Anda di halaman 1dari 12

Tugas

Manajemen Apotek Kimia Farma


DISUSUN
OLEH

Nama: Yuyun Dina Wahyu


Nim: PO7139014036
KELAS :IIa

JURUSAN FARMASI
POLTEKES KEMENKES ACEH
TAHUN AJARAN
2015/2016
1

TINJAUAN PUSTAKA
Profil Tempat Kerja Praktek
Sejarah Instansi PT. Kimia Farma Apotek
Perusahaan farmasi pertama didirikan pada awal tahun 1817 di Hindia Timur
yang bernama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Pada tahun 1958 dengan
adanya kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, pemerintah melebur
sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada
tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas,
menjadi PT. Kimia Farma (Persero).
Dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia memiliki empat Perusahaan
Negara Farmasi dan Alat-alat Kesehatan yang dikoordinir oleh B.P.U Farmasi
Negara dibawah naungan Departemen Kesehatan RI, yaitu P.N.F RADJA
FARMA, Jakarta, P.N.F NAKULA FARMA, Jakarta, P.N.F BHINNEKA KINA
FARMA, Bandung, dan P.N. SARI HUSADA, Jogjakarta. Kemudian menjelang
pengalihan bentuk perusahaan negara farmasi menjadi P.T. Persero, keempat
perusahaan Negara itu bersama B.P.U. Farmasi Negara dilebur kedalam P.N. Farmasi
dan Alat-alat Kesehatan Bhinneka Kimia Farma dan perusahaan negara inilah
yang kemudian dialihkan bentuknya menjadi P.T. (Persero) Kimia Farma.
Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, pada
tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF
Bhinneka Kimia Farma berdasarkan PP no 16 tahun 1971. Pada tanggal 16 Agustus
1971 dengan akte notaris Soeleman Ardjasasmita dan PP no 16 tahun 1971. PNF
Bhinneka Kimia Farma dialih bentuk dan diganti namanya dengan PT. Kimia Farma
yang kemudianmendapat pengesyahan Menteri Kehakiman dengan Surat Penetapan
no. J.A. 5/184/21 tanggal 14 Oktober 1971.
Kimia Farma merupakan salah satu perusahaan terdepan dalam industri
farmasi Indonesia. Sejak tanggal 4 Juli 2001 Kimia Farma menjadi perusahaan publik
yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
PT. Kimia Farma pada tahun 2002 membentuk 2 anak perusahaan yaitu PT.
Kimia Farma Apotek dan PT. Kimia Farma Trading & Distribution. PT. Kimia Farma

Apotek sekarang memiliki 412 Apotek yang tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan
PT. Kimia Farma Trading & Distribution saat ini memiliki 3 wilayah pasar (Sumatra,
DKI & Jateng, dan Jatim & Indonesia wilayah timur), dan 41 cabang PBF (Pedagang
Besar Farmasi).
Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama
yang identik dengan mutu, hari ini Kimia Farma telah berkembang menjadi sebuah
perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan
penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat. Sebagai
perusahaan public sekaligus BUMN, Kimia Farma berkomitmen penuh untuk
melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik sebagai suatu kebutuhan sekaligus
kewajiban sebagaimana diamanatkan Undang-undang No. 19/2003 tentang BUMN.
Sebagai perusahaan milik pemerintah, Kimia Farma mempunyai dua fungsi
utama, yaitu menjadi salah satu sumber penghasilan negara dan arena itu
berkewajiban menjamin kesinambungan dan pengembangan usahanya dengan
memupuk laba dan sebagai aparat pemerintah menjadi penunjang bagi setiap
kebijaksanaan pemerintah dalam rangka system kesehatan nasional. Mengemban
kedua fungsi itu merupakan tugas yang cukup berat tetapi sebaliknya juga dapat
merupakan kekuatan bagi Kimia Farma, karena saling berkaitan, saling
mempengaruhi dan menguatkan Selanjutnya PT. Kimia Farma Tbk. Berkembang
menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, bergerak dari
hulu ke hilir, yaitu : industri, marketing, distribusi, ritel, laboratorium klinik dan
klinik kesehatan.
PT Kimia Farma Apotek merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Kimia
Farma (Persero) Tbk, bergerak dalam bidang retail farmasi yang terdiri dari beberapa
jaringan apotek dengan status kepemilikan milik sendiri, sewa bangunan maupun
kerja sama operasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan terkoordinasi dalam 34
Bisnis Manajer. PT Kimia Farma Apotek dipimpin oleh seorang direktur utama yang
membawahi dua direktur yaitu direktur operasional dan direktur keuangan.

PT. Kimia Farma pada tahun 2002 membentuk 2 anak perusahaan yaitu PT.
Kimia Farma Apotek dan PT. Kimia Farma Trading & Distribution. PT. Kimia Farma
Apotek sekarang memiliki 412 Apotek yang tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan
PT. Kimia Farma Trading & Distribution saat ini memiliki 3 wilayah pasar (Sumatra,
DKI & Jateng, dan Jatim & Indonesia wilayah timur), dan 41 cabang PBF (Pedagang
Besar Farmasi).
Tujuan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. adalah turut serta dalam
melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan serta program pemerintah di bidang
ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya kegiatan usaha di
bidang industri kimia, farmasi, biologi, dan kesehatan serta industri makanan dan
minuman. Selain itu juga bertujuan untuk mewujudkan PT. Kimia Farma (Persero)
Tbk. sebagai salah satu pemimpin pasar (market leader) di bidang farmasi yang
tangguh.
Terdapat dua jenis apotek di Kimia Farma, yaitu Apotek Administrator yang
sekarang disebut sebagai Business Manager (BM) dan Apotek Pelayanan. BM
membawahi beberapa Apotek Pelayanan yang berada dalam suatu wilayah. BM
bertugas menangani pembelian, penyimpanan barang dan administrasi apotek
pelayanan yang berada di bawahnya.
Melalui konsep BM diharapkan pengelolaan aset dan keuangan dari apotek
dalam satu area menjadi lebih efektif dan efisien, demikian juga kemudahan dalam
pengambilan keputusan-keputusan yang menyangkut antisipasi dan penyelesaian
masalah. Secara umum keuntungan yang didapat melalui konsep BM adalah :
a. Koordinasi modal kerja menjadi lebih mudah.
b. Apotek-apotek pelayanan akan lebih fokus pada kualitas pelayanan, sehingga
mutu pelayanan akan meningkat yang diharapkan berdampak pada peningkatan
penjualan.
c. Merasionalkan jumlah SDM terutama tenaga administrasi yang diharapkan
berimbas pada efisiensi biaya administrasi.

d. Meningkatkan bargaining dengan pemasok untuk memperoleh sumber barang


dagangan yang lebih murah.
Fokus dari apotek pelayanan adalah pelayanan perbekalan farmasi dan informasi
obat pasien sehingga layanan apotek yang berkualitas dan berdaya saing mendukung
dalam pencapaian laba melalui penjualan setinggi-tingginya.
Visi dan Misi PT. Kimia Farma Apotek
Visi PT. Kimia Farma Apotek adalah menjadi perusahaan jaringan layanan
kesehatan yang terkemuka dan mampu memberikan solusi kesehatan masyarakat di
Indonesia. Adapun misi PT. Kimia Farma Apotek adalah menghasilkan pertumbuhan
nilai perusahaan melalui :
1. Jaringan layangan kesehatan yang terintegrasi meliputi jaringan apotek, klinik
laboratorium klinik dan layanan kesehatan lainnya.
2. Saluran distribusi utama bagi produk sendiri dan produk principal.
3. Pengembangan bisnis waralaba dan peningkatan pendapatan lainnya (FeeBased Income).
3.3. Logo Instansi

Gambar 2. Logo Kimia Farma

Makna Tulisan biru di dalam kata Kimia Farma mengandung arti produk-produk
yang dihasilkan haruslah berkualiatas dan bermutu, sehingga mampu meningkatkan
kepercayaan terhadap produknya tersebut. Garis setengah melingkar yang berwarna

oranye melambangkan harapan yang dicapai oleh kimia farma dalam meningkatkan
dan mengembangkan produknya yang inovatif dan bermutu.

APOTEK KIMIA FARMA


Apotek Kimia Farma 251 Gorontalo

1. Lokasi Apotek
Apotek ini berlokasi di jalan HB.Jassin kota Gorontalo kompleks Rumah
Sakit Siti Khadijah.
2. Perlengkapan yang tersedia di Apotek Kimia Farma 251 Gorontalo
a. Alat pembuatan, pengolahan dan peracikan
Lumpang dan alu untuk penggerusan obat, blender obat, alat pengisi
kapsul manual, cangkang kapsul, kertas puyer, pengisi piyer, sudip, mesin
press dan kain pengalas
b. Wadah pengemas dan pembungkus
-

Etiket
Plastik obat
Tas plastik

c. Perlengkapan dan penyimpanan perbekalan farmasi


-

Lemari dan rak penyimpanan obat


Lemari pendingin obat dan lemari pendingin untuk produk swalayan

aotek
Lemari untuk penyimpanan obat psikotripika dan narkotika

d. Alat administrasi
-

Blanko pesanan obat, obat narkotika dan psikotropika


Blanko kartu stock obat
Blanko salinan resep, faktur, nota penjualan, kuitansi pembelian, dan

cap apotek
Buku pembelian, penerimaan, penjualan, dan droping.
Formulir laporan obat narkotika dan psikotropika

e. Memiliki 2 komputer untuk sistem penjualan entri data, penyediaan obat


dll serta alat cetak (print).
f. Memiliki sistem koneksi internet diseluruh ruangan apotek
g. Memiliki buku-buku standar yang diwajibkan seperti, Farmakope
Indonesia ed.3 dan ed.4, ISO, Mims dll.
Sistem Pelayanan di Apotek Kimia Farma 251 Gorontalo
Untuk sistem pelayanan di apotek kimia farma 251 gorontalo
menggunakan aplikasi sistem informasi

apotek yang dibuat untuk

memudahkan dalam penyampaian informasi mengenai apotek secara meluas

dari riwayat hidup kariyawan sampai jumlah obat, tanggal pembelian,


penjualan, kadaluarsa dapat dilihat langsung pada aplikasi ini. Selain itu juga
pelayanan penjualan obat maupun produk apotek menggunakan sistem entri
data atau kasir sehingga mempermudah dalam pelayanan jual beli diapotek.
Proses perencanaan obat dan produk lain mulai dari pengadaan,
penerimaan, penyimpanan hingga penjualan kepada pasien juga di atur melalui
aplikasi sistem informasi apotek ini sehingga dapat membantu pihak apotek
untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat bagi pembeli dan mempermudah
kariyawan dalam pembuatan laporan serta dapat melihat stok barang secara
langsung tanpa menghitung barang yang disimpan secara manual.
Kegiatan Mahasiswa di Apotek Kimia Farma
1. Kegiatan Managerial
Apotek Kimia Farma 251 Gorontalo merupakan salah satu cabang
kimia farma gorontalo yang dilengkapi dengan swalayan apotek. Kegiatan
managerial di apotek ini bisa dilakukan oleh semua kariyawan apotek
dengan bimbingan apotekernya. Kegiatan menegerial ini dalam bentuk
pemesanan obat dan produk apotek mulai dari perencanaan, pengadaan,
penerimaan, penyimpanan, pelayanan, stock opname, pencatatan dan
pelaporan. Untuk pengadaan obat maupun produk swalayan apotek
disesuaikan dengan stock barang habis, sedikit, kebutuhan pasien yang lebih
banyak dan obat-obat pesanan dokter. Proses pemesanannya pun dilakukan
secara bertahap dengan surat pesanan secara online menggunakan sistem
komputerisasi.
Dalam hal ini mahasiswa magang belum diberikan tanggung jawab
sepenuhnya, tetapi ikut membantu proses pemesanannya. Kariyawan apotek
sudah mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk bagian
obat berdasakan kelompok sediaan begitu juga dengan produk swalayan
apotek sehingga kegiatan pemesanan akan lebih lanca dan mahasiswa
magang juga lebih muda berbaur dan mempelajari sistem pemesanan di
apotek. Selain pengadaan obat dari PBF langsung, apotek kimia farma bunda

gorontalo ini juga melakukan dropingan obat dan produk dari apotek kimia
farma lain baik di dalam maupun diluar provinsi gorontalo.
2. Kegiatan Pelayanan Kefarmasian
a. Pelayanan Resep
Untuk pelayanan non resep atau pelayan obat ataupun alkes tanpa
resep dokter dilakukan oleh karyawan dan dipercayakan kepada
mahasiswa magang. Dalam hal ini mahasiswa juga melakukan pelayanan
kefarmasian menggunakan sistem aplikasi menejemen apotek untuk
penginputan obat atau atau produk swalayan farmasi yang akan dibeli.
Untuk sistem aplikasi di apotek ini terbagi menjadi tiga bagian, pertama
untuk resep khusus melayani obat-obat resep dokter, kedua UPDS khusus
untuk obat yang bukan resep tetapi masih tergolong obat keras dan obatobat paten, sedangkan HV digunakan untuk obat-obat bebasseperti
multivitamin, suplemen, jamu dan obat-obat lainnya yang bisa dijual
tanpa harus ada resep dokter serta produk swalayan apotek.
b. Pelayanan Non Resep
Sedangkan untuk pelayanan resep dokter dilakukan oleh kariyawan
dalam penginputan di sistem aplikasi menejemen apotek. Alur pelayanan
resep ini yaitu pertama penerimaan resep dari pasien, kemudian
diserahkan kepada karyawan ataupun asisten apoteker untuk dihitung
harga obat melalui sistem aplikasi menejemen apotek sesuai kebutuhan
pasienyang tertulis dalam resep. Setelah resep diinput kesistem, maka
dipercayakan kepada mahasiswa magang untuk proses peracikan hingga
pemberian pada pasien dengan disertai penjelasan mengenai aturan
pemakaian obat sesuai dengan yang tertera pada etiket. Tetapi kegiatan
pelayanan kefarmasian yang dilakukan mahasiswa magang masihtetap
diawasi oleh asisten apoteker dan apotekernya untuk menjaga tidak
terjadinya kekeliruan.
c. Pelayanan Konseling

Pelayaanan konseling di apotek juga merupakan salah satu tugas


dari seorang farmasis, dimana akan terjadi tanya jawab antara petugas
apotek dan pasien tentang. Kegiatan ini juga dilakukan oleh mahasiswa
magang dengan menyampaikan aturan pakai dan informasi lainnya yang
perlu diketahui oleh pasien pada saat penerimaan resep. Apabila pasien
memerlukan informasi lebih lanjut maka pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan

oleh

pasien

akan

dijawab

langsung

oleh

apoteker

penanggungjawab apotek ataupun asisten apoteker.


Pembahasan
Apotek adalah tempat pengabdian profesi apoteker dalam melaksanakan
pekerjaan kefarmasian dan tempat menyalurkan obat dan perbekalan kesehatan
kepada masyarakat. Apotek sebagai sarana kesehatan yang sangat dibutuhkan,
harus memperhatikan sistem pelayanan kefarmasian secara maksimal agar dapat
memenuhi kebutuhan pasien.
Apotek kimia farma 251 adalah apotek yang berlokasi di jalan HB.Jassin kota
Gorontalo dimana apotek ini terdiri dari satu apoteker dan tiga tenaga teknis
kefarmasian. Apotek kimia farma merupakan apotek yang terdiri dari apotek dan
swalayan. Dimana pada bagian apotek terdiri dari obat-obatan dan perbekalan
kesehatan. Sedangkan swalayan terdiri dari barang-barang non obat. System
pelayanannya juga telah menggunakan system yang terpadu dengan bantuan
computer.
Penyimpanan obat-obatan di kimia farma berdasarkan stabilitas produk,
bentuk sediaan, alfabetis dan farmakologi. Untuk obat-obat narkotik dan
psikotropik dipisahkan di dalam sebuah lemari dan terkunci baik. Sedangkan
untuk obat-obat yang tidak stabil dengan suhu ruangan seperti suppositoria
disimpan di dalam lemari pendingin. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir
kesalahan pengambilan obat bagi pasien.
Pada bagian obat-obatan sendiri diatur dan dikelompokkan menjadi tiga
kelompok, yaitu pareto A, pareto B dan pareto C. Pareto A merupakan kelompok
obat-obatan yang paling sering dicari oleh pasien. Pareto B adalah obat-obatan
yang sering dicari sedangkan pareto C untuk obat-obatan yang jarang atau kadang

dibutuhkan. Pada bagian swalayan farmasi yang menjual barang non obat, diatur
sesuai kategori vitamin, medicine, hair care, skin care, baby care, hingga alat
kesehatan. Berbagai macam produk tersebut disusun pada gondola berdasarkan
kategori dan bentuks ediaan sehingga memudahkan petugas dan konsumen dalam
memilih obat yang dibutuhkan. sedemikian rupa sehingga tampilannya terlihat
bagus dan dapat menarik konsumen untuk membeli.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, system pelayanan farmasi di
apotek kimia farma khususnya transaksi pembayaran dan penyimpanan data
dilakukan dengan menggunakan computer. Dimana berdasarkan jenisnya terbagi
menjadi tiga kelompok, yaitu OTC, UPDS dan pelayanan resep. OTC merupakan
kelompok barang-barang swalayan farmasi

dan obat bebas serta obat bebas

terbatas. Sedangkan UPDS atau upaya pelayanan diri sendri terdiri merupakan
kelompok obat-obat di pareto A, B dan C dan perbekalan kesehatan. Untuk
pelayanan resep dikhususkan bagi pasien yang ingin menebus obat. Pada apotek
kimia, telah ditetapkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), lama
pelayanan resep non racikan yaitu 15 menit dan 30 menit untuk resep racikan.
Apabila melebihi waktu tersebut maka pihak apotek bersedia memberikan
potongan harga sebesar 10%.
Setelah pelayanan resep, maka dilakukan penyerahan obat dan pemberian
informasi kepada pasien. Penyerahan obat dilakukan dengan baik disertai dengan
pemberian informasi kepada pasien mengenai indikasi obat, cara penggunaan,
atuan pakai, penyimpanan dan efek samping. Hal ini bertujuan agar pasien paham
dan dapat menghindari terjadinya efek obat yang merugikan.
Proses stok opname Apotek Kimia Farma 251 Gorontalo dilakukan setiap 3
bulan sekali, untuk semua obat, alat kesehatan dan barang-barang yang berada di
swalayan apotek.
Selama kurang lebih satu bulan magang di apotek kimia farma 251, ada
beberapa masalah yang ditemui. Diantaranya kesulitan dalam membaca resep
dokter, kesulitan dalam melakukan transaksi dengan menggunakan system
computer dan ketidaktelitian dalam mengambil obat.
Kesulitan dalam membaca resep dokter terjadi saat di awal kegiatan magang.
Untuk menghindari kesalahan dalam membaca resep, maka diputuskan untuk

bertanya kepada karyawan apotek kimia farma. Begitu juga dengan kesulitan
melakukan transaksi dengan menggunakan computer, karyawan apotek bersedia
membimbing dan mengajari cara menginput dengan benar. Unuk ketidaktelitian
dalam mengambil obat, cara menanggulanginya yaitu lebih teliti dalam
mengambil obat atau barang yang disebutkan dalam resep dan meminta apoteker
atau karyawan untuk memeriksanya kembali.

DAFTAR PUSTAKA
Kimia
Farma,
Tbk.
Profil
Kimia
Farma.
Tersedia
dalam
http://www.kimiafarma.co.id [diakses pada Agustus 2014].
PT. Kimia Farma, Tbk. Sejarah Kimia Farma. Tersedia dalam
http://www.kimiafarma.co.id [diakses pada Agustus 2014].
PT. Kimia Farma, Tbk. Visi dan Misi. Tersedia dalam http://www.kimiafarma.co.id
[diakses pada Agustus 2014].
PT.