Anda di halaman 1dari 21

CRITICAL BOOK REPORT

SEKOLAHNYA MANUSIA
FILSAFAT PENDIDIKAN

Disusun Oleh :
1. Raysa Rejeki ( 7162141015 )
2. Ana N Sirumahombar ( 7163141002 )
3. Bonur Erianti Sinaga ( 7163141008 )
4. Laura P.B Siregar ( 7162141012 )
5. Niga Virgonia Siregar ( )
6. Wanrimar Rambe ( 7163141038 )
B REGULER

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya sehingga makalah critical book report ini dapat diselesaikan dengan baik.
Makalah critical book report ini kami tulis guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah
FILSAFAT PENDIDIKAN pada semester 1 tahun 2016.
Didalam pembuatan makalah critical book report ini diambil dari berbagai macam
referensi yang merupakan salah satu sarana yang mana harapannya dapat membantu peserta
didik memahami dan mendeskripsikan serta untuk mengembangkan secara maksimal
potensi yang dimiliki peserta didik, adapun pembahasan yang akan kita kritisi yaitu
mengenai buku SEKOLAHNYA MANUSIA . Semoga dengan terselesaikannya makalah
critical book report ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca sekalian.
Penulis menyadari bahwa makalah critical book report ini belumlah sempurna. Oleh
karena itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat dibutuhkan untuk
menyempurnakan makalah critical book report ini. Karena hanya Allah lah yang memiliki
kesempurnaan di dunia ini, Lebih dan kurangnya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum wr.wb

Medan, Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................iii
1.1 LATAR BELAKANG ..................................................................................................iii
1.2 RUMUSAN MASALAH ...............................................................................................iii
1.3 TUJUAN ........................................................................................................................iii
1.4 MANFAAT ....................................................................................................................iii
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................................1
BAGIAN I ............................................................................................................................1
IDENTITAS BUKU dan RINGKASAN BUKU ..................................................................1
A. BUKU (UTAMA) ........................................................................................................1
BAGIAN II ..........................................................................................................................14
ANALISIS ISI BUKU ........................................................................................................ 14
A. KELEMAHAN dan KELEBIHAN BUKU (UTAMA) ..............................................14
BAGIAN III ........................................................................................................................16
PENUTUP ...........................................................................................................................16
A. KESIMPULAN ..........................................................................................................16
B. SARAN ......................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................17

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Membangun sekolah, hakikatnya, adalah membangun keunggulan sumber daya
manusia. Sayangnya, banyak sekolah yang sadar atau tidak, malah membunuh banyak
potensi siswa-siswa didiknya. Buku ini berjudul SEKOLAHNYA MANUSIA, sebab
setelah diteliti, banyak sekali sekolah dinegeri ini yang berpredikat SEKOLAH ROBOT.
Mulai dari proses pembelajaran, target keberhasilan sekolah, sampai pada sistem
penilaiannya. SEKOLAH MANUSIA adalah sekolah yang berbasis MI (multiple
intelligences), yaitu sekolah yang menghargai berbagai jenis kecerdasan siswa.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1 apa yang dimaksud dengan special moment ?
1.2.2 bagaimanakah menurut para ahli mengenai teori multiple intelligences ?
1.2.3 apakah yang dimaksud dengan sekolah unggul ?
1.2.4 bagaimanakah strategi pembelajaran dengan multiple inteligences (MI) ?
1.2.5 bagaimanakah penilaian dan pelaporan dalam proses akhir pembelajaran ?

1.3 TUJUAN
1.3.1 Untuk memenuhi tugas makalah critical book report filsafat pendidikan.
1.3.2 Untuk memberikan informasi mengenai buku yang di kritisi.
1.3.3 Untuk mengulas beberapa kelebihan serta kekurangan dari buku yang di kritisi.
1.3.4 Untuk menambah rasa kepercayaan diri kelompok dalam bekerjasama mengkritisi
buku ini.

1.4 MANFAAT
1.4.1 Dapat mengetahui makna special moment.
1.4.2 Dapat mengetahui teori multiple intelligences.
1.4.3 Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan sekolah unggul.
1.4.4 Dapat mengetahui strategi pembelajaran dengan multiple inteligences (MI).
1.4.5 Dapat mengetahui penilaian dan pelaporan dalam proses akhir pembelajaran.

iii

BAB II
PEMBAHASAN

BAGIAN I
A. IDENTITAS BUKU dan RINGKASAN BUKU 1 (UTAMA) :
IDENTITAS BUKU (BUKU UTAMA) :
1. Judul Buku

: Sekolahnya manusia (sekolah berbasis multiple intelligences di

Indonesia)
2. Pengarang

: Munif Chatib

3. Penerbit

: Kaifa

4. Tahun Terbit : Februari 2012


5. Kota Terbit

: Gresik

6. Tebal Buku

: 188 halaman

8. ISBN

: 978-979-1284-28-8

RINGKASAN BUKU (UTAMA) :


BAB 1
BUKAN MEREKA YANG BERMASALAH
BAGIAN I

Sekolah yang Melompat


Special Moment: Bukan Anak-anak itu yang Bermasalah
Setiap insan terlahir kedunia ini dalam keadaan yang berbeda antara satu dengan yang
lain. Tidak ada seorang manusia pun didunia ini yang punya karakteristik yang benar-benar
sama. Sayangnya tidak semua pihak menyadari keragaman karakter seorang tersebut.
Dalam sistem pendidikan kita yang berseragaman, perbedaan kerap menjadi masalah bagi
pihak

1
sekolah dan siswa. Sistem pendidikan ( atau sekolah ) di indonesia masih cenderung
menyamaratakan standart kecerdasan satu siswa dengan siswa lainnya dengan penilaian
metode dan parameter yang sempit, yaitu aspek koknitif saja.

Bercerita Mengembangkan Baca


Anak yang tidak bisa menulis dan membaca membuat anak kurang percaya diri dan
malu bergaul dengan teman sebayanya. Peran guru sangat penting dan kengan kesabaran
dan perhatian dalam memberikan pembelajaran dengan multiple intelligences lewat pintu
kecerdasan linguistik (bahasa).

Menulis Angka
Latif adalah siswa yang duduk di kelas dua ia sama sekali tdak termotivasi untuk
belajar, akibat ia tidak bisa mengenal angka dan penjumlahan, namun ia suka menggambar
dan mewarnai dengan kesukaannya ini guru mengajarkannya matematika dengan
mewarnai.

Cerita yang Menghilangkan Trauma


Tami adalah siswi SD yang menderita trauma terhadap sebuah kejadian sekolah
karena ia sering dipermalukan oleh teman-temannya di sekolah , namun peranan guru
sangat penting di sini, dengan cara guru meminta tami untuk menceritakan materi pelajaran
kepada teman-temannya dengan cerita dan gaya bahasanya sendiri. Dengan cara ini tami
yang dahulunya tertutup sekarang menjadi anak yang suka bergaul dengan temantemannya. Dan masih banyak lagi hal-hal yang kerap menjadi masalah bagi pihak sekolah
dan siswa.

BAB 2
PERSOALAN PENDIDIKAN DI INNDONESIA
BAGIAN II

Sekolah Multiple Intelligencgences

Redefinisi kecerdasan, sebuah awal yang manusiawi

1. Kecerdasan Tidak di batasi Tes Formal

2
Kecerdasan seseorang tidak mungkin dibatasi oleh idikator-indikator yang
ada dalam achievement test (tes formal). Kecerdasan manusia adalah berkembang
(dinamis) bukan statis dan perkembangan potensi seorang anak akan menigkat
karena pengoptimalan faktor lingkungan.
IQ = MA/ CA x 100
MA adalah Mental Age dan CA adalah Chronological Age
Kecerdasan seseorng tiddak ditentukan oleh IQ sesorang, tetapi kecerdasan
seseorang lebih banyak ditentukan oleh

faktor-faktor

yang

melibatkan

kecerdasan diri, disiplin, dan empati kesemuanya dikenal sebagai kecerdasan


emosional.

2. Kecerdasan Itu Multidimensi


Kecerdasan seseorang dapat dilihat dari berbagiai informasi, tidak hanya
kecerdasan variabel (berbahasa) atau kecerdasan llogika. Kecerdasan seseorang
adalah proses kerja otak seseorang sampai orang itu menemukan kondisi akhiir
terbaiknya.

3. Kecerdasan, Proses Discoveriing Ability


Multiple intellegences memiliki metode diccovering ability artinya proses
menemukan kemampuan seseorang dan Multiple intelligances menyarankan agar
mempromoosikan kemampuan atau kelemahan anak. Dan apabila kondisi
lingkungan seseorang kondusif dan selaras dengan kecenderungan kecerdasan yang
dimilikinya, orang tersebut akan cepat menemukan kondisi akhir terbaik akibat
dipicu oleh kondisi lingkungan terssebut. Karena perilaku kita sebagai baian dari
lingkungan ternyata menjadi faktor yang signifikan untuuk proses discovering
ability setiap orang dalam konsep miltiple intelligences.
KETIKA MULTIPLE INTELLIGENCES di TERAPKAN DI SEKOLAH
Tantangan da halangan dalam menerapkan multiple intelligences ke sekolah
memang banyak diaalami. Pola penerapan teori yang berbeda-beda antaara satu

sekolah daan sekolah lain yang enyebabkan model pembelajaran multiple


intelligences di setiap sekolah memiliki karakteristik masing-masing.
Tantangan dalam aplikasi multiple intelligenes didunia pendidikan indonesia yaitu :
1. Beberapa elemen sistem pendidikan kita masih kurang sejalan dengan sistem
pendidikan yang proporsioonal
2. Pemahan yang salah tentang makna sekolah unggul di indonesia

3
3. Desaain kurikulum yang masih sentralistis
4. Penerapan kurikulum yang tidak sejalan dengan evaluasi hasil akhir pendidikan
5. Proses belajar yang menggunakan kreativitas tingkat tinnggi.

BAB 3
SOLUSI PENDIDIKAN DI INDONESIA
MULTIPLE INTELLIGENCES
BAGIAN III

Indikator Sekolah Unggul


The Best Input atau The Best Process
Sekolah di Indonesia sering membuat kesalahan dengan membuka pendaptaran
yang besar sedangkan yang diterima hannya sedikit sehingga banyak siswa yang kecewa
karna tidak masuk, sehingga dapat merusak mental siswa.
Konsep MI yang menitik beratkan pada ranah keunikan selalu menentukan
kelebihan setiap Anak. Konsep ini percaya bahwa tidak ada anak pasti memiliki minimal
satu kelebihan. apabila kelebihan tersebut dapat dideteksi sedari Awal otomatis kelebihan
anak itu jadi kecerdasan sang Anak.
Atas dasar itu , seyogianya Sekolah menerima siswa barunyadalam kondisi apapun.
Tugas sekolah untuk meneliti kondisi siswa secara psikologis dengan cara mengetahui
kecerdasan siswa melalui metode Riset MULTIPLE INTELLIGENSCES RESEARCH
(MIR).
Pada dasarnya Sekolah unggul adalah sekolah yang focus pada kualitas proses
pembelajaran, bukan pada kualitas input siswanya. Kualitas pembelajaran tergantung pada
Kualitas para guru yang bekerja disekolah tersebut. Apabila kualitas guru disekolah itu
baik, maka mereka menjadi agen perubah siswa.

Sekolah unggul adalah sekolah yang para gurunya mampu menjamin semua siswa
akan didimbing kearah perubahan yang lebih baik. Bagaimanapun kualitas akademik dan
moral yang mereka miliki. Dengan kata lain guru dapat mengubah murit yang mulanya
bukuk menjadi lebih baik. Resiko bagi pengurus sekolah ialah mereka harus menerima
keadaan siswanya apa adanya. Tanpa pandang bulu dan melakukan seleksi.
Lantas bagaimana proses penerimaan siswa baru apabila tidak ada yang bodoh?
4
Bagaimana cara menilai perkembangan kemajuan siswa tersebut terutama kegiatan belajar
mengajar? Pertanyaan itu dijawab yaitu:
Setelah tiga tahun MIR diujicobakan di SMP YIMI Gresik yang menjadi sekolah yang
unggul sekabupaten Gresik.
Kesimpulannya, Sekolah Unggul adalah sekolah yang memanusiakan manusia. Dalam
arti menghargai setiap potensi pada diri siswa.
Kesimpulan Indikator sekolah unggul dari pengalaman saya adalah pemerataan
unggul di setiap daerah akan lebih cepat terwujut apabila tidak ada seleksi yang bersifat
kognitif untuk menentukan seorang siswa yang diinginkanya.

Multiple Intelligence research (MIR)


MIR dan Gaya Belajar Anak
Dalam proses pembelajaran harusnya kecepatan otak siswa menagkap imformasi dari guru
ialah:1,287 Km/jam.
Gaya mengajar guru pada dasarnya strategi transfer informasi yang diberikan guru ke
siswanya. Sedangkan gaya belajar adalah bagaimana sebuah informasi dapat diterima
dengan baik oleh siswa.
kecerdasan yang diasah
Nama

Kecerdasan Ganda

Kondisi terbaik dan umurnya

Negarah
Iran
Amerika

Spasial Visual
Hapal AlQuran dan maknanya. 5 Thn
Logika, matematik Propesor 19 thn

Serikat
Indonesia
Indonesia
Indonesia

musical
Linguistik
Linguistic
Musikal

Pandai berbicara 8 Bulan


Sarjana 18 Thn
Pedagang termuda kelas 2 SD
Drumer termuda 7 Thn

MIR dan Bakat Anak


Para orang tua sering tidak tau apa bakat Dari Anaknya, setelah mempelajari
Multiple Intelligence, saya bertambah yakin bahwa Potensi itu harus dipicu. Orang tua
sebagai pendorong Internal. Dan paktor eksternal.

5
Fungsi Penting Hasil MIR
1. Sebagai dasar informasi tentang Kondisi Psikologis Kecerdasan Anak.
2. Sebagai anjuran kepada orang tua untuk melakukan berbagai aktivitas kebiasaan
atau kegiatan kreatif yang disarankan untuk diterapkan pada anaknya guna
memancing bakat anaknya.

BAB 4
STRATEGI PEMBELAJARAN MI (Multiple Intelligences)
Kesalahan Penerapan MI di Sekolah
MI Bukan Bidang Studi
Penemuan Multiple intelligences yang awalnya merupakan teori kecerdasan dalam
ranah psikologi. Ketika ditarik ke dunia edukasi , MI menjadi sebuah strategi
pembelajaran untuk materi apaun dalam semua bidang studi. Inti strategi pembelajaran
ini adalah bagaimana guru mengemas gaya mengajarnya agar mudah ditangkap oleh
siswa. Pendalaman tentang strategi pembelajaran ini akan menghasilkan kemampuan guru
membuat siswa tertarik dan berhasil dalam belajar dalam waktu yang relatif cepat.

Tracking
Tracking adalah pengelompokan siswa kedalam beberapa kelas berdasarkan
kemampuan kognitifnya. Output tracking adalah pembagian kelas menjadi kelas untuk anak
pintar dan kelas untuk anak bodoh. Virus ini merupakan virus yang terdapat di hampir
semua sekolah, terutama sekolah favorit.

1. Merancang Strategi Pembelajaran


Paradigma Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah antara guru sebagai pemberi
informasi dan siswa sebagai penerima informasi.

Modalitas Belajar

Modalitas belajar adalah cara informasi masuk kedalam otak melalui indra yang
kita miliki. Pada saat informasi tersebut akan ditangkap oleh indra, maka bagaimana
informasi tersebut disampaikan (modalitas) berpengaruh pada kecepatan otak menangkap
informasi dan kekuatan otak menyimpan informasi tersebut dalam ingatan atau memori.

6
Terdapat tiga macam modalitas :
a. Visual : modalitas ini mengakses citra visual, warna , gambar, catatan, tabel,
diagram, grafik, peta pikiran.
b. Auditorial : modalitas ini mengakses segala jenis bunyi , suara, musik,
nada, irama, cerita , dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan
menjawab atau mengedarkaan cerita lagu
c. Kinestetik : modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktivitas tubuh,
emosi, koordinasi, dan hal-hal lain terkait

Membuat Produk Hasil Belajar


Produk hasil belajar adalah hasil belajar yang melahirkan karya baru yang berkaitan
dengan materi pembelajaran. Yang termasuk produk hasil belajar adalah :
1. Benda/karya intelektual yang dapat di tampilkan.
2. penampilan
3. proyek edukasi

Menjadi Guru Multiple Intelligences


Setiap unsur sekolah punya andil yang besar untuk menyukseskan konsep multiple
intelligences. Elemen terpentig adalah guru.

Bersedia terus Belajar


Dunia pendidikan dan sekolah adalah bidang ilmu yang terus berkembang (dinamis)
seorang guru profesional tidak boleh tertinggal dalam dinamika perkembangan ilmu
pendidikan tersebut. Program pembelajaran untuk guru yang harus dilakukan dan diikuti
adalah :
1. Pelatihan umum dan khus yang terkait dengan pendidikan secara kontinu
pelatihan ini dapat dilakukan oleh konsultan penddikan disekolah tersebut,
megundang ahli pendidikan, atau mengikuti program pelatihan
2. Program bedah buku

Salah satu kebiasaan yang sangat baik dan mendukung peningkatan kualitas guru di
sekolah adalah penerapan program wajib bedah buku (resensi)

7
Membuat Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran ( Lesson Plan) adalah perencanaan yang dibuat oleh guru
sebelum mengajar. Kesalahan umum yang dilakukian oleh gurub adalah tidak pernah
membuat rencana pembelajaran terlebih dahulu pada saat akan mengajar. Kualitas
pembelajaran seseorang guru yang diawali dengan pembuatan rencana pembelajaran akan
sangat berbeda dengan guru yang tidak membuat rencana pembelajaran sebelumnya.
Selain itu, paradigmaguru tentang pentingnys membuat rencana pembelajaran juga harus
disamakan.

PARADIGMA LAMA YANG SALAH


Guru mengajar = murid belajar

PARADIGMA BARU YANG BENAR


Proses guru mengajar tidak sama dengan
proses murid belajar. Sebab MENGAJAR

Perencanaan

mengajar

terletak

adalah dua proses yang berbeda


pada Perencanaan
mengajar
terletak

pada

bagaimana guru mengajar kemudian murid bagaimana murid bisa mengerti, barulah
mengerti.

merancang bagaimana guru mengajar.


CARA MURID MEMAHAMI CARA

GURU

MENGAJAR

MURID GURU MENGAJAR

MEMAHAMI
Keuntungan guru mengajar dengan menggunakan rencana pembelajaran :
1. Renacana pembelajaran pada jenjang kompetensi secara otomatis tercatat di arsip
2. Record / arsip rencana pembelajaran akan menjadi bekal untuk guru yang
bersangkutan menggunakannya untuk menyempurnaan pada tahuyn berikutnya
3. Dengan rencana pembelajaran, kualitas guru akan terkontrol dan tercatat
(management Quality Control). Tugas mengevaluasi kualitas rencana pembelajaran
dilakukan oleh konsultan, supervisor atau petugas yang ditunjukkan
4. Renacana pembelajaran merupakan siklus pertama dari sebuah proses pembelajaran
yang profesional.
5. Rencana pembelajaran dapat mengukur kualitas pembelajaran dikelas yang
berhubungan dengan hasil prestasi akademik siswa

6. Rencana pembelajaran akan memberikan waktu bagi guru untuk menganalisis


bagaimana sebuah topik pembelajaran disampaikan dengan baik dan menarik

8
Dalam sebuah kuliahnya, Bobbi DePorter mengatakan :
Proses belajar mengajar adalah sebuah pekerjaan seni yang prefosional dan
membuat management Quality control dalam pembelajaran.
Konsekuensi penerapan MQC adalah :
1. Lesson plan : guru harus membuat perencanaan pembelajaran
2. Konsultasi : guru harus mendiskusikan rencana pembelajaran kepada supervisor
3. Observasi : supervisor atau konsultan sebelum mengajar
4. Umpan balik : guru mrminta konsultan atau supervisor untuk menjelaskan hasil
observasi terhadap proses belajar.

BAB 5
Penilaian Autentik
Konsep Dasar
Penilaian autentik memiliki model yang beragam. Pada penilaian autentik, apapun bentuk
tes dan non-tes yang diberikan, serta bagaimana cara memberikan penilaian sekaligus
pelaporan, punya konsep-konsep dasar.

Tes Berkualitas = Tes yang dapat dikerjakan


Masih banyak guru yang beranggapan bahwa soal yang sulit adalah soal yang baik.
Pandangan ini harus diluruskan. Cara tepat untuk membuat tes yang berkualita adalah
model Open Book. Dengan cara ini, guru akan mengubah konten soal dari sulit menjadi
soal yang menantang. Dengan open book, tidak mungkin guru akan membuat soal seperti:
-Tahun berapakah perang di Pangeran Diponegoro terjadi?
- sebutkan urutan-urutan proses pencernaan makanan
Apabila soal tadi diberikan kepada siswa dengan model open book, dapat dipastikan semua
akan menjawab dengan benar. Guru akan tertantang untuk membuat soal dengan
Taksonomi Bloom tingkat tinggi, seperti berikut:
- Apakah ada kemungkinan jarak matahari dan bumi berubah?
- mengapa Pangeran Diponegoro memutuskan untuk meyerah kepada Belanda?

9
Soal model kedua sangat menantang siswa untuk dikerjakan. Meskipun dengan open book,
daya kritis dan analisis akan sangat berperan dalam mencari jawaban.

Ability Test, Bukan Disability Test


Secara filosofis, makna tes ini sangat tepat sebab tes memang bertujuan mengetahui
kemampuan siswa, bukan malah ketidakmampuannya. Tes kemampuan adalah tes yang
mengandung konten dan instruksi yang mencerminkan kemampuan siswa dalam ranah
yang lebih luas. Sementara itu, ciri-ciri Disability Test (tes ketidakmampuan) adalah ;
a. Soal-soal yang diberikan menitikberatkan pada Unifamiliar test, yaitu soal-soal
yang tidak bisa didapat dari proses belajar sehari-hari, baik konten maupun jenis
sosial.
b. Soal-soal

yang

tidak

punya

range/batasan

yang

sudah

disepakati.

contohnya, seorang guru mengatakan kepada siswanya untuk mempelajari BAB 1


sampai Bab 3 untuk tes minggu depan. Ternyata, soal yang dibuat oleh guru tersebut
adalah Bab 4 dan Bab 5. Soal seperti ini dikategorikan sebagai Disability test.

Discovering Ability
Discovering ability adalah aktivitas guru untuk menjelajahi kemampuan siswa pada saat
hasil tes siswa tersebut dibawah standar ketuntasan. Discovering ability juga dapat diartikan
meminta siswa menjawab soal yang sama dengan cara yang lain. Apabila discovering
ability ini tidak berhasil, barulah dilakukan Remedial Test (tes pengulangan). Banyak sekali
guru yang langsung melompat dengan memberikan remedial test kepada siswa dengan nilai
dibawah standar tanpa melalui fase Discovering Ability.

Taksonomi Bloom
1. Pengetahuan
pengetahuan adalah ingatan materi atau bahan yang sudah pernah dipelajari
(MENGINGAT).
2. Pengertian
pengertian adalah kemampuan menangkap ARTI suatu materi atau informasi
yang dipelajari.
3. Aplikasi
Aplikasi adalah kemampuan MENERAPKAN materi atau informasi yang telah
dipelajari kedalam suatu keadaan baru dan konkret dengan hanya medapat
sedikit pengarahan.

10
4. Analisis
analisis adalah kemampuan memecahkan atau menguraikan suatu materi atau
informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga lebih mudah
dipahami.
5. Sintesis
sintesis adalah kemampuan untuk menyatukan bagian-bagian atau komponen
menjadi suatu bentuk yang lengkap dan unik.
6. Evaluasi
evaluasi adalah kemampuan menentukan nilai suatu materi, pernyataan, laporan,
cerita, atau lainnya untuk tujuan tertentu.

Konsep Ipsative
Konsep ipsative yaitu perkembangan hasil belajar siswa diukur dari perkembangan
siswa itu sendiri sebelum dan sesudah mendapatkan materi pembelajaran. Penilaian
autentik tidak mengenal ranking. Dengan ranking, hanya eksistensi siswa tertentu saja yang
diargai, sedangkan yang lainnya tidak mendapat perhatian guru.

Metode Penilaian Autentik


Alur penilaian autentik atau proses folio

Proses Folio
penilaian berbasis
proses
Aktivitas belajar
proses belajar

Portofolio
alat untuk merangkum/me-record
penilaian pada proses pembelajaran

Kognitif

Psikomotorik

Afektif

Alat penilaian Autentik


Penilaian kognitif
a. tes lisan, berupa pertanyaan lisan yang digunakan untuk mengetahui daya serap
siswa terhadap masalah yang berkaitan dengan kognitif.

11
b. Tes tertulis, dilakukan untuk mengungkap penguasaan siswa dalam aspek kognitif
mulai dari jenjang pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, sampai
evaluasi.

Penilaian Psikomotorik
Alat penilaian ranah psikomotorik meliputi:
a. Tes kertas dan pensil. Yang menjadi sasarannya adalah kemampuan siswa dalam
menampilkan karya. Misal berupa desain grafis, dan karya sastra.
b. Tes identifikasi. Ditujukan untuk mengukur kemampuan

siswa

dalam

mengidentifikasi sesuatu. Misal kemampuan siswa menemukan unsure-unsur yang


terkandung dalam sampah.
c. Tes simulasi. Aktivitas yang mencontoh sebuah manajemen yang real untuk
disimulasikan dalam kelas dengan batasan-batasan aturan yang berlaku sebenarnya.
d. Tes work-sample and project. Penilaian yang dilakukan kepada siswa untuk
menunjukkan apakah siswa mampu menggunakan alat sesungguhnya dalam
hubungannya dengan materi pendidikan.

Penilaian Afektif
Kompetensi ranah afektif meliputi peningkatan pemberian respons, sikap, apresiasi,
penilaian, minat dan internalisasi. Penilaian utama bertujuan untuk mengetahui karakter
siswa dalam proses pembelajaran dan hasil dari pembelajaran dapat dibagi menjadi:
-penilaian afektif 1. Pada saat proses belajar berlangsung. Pemberi nilai dalam kondisi ini
adalah

guru

kelas.

Outputnya

berbetuk

laporan

perkembangan

siswa.

- Penilaian afektif 2. Diluar proses belajar didalam sekolah. Pemberi nilai adalah guru yang
berkesempatan memantau sikap siswa. Laporannya berbentuk buku poin, buku pintar, dan
lain-lain.
-Penilaian afektif 3.

Diluar sekolah atau dirumah. Pemberi nilai adalah orangtua.

Laporannya berbentuk buku penghubung atau penyambung.


Penilaian afektif saat proses belajar adalah bagaimana sikap, respons, dan minat siswa
terhadap proses belajar. Indicator penilaian afektif ini jumlahnya dapat bermacammacam,namun minimal harus memenuhi persyaratan indicator:;
1. Sikap siswa terhadap dirinya sendiri selama proses belajar
2. Sikap siswa dalam hubungan dengan guru selama proses belajar
3. Sikap siswa dalam hubungan dengan teman-temannya selama proses belajar

12
4. Sikap siswa dalam hubungan dengan lingkungannya selama proses belajar

5. Respon siswa terhadap materi pembelajaran

Keseimbangan Tiga ranah


Penilaian yang dilakukan oleh guru harus memuat keseimbangan tiga ranah: kognitif,
psikomotorik, dan afektif. Karena itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
-

Penilaian aspek kognitif dilakukan setelah siswa mempelajari satu kompetensi dasar

yang harus dicapai


Penilaian aspek afektif dilakukan selama berlangsungnya

mengajar, baik didalam maupun diluar kelas.


Penilaian aspek psikomotorik dilakukan selama berlangsungnya proses kegiatan

kegiatan belajar

belajar mengajar.
Hasil pelaporan dari tiga ranah tersebut sangat bergantung pada bagaimna sekolah
membuat desain raport yang secara global memuat nilai rata-rata dari setiap ranah.

Penilaian Kompetensi memiliki batasan


Pengukuran tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang
kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan sikap seorang siswa. Hasil penilaian tidak
mutlak dan tidak abadi karena siswa terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar
yang dialaminya.

13
BAGIAN II
A. ANALISIS BUKU 1 (UTAMA)

KELEMAHAN dan KELEBIHAN BUKU (UTAMA) :


Kelemahan :
1. kelengkapan isi buku pembanding kurang lengkap dari pada buku utama.
2. pembahasan dalam buku ini terbelit-belit sehingga susah untuk dipahami oleh peserta
didik.
4. bahasanya terlalu rumit untuk dipahami sehingga pembaca sulit untuk memahaminya
sehingga menjadikan pembaca harus mengulang agar bisa memahaminya.

Kelebihan :
1.penulis dalam menyajikan buku ini selalu disertai dengan sumber penulis memaparkan
contoh yang konkret dari informasi tersebut mengenai special moment : bukan anak-anak
itu yang bermasalah, jadi setiap teory ataupun pendapat selalu disertai dengan sumber yang
jelas. Hal ini menjadi nilai plus bagi buku ini ,penyertaan sumber dapat membuat pembaca
yakin bahwa buku ini sangat dipercaya.
2. buku ini cocok digunakan untuk mahasiswa sebagai panduan dan pedoman untuk
menambah pengetahuan tentang cara mengajar yang baik. Buku ini juga bisa dijadikan
sebagai dasar pengetahuan mahasiswa untuk melanjutkan perkuliahan di semester
berikutnya.
3. penulis memaparkan isi buku dengan menarik , dan pemilihan ukuran huruf, margin
sesuai dengan jenjang usia.
4. cover buku sangat menarik dan mencerminkan isi buku mengenai gambaran peserta
didik, sehingga pembaca tertarik untuk membaca buku ini.
5. dalam pemilihan jenis kertas, buku ini sudah layak untuk di konsumen karena pemilihan
kertas sudah bagus sehingga tulisan tampak jelas untuk di baca.

14
6. di dalam buku ini disertai oleh gambar untuk memperjelas pembahasan sehingga mudah
untuk diketahui secara langsung dan singkat oleh pembaca.

7. buku ini mengungkapkan fakta mengenai masalah pendidikan Indonesia.

15
BAGIAN III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Banyak menceritakan special moment, saat-saat istimewa, yaitu pengalaman dalam
proses pembelajaran ketika seorang guru menemukan saat-saat yang berkesan dalam
pekerjaannya. Sebuah aktivitas belajar yang mamp mengubah kesulitan pemahaman siswa
karena berbagai hal, menjadi mudah dan akhirnya siswa tersebut bisa memahami dengan
baik materi yang diajarkan.
Teori multiple intelligence yang di kembangkan oleh Howard Gedner sebagai
landasan teori. Beberapa hal yang ditekankan adalah keberanian Gardener melakukan
redefenisi tentang kecerdasan.
Indikator sekolah unggul dengan pernyataan sekolah unggul adalah the best procces
dan buka the best input. Artinya sekolah unggul harus menerima siswa dalam kondisi
kognitif yang beragam.
Strategi pembelajaran dengan multiple intelligence (MI). MI adalah strategi
pembelajaran yang berisi aktivitas-aktivitas pembelajaran dengan model dan kreativitas
yang beragam.
Proses akhir pembelajaran, yaitu penilaian dan pelaporan. Penilaian yang dipakai
dalam melihat kompetensi siswa setelah memenuhi indikator hasil belajar yang sudah
ditentukan adalah penilaian autentik.

B. SARAN
Buku ini sudah cukup bagus dalam memaparkan dan mendeskipsikan isi buku,
namun akan lebih baik lagi apabila penulis menggunakan bahasa yang baku dan tidak
berbelit-belit agar pembaca dapat mudah memahami isi buku dengan baik.

16
DAFTAR PUSTAKA

Chatib, Munif. 2012. Sekolahnya manusia (sekolah berbasis multiple intelligences di


Indonesia). Gresik : KAIFA.

17