Anda di halaman 1dari 3

ANGINA PECTORIS

Kabupaten
Lampung Timur

No. Dokemen :

/ SOP/PKM/SKP/2016

Tanggal terbit :

SOP UKP
1. Pengertian

No. Revisi

Halaman

: 1/1

UPTD Puskesmas
Sekampung

Disetujui Oleh
Ka UPTD Puskesmas Sekampung
dr. IPUT RETNOSARI
NIP.198402042010012006

Angina pektoris ialah suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada yang khas,
yaitu seperti rasa ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan
kiri. Nyeri dada tersebut biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas dan segera

2. Tujuan

hilang bila aktivitas dihentikan.


Agar petugas dapat memahami dan memberikan pengobatan yang tepat pada
pasien dengan angina pectoris.

3. Kebijakan
4. Referensi
5. Prosedur

Buku Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Primer.
1. Petugas mencocokan identitas pasien dengan rekam medik.
2. Petugas melakukan anamnesis (auto/allo) tentang keluhan pasien. Pasien
datang dengan keluhan nyeri dada yang khas, yaitu seperti rasa ditekan atau
terasa berat seperti ditimpa beban yang sangat berat. Diagnosis seringkali
berdasarkan keluhan nyeri dada yang mempunyai ciri khas sebagai berikut:
a. Letak
Sering pasien merasakan nyeri dada di daerah sternum atau di bawah
sternum (substernal), atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke
lengan kiri, dapat menjalar ke punggung, rahang, leher, atau ke lengan
kanan. Nyeri dada juga dapat timbul di tempat lain seperti di daerah
epigastrium, leher, rahang, gigi, bahu.
b. Kualitas
Pada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti
diperas atau terasa panas, kadang-kadang hanya mengeluh perasaan tidak
enak di dada karena pasien tidak dapat menjelaskan dengan baik, lebihlebih jika pendidikan pasien kurang.
c. Hubungan dengan aktivitas
Nyeri dada pada angina pektoris biasanya timbul pada saat melakukan
aktivitas, misalnya sedang berjalan cepat, tergesa-gesa, atau sedang
berjalan mendaki atau naik tangga. Pada kasus yang berat aktivitas ringan
seperti mandi atau menggosok gigi, makan terlalu kenyang, emosi, sudah
dapat menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada tersebut segera hilang bila
pasien menghentikan aktivitasnya. Serangan angina dapat timbul pada
waktu istirahat atau pada waktu tidur malam.
d. Lamanya serangan
Lamanya nyeri dada biasanya berlangsung 1-5 menit, kadang-kadang
perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Bila nyeri
dada berlangsung lebih dari 20 menit, mungkin pasien mendapat serangan
infark miokard akut dan bukan angina pektoris biasa. Pada angina pektoris
dapat timbul keluhan lain seperti sesak napas, perasaan lelah, kadangkadang nyeri dada disertai keringat dingin.
e. Nyeri dada bisa disertai keringat dingin , mual, muntah, sesak dan pucat.
3. Petugas menanyakan apakah ada faktor resiko seperti:
a. Usia
b. Jenis kelamin
c. Riwayat keluarga
d. Peningkatan lipid serum
e. Hipertensi

INFARK MIOKARD
No. Dokemen :

Kabupaten
Lampung Timur

/ SOP/PKM/SKP/2016

Tanggal terbit :

SOP UKP

No. Revisi

Halaman

: 2/2

UPTD Puskesmas
Sekampung

Disetujui Oleh
Ka UPTD Puskesmas
Sekampung
dr. IPUT RETNOSARI
NIP.198402042010012006

f. Merokok
g. Konsumsi alkohol
h. Diabetes Melitus
i. Diet tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori
j. Aktivitas fisik kurang
k. Stress psikologik
4. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign dan pemeriksaan fisik.
5. Petugas menegakan diagnosa berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan
fisik.
6. Petugas memberikan tindakan tatalaksana awal sebelum segera berupa:
a. Pemberian oksigen 2-4 L/m selama 6 jam pertama
b. Nitrat dikombinasikan dengan -blocker atau Calcium Channel Blocker
(CCB) non dihidropiridin yang tidak meningkatkan heart rate (misalnya
verapamil, diltiazem). Pemberian dosis pada serangan akut :
c. Nitrat 10 mg sublingual dapat dilanjutkan dengan 10 mg peroral sampai
mendapat pelayanan rawat lanjutan di Pelayanan sekunder.
d. Beta bloker:
Propanolol 20-80 mg dalamdosis terbagi atau
Bisoprolol 2,5-5 mg per 24 jam.
e. Calcium Channel Blocker (CCB)
8. Petugas mengedukasi individu dan keluarga untuk mengontrol emosi,
mengurangi kerja yang berat dimana membutuhkan banyak oksigen dalam
aktivitasnya, melakukan pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi
makanan berlemak, menghentikan konsumsi rokok dan alkohol, menjaga berat
badan ideal, mengatur pola makan, melakukan olah raga ringan secara teratur.
9. Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, diagnose dan terapi kedalam rekam
medik pasien
10. Petugas menandatangani rekam medik.
11. Petugas menulis diagnosa ke buku register rawat jalan.

6. Dokumen
terkait
7. Unit terkait

Rekam medik, Buku Register


UGD, Pendaftaran, Poli Umum, Laboratorium, Apotek, Rekam Medik

8. Rekaman Historis

N
O

Halaman

Yang Dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tgl