Anda di halaman 1dari 5

Plankton yang Merugikan

Plankton adalah jasad-jasad renik yang melayang dalam air, tidak bergerak atau bergerak sedikit
dan selalu mengikuti arus. Plankton terdapat baik di perairan darat maupun laut. Terdapat dua
jenis plankton, yaitu fitoplankton (plankton nabati) dan zooplankton (plankton hewani). Telah
banyak disinggung beberapa manfaat plankton. Dibawah ini akan saya bahas beberapa plankton
yang merugikanterhadap suatu perairan.
Heterosigma akashiwo
Adalah organisme bersel tunggal, biasanya sekitar 1/1000-inch lebar. Terlihat melalui mikroskop,
itu berbentuk oval, warna kuning berbintik-bintik. Hal ini juga dilengkapi dengan sepasang
flagella, pelengkap mirip rambut, yang mendorong melalui air. Alga beracun yang mekar di
daerah pesisir di seluruh dunia. Species ini memiliki dua flagella dan berenang di dalam air,
tetapi tidak memiliki dinding sel yang kaku sehingga dapat mengubah bentuk.
Pada musim semi, sel bangkit dari sedimen laut dan berenang ke permukaan, di mana mereka
berkumpul nutrisi dan sinar matahari, seperti tanaman kebun. Para ilmuwan mengatakan
organisme ini tidak beracun bagi manusia dan biasanya tidak menimbulkan bahaya bagi ikan dan
kehidupan laut lainnya. Tapi kadang-kadang, saat cuaca musim panas tiba lebih awal dari
biasanya, Heterosigma semakin menggila. Species ini berkembang biak pada tingkat fenomenal
hingga mencapai konsentrasi yang membunuh ikan, terutama salmon dan ikan lain yang terbatas
pada pena bersih dan ikan liar yang makan di perairan dangkal seperti ikan yang terletak pada
mulut sungai dan inlet panjang. Para peneliti berpendapat bahwa wabah tampaknya benar-benar
alami, bukan disebabkan oleh pencemaran. Mekar Heterosigma telah diamati sekitar Puget
Sound untuk setidaknya 40 tahun. Ada mekar besar sekitar Lummi Pulau di akhir 1960-an, dan
ada membunuh ikan dalam Puget Sound pada tahun 1989, 1991 dan 1997. Cara membunuh
spsies ini belum sepenuhnya dipahami. Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa Heterosigma
menghasilkan hidrogen peroksida yang mempengaruhi insang ikan dan menutup pada respirasi
mereka. Blooming H. akashiwo terjadi di perairan pantai wilayah subarctic dan beriklim baik
belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Species ini sering membunuh budidaya ikan,
termasuk ikan salmon, kuning, dan ikan air tawar laut, dan kerusakan untuk akuakultur.
Chaetopterus
variopedatus
Chaetopterus variopedatus merupakan salah satu spesies dari filum polychaeta yang cukup
merugikan. Sebab spesies ini suka mengebor atau membuat lubang saluran pada tiram, yang
berakibat menurunkan kualitas tiram. Pengeboran dimulai sejak cacing muda hidup sebagai
benthos. Selain itu chaetopterus dapat membentuk sekumpulan monosopecific padat yang tidak
diragukan lagi dapat mempengaruhi kelimpahan dan distribusi hewan di habitatnya.
Cyanobacteria

(blue

green

algae)

dan

Dinoflagellata

(redtide)

Keduanya biasa disebut noxious plankton (plankton merugikan) menghasilkan metabolit yang
bersifat racun bagi organisme teresterial (darat) maupun organisme akuatik (air).

Dari segi organ tubuh yang diserang, toksin dari plankton merugikan terbagi menjadi tiga jenis :
*
*
*

Hepatoxic
Neurotoxic
Dermatoxic

(menyerang
(menyerang
(menyerang

lever)
syaraf)
kulit)

Mekanisme toksin dalam menyerang organ tubuh adalah dengan cara menghambat proses
sintesis protein pada organ tubuh yang diserang. Sebagian besar toksin plankton merugikan pada
air tawar, air payau dan air laut berupa peptida siklik (cyclic peptide) diantaranya toksin
microcystin dan nodularin yang paling umum dijumpai secara global di seluruh dunia. Peringkat
kedua ditempati oleh golongan sitotoksik alkaloid berupa saxitoxin dari Dinoflagellata.
Demikian beberapa jenis plankton yang dapat merugikan suatu perairan. Oleh sebab itu bagi para
pembudidaya ikan atau udang seharusnya lebih waspada akan keberadaan plankton tersebut.
Semoga
bermanfaat.
Terima

kasih.

Sumber: http://airlanggastudyclub.com/plankton-merugikan/
Menurut DEVASSY (1984) blooming Trichodesmium tidak membahayakan per-airan, tetapi
justru akan memperbaiki daur nutria perairan. Akibat dari ledakan fito- plankton ini perairan
akan menjadi subur, tetapi bila terjadi di dekat pantai terutama di daerah karang maka
akibat pembusukan gumpalan fitoplankton ini akan mematikan karang dengan
berkurangnya oksigen.
Fitoplankton HABs kelas Dinophyceae yang berbahaya bagi SDL
-

Ceratium furca
Gonyaulax spinifera
Gymnodinium sanguineum

(Mikrograf oleh : Mulyani, 2011)


Fitoplankton HABs kelas Bacillariophyceae yang berbahaya bagi SDL
-

Thalassiosira spp
Chaetoceros spp
Skeletonema costatum

(Mikrograf oleh: (a,b) Mulyani, 2011 (c) Widiarti, 2010)


Anoxious : kondisi anoxic dihasilkan oleh dinoflagellata
tertentu;
dapat berkembang sangat padat menyebabkan penurunan
kadar oksigen yang drastis dan kematian masal ikan dan
verterbrata.
Dinoflagellata
- Gonyaulax polygramma
- Noctiluca scintillans

mekar Kurang berbahaya, ledakan terjadi pada kondisi

- Scrippsiella trochoidea
Cyanobacterium
- Trichodesmium erythraeum
Perusak sistem
pernafasan
Tidak beracun, secara fisik mengganggu sistem pernafasan
avertebrata dan ikan karena penyumbatan, terutama di
waktu kepadatan tinggi
Diatom
- Chaetoceros convolutus
Dinoflagellata
- Gymnodinium mikimotoi
Prymnessiophyta
- Chrysocromulina polylepis
- Chrysocromulina leadbeateri
- Prymaesium parvum
- Prymaesium patelliferum
Raphidophyta
- Heterosigma akashiwo
- Chattonella antiqua

Analisis sementara yang diberikan Departemen Kelautan dan Perikanan


menyatakan telah terjadi perkembangan (blooming) yang begitu cepat
sejenis fitoplankton Noctiluca scintillans dari kelompok Dinoflagellata,
terutama dari jenis yang menyebabkan perairan terlihat berwarna merah
pada kondisi "Red Tide".
Toksin tersebut dapat menyebabkan peristiwa keracunan yaitu
a.
b.
c.
d.
e.

Diarrhetix shellfish Poisoning (DSP)


Paralytic Shellfish Poisoning (PSP)
Neurotoxic shellfish Poisoning (NSP)
Amnesix Shellfish Poisoning (ASP)
Ciguatera Fish Poisoning (CFP)

Toksin yang dihasilkan oleh Dinoflagellata epibentik adalah Ciguatoxin yang dapat
menyebabkan Ciguatera Fish Poisoning (CFP) atau ciguatera.

Jenis ini dapat menghasilkan racun saxitosin yang dapat menyebabkan


penyakit Paralytic Shellfish Poisoning.
Jenis Pseudo nitzschia dapat menjadi penyebab ASP akibat racun asam
domoik yang dihasilkan oleh spesies tersebut.
DPS merupakan dampak keracunan asam okadoik atau dinophysistoxin
(Wright & Cambella 1998: 436) yang umumnya disebabkan oleh kelompok

Dinophysis. Racun yang dihasulkan berupa senyawa metabolit bersifat


karsinogen.

Noctiluca miliaris menghasilkan busa, lendir dan zat allelopatik