Anda di halaman 1dari 8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI
0

Lainnya BlogBerikut

rizki9546@gmail.com Dasbor Keluar

BENGKELKOMUNIKASI
Oleh:AstriDwiAndriani

Jumat,01November2013

PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

TotalTayanganLaman

6 2 1 7 7
BlogArchive

PELANGGARANETIKAKOMUNIKASIANTARPERSONAL
DASSAIN:
Seorang putri pulang larut malam. Dia terlihat sangat lelah karena telah
menghadiri diskusi kelompok yang sangat panjang. Saat pulang, tanpa
mendengarkan penjelasan putrinya, sang ayahnya langsung memarahi sang
putrid dengan kata kata tegas dan kasar. Di bilangnya bahwa putrinya
tersebuttidaktahuwaktu,tidaktahudiri,tidakbergunakarenatidakmematuhi
aturan orangtua. Tidak terima dikata katai ayahnya, sang putri menggebrak
meja, dan berbicara lantang, tidak kalah keras dari nada marah ayahnya. Dia
pergikekamarnya,membantingkanpintu.
Saat dikonfirmasi pada sang ayah, dirinya bercerita bahwa kemarahannya
tersebut merupakan efek panjang dari kekhawatiran pada anaknya. Ayahnya
bercerita bahwa dirinya sangat resah, karena sang anak tidak kunjung pulang
sejak sore hari. Telepon genggamnya tidak bisa dihubungi. Kekhawatiran
tersebut semakin memuncak ketika dirinya melihat tayangan berita di televisi
yang menampilkan kabar mahasiswi kedokteran yang diperkosa sekaligus
dibunuhpadasaatpulanglarutmalam.
Ketika sang anak pulang, ayahnya lantas mengungkapkan kekhawatiran itu
dengan menyalurkan emosi negatif pada anaknya dengan caraberkatakata
tegasdanmarahtanpamendengarkanterlebihdahulupenjelasananaknya.Dia
berprasangka buruk, kalau anaknya pulang larut malam karena asyik bermain
dengantemantemannya.
Dengan cara memarahi anaknya dengan tegas, sang ayah berharap anaknya
akanjera,sehinggatidaklagimembuatayahnyakhawatir.
Sedangkan dari cerita sang putri diungkapkan bahwa dirinya pada malam itu
merasa sangat lelah karena telah melakukan diskusi kelompok yang sangat
panjangdirumahsalahsatutemannya.Diskusitersebutmembahasmengenai
tugaspresentasiyang akan dilakukan keesokan harinya di kelas.Motifutama,
sang putri melakukan hal tersebut adalah menjadi juara kelas yang dapat
membanggakanhatisangayah.
Disepanjangperjalanan,diamembayangkanwajahayahnyayanglembutdan
membelainya dengan kasih sayang sembari mengucapkan terimakasih karena
dirinyatelahberusahakerasmenjadijuarakelas.Dibayangkanpula,kasuryang
empuk dan niat mengisi ulang batere telepon genggam, karena sejak pagi
teleponnyahabisbatere.
Ketikasampaidirumahdiaberusahamenjelaskanhalyangsebenarnya,namun
sang ayah tak memberinya kesempatan dan langsung memarahinya dengan
katategas.Sanganakyangmerasatidakterimadenganperlakuantersebutdan
merasakanmarah,lantasmenyalurkannyadenganmenggebrakmeja,danpergi
kekamarlalumenangis.
ANALISIS:
Komunikasi antarpribadi didefinisikan oleh Joseph A. Devito dalam buku Ilmu,
Teori, dan Filsafat Komunikasi karya Onong Uchjana Effendy adalah sebagai
proses penerimaan dan pengiriman pesan antara dua orang, atau diantara
kelompok kecil orang orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpak
balikseketika.

http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

2016(11)
2014(2)
2013(64)
November(32)
ArtiPers
PengertianJurnalistik
MediaKomunikasiMassaPertama
MacamMacamProsesKomunikasi
KomponenProfesionalisme
PengertianKomunikasi
ETIKAKOMUNIKASI:SenidalamHidup
KodeEtikJurnalistik
EtikaKomunikasidalamAlQur'an
FilsafatKomunikasi
FILSAFATKOMUNIKASI:KAJIANAWAL
MazhabMazhabdalamFilsafat
TeoriTeoridalamFilsafat
PengertianFilsafat
TeknikPenelitianKomunikasi
SumberDatadalamPenelitian
RubrikdanPengertiannya
PersSebagaiKegiatanBisnis
FungsiPers
TeoriPers
PerbedaanantaraJurnalistikdanPers
JurnalistikMediaCetak
DuaSisiMataUangPers:Idealismedan
Komersialis...
BahasaPopulisdalamMediaMassa
Idelisme,Komersialisme,dan
ProfesionalismePers
Filsafat,Ilmu,danIslam
RekamJejakPenyadapanAustraliadi
Indonesia
PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI
JURNALISTIKISLAMI
SEJARAHKEBERADAANILMU
KOMUNIKASI
KODEETIKJURNALISTIK
FILSAFATKOMUNIKASI
Oktober(16)
April(16)
2012(10)

MengenaiSaya

AstriDwiAndriani
Hallo!Namasayaastri,saatini
sayaaktifsebagaidosenmata
kuliahilmukomunikasidi
beberapauniversitasswasta.
Tulisanyangadadidalamblog

1/8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

Berdasarkan definisi itu, komunikasi antar pribadi dapat berlangsung secara


tatapmukasepertikasusdiatas(seorangayahdanputrinya).Darikasusdiatas
jenis komunikasi antar pribadi yang dilakukan disebut Onong sebagai
komunikasidiadik(dyadiccommunication).
Komunikasidiadikadalahkomunikasiantarpribadiyangberlangsungantaradua
orang yakni yang seorang adalah komunikator yang menyampaikan pesan
(sang ayah yang tengah marah) dan seorang lagi komunikan yang menerima
pesan(sanganakyangtengahdimarahi).Olehkarenaperilakukomunikasinya
dua orang, maka dialog yang terjadi berlangsung secara intens (dua arah). Di
mana pada saat pertama kali terjadi interaksi, sang ayah berperan sebagai
komunikator dengan mengkomunikasikan pesan kemarahannya kepada
anaknya yang berlaku sebagai komunikan. Setelah beberapa saat, sang anak
mengambil alih pembicaraan dengan menjadi komunikator (sikap menggebrak
meja, memarahi balik sang ayah dan meninggalkannya), pada saat situasi
tersebutsangayahberpihaksebagaikomunikan.
Dalamkasustersebut,tujuankomunikasi(yakniperubahanperilakusanganak
agar anak tersebut tidak lagi pulang malam) tidak tercapai. Disebabkan oleh
adanyahambatankomunikasi.
Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Onong bahwa tidaklah mudah untuk
melakukan komunikasi secara efektif. Karena terdapat banyak hambatan yang

iniadalahrangkaianessai,artikelyang
pernahdimuatdikoran,atautugassemenjak
kuliahpascasarjanadulu.Silahkandicopy
jikabermanfaat.Untukyanginginkontak
langsungatauberbagiidesoalilmu
komunikasi,silahkanfollowinstagramsaya:
astri_albasrie,facebook:AstriDwiAndriani,
atauemaildiastridwiandriani@gmail.com
Terimakasih!^_^
Lihatprofillengkapku

bisamerusakkomunikasi.
Adapunhambatanyangterjadipadakasusdiatasadalahsebagaiberikut:
1.Hambatankepentingan
Menurut Onong, kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian kita saja
tetapijugamenentukandayatanggap,perasaan,pikiran,dantingkahlakukita
akanmerupakansikapreaktifsetiapsegalaperangsangyangtidaksesuaiatau
bertentangandengansuatukepentingan.
Dalam hal ini, ketika ayah dan anak bertemu, terjadi konflik kepentingan di
mana sang ayah ingin anaknya mendengarkan patuh dan merasa jera karena
susah dihubungi dan pulang larut malam. Sedangkan kepentingan sang anak
adalah keinginan sang ayah untuk berterimakasih padanya dan segera tidur
karenalelah.
Konflikkepentingantersebutyangmenjadikankomunikasitidakberjalandengan
lancar.
2.HambatanPrasangka
Menurut Onong, prejudice atau prasangka merupakan salah satu rindangan
atau hambatan berat bagi suatu kegiatan komunikasi oleh karena orang yang
mempunyaiprasangkabelumapaapasudahbersikapcurigadanmenentang
komunikanyanghendakmelancarkankomunikasi.
Dalam hal ini, sang ayah gelap mata, tanpa mendengarkan penjelasan sang
anak, dirinya langsung memarahi anak tersebut. Karena sebelumnya dirinya
telahberprasangkaburukpadaanaknya.
Sedangkandarisisietikakomunikasidalamhalinisangayahbertindaksalah,
karena tidak melihat kondisi fisik sang anak yang lelah, dan bersabar
mendengarkan penjelasan yang sebenarnya. Sedangkan sang anak yang
emosi tidak menghormati sang anak dengan berbicara keras dan menggebrak
meja.
DASSOLLEN:
Komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi antar pribadi atau
individu. Untuk menjaga agar proses komunikasi tersebut berjalan baik, maka
diperlukan etika komunikasi interpersonal yang perlu diperhatikan oleh pihak
pihakyangterlibatdalamproseskomunikasitersebut.
Adapunyangharusdiperhatikanantaralain:
Nilainilaidannormanormasosialbudayasetempat
Segalaaturan,ketentuan,dantatatertibyangsudahdisepakati
Adatistiadat,kebiasaanyangdijagakelestariannya
Tatakarma,sopansantun,danbudipekerti
Dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat, antara etika dan komunikasi
merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Di manapun orang
berkomunikasi,selalumemerlukanpertimbanganetis,agarlawanbicaradapat
menerimadenganbaik.Ketikakomunikatorpahamtentangkarakterkomunikan
yangkitahadapi,makakomunikatorakanlebihmudahberusahamenampilkan
http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

2/8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

diri sebaikbaikya dalam berkomunikasi. Sehingga akan dengan mudah


mencapaitujuankomunikasi,yakniperubahansikap.
PELANGGARANETIKAKOMUNIKASIKELOMPOK
DASSAIN:
Dalam sebuah kuliah yang dilakukan di ruang kelas terdapat seorang dosen
yang tengah menjelaskan salah satu mata kuliah. Selama kuliah berlangsung
terlihat sebagian mahasiswa kurang fokus pada perkuliahan yang
diselenggarakan. Sebagian diantara mereka ada yang terlihat mengantuk,
berbisik dengan temannya, atau sibuk sendiri dengan telepon genggam dan
membacabukukesukaan.
Dalam ruang kelas tersebut, komunikasi berjalan satu arah, karena dosen
hanya menerangkan slide slide presentasi yang dipancarkan oleh mesin in
focus. Untuk memecahkan kantuk, salah satu mahasiswa yang berada di
bangku paling belakang mencoba memakan permen. Perlahan tapi pasti dia
membukabungkuspermentersebut.Tanpadiasadari,usahamembukapermen
itutelahmenimbulkanbunyidannoisedikelas.Seketikapula,beberapateman
mahasiswa yang berada di depan dan mendengar kegaduhan tersebut
tersenyum senyum dan cekikikan menyembunyikan tawa dibalik tangan
mereka.
Menyadarihaltersebut,sangdosenterlihattersinggung.Darirautmukanya,dia
terlihat khawatir, bahwa tertawaan mahasiswa ditujukan padanya. Seraya dia
berkata: Kenapa teman teman (sebutan untuk mahasiswa)? Ada apa
tertawa? Apakah ada yang salah dengan apa yang ibu sampaikan? tanyanya
bingung.
Seketika sang mahasiswa menyadari bahwa sang dosen tersinggung, dan
menghentikantawamereka,serayamenjawab:Tidakbu,tidakadaapaapa,
ujarmahasiswa.
ANALISIS:
RobertFBalesdalamOnong(2003:73)menyebutkanbahwakelompokadalah
sejumlah orang yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam suatu
pertemuan yang bersifat tatap muka (face to face meeting) di mana setiap
anggota mendapat kesan atau penglihatan antara satu sama lainnya yang
cukup kentara, sehingga dia baik pada saat timbul pertanyaan maupun
sesudahnya dapat memberikan tanggapan kepada masing masing sebagai
perorangan.
Berdasarkan definisi di atas sejumlah orang dalam situasi seperti itu harus
beradadalamkesatuanpsikologisdaninteraksi.
Sedangkan komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara
seorangkomunikatordengansekelompokorangyangjumlahnyalebihdaridua
orang. Dalam kasus di atas jenisnya termasuk komunikasi kelompok kecil.
Karena menurut Onong, komunikasi kelompok kecil merupakan komunikasi
yang ditujukan kepada kognisi komunikan, dan prosesnya berlangsung secara
dialogis. Dalam komunikasi ini, komunikator menunjukkan pesannya kepada
benakdanpikirankomunikan.
Ditinjaudarisudutkomunikasi,komunikasikelompokyangdilakukandosendan
mahasiswa tidak berjalan mulus karena terdapat beberapa gangguan,
diantaranyaadalah:
1.GangguanMekanik
Yangdimaksuddengangangguanmekanikadalahgangguanyangdisebabkan
saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. Dalam hal ini, suara
bungkuspermenyangmemecahkankonsentrasimahasiswa.
2.Prasangka
Prasangka merupakan salah satu rindangan atau hambatan berat bagi suatu
kegiatankomunikasiolehkarenaorangyangmempunyaiprasangkabelumapa
apa sudah bersikap curiga dan menentang komunikan yang hendak
melancarkan komunikasi. Dalam hal ini, sang dosen berprasangka bahwa
tertawaan mahasiswa ditujukan padanya, sehingga tujuan komunikasi awal
(perkuliahan)terhentisejenak.
Sedangkan jika dilihat dari sisi etika komunikasi, mahasiswa dalam hal ini
bertindak kurang tepat. Karena melakukan acara di dalam acara, noice
bungkuspermenyangdimainkannyamemecahkankonsentrasimahasiswalain.

http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

3/8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

Selain itu membuat dosen merasa tersinggung, karena berfikir mahasiswa lain
metertawakankesalahanyangtaksengajadibuatnya.
DASSOLLEN:
CheneydanTompskinsmerujukpadaHenryW.JohnstoneJr.,untukmengingat
standarstandar etika yang mereka anjurkan guna memandu komunikasi
kelompok. Empat tugas keetikaan Johnstone yakni: Keteguhan hati,
keterbukaan, kelemah lembutan, dan keharuan. Hal tersebut selanjutnya
dimodifikasi oleh Cheney dan Tompkins untuk diterapkan dalam konteks
komunikasikelompokantaralain:
1.Kehatihatian
Komunikator dalam kelompok seharusnya menggunakan kemampuan
persuasifnya sendiri untuk menilai secara menyeluruh pesanpesan yang jelas
dan yang tersembunyi dari organisasi tersebut dan harus menghindari
penerimaanataspandangankonvensionalsecaraotomatisdantanpaberpikir.
2.Mudahuntukdicapai
Komunikatordalamorganisasiharusterbukaterhadapkemungkinandiubahnya
pesan dari orang lain dari orang yang dibujuk. Keyakinan yang kita pegang
secara dogmatis atau pandangan berfokus sempit yang membutakan kita
terhadap informasi yang berguna,pandangan yang berbeda tentang suatu
masalah,ataupenyelesaianalternatif,perludiseimbangkanataudikurangi.
3.Tanpakekerasan,penipuan,terangteranganataupuntidak,terhadaporanglain
berdasarkanetikatidakdiinginkan.
4.Empati
Komunikator benarbenar mendengarkan argumen, opini, nilai dan asumsi
orang lain, terbuka terhadap perbedaan pendapat, mengesampingkan cetusan
streosip berdasarkan julukan atau isyarat non verbal, dan menghargai hak
semua orang sebagai person untuk memegang pandangan yang berbeda.
Dalam latar kelompok Empati melibatkan keseimbangan kepentingan individu
dankepentingankelompok.
PELANGGARANETIKAKOMUNIKASIMASSA
DASSAIN:
Dari bidang jurnalistik yang dapat kita ambil tentang bagaimana akibatnya jika
etika tidak dipedulikan adalah pemberitaan yang dilakukan oleh media massa
tentangkorbanmeninggalakibattertabrakolehAbdulQadirJaelani(AQJ),anak
musisiIndonesiaternamaAhmadDani.
Peristiwa yang mengerikan dan menggemparkan itu sempat menjadi fokus
utama, bahkan pemberitaan tentang korbankorban yang berjatuhan akibat
kejadianitusempatmemakanwaktudalampemberitaan.
Isi pemberitaan pun akhirnya didominasi oleh berita tentang bagaimana
keluarga korban bereaksi saat mengetahui bahwa keluarga mereka menjadi
korbandalamperistiwanaastersebut.
Pada saat itu, beberapa stasiun televisi meliput habishabisan tentang
bagaimana kesedihan yang menimpa keluarga korban, terutama saat jenasah
parakorbantibaditempatkediamannyahinggaprosespenguburannya.Bahkan
beberapa reporter sengaja di tempatkan di beberapa rumah korban untuk
meliputsecaralangsungkesedihanyangdialamiolehkeluargakorban.
Didalampeliputantersebutpunterlihatbagaimanakameramenikutberdesakan
bersamakeluargakorbanyangsedangsalingberpelukandanmenangis,demi
mendapatkangambarwajahmerekayangpenuhdengankesedihanitu.
Beberapa reporter pun sempat melakukan wawancara langsung
terhadap keluarga korban yang intinya adalah mempertanyakan bagaimana
perasaan mereka atas kematian sanak saudara mereka itu. Dan akibat dari
pertanyaanituadalahkeluargakorbankembalimenangiskarenateringatakan
apayangmenimpakeluargamereka.
Tayangan yang paling menyayat hati adalah saat kameramen meliput
ekspresi dan tangis histeris salah satu keluarga dekat korban saat
menghantarkankepergiankorbanketempatperistirahatanyangterakhir.Orang
tersebutmenangissejadijadinyahinggakehabisantenaga,danuntukberjalan
sajaiaharusdipapaholehorangorangdisekelilingnya.
ANALISIS:
Dalam bukunya, Onong mengungkapkan bahwa seorang yang menggunakan
media massa sebagai alat untuk melakukan kegiatan komunikasinya perlu
http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

4/8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

memahamikarakteristikkomunikasimassa,yakni:
1.Komunikasimassabersifatumumdanterbuka
2.Komunikanbersikapheterogen
3.Mediamassamenimbulkankeserempakan
4.Hubungankomunikatorkomunikanbersifatnonpribadi
Dari kasus di atas menunjukkan ketidakmanusiawian dan ketidaketisan media
dalam melakukan peliputan dan pemberitaan. Berita yang seharusnya juga
menggambarkan bahwa media pun turut berduka atas tragedi itu, formatnya
justruberubahmenjadiformatinfotainment.
Untukmenggugahdanmerenyuhsisihumaniskemanusiaan,dramatisasidapat
dibenarkannamuntetapdalambingkaidannormayangberlaku,terutamatetap
harusberdasarkanfakta(Iswandi,2006:184).
Sama seperti mereka mengejar artisartis untuk meminta keterangan
lebih lanjut tentang kehidupan pribadi mereka, di dalam kasus ini pun mereka
memaksakan kehendak untuk mewawancarai keluarga korban. Padahal harus
kita akui bahwa gambargambar yang berhasil diambil oleh wartawan sudah
menunjukkansecarajelasapayangdirasakanolehkeluargakorban.
Sebenarnya hal ini tidak boleh dilakukan mengingat narasumber masih
berada dalam trauma kejiwaan dan hal ini pun telah diatur di dalam Kode Etik
Jurnalistik pasal 2 yang berbunyi, wartawan Indonesia menempuh caracara
yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Yang termasuk di
dalamnya adalah menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam
penyajiangambar,foto,suara.
Sehingga dapat dikatakan bahwa wartawan tidak dibenarkan untuk
melakukan wawancara langsung dengan pihak keluarga korban maupun
meliputgambarsecaraberlebihanuntukmenambahefekdramatisasi.Padahal
kejadianinisudahcukupmengagetkanmasyarakattanpaperluditambahiefek
sepertiitu.
DASSOLLEN:
JosephPulitzer,BapakpersAS,pernahmengatakanbahwasuratkabartanpa
etika bukan hanya tak mampu melayani khalayak, melainkan justru akan
berbahayabagikhalayak.
Media sebagai alat komunikasi massa tidak terlepas dari interaksinya dengan
khalayak publik sangat berhubungan dan bergantung terhadap media yang
dikonsumsiolehorangbanyak.
Apayangdisajikanolehmediaatasperannyasebagaimediakomunikasimassa
(ditujukan kepada orang banyak) sangat dapat mempengaruhi sikap dan
perilakumassaitusendiri.
Penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh media dapat berdampak
buruk bagi masyarakat. Oleh sebab itu, etika menjadi salah satu poin penting
untukmenjagamediadanparapelakunyaberadadalamjaluryangsemestinya.
Nurudin dalam Pengantar Komunikasi Massa (2007: 239 270) menjabarkan
secara lengkap terkait etika komunikasi massa. Nurudin dengan cermat
memulai penjelasannya dengan menjabarkan latar belakang mengapa kita
harus belajar tentang etika, perbedaan serta hubungan antara etika dengan
etiketdanmoral,sertamenjelaskansecararincitentangpembagianetikadalam
komunikasimassa.
Dalammenanganiberita,wartawanmemangmemilikikebebasandalam
menulis. Namun kebebasan itu tetap dibatasi oleh moral, yaitu etika. Memang
wartawan dituntut untuk memberikan berita secara cepat, tapi cepat bukan
berartingawur.
Berita yang akan dan telah ditulis itu tetap harus dipertimbangkan
kembali dari segi humanisnya serta dampaknya terhadap orangorang yang
terlibat di dalamnya. Dalam kasus ini, peliputan yang dilakukan menunjukkan
bahwa wartawan melupakan sisi humanisnya, di mana wartawan justru
mengeksposekesedihankeluargakorbanuntukdisajikankepadapublikdalam
durasiwaktuyangberlebihan.Bahkanpenayangangambargambaryangpaling
menunjukkan ekspresi kesedihan itu tidak hanya diputar satu kali saja,
melainkanbeberapakalididalamprogramberitayangberbedabeda.
Etika yang diabaikan dalam dunia komunikasi dapat menghilangkan
kepekaansosialdanrasapeduliterhadapsesama.Komunikasimemangsangat
diperlukan di dalam bersosialisasi dan bermasyarakat, dan media adalah alat
http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

5/8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

yangdigunakanuntukmenyampaikaninformasiinformasiyangdibutuhkanoleh
masyarakat.
Namun dalam berkomunikasi, terutama dalam menyampaikan informasi
melaluimedia,dimanamediadapatdenganmudahmembentukcarapandang
masyarakat, banyak halhal yang harus dipertimbangkan kembali berkaitan
dengan etika. Sedangkan masyarakat jaman sekarang sudah terbiasa untuk
menyaksikankejadiankejadianekstrimyangdisajikanmelaluimedia,sehingga
kepekaan mereka akan pelanggaran etika yang dilakukan dalam dunia
komunikasimelaluimediapunseringtakmerekasadari,bahkanhanyaditerima
mentahmentahsebagaisebuahinformasisemata.
Sangat disayangkan bahwa di era sekarang ini, nilai etika tampaknya
sudah mulai pudar dan bergeser. Banyak tindakan yang dulunya dianggap
melanggar etika, kini justru diterima begitu saja oleh masyarakat seakan hal
tersebutadalahhalyangbiasabiasasajadantidakmengganggu.
Salah satu penyebab pergeseran etika, terutama dalam bidang
komunikasi, tersebut adalah media massa yang makin meningkat jumlahnya.
Dengan berbagai sudut pandang yang dimiliki oleh tiap media terhadap suatu
berita, mereka pun mengemasnya sesuai dengan ideologi masingmasing
perusahaan dan makin sering melupakan etika yang berlaku secara umum
karena tuntutan dari persaingan bisnis dengan perusahaan media lainnya.
Akibatnya, mereka seakan membuat batasan baru tentang etika komunikasi
yangdisesuaikandenganideologiperusahaannyamasingmasing.

PELANGGARANETIKAKOMUNIKASIINTERNASIONAL
DASSAIN:
ArtikelberjudulZionismeVsZionismekaryaAmienRaisdalambukunyaTimur
TengahdanKrisiTeluk,berisisebagaiberikut:
Dalam banyak pembahasan tentang konflik Arab Israel, Zionisme sering
dianggap sebagai biang keladi yang paling kerok. Yasse Arafat dalam
wawancara eksklusif dengan majalah Playboy (September 1988) mengatakan
bahwa yang paling ditentang oleh PLO bukanlah Israel, tetapi Zionisme yang
beradadibelakangIsrael.
Arafat menerangkan impian Zionisme yang menakutkan pihak Arab: dua garis
biru di bagian atas dan bawah bendera Israel melambangkan sungai sungai
Eufrat di Irak dan Nil di Mesir. Aspirasi ekspansionis Zioneisme menambakan
wilayah Israel yang membentang di antara dua sungai itu. Bahwa Zionisme
adalah musuh PLO, ditegaskan lagi oleh Arafat dalam wawancaranya dengan
majalahmingguanTime(7November1988).Dantentu,Zionismedihantamlagi
dalam Sidang Majelis Nasional Palestina di Aljir pertengahan November lalu
(tahun1988).
Pendapat Arafat di atas pada umumnya juga merupakan pendapat para
pemimpin dan intelektual Arab. Sudah tentu pendapat ini bukan tanpa dasar.
Sejak Theodor Herzl menulis buku Der Judenstaat (Negara Yahudi) pada
tahun1895,tokohtokohYahudimelakukanserangkaiankongresduniauntuk
merealisasikan cita cita Zionis. Sebagai salah satu bapak Zionisme, Herzl
meyakinkan bangsa Yahudi bahwa mereka punya hak untuk untuk mendirikan
suatunegara.
Mula mula, selain Palestina, disebut sebut Argentina dan Uganda sebagai
calon wilayah negara Yahudi yang diimpikan itu. Akan tetapi, kaum Yahudi
ZionishanyamerindukanZiondiPalestina.Tidakadakerinduanhistorismeraka
padaArgentinaataupunUganda.
Dalam perjalanan waktu, hasrat bangsa Yahudi, yang berserakan di bebrgaai
pelosokdunia(YahudiDiaspora)untukkembalikePalestina,menimbulkandua
aliran Zionis: Zionisme politik dan Zionisme kultural atau spiritual. Sampai
sekarangpertarunganantarakeduanyaberakhirdengankemenanganZionisme
politik.Sekalipunbergitu,sisasisapendukungZionismespiritualmasihacap
kalimemperdengarkansuaranya.
BerbagaigagasandilontarkanlewatbukudanpamphletolehparatokohZionis
politik, antara lain Herl, Moshe Lilienblum, Leo Pinsker, Chaim Weizmann,
Yabotinsky, Menachem Begin, Moshe Dayan, dan Yitzhak Shamir. Lepas dari
http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

6/8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

perbedaan pendapat para tokoh tersebut, ada persamaan mendasar di antara


mereka.
Pertama,wilayahPalestinaharusdirebutdaritanganorangorangArab,yang
sudah menghuninya sejak ribuan tahun yang lalu. Caranya, sebelum Israel
berdiri, adalah dengan memperoleh tanah seluas mungkin di Palestina, untuk
menciptakansuatufaltaccompli.
Kedua, penduduk Arab Palestina harus diusir dari tanah airnya ke negara
negaraArab.SensusInggristahun1922mencatatada660.641orangArabdan
83.790orangYahudidiPalestina.Untukmembalikperimbanganini,dilancarkan
YahudinisasiPalestinadanimigrasibesarbesarkaumZionis.
Ketiga, terror sistematik adalah cara yang paling efektif untuk
menyebarkanpanikdikalanganbangsaPalestina.ParatokohZionis,sejak
sebelum Israel berdiri sampai sekarang, sangat memahami fungsi terror
sebagai cara paling gampang dan murah untuk menghabisi nyali bangsa
Palestina.
Dengan disertai mitos Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan plus arogansi
kekuasaan, prinsip prinsip di atas melahirkan Israel yang solipsis, rasis,
anekasionis, dan ekspansionis. Sikap Israel ini kemudian melahirkan berbagai
symptom mentalitas ghetto mentalitas isolasionis, merasa benar sendiri dan
tidakpedulipadapendapatataunasibpihaklain.
Sikap dan pikiran ekstrem di atas ditentang oleh kaum Zionis cultural atau
spiritual. Tokoh tokohnya antara lain adalah Ahad Ha am, Judas Magnes,
MartinBuber,dansampaibatastertentu,jugaHansKohn.Merekaberpendapat
bahwa: pertama, ada isu moral snagat mendasar yang menyangkut eksistensi
bangsaPalestinadiPalestina,ditanahairmerekasendiri.Sangatimmoraljika
kaumYahudimendesakdanmengusirbangsaPalestinadaritanahairnya.
Kedua,bilaZionismemenekankanhakhistorisbangsaYahudiuntukkembalike
Palestina,bangsaArabPalestinapunpunyahakhistorisyangharusdihormati.
BilahakmenentukannasibsendiridituntutdandiperoleholehYahudi,mengapa
hakyangsamatidakdiberikanuntukArabPalestina?
Ketiga, pemecahan adil bagi konflik Israel Palestina adalah dengan
mendirikansebuahbinationalstate,negaradengandwikebangsaantempat
orangYahudidanArabhidupberdampingansecaradamai.Sudahtentubanyak
lagipikiranlumayanjernihyangdijualkepadamasyarakatYahudi,tetapisaying
sekali,belumbisalakukeras.
Prinsip prinsip di atas diteruskan oleh tokoh tokoh kontemporer Zionisme
cultural, seperti Yehoshavat Harkabi, Uri Davis, dan para pemerkasa gerakan
Peace Now. Bedanya bukan dengan menjadikan Israel sebagai suatu negara
dwikebangsaan,tetapidenganmenyetujuipembentukannegaraPalestinadi
Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dus, dua negara di Palestina : Negara Israel dan
NegaraPalestinaMerdekayanghidupberdampingansecaradamai.
PertengahNovemberlalu(tahun1988),MajelisNasionalPalestina(PNC)telah
membuat terobosan historis dan monumental di Aljir, Aljazair. PNC
memproklamasikan Negara Palestina Merdeka dan menerima resolusi DK
PBB No 242 yang berisi pengakuan pada eksistensi Israel. PNC telah
mengambil jalan yang sangat moderat dan realistis. Pengakuan internasional
jugaterusmengalir.
Nasib penganut Zionisme cultural berpendapat, adalah sia sia bahkan
berbahaya, jika Israel mempertahankan Tepi Bara dan Jalur Gaza sebagai
wilayahIsrael.SatutigaperempatjutabangsaPalestinadiwilayahpendudukan
ini menjadi qunbulab dimugrafiyah atau bom demografis yang terus
menggelembung dan akan menghantam Israel sendiri. Sebaliknya, kaum
Zionisme politik berpendirian, bom demografis itu dapat dilenyapkan dengan
memaksakaneksodusbangsaPalestina.
Bila akal sehat kalah lagi di Israel, tidak mustahil perang antara dua bangsa
sepupu Semit pecah lagi dengan daya destruksi yang lebih dahsyat. Dua
elemenbaruyangsangatgawatdiTimurTengahsetelahusainyaperangIran
Iraq, adalah senjata bio kimia dan rudal jarak jauh yang dimiliki oleh banyak
negara di kawasan eksplosif ini. Tel Aviv kini berada dalam jangkauan rudal
rudalArab,demikianpulakotakotabesarArabtidaksulitdijangkauolehrudal
Israel.(DitulisolehDRMAmienRaisdiMajalahTempo,3Desember1988)
ANALISIS:
http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

7/8

20/10/2016

BENGKELKOMUNIKASI:PELANGGARANETIKAKOMUNIKASI

Komunikasi internasional merupakan proses interaksi pertukaran pesan dari


satuorangataulebihyangdilakukanantarnegara.Komunikasitersebut,dapat
bersifatpersonalataupunkelembagaan,misalnyapemerintahan.
Dalam hal ini, komunikasi yang dilakukan antara negara Israel dan Palestina.
DariartikelyangdibahasolehAmienRaistersebut,telahditemukansalahsatu
poinyangmengandungpelanggaranetikakomunikasiinternasional,yakni:teror
sistematikyangdilakukanolehIsraelkepadaPalestina.KarenamenurutIsrael,
teror adalah cara yang paling efektif untuk menyebarkan panik di kalangan
bangsa Palestina. Para tokoh Zionis, sangat memahami fungsi terror sebagai
carapalinggampangdanmurahuntukmenghabisinyalibangsaPalestina.
Ditinjaudarisudutetika,halinisangatmelanggar,karenaIsraeltelahmerugikan
pihakPalestinadenganmenyebarkanteror.
DASSOLLEN:
Etikadengansendirinyabisadiartikansebagaiilmuyangmembicarakan
masalahperbuatanatautingkahlakumanusia,manayangdapatdinilaibaik
danmanayangjahat.Etikasendiriseringdigunakandengankatamoral,susila,
budipekerti,danakhlak.(BurhanudinSalam,2000,dalamNurudin,2007:242).
DiposkanolehAstriDwiAndrianidi05.24

Rekomendasikan ini di Google

1komentar:
NurlaillaElKamil 18Maret201417.19
Wahh,lengkapbangetcontohkasusnya,Makasihyaghtehinfonya...:)
Balas

MasukkankomentarAnda...

Berikomentarsebagai:

Publikasikan

Rizki(Google)

Keluar

Beritahusaya

Pratinjau

PostingLebihBaru

Beranda

PostingLama

Langganan:PoskanKomentar(Atom)

TemplateSimple.DiberdayakanolehBlogger.

http://astridwiandriani21.blogspot.co.id/2013/11/pelanggaranetikakomunikasi.html

8/8