Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Teori mengenai fisika kuantum dimulai dengan fenomena radiasi benda hitam. Apabila
suatu benda dipanaskan maka akan tampak mengeluarkan radiasi. Radiasi merupakan
perpindahan kalor melalui fenomena gelombang elektromagnetik(GEM). Fenomena itu sendiri
telah di gunakan dalam berbagai proses.
Dalam keadaan kesetimbangan, maka cahaya yang di pancarkan akan tersebar dalam sebuah
spectrum frekuensi atau panjang gelombang dan daya yang terpancar yaitu energi emisi pada
panjang gelombang persatuan luas persatuan waktu. Radiasi erat hubungannya dengan daya
serap dan daya pancar gelombang radiasi yang disebut emissivitas. Rumusan mengenai
emisivitas itu sendiri di jelaskan oleh Steffan Boltzmann. Sehingga perlu di lakukan percobaan
ini guna membuktikan hukum Steffan Boltzmann mengenai radiasi benda hitam.

1.2 Rumusan Masalah


Dari data diatas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut
1. Bagaimana hubungan antara daya dengan suhu pangkat empat ?
2. Bagaimana hubungan antara energy dengan suhu pangkat empat?
1.3 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui hubungan antara daya dengan suhu pangkat empat
2. Mengetahui hubungan antara energy dengan suhu pangkat empat
1.4 Manfaat
Dengan dilakukannya penelitian ini, maka diharapakan akan diperoleh manfaat
mengajarkan kepada praktikan sikap-sikap ilmiah yang ditunjukkan oleh ilmuwan-ilmuwan
terdahulu dalam melakukan eksperimen, sehingga bisa menjadi teladan dan mampu
diaplikasikan dalam proses penyelidikan ini
BAB II

KAJIAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi Teoritis
2.1.1 Pengertian radiasi benda hitam
Benda hitam didefinisikan sebagai sebuah benda yang menyerap semua radiasi yang
datang padanya. Dengan kata lain, tidak ada radiasi yang dipantulkan keluar dari benda hitam.
Jadi, benda hitam mempunyai harga absorptansi dan emisivitas yang besarnya sama dengan
satu. Seperti yang telah kalian ketahui, bahwa emisivitas (daya pancar) merupakan arakteristik
suatu materi, yang menunjukkan perbandingan daya yang dipancarkan per satuan luas oleh suatu
permukaan terhadap daya yang dipancarkan benda hitam pada temperatur yang sama. Sementara
itu, absorptansi (daya serap) merupakan perbandingan fluks pancaran atau fluks cahaya yang
diserap oleh suatu benda terhadap fluks yang tiba pada benda itu. Benda hitam ideal
digambarkan oleh suatu rongga hitam dengan lubang kecil. Sekali suatu cahaya memasuki
rongga itu melalui lubang tersebut, berkas itu akan dipantulkan berkali-kali di dalam rongga
tanpa sempat keluar lagi dari lubang tadi. Setiap kali dipantulkan, sinar akan diserap dindingdinding berwarna hitam. Benda hitam akan menyerap cahaya sekitarnya jika suhunya lebih
rendah daripada suhu sekitarnya dan akan memancarkan cahaya ke sekitarnya jika suhunya lebih
tinggi daripada suhu sekitarnya. Hal ini ditunjukkan pada gambar dibawah. Benda hitam yang
dipanasi sampai suhu yang cukup tinggi akan tampak membara.

Radiasi benda hitam adalah radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh sebuah benda
hitam. Radiasi ini menjangkau seluruh daerah panjang gelombang. Distribusi energi pada daerah
panjang gelombang ini memiliki ciri khusus, yaitu suatu nilai maksimum pada panjang

gelombang tertentu. Letak nilai maksimum tergantung pada temperatur, yang akan bergeser ke
arah panjang gelombang pendek seiring dengan meningkatnya temperatur.
Pada tahun 1879 seorang ahli fisika dari Austria, Josef Stefan melakukan eksperimen untuk
mengetahui karakter universal dari radiasi benda hitam. Ia menemukan bahwa daya total per
satuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam panas (intensitas
total) adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Sehingga dapat dirumuskan:
I total = . T4
I =intensitas radiasi pada permukaan benda hitam pada semua frekuensi
T= suhu mutlak benda,
= tetapan Stefan-Boltzman, yang bernilai 5,67 10-8 Wm-2K-4.
Untuk kasus benda panas yang bukan benda hitam, akan memenuhi hukum yang sama, hanya
diberi tambahan koefisien emisivitas yang lebih kecil daripada 1 sehingga:
I total = e..T4
Intensitas merupakan daya per satuan luas, maka persamaan dapat ditulis sebagai:
P/A = = e. . T4
P = daya radiasi (W)
A = luas permukaan benda (m2)
e = koefisien emisivitas
T = suhu mutlak (K)
Beberapa tahun kemudian, berdasarkan teori gelombang elektromagnetik cahaya, Ludwig
Boltzmann (1844 - 1906) secara teoritis menurunkan hukum yang diungkapkan oleh Joseph
Stefan (1853 - 1893) dari gabungan termodinamika dan persamaan-persamaan Maxwell. Oleh
karena itu, persamaan I total = e..T4 dikenal juga sebagai Hukum Stefan- Boltzmann, yang
berbunyi:
Jumlah energi yang dipancarkan per satuan permukaan sebuah benda hitam dalam satuan waktu
akan berbanding lurus dengan pangkat empat temperatur termodinamikanya.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Penelitian Eeksperimen

Penelitian ini berbasis


3.2 Iinstrument Penelitian
3.2.1 Alat dan Bahan
3.2.1.1Alat
Thermometer
kayu triplek
Pisau
Penggaris
Pensil
Kuas
3.2.1.2 Bahan
Lem kayu
Cat warna putih dan hitam
Plastisin

3.3 Langkah Kerja


1.siapkan alat (kotak yang berbentuk kubus yang telah dilubangi bagian tengah dan samping)
dan bahan
2.cari tempat yang memiliki pancaran sinar matahari yang kuat
3.arahkan lubang pada kubus tepat menghadap matahari
4.lihat suhu yang ditunjukkan pada thermometer setelah 900 sekon kurangi dengan suhu awal
dan catat sebagai T1
5.selanjutnya,ulangi sampai 1800,2700,3600 hingga 4500 sekon

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data hasil pengamatan
t

900
1800
2700
3600
4500

3
4
5
5,5
6

Data hasil penghitungan


No

T4

0.24

5,67x108

900

276

580278297
6

7.8x10

7.11x104

0.24

5,67x108

1800

277

8.01x10

1.44x105

588733944
1
3

0.24

5,67x108

2700

2.19x105

278
597281665
6

0.24

0.24

5,67x108

5,67x108

3600

4500

278.5

279

601590262
5
605922128
1

1. Hubungan antara Daya dengan Suhu Pangkat Empat

8.13x10
8.19x10

2.95x105

8.25x10

3.71x105

Grafik Hubungan Daya dengan Suhu


85
R = 1

Daya (watt)

80

75
5750000000

6000000000

6250000000

Suhu (K4)

Berdasarkan data dari tabel pengamatan di atas, didapatkan nilai daya dari rumus : P = e

A T4. Pada waktu 15 menit didapatkan suhu sebesar 276 dan daya sebesar 1,03.10 2. Hingga
waktu 30 menit suhunya mengalami kenaikan sebesar 277 dan daya sebesar 1,24.10 2. Dan pada
waktu 75 menit suhunya menjadi 279. Hal ini sesuai dengan hukum Stefan- Boltzmann yang
berbunyi Bahwa P dengan T4 berbanding lurus.
Berdasarkan data dari grafik diatas suhunya mengalami kenaikan dari waktu 15 menit
hingga 75 menit, dan pada waktu +75 menit suhunya tetap karena suhunya mengalami tumpang
tindih. Tumpang tidihnya diakibatkan karena nilai dayanya sama. Daya yang sama menunjukkan
bahwa benda hitam sudah dalam keadaan saturasi (dalam keadaan jenuh). Oleh karena itu,
walaupun kotak tetap diberikan radiasi nilai energi kalor yang diserap tetap.

1. Hubungan antara Energi dan Suhu Pangkat Empat

Grafik Hubungan Energi dengan Suhu


4.00E+05
3.00E+05

Energi (Joule)

R = 0.97

2.00E+05
1.00E+05
0.00E+00
5750000000

6000000000

6250000000

Suhu (K4)

Berdasarkan data dari tabel pengamatan di atas, didapatkan nilai energy dari rumus : w =
e A T4 t. Pada waktu 15 menit didapatkan suhu sebesar 276 dan energy sebesar 7.11x104waktu
30 menit suhunya mengalami kenaikan sebesar 277 dan energy sebesar 1.44x105. Dan pada
waktu 75 menit suhunya menjadi 279 dan energinya menjadi 3.71x105. Hal ini sesuai dengan
hokum Stefan- Boltzmann yang berbunyi Bahwa P dengan T4 berbanding lurus.
Berdasarkan data dari grafik diatas suhunya mengalami kenaikan dari waktu 15 menit
hingga 75 menit, dan pada waktu +75 menit suhunya tetap karena suhunya mengalami tumpang
tindih. Tumpang tidihnya diakibatkan karena nilai energy sama. Energy yang sama
menunjukkan bahwa benda hitam sudah dalam keadaan saturasi (dalam keadaan jenuh). Oleh
karena itu, walaupun kotak tetap diberikan radiasi nilai energi kalor yang diserap tetap.

Kesimpulan
Jadi kesimpulan dari eksperimen ini adalah
1.daya dengan suhu berbanding lurus
2. energy (w) dengan suhu pangkat empat (T4)

Daftar Pustaka

Budiyanto, J. 2009. Fisika : Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 298.