Anda di halaman 1dari 7

PROTEIN Titik Isoelektrik (pI)

Liliani Labitta (405120026)

Titik isoelektrik atau titik isoionik adalah pH di mana asam amino


tidak berpindah dalam suatu medan listrik (bersifat netral: yaitu
ketika zwitter-ion terbentuk)

Titik isoelektrik dicari dengan menghitung rata-rata pKa yang


terlibat dalam pembentukkan zwitter-ion tersebut

pKa1 = -karboksilat, pKa2 = -ion ammonium, pKa3 = gugus R


(rantai samping)

Titik isoelektrik tergantung dengan rantai samping/ gugus R dari


asam amino. Apabila rantai sampingnya:
o Netral/ tidak bermuatan (mis: alifatik)

Asam amino dicirikan dengan 2 kosntanta disosiasi asam


(pKa) : pKa1 untuk gugus asam karboksilat & pKa2 untuk
gugus amine.

Titik isoelektriknya adalah rata-rata dari jumlah kedua pKa


tersebut pI = (pKa 1+ pKa 2), karena pada keadaan
yang sangat asam (<pKa1) asam amino tersebut akan
mempunyai muatan keseluruhan yang positif dan
sebaliknya pada keadaan yang sangat basa (>pKa2) akan
mempunyai muatan keseluruhan yang negatif.

Contoh I:
Pada asam amino Alanine,
pKa1 = 2.34 dan pKa2 = 9.60,
maka pI = (2.34 + 9.69) = 6.00

Contoh II:
Pada asam amino Glutamine,
pKa1 = 2.17 dan pKa2 = 9.13,
maka pI = (2.34 + 9.69) = 5.65

o Asam/ bermuatan negatif

pI akan berada di pH yang lebih rendah karena rantai


samping mempunyai muatan negatif ekstra dan
membuat bentuk netralnya terbentuk pada kondisi yang
lebih asam.

Rantai samping ini memliki gugus lain yang dapat


terionisasi yang dideskripsikan dengan konstanta disosiasi
asam yang ke tiga (pKa3).

Contoh I:
Pada asam amino Aspartat (skema di bawah), bentuk
netralnya dominan ketika berada di kondisi antara pH 1.88
dan 3.65,
pKa1 = 1.88, pKa2 = 9.60, dan pKa3 = 3.65
maka pI = (pKa1 + pKa3)
= (1.88 + 3.65) = 2.77

o Basa/ bermuatan positif

pI akan berada di pH yang lebih tinggi karena rantai


samping mempunyai muatan positif ekstra dan
membuat bentuk netralnya terbentuk pada kondisi yang
lebih basa.

Contoh:
Pada asam amino Histidine, bentuk netralnya dominan
ketika berada di kondisi antara pH 6.00 dan 9.17,
maka pI = (pKa2 + pKa3)
= (6.00+ 9.17) = 7.59

Tabel nilai pKa dan pI

Nilai pKa dan titik isoelektronik yang terdapat dalam table


adalah untuk 20 asam amino pembangun protein.

pKa1 = -karboksilat, pKa2 = -ion ammonium, pKa3 = gugus R


(rantai samping)

Sumber:
1) Murray R K. Biokimia harper. Edisi 27. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC; 2009.
2) Hunt I. Amino acids, peptides and proteins. [accessed 2012 Oct 1].
Available from:
http://www.chem.ucalgary.ca/courses/351/Carey5th/Ch27/ch27-1-4.html

PEPTIDA

Peptida merupakan suatu rantai asam amino yang lebih sederhana


dibadingkan dengan protein (terdiri dari <50 asam amino). Peptida
natural ada sangat banyak.

Tripeptida yang paling sederhana dan banyak tersebar, glutathione,


sangatlah menarik karena gugus karbonil pada rantai samping yang
ada pada asam amino glutamat digunakan untuk membentuk ikatan
peptida. Glutathione memiliki beberapa manfaat, di antaranya
adalah protein dan DNA sintesis, obat dan metabolisme racun
lingkungan, dan transportasi asam amino.

Sepuluh contoh peptida natural yang terdiri dari 20 asam amino


standar:

Beberapa peptida adalah hormon

Beberapa peptida penting secara biologis

Sumber:
3) Peptides and proteins. [accessed 2012 Oct 2]. Available from:
http://www2.chemistry.msu.edu/faculty/reusch/virttxtjml/protein2.htm
4) Zamora A. Proteins, amino acids, peptides, and polypeptides. [accessed
2012 Oct 2]. Available from:
http://www.scientificpsychic.com/fitness/aminoacids1.html
5) Amino acids, peptides, and proteins. [accessed 2012 Oct 2]. Available
from: http://highered.mcgrawhill.com/sites/dl/free/007231592x/52869/sample_ch05.pdf&sa=U&ei=o9Fq

UK7yO4HwrQeEIYDQCA&ved=0CCwQFjAl&usg=AFQjCNEIBTLL2VBleUXwW
Xc140pOFdHRQ