Anda di halaman 1dari 6

CRITICAL REVIEW TATA GUNA LAHAN

2016

CRITICAL REVIEW TATA GUNA LAHAN

2016

Judul Jurnal : Dampak Perubahan Guna Lahan Akibat Pembangunan Kampus di


Wilayah Pinggiran Kota (Studi Kasus: Kampus Terpadu Universitas
Islam Indonesia di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penulis

: Amithya Irma Kurniawati dan Denny Zulkaidi

Tahun

: 2013

I.

Sintesa/ Ringkasan Jurnal


Perubahan guna lahan merupakan perubahan yang terjadi pada suatu
pemanfaatan lahan dengan tujuan tertentu (Briassoulis, 2000). Selain itu perubahan
guna lahan dapat membawa dampak positif dan negatif bagi sekitarnya. Perubahan
guna lahan di wilayah pinggiran kota, dalam beberapa hal dapat menyebabkan
menurunnya nilai lahan di wilayah bersangkutan, misalnya: penggunaan yang tidak
sesuai dengan nilai lokasi geografisnya, pemanfaatan infrastruktur yang tidak optimal,
serta sulitnya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai (Akbar, 1993,
hal.57.)
Perkembangan wilayah Kabupaten Sleman di wilayah pinggiran Kota
Yogyakarta yang sangat pesat dengan semakin meningkatnya lahan terbangun di
sepanjang Jalan Kaliurang yang dulunya merupakan daerah resapan air. Adanya
pembangunana Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) di wilayah
pinggiran kota menyebabkan terjadinya peningkatan fungsi lahan dan perubahan guna
lahan disekitar kampus tersebut seperti Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan
Ngaglik. Namun belum diketahui penyebab terjadinya perubahan guna lahan, dan
dampak perubahan guna lahan yang diakibatkan oleh pembangunan kampus tersebut.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jenis perubahan guna lahan pada persil di
sekitar Kampus Terpadu UII pada tahun 1993-2013 yang terbesar adalah perubahan
guna lahan RTH menjadi campuran, sedangkan untuk proses perubahannya
digolongkan ke dalam tahapan dominasi
Perubahan guna lahan adalah suatu pemanfaatan baru atas lahan yang berbeda
dengan pemanfaatan lahan sebelumya. Jenis guna lahan suatu persil lahan dapat
dilihat dari jenis kegiatan yang berlangsung di dalamnya dan guna lahannya. Jika
dilihat dari kegiatannya, guna lahan terdiri dari tiga jenis yaitu: guna lahan utama,
aksesoris, dan campuran. Jika guna lahan utama hanya memilik satu kegiatan utam ,
maka guna lahan tersebut merupakan guna lahan tunggal sedangkan jika guna laha
memiliki lebih dari satu kegiatan, maka guna lahan tersebut merupakan guna lahan
aksesoris atau campuran (Patterson, 1979). Adapun berbagai jenis guna lahan,yaitu:
guna lahan perumahan, komersil, industri, publik, ruang terbuka hijau, dan campuran
Perubahan guna lahan pada dasarnya mencakup 2 bentuk, yaitu: konversi dan
modifikasi (Briassoulis, 2000). Konversi adalah perubahan jenis penggunaan lahan
dari satu penggunaan ke penggunaan lain. Adapun modifikasi adalah terjadi
perubahan intensitas peruntukan atau atribut pada jenis penggunaan lahan yang sama.
Setiap perubahan biasanya selalu diikuti dengan suatu dampak baik positif maupun

CRITICAL REVIEW TATA GUNA LAHAN

2016

negatif. Beberapa jenis dampak, antara lain: dampak fisik dan kimia, biologis, sosialekonomi, serta sosial-budaya. Untuk mengurangi dampak dari pembangunana atau
ancaman dari bencana perlu adanya mitigasi. Beberapa jenis mitigasi dampak
perubahan penggunaan lahana adalah mitigasi dampak lingkungan, fasilitas
masyarakat, sosial, dan bahaya bencana (Kaiser, dkk, 1995). Mitigasi dapat berupa
perubahan guna lahan untuk penyangga kawasan alam atau restorasi, selain itu dapat
berupa penyediaan infrastruktur baru atau pembayaran biaya dampak terhadap
peningkatan kapasitas fasilitas.
Wilayah penelitian dari dampak penggunaan lahan adalah dusun-dusun yang
bersebelahan dengan bagian utara, barat, selatan, dan timur dari lokasi Kampus
Terpadu Uiversitas Islam Indonesia. Penentuan dusun-dusun tersebut berdasarkan
pertimbangan bahwa persil yang didapat di dalam wilayah dusun-dusun yang
dianggap sebagai persil yang kegiatannya mendapatkan dampak dari pembangunan
Kampus Terpadu UII. Jenis perubahan guna lahan pada persil di sekitar Kampus
Terpadu UII pada tahun 1993-2013 adalah sebagai berikut: perubahan RTH menjadi
perumahan sebanyak 24, RTH menjadi Jasa sebanyak 35, RTH menjadi perdagangan
1, RTH menjadi perjas sebanyak 2, RTH menjadi aksesoris sebanyak 10, RTH
manjadi campuran sebanyak 49, perumahan mejadi jasa sebanyak 1, perumahan
menjadi campuran sebanyak 34, dan aksesoris menjadi campuran sebanyak 1.
Berdasarkan identifikasi jenis guna lahan pada persil tahun 1993-2013 dan
disimpulkan bahwa jumlah guna lahan yang mengalami perubahan (guna lahan
berubah menjadi tunggal, aksesoris, dan campuran) pada persil diakibatkan oleh
pembangunan Kampus Terpadu UII, dengan tingkat perubahan sebesar 78,34 %.
Sedangkan guna lahan yang tetap pada persil memiliki kegiatan tambahan pada persil
(guna lahan aksesoris) yang diakibatkan oleh pembangunan kampus tergolong sedang,
yaitu sebesar 40%. Penambahan guna lahan pada persil disekitar kampus tersebut
pada tahun 1993-2013 adalah guna lahan campuran yang menggeser guna lahan RTH
sebagai guna lahan utama pada tahun 1993.
Dengan adanya pembanguanan Kampus Terpadu UII memberi dampak positif
atau negatif terhadap ekonomi, sosial, lingkungan. Baik secara langsung maupun
tidak langsung. Dampak perubahan guna lahan akibat pembangunan Kampus Terpadu
UII yang terbesar adalah dampak ekonomi positif, yaitu penduduk setempat dapat
memenuhi kegiatan sehari-hari dari adanya layanan kegiatan usaha milik orang lain di
sekitarnya. Dampak negatif perubahan guna lahan yang diakibatan pembangunan
Kampus Terpadu UII, perlu diatasi dengan mitigasi dampak lingkungan dan sosial.
Seperti penataan bangunan-bangunan penduduk, terutama bangunan yang digunakan
untuk kegiatan usaha yang menyebaban lingkungan mejadi semrawut, dengan cara
penyediaan lahan parkir yang memadai. Selain itu perlu penyediaan ruang terbuka
hijau pada bangunan-bangunan penduduk, terutama di pinggir Jalan Kaliurang
(daerah tersebut cenderung terkena polusi udara). Dan yang paling penting adalah
melarang penggunaan sumur bor pada bangunan-bangunan penduduk yang digunakan
untuk kegiatan usaha yang akan mengurangi pasokan air disekitarnya serta melakukan

CRITICAL REVIEW TATA GUNA LAHAN

2016

program pengelolaan sampah disertai partisipasi penduduk setempat untuk


mendukung program tersebut serta memberikan program tersebut bagi wilayah yang
belum memilikinya.
II.

Pendapat Tentang Studi Kasus


Menurut Sandy (1960) perubahan penggunaan lahan dapat saja terjadi apabila
adanya perubahan/ perbedaan nilai fungsi lahan sebelumnya dan sesudahnya yang
bernilai ekonomi lebih tinggi dari sebelumnya. Salah satu pendorongnya adalah
peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan lainnya dapat menimbulkan perubahan
dalam penggunaan lahan. Berdasarkan pernyataan tersebut jika dikaitakan dengan
studi kasus tentang pembangunan Kampus Terpadu UII memang terjadi perubahan
lahan yang memberi dampak terhadap aktivitas disekitarnya.
Pembangunan Kampus Terpadu UII menyebabkan peningkatan jumlah
penduduk yang berdampak terhadap perubahan lahan dan pertambahan fungsi lahan.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk yang datang ataupun menetap di sekitar
Kampus Terpadu UII ini mengakibatkan semakin banyaknya kebutuhan lahan untuk
permukiman. Selain untuk permukiman, untuk memebuhi kebutuhan aktivitas
penduduk sekitar Kampus Terpadu UII diperlukan adanya pembangunan suatu
prasarana dan sarana yang mendukung. Seperti adanya kegiatan perdagangan dan
jasa, rumah kost, dan sarana penunjang lainnya.
Dengan adanya kegiatan perdagangan dan jasa menyebabkan perekonomian di
wilayah tersebut mengalami peningkatan. Hal ini akan berdampak terhadap
masyarakat sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini merupakan
salah satu dampak positif dari pembangunan Kampus Terpadu UII. Selaian itu adanya
pertambahan fungsi lahan dapat berpengaruh terhadap harga lahan di wilayah
tersebut, hal ini dikarenakan semakin banyaknya permintaan akan lahan di wilayah
tersebut.
Wilayah yang awalnya merupakan RTH ini berubah menjadi guna lahan
campuran. Menurut Sandy (Rolobessy,1999:19) perubahan dan pertambahan fungsi
guna lahan dapat terjadi pada pinggiran yang mempunyai kualitas lebih dibanding
dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan adanya konsentrasi yang cenderung terpusat
pada lahan yang dapat memberikan kesempatan hidup lebih besar untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia.
Selain itu dengan dibangunnya Kampus Terpadu UII ini juga memberi dampak
negatif terhadap wilayah sekitar, khususnya pada lingkungan. Adanya kampus
tersebut menyebabkan perubahan lahan dari RTH menjadi campuran seperti di
Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Ngaglik, perubahan lahan tersebut dapat
mempersempit daerah resapan di sekitar Kampus Terpadu UII. Padahal menurut
Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Pasal 29, Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan
Ngaglik termasuk kecamatan yang masuk kawasan resapan air dan merupakan
kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya.

CRITICAL REVIEW TATA GUNA LAHAN

2016

Jika daerah resapan air di sekitar Kampus Terpadu UII ini berkurang, besar
kemungkinan terjadi bencana banjir, melihat Kota Yogyakarta bagian utara
merupakan kawasan penyangga air hujan. Begitu juga dengan kawasan Kampus
Terpadu UII yang menempati kawasan Jalan Kaliurang tersebut terletak diantara dua
sungai utama yang mengalir di Kota Yogyakarta, yaitu sungai Code dan Sungai
Gajahwong. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu adanya evaluasi terhadap
perubahan guna lahan di kawasan tersebut. Yaitu dengan cara menjaga kelestarian dan
melindungi kawasan resapan air dan memperbanyak RTH di daerah tersebut. Salah
satu upaya yang sudah dilakukan oleh UII untuk mencegah bencana banjir adalah
dengan menanam pohon disekitar kampus yang berdampingan langsung dengan
permukiman warga.
Menurut penulis adanya pembangunan Kampus Terpadu UII tersebut selain
memberi dampak perubahan lahan tetapai juga memberi dampak positif terhadap
perekonomian di sekitar Kampus Terpadu UII. Walaupun juga terdapat dampak
negatif seperti berkurangnya daerah resapan. Penulis berpendapat untuk mencegah
terjadinya banjir, dapat dilakukan usaha pencegahan banjir seperti mengoptimalkan
fungsi drainase, mencegah pembanguan perumahan ditepi sungai, tidak membuang
sampah di sungai dan selokan, dan dapat mengurangi pembangunan yang mengurangi
daerah resapan dengan pembangunan vertikal.
III.

Lesson Learned
Pelajaran yang dapat diambil dari review jurnal tentang Dampak Perubahan
Lahan Akibat Pembangunan Kampus di Wilayah Pinggiran Kota (Studi Kasus:
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta adalah perubahan lahan atau pertambahan fungsi lahan dapat membawa
dampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitarnya. Perubahan lahan terus terjadi
seiring waktu, hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan lahan.
Kebutuhan lahan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor
kependudukan, ekonomi, sosio culture, dan lain-lain.
Dalam memenuhi kebutuhan lahan hendaknya dilakukan sesuai dengan tata
guna lahan di daerah tersebut, baik yang tercantum dalam RTRW maupun produk
perencanaan yang lain. Hal ini merupakan salah satu metode dalam pencegahan
ketidaksesuaian lahan. Pemanfaatan lahan yang sesuai dengan tata guna lahan akan
membawa dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, sosial, ekonomi, dll.

IV.

Daftar Pustaka

Kurniawati, A.I dan Zulkaidi, D.2013. Dampak Perubahan Lahan Akibat Pembangunan
Kampus di Wilayah Pinggiran Kota (Studi Kasus: Kampus Terpadu Universitas Islam
Indonesia di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta). V(2): 815- 824.
http://sappk.itb.ac.id/jpwk2/wp-content/uploads/2013/11/V2N3-Dampak-Perubahan-

CRITICAL REVIEW TATA GUNA LAHAN

2016

Guna-Lahan-Akibat-Pembangunan-Kampus-di-Wilayah-Pinggiran-Kota-.pdf
pada tanggal 7 Oktober 2016)

(diakses

Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor .2013. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor
12 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman Tahun 20112031. Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman
Ryant.Guz

.2015.

Pengertian

Lahan

dan

Perubahan

Guna

Lahan.

https://maps.guzryant.com/pengertian-lahan-dan-perubahan-guna-lahan/
(diakses pada tanggal 25 Oktober 2016