Anda di halaman 1dari 3

NAMA

: ADE KURNIAWAN

NIM

: 05021381520061

A. Metode Pengujian Logam


1.
Pengujian Destruktif
Sesuai dengan namanya pengujian ini bersifta merusak bahan yang diuji sehingga
bahan yang diuji akan rusak atau cacat. Bahan yang diuji adalah bahan yang telah
memenuhi bentuk dan jenis secara internasional .
umumnya ada beberapa pengujian destruktif yaitu:
Pengujian Kekerasan
Pengujian ini dilakukan dengan dua pertimbanagn yaitu untuk mengetahui
karakteristik suatu material baru dan melihat mutu untuk memastikan suatu material
memiliki spesifikasi kualitas tertentu. Berdasarkan pemakaianya dibagi menjadi:
1. Pengujian kekerasan dengan penekanan(indentation test)
Pengujian ini dilakukan merupakan pengujian kekerasan terha-dap bahan logam
dimana dalam menentukan kekerasaannya deilakukan dengan cara menganalisis
indentasi atau bekas penekanan pada benda uji sebagai reaksi dari pembebanan
2.

tekan
Pengujian kekerasan dengan goresan(sratch test)
Merupakan pengujian kekerasan terhadap benda (logam) dimana dalam
menentukan kekerasannya dilakukan dengan mencari perban-dingan dari bahan

3.

yang menjadi standart. Contohnya adalah pengujian metode MOHS


Pengujian kekerasan dengan cara dinamik(dynamic test)
Merupakan pengujian kekerasan dengan mengukur tinggi pantu-lan dari bola baja
atau intan(hammer)yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu.

2. Pengujian Tarik
Pengujian ini merupakan proses pengujian yang biasa dilakukan karena pengujian
tarik dapat menunjukkan perilaku bahan selama proses pembebanan. Pada uji tarik ,
benda uji diberi beban gaya tarik , yang bertambah secara kontinyu, bersamaan dengan
itu dilakukan pengamatan terhadap perpanjangan yang dialami benda uji.
3. Pengujian lengkung
Pengujian ini merupakan salah satu pengujian sifat mekanik bahan yang
diletakkan terhadap specimen dan bahan, baik bahan yang akan digunakan pada kontraksi
atau komponen yang akan menerima pembebanan terhadap suatu bahan pada satu titik
tengah dari bahan yang ditahan diatas dua tumpuan.

4. Uji impact
Uji impact dilakukan untuk menentukan kekuatan material sebagai sebuah metode
uji impct digunakan dalam dunia industry khususnya uji impact charpy dan uji impact
izod. Dasar pengujian ini adalah penyerapan energy potensial dari pendulum beban yang
mengayun dari suatu ketinggian tertentu dan menumbuk material uji sehingga terjadi
deformasi.
5. Uji struktur
Uji struktur mempelajari struktur material logam untuk keperluan pengujian
material logam dipotong-potong kemudian potongan diletakkan dibawah dan
dikikisdengan material alat penggores yang sesuai. Untuk pemeriaksaan =nya dilakuakan
dengan alat pembesar ataupun mikroskop elektronik.
6. -Pengujian dengan larutan ETSA
Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memeperjelas batas butir yang ada pada
suatu material karena larutan etsa akan memeberi warna tambahan pada batas butir.
Namun larutan ini dapat merusak batas butir tersebut.
2.

Pengujian non-destruktif
Pengujian ini tidak merusak dan merupakan bagian dari pengujian bahan.
Berainana dengan pengujian destruktif pengujian nendstruktif terdiri dari:
1. Penetrant testing
Yaitu pengujian yang digunakan untuk melihat keretakan dan perositas dari suatu
bahan. Pengujian dengan penetrant terdiri dari 4 tahap yaitu pembersihan awal,
pemberian penetrant, pembersihan penetrant, dan pemberian developer. Pengujian ini
memiliki keuntungan yaitu murah dan cepat dilaksanakan.
2. Magnetic particle testing
Pengujian yang juga biasa disebut dengan pengujian menggu-nakan partikel
magnetic ini digunakan untuk diskontinuitas yang ada dipermukaan dan dekat
permukaan. Pengujian ini dapat kita lakukan untuk melihat keretakan permukaan pada semua logam induk maupun ion, laminasi fusi
yang tidak sempurna, undercut, dan subsurface crack. Jika dibandingkan dengan uji
penetrant, pengujian ini dilakuakn untuk diskontinuitas yang lebih dalam.

3. Ultrasonic testing
Pengujian ini menggunakan metode gelombang suara dengan frekuensi tinggi.
Keuntungan dari pengujian ini yaitu dapat dilakukan pada semua bahan dan lebih dalam
jika dibandingkan dengan uji magnetic dan uji penetrasi karena menggunakan pantulan
gelombang.
4. Radiography
Yaitu pengujian dengan menggunakan x-ray untuk mendapatkan gambar dari
material. Prinsipnya sama denagn penggunaan pada tubuh material hanya saja
menggunakan gelombang yang lebih pendek. Eddy currentmemiliki prisnsip dasar yang
hamper sama dengan teknik medan magnet tetapi disini medan listrik yang dipancarkan
adalah arus bolak-balik. Prisnsipnya hamper sama denggan impedensi
5. Eddy Current
Memiliki prinsip dasar yang hampir sama dengan teknik medan magnet tetapi
disini medan listrik yang dipancarkan dari arus bolak balik. Prinsipnya hampir sama
dengan impedansi.

B. Metode Pengujian Polymer