Anda di halaman 1dari 5

KONTRIBUSI INDONESIA DALAM KAWASAN ASEAN

1. Korupsi
Indonesia merupakan salah satu negara yang tergabung dalam kawasan ASEAN.
Sebagai negara berkembang telah banyak melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur
guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Di saat kegiatan pembangunan dilaksanakan,
kasus korupsi selalu menghampiri dan telah menyebabkan banyak kerugian. Berikut ini kasus
korupsi Indonesia melalui Transparency International dan PERC.
1.1 Kasus Korupsi Indonesia menurut Transparency International
Transparansi Internasional telah menerbitkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) setiap
tahun yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan persepsi (anggapan) publik
terhadap korupsi di jabatan publik dan politis.
Berikut data negara yang terkena kasus korupsi di kawasan ASEAN menurut Transparency
International (TI):

Source: Corruption Perceptions Index 2015-Transparency International


Dari data diatas, dapat diketahui tingkat korupsi di 168 negara/teritorial yang ada di
dunia. Bila dibagi berdasarkan teritorial atau kawasan negara yang tergabung sebagai negara
ASEAN, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
1. Singapore ( Rank: 08, Score: 85)
11. Kamboja ( Rank: 150, Score: 21)
2. Malaysia
( Rank: 54, Score: 50)
3. Thailand
( Rank: 76, Score: 38)
4. Indonesia ( Rank: 88, Score: 36)
5. Philippines ( Rank: 95, Score: 35)
6. Vietnam
( Rank: 112, Score: 31)
7. Timor-Leste (Rank: 123, Score: 28)
8. Laos
( Rank: 139, Score: 25)
9. Myanmar ( Rank: 147, Score: 22)
10. Brunei D ( Rank: 150, Score: 21)
Berdasarkan data diatas, dapat diinterpretasikan bahwa negara Singapura merupakan
negara dengan kasus korupsi terendah di kawasan ASEAN, sebaliknya negara Brunei
Darussalam dan Kamboja merupakan negara dengan kasus korupsi tertinggi dalam kawasan
ASEAN. Negara Indonesia berada di peringkat ke 4 dalam kawasan ASEAN dan peringkat ke
88 di dunia, dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2013 menduduki peringkat 107 di dunia. Hal
ini menandakan bahwa kinerja pemerintah Indonesia untuk meminimalisir kasus korupsi
sudah berjalan cukup baik dengan naiknya peringkat Indonesia ke level bebas korupsi.

1.2 Kasus Korupsi Indonesia menurut Political and Economic Risk Consultancy
(PERC)
Berikut data negara terkorup se-Asia dan Australia menurut PERC:

Singapura merupakan negara dengan persepsi mengenai korupsi terbaik dalam


kawasan Asia-Australia dengan indeks 1,33 pada skala 1-2. Negara Vietnam menjadi negara
dengan persepsi korupsi terburuk dalam kawasan Asia-Australia dengan indeks 8,24 pada
skala 8-9. Negara Indonesia menjadi negara dengan persepsi mengenai korupsi dengan
indeks 8,09 pada skala 8-9 menandakan bahwa kasus korupsi di negara Indonesia masih
tinggi.
Tingkat korupsi di Indonesia yang masih besar dan sistemik, dengan kelompokkelompok yang mempunyai kepentingan kuat menjadikan korupsi di Indonesia semakin
tinggi. Dalam menghadapi situasi tersebut, pemerintah Indonesia membentuk badan khusus
pemberantas korupsi, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan dibentuknya
KPK, diharapkan angka korupsi di Indonesia bisa menurun.
2. Daya Saing (Competitiveness)
Indonesia sebagai negara terkorup nomor 88 di dunia menurut Transparency
International (TI), tetap memiliki kompetisi atau daya saing yang bagus. Berikut data
Indonesia sebagai negara yang tetap memiliki daya saing meskipun sering di serang kasus
korupsi.
2.1 World Bank
World Bank telah merilis data di tahun 2015 mengenai daya saing seluruh negara di dunia.
Data World Bank yang digunakan adalah data pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP)
dalam kawasan Asia Timur dan Pasifik. Data daya saing tersebut antara lain sebagai berikut:

PDB (produk domestik bruto) diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan
jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per
tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor
produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung
total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan
dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Pada data diatas Indonesia pada
tahun 2014 hasilnya negatif, berarti terjadi pertumbuhan yang kurang bagus.
2.2 World Economic Forum (WEF)
Lembaga survei dari World Economic Forum (WEF) merilis data daya saing dari
negara-negara yang masuk kedalam kawasan ASEAN di tahun 2014-2015. Negara yang
masuk lima besar perekonomian terbesar dalam ASEAN, yaitu Malaysia, Thailand,
Indonesia, Filipina, dan Vietnam, secara keseluruhan telah meningkat dengan cepat dibidang
ekonomi. Data yang dirilis oleh WEF antara lain sebagai berikut:

Daya saing Indonesia dalam kawasan ASEAN menempati urutan ke 4 dan urutan ke 34 di
dunia di tahun 2014-2015. Hasil positif tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu di
tahun 2012 menempati urutan ke 50 di dunia dan menempati urutan ke 38 di dunia di tahun
2014. Hasil tersebut menunjukkan bahwa daya saing di Indonesia selalu meningkat dari
tahun-tahun sebelumnya.
2.3 Institute Management Development (IMD)
IMD ( Institute Management Development) merilis data tentang daya saing negaranegara di dunia untuk tahun 2015 dalam sebuah tabel/scoreboard. Tabel dari IMD
menyajikan data peringkat dari 61 negara., dimana tingkat ekonomi diukur dari tinggi dan
rendahnya daya saing serta hasil dari nilai tahun sebelumnya (2014). Berikut data mengenai
daya saing negara dalam kawasan ASEAN:
2014
3
12
30
42
37

Negara
Singapura
Malaysia
Thailand
Filipina
Indonesia

2015
3
14
29
41
42

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan daya saing Indonesia
dibuktikan dengan naiknya peringkat daya saing versi WEF dari 37 menjadi 42. Di tahun
2015 Indonesia mengalami penurunan tingkat daya saing terbukti posisi Indonesia turun 2
poin yang sebelumnya menempati posisi 37 di dunia menjadi 42 di dunia. Dalam menghadapi
era MEA sekarang, Indonesia harus lebih giat dalam meningkatkan perekonomian dan SDM,
sehingga daya saing Indonesia bisa naik.

Anda mungkin juga menyukai