kepala Divisi yang memiliki kewenangan dan sebagai penanggung jawab Divisi yang dipimpinnya; 7. Regional dan Unit induk, adalah Regional dan Unit Organisasi satu tingkat di bawah Kantor Pusat, yang dipimpin oleh General Manager yang memiliki kewenangan dan sebagal penanggung jawab Regional dan Unit yang dipimpinnya, serta melaksanakan kegiatan usaha fertentu sesual dengan tujuan Regional dan Unit; 8 Anak Perusahaan, adalah Badan Usaha yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimilki oleh Perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama dan melaksanakan kegiatan usaha tertentu sesuai dengan tujuan Anak Perusahaan; 9. Usaha Patungan, adalah usaha Perusahaan bersama pihak lain melalui pembentukan Badan Usaha dengan penyertaan modal Perusahaan. BABIL MAKSUD, TUJUAN DAN KEGIATAN USAHA. Pasal 2 ‘Maksud, tujuan dan kegiatan usaha PT PLN (Persero) adalah sebagaimana dinyatakan dalam ‘Anggaran Dasar Perusahaan PT PLN (Persero) dan perubahannya, BAB Ill Pasal 3 ‘Tugas dan Wewenang Direksi ‘Tugas dan wewenang Direksi adalah sebagaimana dinyatakan dalam Anggaran Dasar Perusahaan PT PLN (Persero) dan perubahannya Pasal 4... Pasal 4 Hak dan Kewajiban Direksi Hak dan kewajiban Direksi adalah sebagaimana dinyatakan dalam Anggaran Dasar Perusahaan PT PLN (Persero) dan perubahannya BABIV SUSUNAN ORGANISASI PERUSAHAAN Pasal (1) Untuk mencapai Tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Keputusan ini, Susunan Organisasi Perusahaan terdiri atas a. Direksi, yang terdiri atas: i Direktur Utama (DIRUT); ii, Direktur Perencanaan Korporat (DIRREN); ii Direktur Pengadaan (DIRDAN); iv. Direktur Human Capital Management (DIRHCM); v. _ Direktur Keuangan (DIRKEU); Vi. Direktur Bisnis Regional Sumatera (DIRREG-SUM), vii. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat (DIRREG-JBB); vill. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah (DIRREG-JBT); ix. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali (DIRREG-JBTB);, x. _Direktur Bisnis Regional Kalimantan (DIRREG-KAL); xi, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (DIRREG-SNT); xii, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua (DIRREG-MP). ). Direktorat, dipimpin oleh Direktur dan membawahi i. Divisi dipimpin oleh Kepala Divisi (KDIV); ii, Regional dan Unit Induk dipimpin oleh General Manager (GM). ‘Sebagaimana digambarkan dalam Struktur Organisasi PT PLN (Persero) pada Lampiran | Peraturan ini, s ¢. Satuan dan Sekretariat Perusahaan terditi dari i. Satuan Pengawasan Intern (SPI) dipimpin oleh Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI); ji, _ Sekretariat Perusahaan (SETPER) dipimpin oleh Sekretaris Perusahaan (SEKPER); ji, Satuan Hukum Korporat (SHK) dipimpin oleh Kepala Satuan Hukum Korporat (KSHK); jv. Satuan Pengendalian Kinerja Korporat (SPKK) dipimpin oleh Kepala Satuan Pengendalian Kinerja Korporat (KSPKK); v. Satuan Komunikasi Korporat (SKOM) dipimpin oleh Kepala Satuan Komunikasi Korporat (KSKOM); ‘Satuan Pengadaan IPP (SIPP) dipimpin oleh Kepala Satuan Pengadaan IPP (KSIPP); Satuan Batu Bara (SBAT) dipimpin oleh Kepala Satuan Batu Bara (KSBAT); vil. Satuan Gas dan BBM (SGBM) dipimpin oleh Kepala Satuan Gas dan BBM (KSGBM). 4. Anak Perusahaan dan Usaha Patungan, dipimpin oleh Direktur Utama sesuai bidang usahanya masing-masing (2) Bagan Struktur Organisasi PT PLN (Persero) sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a, b dan c Pasal ini, adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran | Peraturan ini. BABV TATA KERJA Pasal 6 ‘Tata Kerja PT PLN (Persero) adalah sebagai berikut: 4. Direksi terdiri dari 12 (Dua belas) Direktur yang dikoordinir oleh Direktur Utama; 2. Direktur... Direktur Perencanaan Korporat bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelolaan Direktorat Perencanaan Korporat; Direktur Pengadaan ‘bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelol Pengadaan; Direktur Human Capital Management bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelolaan Direktorat Human Capital Management; Direktur Keuangan bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelolaan Direktorat Keuangan; Direktur Bisnis Regional Sumatera bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelolaan bisni dan operasional Perusahaan meliputi wilayah kerja Sumatera, 7. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat bertanggung jawab atas pembinaan dan ppengelolaan bisnis dan operasional Perusahaan meliputi wilayah kerja Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Banten; 8. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah bertanggung jawab atas pembinaan dan engelolaan bisnis dan operasional Perusahaan meliputi wilayah kerja Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta; 9. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali bertanggung jawab atas pembinaan dan ppengelolaan bisnis dan operasional Perusahaan meliputi wilayah Kerja Jawa Timur dan Bali 10. Direktur Bisnis Regional Kalimantan bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelolaan bisnis dan operasional Perusahaan meliputi wilayah kerja Kalimantan; 11. Direktur Bisnis Regional Sutawesi dan Nusa Tenggara bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelolaan bisnis dan operasional Perusahaan meliputi wilayah kerja Sulawesi dan Nusa Tenggara: 12. Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua bertanggung jawab atas pembinaan dan pengelolaan bisnis dan operasional Perusahaan meliputi wilayah Kerja Maluku dan Papua; 18. Kepala Divisi mengelota Divisi dan bertanggung jawab kepada Direktur terkait, 14, Kepala Satuan Pengawasan Intern mengelola Satuan Pengawasan Intern dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama, 18. Kepala Satuan Pengendalian Kinerja Korporat mengelola Satuan Pengendalian Kinerja Korporat dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama; 16. Kepala Satuan Hukum Korporat mengelola Satuan Hukum Korporat dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama: 17. Kepala Satuan Komunikasi Korporat mengelola Satuan Komunikasi Korporat dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utam: 18. Sekretaris Perusahaan mengelola Sekretariat Perusahaan dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama, 49. Kepala Satuan Pengadaan IPP mengelola Satuan Pengadaan IPP dan bertanggungjawab kepada Direksi; 20. Kepala Satuan Batubara mengelola Satuan Batubara dan bertanggungjawab kepada Direksi, 21. Kepala Satuan Gas dan BBM mengelola Satuan Gas dan BBM dan bertanggungjawab kepada Direksi; 22. General Manager Pusat Pengatur Beban (GM P2B) mengelola Regional dan Unit Induk Pusat Pengatur Beban dan bertanggung jawab kepada Direksi; 23. General Manager (GM) mengelola Regional dan Unit Induk dan bertanggung jawab kepada Direktur terkait nDirektorat ae oe BABVI HIRARKI ORGANISAS! DAN TUGAS POKOK Pasal7 Bagan hirarki Organisasi PT PLN (Persero) tersusun sebagai berikut: 1. Direksi terdiri atas Direktur Utama dan Direktur serta bertindak sebagai Board of Directors (BOD) yang membawahi Direktorat, Satuan dan Regional dan Unit Induk sebagaimana tercantum pada Lampiran |; ‘Susunan Bagan Hirarki Direktorat membawahi beberapa Divis! dan Regional dan Unit Induk; ‘Susunan Bagan Hirarki Divisi dan Satuan membawahi beberapa Bidang: ‘Susunan Bagan Hirarki Regional dan Unit Induk membawahi beberapa Bidang di Regional dan Unit Induk dan Regional dan Unit Pelaksana. BeN Pasal 8 (1) Tugas Pokok Direksi adalah sebagaimana tercantum pada Lampiran Il Peraturan ini. (2) Tugas, (2) 3) (4) (ay 2) Tugas Pokok Kepala Satuan, Sekretaris Perusahaan dan Kepala Divisi adalah sebagaimana tercantum pada Lampiran Ill Peraturan ini Struktur organisasi masing-masing Satuan, Sekretariat Perusahaan dan Divisi, diatur dalam Peraturan Direksi tersendiri yang ditetapkan oleh Direktur Human Capital Management Struktur organisasi dan tugas pokok Regional dan Unit Induk diatur dalam Peraturan Direksi tersendiri yang ditetapkan oleh Direktur Human Capital Management. BAB VII ATURAN PERALIHAN Pasal 9 Semua Ketentuan yang mengatur tentang struktur organisasi, tanggung jawab dan tugas pokok PT PLN (Persero) termasuk Kantor Pusat dan Regional dan Unit Induk yang telah ditetapkan dengan Keputusan Direksi sebelumnya sejauh tidak bertentangan dengan Peraturan ini atau belum diatur lebih lanjut, dinyatakan tetap berlaku dan secara bertahap akan disesuaikan melalui Peraturan Direksi, Masa peralihan untuk mengimplementasikan peraturan ini yang terkait dengan pembentukan fungsi baru dan penghapusan fungsi lama dalam susunan organisasi PT PLN (Persero) Kantor Pusat, selambatlambatnya dilaksanekan dalam waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal ditetapkan, BAB Vill PENUTUP Pasal 10 Dengan ditetapkannya Peraturan ini, maka ketentuan-ketentuan yang tercantum pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 023.K/DIR/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 273.K/DIRI2013 dan Keputusan Direksi Nomor 443.K/DIR/2013 dan Keputusan / Peraturan Direksi iainnya yang bertentangan dengan Peraturan ini dinyatakan tidak beriaku. Pasal 11 Halshal yang belum diatur dalam Peraturan ini akan ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Direksi Peraturan ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2015 LAMPIRAN | Peraturan Direksi PT PLN (Persero) STRUKTUR ORGANISASI PT PLN (PERSERO) Tanagol ors esr 201 gustus ae : , | LAMPIRAN II Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor : 0015.P/DIR/2015 Tanggal: 18 Agustus 2015 ‘TUGAS POKOK DIREKS! A. DIREKTUR UTAMA. Tanggung jawab Direktur Utama adalah memimpin, membina dan mengelola Perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan dan senantiasa meningkatkan kinerja Perusahaan untuk mencapai Visi, serta menguasai, memelinara dan mengelola kekayaan Perusahaan dengan tugas pokok : ‘a. Memastikan bahwa arah_pengelolaan Perusahaan berjalan dengan benar menuju terwujudnya Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan; b. Memastikan bahwa Perusahaan dikelola sesuai dengan kaidah bisnis dan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance); ¢. Memastikan bahwa Perusahaan terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi para stakeholder, d. Melaksanakan fungsi corporate /eader untuk memastikan engagement seluruh anggota Perusahaan sekaligus sebagai inspirafor dan motivator yang mengarahkan semua sumberdaya Perusahaan melangkah mencapai Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan. 3. DIREKTUR PERENCANAAN KORPORAT. Tanggung jawab Direktur Perencanaan Korporat adalah memimpin, membina dan mengelola Direktorat Perencanaan Korporat meliputi fungsi perencanaan korporat, perencanaan sistem, energi baru dan terbarukan, enliniing, perencanaan pengadaan, transaksi tenaga listrik, kemitraan bisnis, manajemen Risiko serta kepatuhan, untuk memastikan Perusahaan mampu berkembang menuju terwujudnya Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan, dengan tugas pokok : a. Menetapkan dan memastikan teriaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam ‘mencapai Visi melalui perencanaan dan pengembangan sistem ketenagalistrikan serta pengembangan bisnis Perusahaan yang dituangkan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) serta dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), termasuk didalamnya merencanakan proyeksi Keuangan Perusahaan dan merancang pendanaannya; b. Menetapkan dan memastikan terlaksananya Kebijakan dan strategi Korporat dalam perencanaan, pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), ©. Menetapkan dan memastikan terlaksananya Kebijakan dan strategi Korporat dalam pengembangan teknologi__ketenagalistrikan, penelitan dan pengembangan ketenagalistrikan, standarisasi enjinring dan tersedianya perencanaan pengadaan barang dan jasa strategis termasuk didalamnya hasil feasibility study, engineering design, Rencana Kerja dan Spesifikasi untuk proses pengadaan; d. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam pengelolaan transaksi tenaga listrik, kemitraan bisnis, pengembangan model bisnis IPP, transmisi dan distribusi ketenagalistrican, serta pengembangan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; @. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam ‘manajemen Risiko dan kepatuhan; . Menetapkan dan memastikan terlaksananya pengembangan proses bisnis dan pengelolaan Risiko pada Direktorat Perencanaan Korporat, melakukan pembinaan dan pengembangan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan, pembinaan dan pengembangan Regional dan Unit dibawah Direktorat Perencanaan Korporat serta pembinaan Regional dan Unit Pusat Pengatur Beban. C. DIREKTUR PENGADAAN. ‘Tanggung jawab Direktur Pengadaan adalah memimpin, membina dan mengelola Direktorat Pengadaan meliputi fungsi periinan dan pertanahan, pengadaan strategis, supply chain management (manajemen rantai pasok), administrasi Konstruksi, untuk memastikan Perusahaan mampu berkembang menuju terwujudnya Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan, dengan tugas pokok : a Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebljakan dan strategi korporat dalam Pengelolaan perijinan, pengadaan tanah, serta penyediaan tanah bagi penduduk yang terkena dampak kegiatan Perusahaan; b. Menetapkan dan memastikan tersedianya regulasi, kebijakan dan strategi pengadaan barang dan jasa Korporat, teriaksananya pengadaan barang dan jasa_strategis, terlaksananya pembinaan pengadaan barang dan jasa kepada Regional dan Unit, serta pengelolaan administrasi pengadaan barang dan jasa dan kontrak korporat; c. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi pengadaan korporat dalam penyediaan material operasi melalui pengelolaan supply chain management dan pengelolaan logistk korporat, d. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategy pengelolaan aplikasi pengadaan barang dan jasa secara online serta melakukan integrasi proses dan pemusatan pengadaan korporat; @, Menetapkan dan memastikan terlaksananya pengelolaan data base dan administrasi proyek, pengelolaan Project Management Information System (PMIS), pengelolaan anggaran proyek, dan melaksanakan integrasi dan pembinaan pelaksanaan konstruksi, {. Menetapkan dan memastikan terlaksananya pengembangan proses bisnis dan pengelolaan Risiko pada Direktorat Pengadaan, pembinaan dan pengembangan Regional dan Unit dibawah Direktorat Pengadaan, DIREKTUR HUMAN CAPITAL MANAGEMENT. Tanggung jawab Direktur Human Capital Management adalah memimpin, membina dan mengelola Direktorat Human Capital Management meliputi fungsi pengembangan organisasi, perencanaan tenaga kerja, pengembangan sistem Human Capital Management, pengembangan karir, budaya Perusahaan, manajemen perubahan, hubungan industrial, kesehatan, keselamatan kerja, keamanan dan lingkungan, pengelolaan umum dan ‘mangjemen kantor pusat, pendidikan dan pelatinan serta memastikan Perusahaan mampu berkembang menuju terwujudnya Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan, dengan tugas pokok a. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebljakan dan strategi korporat dalam pengembangan organisasi dan sumber daya manusia meliputi antara Iain perencanaan tenaga kerja, sistem rekrutmen, sistem pendidikan dan pelatinan, pengembangan sistem Human Capital Management, sistem remunerasi dan pemberian penghargaan, sistem administrasi SDM, budaya Perusahaan dan manajemen perubahan; b. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi dalam pengelolaan hubungan industrial dan kebijakan pengelolaan tenaga kerja alih daya; c. Menetapkan dan memastikan terlaksananya Kebijakan dan strategi dalam pengelolaan pelayanan umum di kantor pusat dan pengelolaan properti Korporat secara terintegrasi; d. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi Korporat dalam pengelolaan Kesehatan, keselamatan kerja, keamanan dan pengelolaan lingkungan; @. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam pengelolaan sistem knowledge management, pengembangan sistem informasi SDM; {. Menetapkan dan memastikan terlaksananya_pengembangan proses _bisnis dan Pengelolaan Risiko pada Direktorat Human Capital Management, serta_melakukan pembinaan dan pengembangan Regional dan Unit dibawah Direktorat Human Capital ‘management. DIREKTUR KEUANGAN. Tanggungjawab Direktur Keuangan adalah memimpin, membina dan mengelola Direktorat fungsi keuangan korporat, anggaran, perbendaharaan (treasury), akuntansi, pajak, asuransi, niaga serta pengelolaan sistem informasi, serta memastikan Perusahaan mampu berkembang menuju terwujudnya Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan, dengan tugas pokok a. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam Penyediaan dan pengelolaan keuangan, kebutuhan pendanaan, pengelolaan pinjaman dan pemenuhan terhadap kewajiban serta covenant Perusahaan; b. Menetapkan dan memastikan terlaksananya Kebljakan dan strategi korporat dalam Pengelolaan anggaran untuk mendukung Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (REAP); ©. Menetapkan dan memastkan terlaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam pengelolaan perbendaharaan (treasury), kepemilikan saham, pengelolaan kas dan likuiditas, pengelolaan pendapatan dan aset liability management, pengelolean piutang! pengelolean akuntansi, serta pegelolaan pajek dan asuransi, d. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam pengelolaan niaga tenaga listrk, pengelolaan corporate & industry account untuk pelanggan besar dengan layanan khusus, pengelolaan dan pelaksanaan Public Services Obligation (PSO) dan Performance Base Regulation (PBR); @. Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijakan dan strategi korporat dalam hal pengelolaan sistem dan teknologi informasi, pemusatan serta integrasi sistem dan aplikasi teknologi informasi korporat; f Menetapkan dan memastixan terlaksananya pengembangan proses bisnis dan pengelotaan resiko pada Direktorat Keuangan, serta melakukan pembinaan dan pengembangan Regional dan Unit dibawah Direktorat Keuangan, DIREKTUR BISNIS REGIONAL Tanggungjawab Direktur Bisnis Regional adalah memimpin, membina dan mengelola Direktorat Bisnis Regional dengan wilayah kerja sesuai yang ditetapkan, meliputi fungsi perencanaan dan pengembangan bisnis regional, perencanaan dan pelaksanaan pengadaan Fegional, konstruksi regional, operasi pembangkit, transmisi, distribusi dan_ pelayanan pelanggan di regionalnya, serta_memastian Perusahaan mampu berkembang menuju terwujudnya Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan, dengan tugas pokok ‘a. Menetapkan dan memastikan terlaksananya perencanaan, pengembangan dan engendalian bisnis regional, termasuk didalamnya perencanaan pengadaan dan pelaksanaan pengadaan regional (capital expenditure dan operation expenditure) sesuai dengan kewenangannya, serta melekukan evaluasi dan pengelolaan kinerja regional; b. Menetapkan dan memastikan terlaksananya konstruksi pembangkit, transmisi / gardu induk dan distribusi regional, teriaksananya pembangunan IPP sampai dengan COD, serta mengelola kontrak dan administrasi konstruksi di regionainya; © Menetapkan dan memastikan terlaksananya kebijekan dan strategi dalam pengelolaan operasi dan pemelinaraan aset pembangkit,transmisi / gardu induk dan distribusi, serta merencanakan dan mengelola kebutuhan suku cadang di regionalnya; d. Menetapkan dan memastikan terlaksananya pembelian tenaga listrik dari IPP, pemasaran tenaga listrik, pengelolaan corporate & industry account untuk pelanggan besar dengan layanan khusus di regionalnya, pengelolaan niaga dan bisnis tenaga listri, serta penjualan tenaga listrik di regionalnya; @. Menetapkan dan memastikan terlaksananya pengelolaan pelayanan pelanggan, serta mengelola pendapatan dan biaya operasi di regionalnya; f Menetapkan dan memastikan terlaksananya pengembangan proses bisnis dan pengelolaan resiko pada Direktorat Bisnis Regional, serta melakukan pembinaan dan pengembangan Regional dan Unit dibawah Direktora Regional. KTUR UTAMA, LAMPIRAN II Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor : 0015.2/DIR/2015 Tanggal: 18 Agustus 2015 ‘TUGAS POKOK SATUAN, SEKRETARIS PERUSAHAAN DAN DIVISI A. SATUAN DAN SEKRETARIAT : 4. KEPALA SATUAN PENGAWASAN INTERN (KSPI) ‘Tanggung jawab Kepala Satuan Pengawasan Inter adalah memimpin, menyusun rencana, ‘melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan_fungsi Satan Pengawasan Intern ‘meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi audit internal dan audit khusus dalam rangka pelaksanaan Good Corporate Governance dengan berbasis Risiko, dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan audit intern, standar audit, methodology audit, sistem dan teknologi informasi audit Perusahaan, termasuk didalamnya meningkatkan kualitas audit Perusahaan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program audit intern yang berbasis Risiko di seluruh Regional dan Unit Perusahaan, termasuk didalamnya mengevaluasi, memberikan rekomendasi hasil audit intern, dan memonitor tindak _lanjut penyelesaiannya, ©. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program audit khusus (investigasi / fraud) di seluruh Regional dan Unit Perusahaan, termasuk didalamnya mengevaluasi, memberikan rekomendasi hasil audit khusus dan memonitor tindak —lanjut penyelesaiannya; d. Memastikan perencanaan, pembinaan, dan evaluasi pengelolaan audit Perusahaan pada fungsi Korporat, Bisnis Regional dan Regional dan Unit dalam rangka meminimalkan Risiko dan meningkatkan kualitas pengelolaan Perusahaan dan Regional dan Unit; e. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi_hubungan kerja dengan auditor eksternal termasuk didalamnya Badan Pemeriksa Keuangan dan Kantor Akuntan Publik; f. Memastikan terlaksananya evaluasi dan melakukan koordinasi audit pada Anak Perusahaan dan Usaha Patungan dan memberikan rekomendasi sesuai dengan peraturan yang bertaku. 2. SEKRETARIS PERUSAHAAN (SEKPER) ‘Tanggung jawab Sekretaris Perusahaan adalah _memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Sekretariat Perusahaan ‘meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi hubungan investor, pengelolaan Good Corporat Governance (GCG), stakeholder management, pengelolaan informasi Perusahaan, dan pengelolaan kegiatan Direksi dan Dewan Komisaris, dengan tugas pokok : a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi hubungan dengan investor, menyediakan informasi pasar modal, dan memastikan Perusahaan ‘memenuhi ketentuan regulasi pasar modal; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan tata kelola Perusahaan’ yang balk (Good Corporate Governance), memastikan Perusahaan memiliki perangkat dan pedoman GCG serta,melakukan pemantauan dan implementasi GCG; c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan kesekretariatan Perusahaan, termasuk didalamnya protokoler dan integrasi kegiatan Direksi, Dewan Komisaris, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan stakeholder lainnya; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan hubungan kelembagaan, termasuk didalamnya hubungan dengan lembaga-lembaga Negara, dan hubungan dengan pembuat kebijakan ketenagalistrikan; 3. fe. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tersedianya informasi Perusahaan yang dapat diakses oleh stakeholder, melalui tetapi tidak terbatas pada media elektronik, media cetak dan media audio visual; f. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tersedianya informasi dan laporan ‘manajemen, laporan tahunan, statistik Perusahaan, dan laporan Perusahaan lainnya. KEPALA SATUAN PENGENDALIAN KINERJA KORPORAT (KSPKK) Tanggung jawab Kepala Satuan Pengendalian Kinerja Korporat adalah memimpin, menyusun tencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Satuan Pengendalian Kinerja Korporat meliputi tetapi tidak terbatas pada pengelolaan kinerja Perusahaan, sistem mutu Perusahaan, pengelolaan program strategis Perusahaan, dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan kinerja _korporat, termasuk didalamnya penetapan Key Performance Indicator (KPI) Perusahaan, cascading dan integrasi KPI kepada Direktorat, Satuan / Divisi, Regional ddan Unit Induk dan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan manajemen system Perusahaan, termasuk didalamnya penetapan dan integrasi sistem manajemen (Integrated Management System) yang di adopsi PLN, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan Rencana Kerja ‘Manajemen (RKM), Kontrak Manajemen (KM), dan Kontrak Kinerja (KK) Direktorat / Di 1'Satuan, Regional dan Unit Induk, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; 4. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan program strategis Perusahaan, termasuk didalamnya mengelola program KPKU (Kriteria Penilaian Kinerja Unggul) BUMN, dan penugasan Pemerintah dalam ketenagalistrikan, serta mengelola OpportRegional dan Unity dan Action for Improvement; fe. Memastikan perencanaan dan pelaksanaan fungsi integrator bagi seluruh Direktorat / Divisi / Satuan, Regional dan Unit Induk, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan meliputi ‘mengintegrasikan progres dan laporan proyek investasi, mengintegrasikan performance indikator operasional, menyiapkan pelaporan, serta melaksanakan koordinasi program ketenagalistikan dengan stakeholder, f Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan layanan informasi dan akurasi data kinerja korporat pada sistem informasi yang digunakan, serta mengkoordinir monitoring program strategis Perusahaan untuk keperluan Manajemen maupun stakeholders. KEPALA SATUAN HUKUM KORPORAT (KSHK) Tanggung jawab Kepata Satuan Hukum Korporat adalah memimpin, menyusun rencana, ‘melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Satan Hukum Korporat meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi itigasi, regulasi, dan bantuan hukum, penyediaan dan evaluasi produk hukum, pengelolaan regulasi Perusahaan, menjamin keterfindungan Perusahaan terhadap permasalahan hukum, dengan tugas pokok |. _Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan regulasi Perusahaan termasuk didalamnya harmonisasi ketentuan Perusahaan, evaluasi berbagai ketentuan Perusahaan, serta memberikan dasar hukum setiap ketentuan Perusahaan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap kesesuaian peraturan Perusahaan dengan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk didalamnya memastikan keabsahan perijinan, ketentuan, lisensi, Kepemilikan aset Perusahaan, dan antisipasi perubahan regulasi terhadap Perusahaan; ©. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan pelayanan hukum atas perjanjian-perjanjian Perusahaan termasuk didalamnya mensupervisi pembuatan kontrak, memberikan pendapat hukum atas Kontrak dan untuk penyelesaian masalah kontrak; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan bantuan hukum di dalam dan di luar pengadilan, termasuk didalamnya peradilan perdata, pidana, hubungan industrial, tindak pidana Korupsi, Tata Usaha Negara (TUN), arbitrase, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen; @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan Pelayanan hukum atas pelaksanaan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk didalamnya perubahan Anggaran Dasar, penerbitan keputusan pemegang saham, kewenangan kepada Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; f, Memberi masukan untuk penyusunan peraturan perundangan, mengelola hubungan dengan lembaga hukum atau pembuatan kebijakan hukum, sera melakukan pendokumentasian atas produk hukum Perusahaan. KEPALA SATUAN KOMUNIKAS! KORPORAT (KSKOM) ‘Tanggung jawab Kepala Satuan Komunikasi Korporat adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Komunikasi Korporat mmeliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi komunikasi Perusahaan, public relation (hubungan masyarakat), hubungan dengan media, hubungan Komunikasi pihak internal dan ekstemal, Corporate Social Responsibility (CSR), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), dengan tugas pokok : @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Kebijakan dan strategi pengelolaan komunikasi ekstemal dan hubungan masyarakat (public relation) termasuk didatamnya upaya untuk meningkatkan citra dan reputasi Perusahaan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan komunikasi internal Perusahaan termasuk didalamnya mengelola media dan event-event Perusahaan; ©. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan media komunikasi intemal dan eksternal Perusahaan termasuk didalamnya mengelola website, penerbitan, media audio visual Perusahaan; dd. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), termasuk didalamnya pemberdayaan masyarakat dan program kepedulian sosial Perusahaan; e. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sinkronisasi program CSR dan PKBL antara Kantor Pusat, Regional dan Unit Induk dan Anak Perusahaan serta mengkaji dampaknya bagi Perusahaan; f, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan CSR dan PKBL telah dipublikasikan kepada stakeholder ekstemal dan internal serta _melaksanakan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan CSR dan PKBL. KEPALA SATUAN PENGADAAN IPP (KSIPP) ‘Tanggung jawab Kepala Satuan Pengadaan Independent Power Producer (IPP) adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Satuan Pengadaan IPP meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi pengadaan IPP strategis, pengadaan transmisi swasta mulai dari tahap pengadaan sampai dengan financial losing, dengan tugas pokok : @. _Memastikan perencanaan, peleksanaan dan evaluasi dan pengembangan kebijakan dan strategi pengadaan IPP’ termasuk didalamnya ketentuan / prosedur / pedoman pengadaan IPP, proses pengadaan, skema pengadaan, dan market research survey; b. Memastikan terlaksananya perencanaan pengadaan dan pengadaan IPP dan transmis ‘swasta strategis sampai dengan financial closing termasuk didalamnya melakukan pengawasan dan pengendalian pengadaannya, . Memastikan terlaksananya integrasi dalam pembangunan IPP dan transmisi swasta dengan sistem kelistikan PLN, termasuk didalamnya mengembangkan pedoman pengawasan konstruksi yang dilaksanakan oleh Direktorat Bisnis Regional; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi_pengelolaan administrasi pengadaan dan kontrak IPP serta pengelolaan manajemen Risikonya; @ Memastikan_perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan melakukan pembinaan pengadaan IPP yang dilaksanakan oleh Regional dan Unit; 1 Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan pelaporan pengadaan IPP dan database IPP sejak inisiasi sampai operasi serta mengintegrasikannya dengan Project Management Information System; KEPALA SATUAN BATU BARA (KSBAT). Tanggung jawab Kepala Satuan Batubara adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan pengadaan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Satuan Batubara meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi perencanaan, pengelolaan pengadaan, dan logistik batubara untuk kebutuhan batubara jangka pendek dan panjang, dengan tugas pokok : a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan pengadaan batubara, termasuk didalamnya membuat ketentuan / prosedur / pedoman pengadaan Balubara, proses pengadaan, skema pengadaan, dan market research survey; b, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pemenuhan kebutuhan, sumber pasokan, transportasi dan delivery batubara jangka pendek dan jangka panjang; c. _Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pendanaan dan penganggaran batubara jangka pendek dan jangka panjang; d. Melaksanakan dan mengevaluasi pengadaan batubara, secara terintegrasi dan terpusat serta menetapkan penandatanganan perjanjian jual beli batubara sesual kewenangannya; fe. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan _strategi pengendalian kualitas batubara, manajemen teknologi dan ekonomi batubara yang optimal; f. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan _strategi pengendalian perjanjian jual beli batubara, di Regional dan Unit Induk, Anak Perusahaan, IPP, termasuk didalamnya melakukan pembinaan untuk menjamin kontinuitas operasi pembangkit. KEPALA SATUAN GAS DAN BBM (KSGEM) Tanggung jawab Kepala Satuan Gas dan BBM adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi kebutuhan energi primer, bauran energi, dan_melakukan pembinaan fungsi Satuan Gas dan BBM meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi perencanaan, pengelolaan pengadaan dan logistik gas dan BBM untuk kebutuhan Gas dan BBM jangka pendek dan panjang, dengan tugas pokok: a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan pengadaan gas dan BBM termasuk didalamnya membuat ketentuan / prosedur / pedoman pengadaan Gas dan BBM, proses pengadaan, dan market research survey; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pemenuhan kebutuhan, pendanaan dan anggaran, sumber pasokan, dan delivery gas dan BBM Jangka pendek dan jangka panjang; ©. Memastikan perencanaan dan evaluasi kebutuhan energi primer dan bauran energi jJangka pendek dan jangka panjang; 4. Melaksanakan dan mengevaluasi pengadaan gas dan BBM secara terintegrasi dan terpusat serta menetapkan penandatanganan perjanjian jual beli gas dan BBM sesuai kewenangannya; 1. 2 . _Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebljakan dan strategi pengelolaan pengendalian kualitas gas dan BBM, manajemen teknologi dan ekonomi energi primer yang optimal; f. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan _evaluasi Kebijakan dan _strategi pengendalian perjanjian juai beli gas dan BBM di Regional dan Unit, Anak Perusahaan, termasuk IPP, termasuk didalamnya melakukan pembinaan untuk menjamin kontinuitas ‘operasi pembangkit DIREKTORAT PERENCANAAN KORPORAT : KEPALA DIVISI PERENCANAAN SISTEM (KDIVSIS), ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Perencanaan Sistem adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Perencanaan Sistem meliputi tetapi tidak terbatas pada penetapan dan pengelolaan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), prakiraan beban dan perancangan sistem pembangkit dan transmisi, dengan tugas pokok : '@. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam penetapan dan pengelolaan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) serta program diversifikasi / konservasi energi, berikut peta jalan (roadmap) implementasinya; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi prakiraan beban dan pengembangan sistem pembangkitan dan penyaluran ketenagalistrikan yang terintegrasi dengan pengembangan regional; ©. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam penyusunan analisa dampak lingkungan, Land Acquisition And Resettlement Programe (LARP) dan Clean Development Mechanism (CDM), berkaitan dengan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan; d. Memastikan realisasi pelaksanaan RUPTL serta menyusun rencana, kebijakan dan strategi untuk mengatasi gap antara realisasi dengan RUPTL; e. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan hubungan intemasional dan kerjasama antar negara dalam rangka pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, serta menjadi leader dalam kerjasama teknis dengan Perusahaan utility regional; f. Menselaraskan kebljakan dan strategi pengembangan sistem ketenagalistrikan, serta melakukan pembinaan kepada Regional dan Unit dalam pengelolaan perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan, KEPALA DIVIS] PERENCANAAN KORPORAT (KDIVRKO) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Perencanaan Korporat adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Perencanaan Korporat meliputi tetapi tidak terbatas pada perencanaan strategis dan keuangan korporat jangka panjang dalam rangka mencapai visi Perusahaan, strategi pengembangan Regional dan Unit dan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan dengan tugas pokok ‘a. _Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan pengembangan kebijakan dan strategi jangka panjang korporat termasuk didalamnya pengembangan Visi korporat, Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), peta jalan (Road Map) arah pengembangan bisnis, dan proyeksi keuangan jangka panjang korporat; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengembangan Regional dan Unit- Regional dan Unit Perusahaan dan melakukan penyelarasan serta pembinaan sehingga dapat mendukung pencapaian Visi dan RJPP Perusahaan; ¢. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan pengembangan kebijakan dan strategi jangka panjang Anak Perusahaan dan Usaha Patungan termasuk didaiamaya Visi dan Misi Anak Perusahaan, RIPP Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; 3. 3. d. Memastikan terjadinya penyelarasan kebijakan strategis jangka pendek korporat dan ‘Anak Perusahaan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) korporat dan ‘Anak Perusahaan; @ Memastikan penyusunan dan perumusan proyeksi keuangan berdasarkan perencanaan strategis korporat termasuk didalamnya pian alternatf dan sumber pendanaannya; {,_ Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan pengembangan usulan proyek baru yang akan tercantum dalam Blue Book yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau yang akan ditawarkan kepada pihak lain. KEPALA DIVISI ENERG! BARU DAN TERBARUKAN (KDIVEBT) Tanggung jawab Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) adalah memimpin, ‘menyusun rencana, melaksanakan, mengevalvasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divis| EBT meliputi tetapi tidak terbatas pada perencanaan dan pengelolaan kebijakan dan strategi korporat dalam pengembangan, rekomendasi pemanfaatan, perencanaan dan implementasi penggunaan EBT, perencanaan pengadaan EBT dan pelayanan pengembangan IPP EBT, dengan tugas pokok : a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi_kebljakan dan _strategi pengembangan EBT, termasuk didalamnya menyediakan pedoman / peraturan pengembangan EBT, pedoman pengadaan dan penentuan harga EBT; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta menyediakan rencana pengembangan EBT, feasibility study, perencanaan pengadaan EBT, rekomendasi pemanfaatan dan pembinaan implementasi penggunaan EBT sebagai bagian dari diversifikasi dan konservasi energi; . Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pemberian insentif pembangunan EBT, kerjasama kemitraan pengembangan EBT, termasuk kerjasama penggunaan teknologi baru EBT; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sinkronisasi penyelesaian proyek pembangkit EBT dan proyek transmisi atau distribusi terhadap kebutuhan sistem eksisting dan perkembangan beban; e. Memastikan perencanaan, pengembangan dan evaluasi konstruksi IPP EBT strategis dan IPP EBT non strategis untuk memonitor penyelesaian proyek sesuai target dan ‘memberikan output sesual kesepakatan SLA (Service Level Agreement), { Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi ketersediaan data, informasi tentang EBT, dan melakukan pembinaan kepada Regional dan Unit dalam pengelolaan EBT. KEPALA DIVISI ENJINIRING DAN PERENCANAAN PENGADAAN (KDIVEPP) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Enjiniring dan Perencanaan Pengadaan adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Di Enjiniing dan Perencanaan Pengadaan meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi enjiniring dan teknologi ketenagalistrikan, standarisasi infrastruktur ketenagalistrikan, perencanaan pengadaan strategis, dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan enjiniring dan teknologi ketenagalistrikan termasuk didalamnya standarisasi infrastruktur_ketenagalistrikan, stander konfigurasi dan spesifikasi teknis peralatan infrastruktur ketenagalistrikan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam engembangan dan inovasi teknologi, serta peneliian ketenagalistrikan; c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam penyediaan dokumen feasibility study proyek strategis berdasarkan RUPTL, RJPP, RKAP atau program strategis Perusahaan; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi ketersediaan anggaran proyek strategis berdasarkan sumber pendanaan yang ada, 4 fe. Memastikan penyusunan, pelaksanaan, evaluasi perencanaan pengadaan proyek strategis dan perencanaan pengadaan Engineering Procurement and Construction (EPC), menyiapkan daftar penyedia, serta menerbitkan dokumen pengadaan sebagai bahan pelaksanaan proses pengadaan; f, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengadaan jasa konsultan dalam rangka menyediakan feasibility study proyek, dokumen pengadaan, dan konsultan pekerjaan strategis lainnya serta mendokumentasikan dan mengelola administrasi Perencanaan pengadaan. KEPALA DIVIS! TRANSAKS! TENAGA LISTRIK DAN KEMITRAAN BISNIS (KDIVTLK) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Transaksi Tenaga Listrik dan Kemitraan Bisnis adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Transaksi Tenaga Listrk dan kemitraan Bisnis meliputi tetapi tidak terbatas pada pengelolaan transaksi tenaga listrik, mengembangkan model bisnis IPP dan transmisi swasta, Pengembangan kemitraan bisnis, pengembangan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan, dengan tugas pokok : ‘a, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi transaksi tenaga listrik, termasuk didalamnya transaksi IPP, penyelesaian IPP terkendala, dan transaksi transmisi swasta; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evalvasi kebijakan dan strategi pengelolaan portofolio dan model bisnis IPP serta pengelolaan portofolio transmisi swasta; c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi kemitraan dan pengembangan portofolio bisnis Perusahaan, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; 4, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pelaksanaan investasi Anak Perusahaan dan Usaha Patungan serta mengintegrasikan dan memberikan dukungan atas pengembangannya; e. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi korporasi untuk kemitraan dan portofolio bisnis untuk mendukung penyediaan kebutuhan energi primer Perusahaan; f, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembuatan Kajian Kelayakan Operasi (KKO), Kajian Kelayakan Finansial (KKF) dan Business Plan atas rencana kerjasama, kemitraan, pendirian anak Perusahaan, usaha patungan, termasuk investasi didalam Anak Perusahaan dan Usaha Patungan. KEPALA DIVIS! MANAJEMEN RISIKO DAN KEPATUHAN (KDIVMRK) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan adalah _memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi manajemen Risiko (Enterprise Risk Management), kepatuhan pelaksanaan mitigasi Risiko di seluruh unsur dan kegiatan Perusahaan, dengan tugas pokok : a. Memastikan perencanaan, _pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan pedoman Manajemen Risiko dan’ Kepatuhan Perusahaan, serta memastikan tahapan penerapannya baik dalam proses pengambilan keputusan maupun kegiatan strategis, lainnya; b. Memas perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kajian Risiko Perusahaan dan mitigasi Risiko bekerja sama dengan pemilik Risiko, serta melakukan assesment, pemantauan dan pelaporan Risiko-Risiko utama (key risks) Perusahaan; c. Memastikan penyusunan infrastruktur_ manajemen Risiko dan kepatuhan seria environment yang memadai untuk implementasi manajemen Risiko Perusahaan, termasuk didalamnya risk & compliance management information system, dan memfasilitasi pembangunan kompetensi (capacity building) manajemen Risiko dan kepatuhan; 1d. Memastikan pemantauan kinerja dan risk maturity Perusahaan dan perbaikan secara berkesinambungan mengacu pada best practice serta berperan sebagai risk management advisor bagi pemilk Risiko; @ Mengarahkan terkelolanya Risiko kepatuhan di lingkungan Perusahaan termasuk anak Perusahaan, berupa kepatuhan terhadap ketentuan internal maupun eksternal, termasuk di datamnya legal risk, pengelolaan gratikasi, whistle blower system, pengembangan integrtas dan elika beserta perantauan dan pelaporannya;, f. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi kepatuhan (compliance) Perusahaan. C,_DIREKTORAT PENGADAAN : 1 KEPALA DIVISI PERIJINAN DAN PERTANAHAN (KDIVPPT) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Perijinan dan Pertanahan adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan metakukan pembinaan fungsi Divisi Perijinan dan Pertanahan meliputi tetapi tidak terbatas pada fungsi perijinan, ketersediaan lahan serta membangun hubungan dengan kelembagaan dalam rangka mempercepat tersedianya izin dan lahan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, dengan tugas pokok: ‘a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi perijinan dan pertanahan, serta menerbitkan pedoman / ketentuan / prosedur perjinan dan pertanahan Perusahaan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan perijinan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk didalamnya untuk memperoleh perijinan dalam pelaksanaan proyek, perijinan kehutanan, perjinan perhubungan, dan perijinan lingkungan; ©. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan pertanahan, termasuk didalamnya melaksanakan monitoring dan mengendalikan proses pembebasan lahan, pengurusan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan lembaga lainnya; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebljakan dan strategi dalam penyediaan lahan pengganti, lahan sewa dan komitmen lainnya sesuai ketentuan yang beriaku; @. _Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategl pengelolaan hubungan kelembagaan dan pengelolaan Service Level Agreement (SLA) antara Perusahaan dengan Pemerintah dan lembaga lainnya dalam hubungannya dengan perijinan dan pertanahan; f, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pendanaan, anggaran dan administrasi perijinan dan pertanahan, serta melakukan pembinaan kepada Regional dan Unit. KEPALA DIVISI PENGADAAN STRATEGIS (KDIVDAS) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Pengadaan Strategis adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Pengadaan Strategis meliputi tetapi tidak terbatas pada tersedianya ketentuan pengadaan, terlaksananya pengadaan barang dan jasa strategis sesuai kewenangan, dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengadaan korporat, termasuk didalamnya membuat ketentuan / prosedur / pedoman pengadaan, melakukan sosialisasi, dan meningkatkan kompetensi pengadaan Perusahaan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan market survey, ‘optimalisasi Keekonomian pengadaan, pengawasan dan pengendalian pengadaan ‘sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk membuat strategi pemisahan kontrak supply material dan kontrak pemasangannya; . Memastikan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, pengadaan Engineering Procurement and Construction (EPC), dan pengadaan jasa konsultansi yang bersifat strategis untuk pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk penyiapan dokumen kontrak pengadaan; d, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengendalian anggaran dan pendanaan untuk pengadaan strategis dan menyusun kebijakan dan strategi anggaran pengadaan; 3. @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan logistik material investasi dan pergudangannya, pembinaan pengadaan, melakukan integrasi pengadaan ‘dengan Direktorat Bisnis Regional, Unit, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; {, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi administrasi pengadaan termasuk didalamnya mendokumentasikan proses pengadaan, menyusun database pengadaan dan menyempurnakan sistem monitoring pengadaan. KEPALA DIVISI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (KDIVSCM) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Supply Chain Management (manajemen rantai pasok) adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Supply Chain Management meliputi tetapi tidak terbatas pada perencanaan rantai pasok, perencanaan dan pelaksanaan pengadaan material operasi, pengelolaan logistik material operasi, dengan tugas pokok : ‘a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan stralegi Supply Chain’ Management, termasuk didalamnya menerbitkan pedoman / ketentuan pengelolaan Supply Chain Management, b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan Supply Chain ‘Management, mulai dari perencanaan pengadaan, pelaksanaan pengadaan, pengiriman sampai dengan pengelolaan logistik pergudangan termasuk didalamnya melakukan ‘market survey dan optimasi keekonomian pengadaan; ©. Memastikan petaksanaan dan evaluasi proses pengadaan material operasi baik secara terpusat maupun didaerah, termasuk didalamnya membangun sistem pengadaan melalui IT terintegrasi mengacu pada best practices, d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengendalian anggaran dan pendanaan untuk pengelolaan Supply Chain Management, material operasi, dan ‘menyusun kebijakan dan strategi anggaran pengadaan; fe. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembinaan pengelolaan Supply Chain Management, pengadaan material operasi kepada Regional, Unit, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; {. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan pengadaaan melalui aplikasi pengadaan barang dan jasa secara online, terlaksananya e-procurement, serta administrasi pengadaan material operasi termasuk didalamnya mendokumentasikan pengadaan material operasi dan menyempurnakan sistem pengadaan; KEPALA DIVISI ADMINISTRASI KONSTRUKSI (KDIVAKO) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Administrasi Konstruksi adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Administrasi Konstruksi meliputi tetapi tidak terbatas pada mengelola administrasi konstruksi, pelaporan proyek, pengelolaan data base proyek (EPC dan IPP), serta monitoring progress dan penggunaan anggaran proyek, dengan tugas pokok : @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebljakan dan strategi administrasi konstruksi termasuk didalamnya memastikan tersedianya anggaran, mengelola administrasi anggaran dan perijinan kontrak multi years; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi realisasi anggaran proyek sesuai ketentuan yang disyaratkan dalam DIPA-SLA, RKAP-APLN maupun lenders guideline; . Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tersedianya SDM proyek, melaksanakan administrasi tenaga kerja asing dan administrasi jasa penunjang lainnya; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan mengelola database proyek (EPC dan IPP) mulai dari proses perencanaan sampai dengan pasca proyek dan mengembangkan sistem informasi proyek (Project Management Information System) meliputi software, hardware, Sumber Daya Manusia dan pengelolaannya; fe. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebljakan dan strategi administrasi Jasa Penunjang termasuk didalamnya mengelola administrasi perbekalan dan kepabeanan (export import), 9 D. 1. 1 Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pemutakhiran data status proyek kepada stakeholder, melakukan integrasi dan koordinasi pelaksanaan_ konstruksi, mengelola dan melakukan dokumentasi konstruksi serta melakukan pembinaan kepada Regional dan Unit, DIREKTORAT HUMAN CAPITAL MANAGEMENT : KEPALA DIVISI PENGEMBANGAN ORGANISASI (KDIVORG) Tanggung jawab Kepala Divisi Pengembangan Organisasi adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi_ Divisi Pengembangan Organisasi meliputi tetapi tidak terbatas pada pengembangan proses bisnis, korporat, pengembangan organisasi, pengembangan system kompetensi organisasi , dan erencanaan kebutuhan tenaga Kerja, dengan tugas pokok : ‘a Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam Pengembangan proses bisnis korporat, melakukan integrasi proses bisnis serta Pengembangan mekanisme kerja terintegrasi; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengembangan organisasi dan sistem manajemen organisasi (organization and ‘management development); c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam perencanaan tenaga kerja, termasuk didalamnya menyusun formasi jabatan dan formasi tenaga kerja, d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam evaluasi jabatan, pohon profesi, kebutuhan kompetensi jabatan, dan menyediakan Direktori Kompetens @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan tenaga kerja alin daya, termasuk melakukan pembinaan kepada Regional dan Unit; . Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi organisasi / proses diagnostic dalam rangka efektivitas organisasi KEPALA DIVIS] HUMAN CAPITAL MANAGEMENT SYSTEM (KDIVHCMS) Tanggung jawab Kepala Divisi Human Capital Management System adalah_memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divis! Pengembangan Sistem meliputi tetapi tidak terbatas pada pengembangan sistem Human Cepital Management, remunerasi, kelentuan kepegawaian dan rencana anggaran kepegawaian, pengelolaan hubungan industrial, dan mengelola budaya perusahaan seria knowledge management dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengembangan sistem Human Capital Management termasuk dalam system pengelolaan benefit, kompensasi dan kesehatan pegawai serta purnakarya, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebljakan dan strategi dalam pengelolaan kinerja pegawai dan pengembangan sistem informasi manajemen kinerja pegawai c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam sistem remunerasi dan mengelola perencanaan kebutuhan anggaran kepegawaian dalam RKAP; ‘Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelotaan sistem kompetensi organisasi yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan knowledge management Perusahaan; fe. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan perubahan sistem manajemen serta pengelolaan budaya Perusahaan seria melakukan pembinaan kepada Regional dan Unit, 10 f. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam hhubungan industrial untuk memperoleh sinergi antara Manajemen dan pegawei Perusahaan. KEPALA DIVIS! PENGEMBANGAN TALENTA (KDIVTLN) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Pengembangan Talenta adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Pengembangan Talenta meliputi tetapi tidak terbatas pada tersedianya talenta sesuai kebutuhan korporat, terlaksana pengelolaan sistem pengembangan Kompetensi pegawai dan kepemimpinan serta pengembangan karir pegawai, dengan tugas pokok : @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebjjakan dan strategi dalam pengelolaan rekrutmen dan seleksi kebutuhan pegawai Perusahaan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengembangan kompetensi pegawai melalui pengelolaan dan pengembangan jalur karir Pegawai dan program pendidikan serta pelatihan; c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam proses mutasi, promosi dan demosi pegawai, melaksanakan program peningkatan kapabilitas dan kompetensi pegawai, dan pemberdayaan pegaw: d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengembangan kepemimpinan Perusahaan dan menyediakan talent poo! untuk proses suksesi kepemimpinan; fe. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam mengelola sistem informasi Kepegawaian termasuk didalamnya pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi Human Capital serta pengelolaan remunerasi pegawai, f. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan administrasi pegawai dan purnakarya, KEPALA DIVIS] UMUM (KDIVMUM) Tanggung jawab Kepala Divisi Umum adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Umum meliputi tetapi tidak terbatas pada pengelolaan kegiatan administrasi umum (general affairs) korporat dan manajemen dan pelayanan Kantor pusat, pengelolaan, perencanaan dan pelaksanaan pengadaan Kantor pusat, properti Perusahaan, dengan tugas pokok : @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan administrasi umum (general affairs) Perusahaan, termasuk didalamnya pengelolaan administrasi dan arsip Perusahaan serta pengelolaan pelayanan kesehatan pegawai dan pensiunan Kantor Pusat; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan manajemen properti serta pemanfaatan properti Perusahaan secara terintegrasi dan terpusat; c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pengelolaan fasiltas erusahaan secara terintegrasi dan terpusat termasuk didalamnya pengelolaan kendaraan, telekomunikasi, dan peralatan kerja Regional dan Unit; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evalvasi kebijakan dan strategi dalam perencanaan pengadaan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di kantor pusat; @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pelayanan dan pengelolaan (gedung) kantor pusat, f. Menyusun dan memastikan terlaksananya proses bisnis umum, strategi pengendalian sarana dan fasiltas kerja Kantor Pusat, Regional dan Unit diseluruh wilayah kerja Perusahaan, termasuk sebagai koordinator anggaran fungsi Administrasi. " 1. KEPALA DIVISI_ — KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, KEAMANAN, DAN LINGKUNGAN (KDIVKSL) Tanggung jawab Kepala Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lngkungan adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) meliputi tetapi tidak terbatas pada pengelolaan kesehatan lingkungan kerja, keselamatan kerja, keamanan, dan lingkungan (health, safety, security and environment), dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelotaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) termasuk didalamnya menerbitkan ketentuan / prosedur / pedoman K3, melakukan sosialisasi dan meningkatkan kompetensi K3, b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelotaan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) termasuk didalamnya menerbitkan ketentuan / prosedur / pedoman K2, melakukan sosialisasi dan integrasi pengelolalan K2 dan K3 diseluruh Perusahaan; c. _Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengeloiaan keamanan (corporate security), pengendalian keamanan, pengamanan semua instalasi stratejik Perusahaan termasuk didalamnya menerbitkan prosedur / ketentuan / pedoman keamanan serta melakukan integrasi pengelolalan keamanan diseluruh Perusahaan; d, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan lingkungan hidup (environment) termasuk didalamnya UKL & UPL / SPPL, menerbitkan prosedur / ketentuan / pedoman tentang lingkungan hidup serta melakukan integrasi pengelolalan lingkungan hidup diseluruh Perusahaan; e, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembinaan terhadap Regional, Unit, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan dalam bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan, f, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi peraturan perusahaan dan penyelarasannya dengan’ perundang-undangan terkait K3L dalam mendukung operasional Perusahaan. DIREKTORAT KEUANGAN : KEPALA DIVISI KEUANGAN KORPORAT (KDIVKEU) Tanggung jawab Kepala Divisi Keuangan Korporat adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Keuangan Korporat meliputi tetapi tidak terbatas pada perencanaan keuangan, terselenggaranya pengendalian kepatuhan terhadap kewajlban Perusahaan, terselenggaranya pengelolaan kepemilikan saham pada Anak Perusahaan dan Usaha Patungan, dengan tugas pokok : @ Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam perencanaan keuangan jangka pendek dan menengh termasuk didalamnya melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada Regional dan Unit; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam perencanaan perolehan ‘sumber pendanaan termasuk identifikasi penyedia dan ketersediaan sumber pinjaman lokal dan global, Sub Loan Agreement | SLA dan Penyertaan Modal Negara (PMN); ©. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebljaken dan strategi dalam program liability management , consent solicitation, refinancing, tender offer, exchange offer, call option yang akan dilaksanakan dalam tahun berjalan termasuk pengendalian atas debt covenant, 4. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengadaan pinjaman termasuk pengadaan lembaga penunjang yang dibutuhkan secara transparan dan akuntabel; @ Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam memberikan advice bagi Anak Perusahaan dan Usaha Patungan atas rencana aksi korporasi yang berpotensi menimbulkan posisi breach atau default bagi debt covenant, termasuk dalam pengelolaan kepemilixan saham dan pendanaan bagi Perusahaan; 2 2 3 f. Menyusun, mempersiapkan dan memproses Loan Agreement untuk proyek-proyek yang didanai oleh Direct Lending /ECA serta melaksanakan, mengevaluasi kebijakan dan strategi dalam administrasi pinjaman secara tertib dan akuntabel. KEPALA DIVISI ANGGARAN (KDIVANG) Tanggung jawab Kepala Divisi Anggaran adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Anggaran meliputi tetapi tidak terbatas pada bidang anggaran dan tersedianya Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta terlaksananya pengendalian anggaran dan evaluasi program, dengan tugas pokok : a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam bidang anggaran korporat termasuk didalamnya melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada Regional dan Unit; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) termasuk didalamnya melakukan supervisi dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Regional dan Unit; c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengendalian Anggaran Tahunan untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai program RKAP; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pembinaan dan supervisi pelaksanaan penggunaan anggaran kepada Regional dan Unit dan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan; e. Memastikan penyusunan pelaksanaan, evaluasi realisasi RKAP serta mengidentifikasi gap dalam pencapaian sasaran Perusahaan serta merancang langkah mengatasinya. KEPALA DIVISI TREASURY / PERBENDAHARAAN (KDIVTRE). ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Treasury (Perbendaharaan) adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Treasury meliputi tetapi tidak terbatas pada pengelolaan likuiditas Korporat, pengelolaan pendapatan, dan pembelanjaan. dengan tugas pokok @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan penerimaan pendapatan penjualan tenaga listrik dan lainnya secara terintegrasi melalui sistem korporat maupun secara konvensional; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Kebijakan dan strategi dalam pengelolaan likuiditas Perusahaan secara terintegrasi melalui sistem korporat maupun ‘secara konvensional; ©. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam engelolaan piutang Perusahaan secara terintegrasi melalui sistem korporat maupun secara konvensional, d, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengawasan penerimaan dana dari kegiatan pengelolaan pendapatan terpusat, e. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pembelanjaan operasi dan investasi secara terintegrasi melalui sistem korporat maupun secara konvensional f. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Kebijakan dan strategi dalam sistem dan prosedur perbendaharaan, pelaporan serta melakukan pembinaan kepada Regional, Unit, Anak Perusahaan dan Usaha Patungan. KEPALA DIVISI AKUNTANSI (KDIVAKT) TTanggung jawab Kepala Divisi Akuntansi adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Akuntansi meliputi tetapi tidak terbatas pada pengelolaan akuntansi korporat, pajak, asuransi, serta pencatatan penyelesaian kerugian Perusahaan dan/atau Negara, dengan tugas pokok 13 5 a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan akuntansi termasuk pengembangan sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan yang akuntabel dan akurat; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Kebijakan dan strategi dalam pengelolaan pajak untuk menghasikan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kewajiban ajak Perusahaan; . Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam Pengelolaan asuransi untuk menghasikan efisiensi dan efektifitas perlindungan aset strategis Perusahaan; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan akuntansi pencatatan penyelesaian kerugian Perusahaan dan/atau Negara; @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengembangan sistem perpajakan dan asuransi; {, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pembinaan kepada Regional dan Unit dan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan. KEPALA DIVISI NIAGA (KDIVAGA) Tanggung jawab Kepala Divisi Niaga adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Niaga meliputi tetapi tidak terbatas pada bidang niaga dan memastikan adanya strategi dan kebijakan pengelolaan corporate & industry account untuk pelanggan besar dengan layanan Khusus, mengelola sistem mutu pelayanan pelanggan, dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan niaga (jual beli) tenaga listrik; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pemasaran dan penjualan tenaga listrik termasuk didalamnya melakukan pembinaan terhadap Regional dan Unit; c. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam sistem mutupelayanan ‘pelanggan Perusahaan termasuk didalamnya melakukan integrasi dan pembinaan terhadap Regional dan Unit; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan corporate and industry account untuk pelanggan besar dengan layanan khusus dan terintegrasi; @Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengelotaan tarf tenaga listik dan implementasinya; f, Memastikan_ perencanaar pengelolaan dan pelaksar (PBR) sebagai kompensasi pelaksanaan Public Service Obligation (PSO). KEPALA DIVISI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI (KDIVST!) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Sistem dan Teknologi Informasi adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Sistem dan Teknologi Informasi meliputi tetapi tidak terbatas pada sistem dan teknologi informasi Perusahaan, terselenggaranya operasional pengelolaan pelayanan aplikasi terpusat maupun infrastruktur dan keamanan sistem informasi yang berpedoman, dengan tugas pokok @ Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan _strategi penyelarasan antara pengembangan Teknologi Informasi terhadap proses bisnis Perusahaan; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam pengembangan sistem dan teknologi informasi korporat secara terpusat dan terintegrasi, ._Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam implementasi pengembangan sistem informasi dilingkungan Perusahaan; 14 6. 1. 2 d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam mengelola operasional pelayanan aplikasi terpusat yang menjamin ketersediaan, keamanan, keandalan dan keakuratan layanan teknologi informasi; ®, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam mengelola operasional_pelayanan infrastruktur_ dan_keamanan sistem informasi Perusahaan yang menjamin ketersediaan, keamanan, keandalan dan keakuratan layanan teknologi informasi; 1. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam Pembinaan kepada Regional dan Unit dan Anak Perusahaan dan Usaha Patungan. DIREKTORAT BISNIS REGIONAL : KEPALA DIVIS| PENGEMBANGAN REGIONAL (KDIVPR) Tanggung jawab Kepala Divisi Pengembangan Regional adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi_Divisi Pengembangan Regional meliputi tetapi tidak terbatas pada pengembangan bisnis regional, perencanaan investasi dan operasi regional, pengendalian kinerja regional, perencanaan dan pelaksanaan pengadaan regional, dengan tugas pokok : a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan _strategi pengembangan bisnis dan investasi regional melalui koordinasi dengan Divisi dan Unit Induk terkait, termasuk didalamnya _merancang pengembangan _infrastruktur ketenagalistrikan regional yang terintegrasi dengan rencana korporat dan perencanaan ‘anggaran investasi regional; b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi perencanaan anggaran operasi infrastruktur ketenagalistikan regional (pembangkitan, transmisi dan distribusi); . Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan dan pengendalian kinerja regional termasuk didalamnya kinerja konstruksi, operasi dan keuangan; d. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi perencanaan pengadaan regional sesuai dengan kewenangannya, termasuk didalamnya melakukan koordinasi dan integrasi perencanaan pengadaan dengan Divisi dan Unit Induk terkait, fe. Menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi pelaksanaan pengadaan dan pembuatan kontrak regional sesuai dengan kewenangannya, termasuk didalamnya melakukan koordinasi dan integrasi pelaksanaan pengadaan dengan Divisi dan Unit Induk terkait; f, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan melakukan pembinaan fungsi perencanaan, pengendalian kinerja dan pengadaan kepada Unit di dalam regionalnya, KEPALA DIVISI KONSTRUKS! REGIONAL (KDIVKR) ‘Tanggung jawab Kepala Divisi Konstruksi Regional adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanakan, mengevaluasi, dan metakukan pembinaan fungsi Divisi Konstruksi Regional meliputi tetapi tidak terbatas pada monitoring pelaksanaan proses periinan, pembebasan tanah, kontrak konstruksi, supervisi dan pengawasan konstruksi infrastruktur ketenagalistrikan (pembangkit, transmisi dan gardu induk serta IPP) regional, dengan tugas pokok ‘a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta_ memberi masukan kepada korporat tentang pelaksanaan perijinan dan pertanahan regional termasuk didalamnya ‘memonitor pelaksanaan proses periinan dan pembebasan tanah di regionalnya; b, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi konstruksi pembangkit, transmisi dan gardu induk, termasuk proyek IPP mulai dari kontrak sampai COD termasi didalamnya melakukan koordinasi dan integrasi pelaksanaan supervisi dengan Divi ddan Unit terkeit; ¢. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengendalian konstruksi sehingga terjadi keselarasan penyelesaian pembangkit, transmisi dan gardu induk sesuai waktu, biaya dan kualitas yang direncanakan termasuk didalamnya melakukan koordinasi dan integrasi penyelesaian konstruksi dengan Divisi dan Unit terkait, 15 d, Memastiken perencanaan, pelaksanean dan evaluasi kebijakan dan strategi dalam sinkronisasi penyelesaian pembangunan pembangkit (EPC, IPP, EBT), transmisi dan gardu induk terhadap kebutuhan sistem dan perkembangan beban; @. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi administrasi kontrak serta perubahan kontrak termasuk didalamnya melakukan koordinasi dan integrasi administrasi konstruksi dengan Divisi dan Unit terkait; {. Memastikan implementasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan K3L berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi pembangkit, transmisi dan distribusi, pengelolean niaga dan pelayanan pelanggan di wilayah regionalnya dengan melakukan koordinasi dengan Divisi dan Unit terkait KEPALA DIVISI OPERAS! REGIONAL (KDIVOR) Tanggung jawab Kepala Divisi Operasi Regional adalah memimpin, menyusun rencana, melaksanaken, mengevaluasi, dan melakukan pembinaan fungsi Divisi Operasi Regional ‘meliputi tetapi tidak terbatas pada pengelolaan operasional, pemeliharaan dan manajemen aset pembangkitan, transmisi dan distribusi, pengelolaan niaga dan pelayanan pelanggan dengan tugas pokok a. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi operasi dan pemeliharaan pembangkitan, transmisi dan distribusi di Regional dan Unit terkait, b. Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kebijakan dan strategi pengelolaan manajemen aset pembangkitan, transmisi dan distribusi, termasuk pemanfaatan aset dan properti dengan melakukan koordinasi dengan Divisi dan Unit terkait; . Memastikan implementasi kebijakan dan strategi dalam pengelolaan K3L_ berkaitan dengan operasi pembangkit, transmisi dan distribusi, di Regionalnya dengan melakukan koordinasi dengan Divisi K3L dan Unit terkait; d, Memastikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi perbaikan kinerja operasional secara_berkelanjutan, termasuk didalamnya memastikan terlaksananya secara optimal operasi pembangkit, teknologi pembangkitan, manajemen spareparts dan inventori pembangkit diregionainya: fe. Memastikan perencanaan, pelaksanaen dan evaluasi pengelolaan niaga dan pelayanan pelanggan dengan melakukan koordinasi dengan Divist dan Unit terkait; 1. Memastikan penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pemasaran dan penjualan tenaga listrik termasuk pengelolaan corporate & industry account untuk pelanggan besar dengan layanan khusus di Regional dan Unit terkait 16