Anda di halaman 1dari 12

Mata kuliah : Pendidikan Pancasila

Dosen

: Fauzi Ahmad Abdillah, S.Sos

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA


(Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Pada Seorang
Pengusaha)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mid Mata kuliah Pendidikan
Pancasila

OLEH :

Nama : andi amran


STK
: 114009

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI KELAUTAN (STITEK)


BALIK DIWA MAKASSAR
2016 2017

KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan
rahmat, taufik, serta hidayahnya, sehingga penulisan Makalah Pendidikan
Pancasila yang berjudul Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Profesi dapat
diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan
Pancasila yang dibina oleh bapak selaku dosen mata kuliah Pendidikan Pancasila
Kelas/Offering B/GN Program Studi S1 Stitek Balik Diwa Makassar.
Makalah ini merupakan materi mengenai Penerapan Nilai-Nilai Pancasila
Dalam Profesi, Penulis berusaha mendapatkan dan mengumpulkan beberapa
materi mengenai Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Profesi dari beberapa
referensi yang diperoleh dari beberapa situs internet yang tidak dapat penulis dan
penerapan lansung dari pemukiran sesuai dengan profesi ini.
Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini.
Namun, penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat beberapa
kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis sangat menghargai apabila
terdapat saran maupun kritik yang membangun dari semua pihak. Penulis
berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan wawasan bagi para
pembacanya untuk memperluas khasanah Ilmu Pendidikan Pancasila yang terus
berkembang mengikuti kemajuan zaman, khususnya bagi khasanah Ilmu
Pendidikan Pancasila mengenai . Amin.

Makassar, 02 November 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar..................................................................................................2
Daftar Isi...........................................................................................................3
BAB I Pendahuluan..........................................................................................4
1.1 Latar Belakang.......................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................6
1.3 Tujuan....................................................................................................6
BAB II Pembahasan.........................................................................................7
2.1 Pengertian Pancasila...............................................................................7
2.2 Nilai Nilai Pancasila...............................................................................8
2.3 Pengertian Pengusaha.............................................................................9
2.4 Implementasi Pancasila Sebagai Pengusaha...........................................10
BAB III Penutup...............................................................................................12
3.1 Kesimpulan.............................................................................................12
3.2 Saran.......................................................................................................12
Daftar Pustaka...................................................................................................13

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah mengungkapkan Pancasila sebagai jiwa seluruh rakyat Indonesia,
memberi kekuatan hidup serta membimbingdalam mengejar kehidupan lahir batin
yang makin baik di dalam masyarakat. Diterimanya Pancasila sebagai pandangan
hidup dan dasar negara membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila
wajib selalu dijadikanlandasan pokok, landasan fundamental untuk pengaturan
serta penyelenggaraan negara. Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan
ditetapkan sebagai dasar negara seperti tertulis dalam Pembukaan UndangUndang Dasar 1945 adalah kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah
diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tidak ada satu kekuatan
manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa
Indonesia.
Menyadari bahwa untuk mewujudkan pengakuan bahwa Pancasila sebagai
pandangan

hidup

bangsa

mengharuskan

bangsa

Indonesia

untuk

mentransformasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata dan terus-menerus


penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh
setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga
kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat atau di daerah.
Pancasila di dalamnya mengandung nilai-nilai universal (umum) yang
dikembangkan dan berkembang dalam pribadi manusia-manusia sesuai dengan
kodratnya, sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial.Sebagaimana tertulis
dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan secara khusus dijabarkan
dalam pasal-pasalnya. Bahwa tidak dipungkiri lagi nilai-nilai yang bersifat
universal (umum) itu berlaku untuk semua manusia dan bangsa (negara) tanpa ada
batas-batas tertentu, sebaliknya nilai-nilai khusus berlaku hanya untuk bangsa
Indonesia seperti yang tertulis dalam Pancasila (nilai Ketuhanan, nilai

kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan).Perwujudan


pengakuan Pancasila sebagai dasar negara juga diungkapkan oleh Widjaja.
1.1 Rumusan Masalah
a) Bagaimanakah Penerapan Nilai Pancasila ?
b) Bagaimanakah Penerapan Pancasila Paada Profesi Pengusaha perikanan
?
1.2 Tujuan
a) Untuk mengetahui Penerapan Nilai Pancasila
b) Untuk mengetahui Penerapan Pancasila Paada Profesi Pengusaha
perikanan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pancasila
Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara kita,
Negara Republik Indonesia. Pancasila sendiri di tetapkan menjadi dasar negara
kita sejak 18 agustus 1994. Sebagai nilai-nilai bernegara,berpemerintahan, dan
bermasyarakat. Hal ini berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakan pembuatan
harus dijiwai dan merupakan pencatatan dari semua sila Pancasila.
2.2 Nilai-nilai pancasila
1)

Sila Katuhanan Yang Maha Esa


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama. Bangsa menyatakan percaya

dan bertagwa kepada Tuhan YME. Memberikan kebebasan dalam memilih agama
sesuai asas kemanusiaan. Sila ke-1 yaitu Sila Katuhanan Yang Maha Esa
mengandung empatmakna, yaitu:
a) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Agama
dan kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
b) Hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan
hidup.
c) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama
dankepercayanya.
d) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
2)

Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab


Kemanusiaan yang adil dan beradab menjunjung tinggi nilai-nilai

kemanusiaan, hak dan kewajiban serta kesamaan derajat antar masyarakat


sehingga tercipta sikap saling menghormati,menghargai dan tenggang rasa.
Sila ke-2 yaitu Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab mengandung
tujuh makna, yaitu:

a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
3)

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban sesame


Saling mencintai sesama manusia
Mengembangkan tenggang rasa
Tidak semena-mena teerhadap orang lain
Menjunjung tinggi kemanusiaan
Berani membela keadilan
Hormat menghormati dengan bangsa lain

Sila Persatuan Indonesia


Dengan sila persatuan Indonesia, yang dikembangkan atas dasar Bhineka

Tunggal Ika menjunjung nilai persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan


keselamatan

bangsa

dan

negara

diatas

kepentingan

pribadi

dan

golongan.Persatuan. Sehingga rakyat Indonesia yang bersatu saling merangkul


menciptakan kehidupan yang nyaman dan tentram.
Sila ke-3 yaitu Sila Persatuan Indonesia mengandung lima makna, yaitu:
a) Memajukan pergaulan demi persatuan
b) Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa
Negara diatas kepentingan pribadi/golongan
c) Rela beerkorban
d) Cinta tanah air
e) Bangga sebagai bangsa yang bertanah air
4)

Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam

Permusyawaratan Perwakilan
Butir sila yang mengandung makna bahwa kita sebagai rakyat Indonesia
diharuskan melaksanakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan dalam
pengambilan keputusan dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia serta
nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Sila ke-4 yaitu Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan
Dalam Permusyawaratan Perwakilan mengandung tujuh makna, yaitu:
a) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat
b) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
c) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama
d) Musyawarah untuk mufakat dalam semangat kekeluargaan
e) Itikat baik untuk menerima dan melaksanakan hasil musyawarah

f) Musyawarah dengan akal sehat


g) Keputusan harus dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan
5)

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Dalam butir ini dijelaskan adanya sikap adil antara sesama, saling

kesinambungan antar hak dan kewajiban dan menghormati hak setiap orang yang
ada disekitar kita.
Sila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung
sebelasmakna, yaitu
a. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.


Bersikap adil.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak-hak orang lain.
Suka memberipertolongan kepada orang lain.
Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
Tidak bergaya hidup mewah.
Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
Suka bekerja keras.
Menghargai hasil karya orang lain.
Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan
berkeadilan social

2.3 Pengertian Pengusaha Perikanan


Pengusaha adalah orang yang menjalankan perusahaan perdagangan atau
orang yang memberikan kuasa perusahaannya kepadaorang lain. Apabila
seseorang melakukan atau menyuruh melakukan suatu perusahaan disebut
pengusaha.1[2] Menurut pasal 1 UU No.13 Thn 2003 Tentang Tenagakerja, ialah
sebagai berikut: Pengusaha adalah:
a.
orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan
suatu perusahaan milik sendiri;
b.
orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri
sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;

c.

orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di

Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b


yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia
Misalnya, pengusaha perseseorang yang setiap hari menjajakan makanan
atau minuman dengan berjalan kaki atau naik sepadah, ia melakukannya dengan
sendiri tanpa ada yang membantu atau pegawai yang membantunya, atau bahkan
ia menyuruh orang lain untuk melakukan pekerjaan didalam perusahaannya karna
kurang ahlinya dalam pekerjaan itu sendiri, hanya mempunyai modal untuk
jalannya suatu perusahaan.
Adapun alasan saya mengambil profesi seorang pengusaha, karena seorang
pengusaha merupakan suatu suatu pekerjaan yang dapat menjadikan kita jadi
pribadi yang mandiri.
2.4 Implementasi Penerapan Nilai Pancasila Pada Profesi Pengusaha
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
Implementasi sila pertama :
a. Dalam seorang pengusaha perikanan, dalam hal menjual atau
berbisnis berhak Membina kerukunan hidup di antara sesama umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Seorang pengusaha pada masyarakat dengan mengembangkan rasa
saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai
kepercayaan
c. Saling menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina
kerukunan hidup, baik dalam rangka penjualan, maupun bisnis.
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab
Implementasi sila kedua :
a) Dalam hal penjualan kita harus menciptakan keadilan pada
masyarakat
b) Pemberian kebebasan dalam memilih produk yang di jual kepada
masyarakat
c) Tidak berbuat seenaknya sendiri pada masyarakat
3) Persatuan indonesia
Implementasi sila ketiga :

a) Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan keselamatan


bangsa Negara diatas kepentingan pribadi/golongan\
b) Memajukan pergaulan demi persatuan
c) Sikap kebersamaan, menghargai antar masyarakat maupun antara
konsumen dan produsen
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam
permusyawaratan perwakilan
Implementasi sila keempat :
a. Melakukan musyawarah warga dusun yang berbeda untuk
menyelesaikan suatu kesalah pahaman
b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain dalam hal
melakukan transaksi penjualan
c. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia
Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Implementasi sila kelima :
a) Pengusaha (produsen) mampu mencurahkan waktu dan perhatian,
sportif dalam tugas, konsisten serta tepat dalam bertindak
b) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap
dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
c) Bersikap adil dan Menjaga keseimbangan antara hak dan
kewajiban pada konsumen atau masyarakat.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan dengan hasil dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan
bahwa Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara
kita, Negara Republik Indonesia. Pancasila sendiri di tetapkan menjadi dasar
negara kita sejak 18 agustus 1994. Sebagai nilai-nilai bernegara,berpemerintahan,
dan bermasyarakat. Hal ini berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakan
pembuatan harus dijiwai dan merupakan pencatatan dari semua sila Pancasila.
Penerapan pancasila pada seorang pengusaha sangat penting mulai sila pertama
sampai sila kelima.
3.2 Saran
Dengan melihat kesimpulan diatas maka dapat disaranakan bahwa Perlu
adanya penerapan nilai pancasila pada tiap profesi, dan penerapan pancasila ini
tidak melihat atau memandang profesi apa yang sedang anda dapatkan, tentunya
harus berdasarkan nilai pancasila.

DAFTAR PUSTAKA
Kaelan, 2004.Pendidikan Pancasila.Edisi Reformasi,Paradigma, Yogyakarta
Kansi. Pokok-pokok Pengetahuan Hukum Dagang Indonesia.2008.
Jakarta; Sinar Grafika.
Purwosutjipto. Pengertian pokok Hukum Dagang Indonesia.2003.
Jakarta: Djambatan.
Subekti. Pokok-pokok Hukum Perdata. 2003. Jakarta: PT Intermasa.