Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM SERAT TEKSTIL

UJI PEMBAKARAN DAN UJI BERAT JENIS

NAMA

: Aji Setiawan

NRP

: 14020087

GRUP

: K4

DOSEN

KELOMPOK : 1

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL


BANDUNG
2015

UJI PEMBAKARAN DAN BERAT JENIS

I.

MAKSUD DAN TUJUAN


1. Mengidentifikasi serat melalui cara pembakaran.
2. Menentukan berat jenis serat.

II.

ALAT DAN BAHAN

Uji pembakaran
Alat-Alat :
-

Pembakar bunsen

Pinset

Selotip

Gunting
Bahan-Bahan :

Kapas

Rayon Viskosa

Rami

Sutera

Wol

Poliester

Poliakrilat

Poliamida/Nylon

Poliester-Kapas

Poliester-Rayon

Poliester-Wol

Uji berat jenis


Alat-Alat :
-

Tabung reaksi dan raknya.

Campuran pembanding yang diketahui berat jenisnya

Gunting

Pinset

Pengait tembaga

Jenis serat yang digunakan sama seperti pada uji pembakaran.

Larutan yang diketahui berat jenisnya.


Bahan-Bahan :

Kapas

Rayon Viskosa

Rami

Sutera

Wol

Poliester

Poliakrilat

Poliamida/Nylon

Poliester-Kapas

Poliester-Rayon

Poliester-Wol

III. TEORI DASAR


Uji pembakaran
Uji pembakaran ini adalah cara yang paling tua untuk identifikasi serat.
Cara ini hanya dapat digunakan untuk menentukan golongan serat secara
umum dan tidak dapat dipertanggung jawabkan untuk campuran serat. Dengan
mengamati serat yang terbakar, asap dari serat yang terbakar, bau pembakaran,
dan sisa pembakaran maka dapat ditentukan termasuk golongan apa serat yang
sedang diuji tersebut. Nyala api untuk membakar serat paling baik digunakan
pembakar Bunsen atau pembakar dengan bahan bakar alkohol.
Uji berat jenis
Berat jenis adalah salah satu sifat fisika yang penting untuk identifikasi
serat. Berat jenis serat dapat ditentukan dengan bantuan suatu zat cair yang
diketahui berat jenisnya dimana serat tidak tenggelam dan juga tidak terapung.
untuk hal ini diperlukan dua zat cair yang tercampur sempurna didalam
berbagai perbandingan dan menghasilkan campuran zat cair dengan berat jenis
antara 1,0 sampai 1,6. Beberapa zat cair yang dapat digunakan antara
lain,yaitu campuran antara :
1.

Karbon tetra klorida ( berat jenis 1,60 ) dengan xilena (berat


jenis 0,87)

2.

Karbon tetra klorida ( berat jenis 1,60 ) dengan n-heptana


( berat jenis 1,10 )

3.

Perklor etilena ( berat jenis 1,63 ) dengan xilena ( berat jenis


0,87 )

III.

CARA KERJA

Uji pembakaran
-

Serat yang akan diuji dijepit dengan pinset.

Contoh serat didekatkan pada api dari samping dengan perlahan-lahan.

Waktu serat dekat nyala api diamati apakah bahan meleleh,


menggulung atau terbakar. mendadak.

Setelah serat lepas dari nyala api maka segera dicatat bau dari gas
yang dikeluarkan oleh serat yang terbakar itu.

Amati juga apakah serat mengeluarkan asap atau tidak.

Perlu dicatat pula bagaimana bentuk, warna dan kekerasannya dari abu
sisa pembakaran

Tempelkan serat pada jurnal praktikum sebagai bukti dengan


menggunakan isolasi.

Uji berat jenis


-

Tuangkan campuran-campuran tersebut satu persatu ke dalam piala


gelas kecil.

Masukkan potongan-potongan serat ke dalam setiap piala gelas yang


sudah berisi larutan pembanding.

Amati pada gelas piala dalam campuran nomor berapakah contoh uji
tidak tenggelam dan tidak terapung (Melayang)

Atau jika dari keseluruhan serat yang terdapat dalam gelas piala tidak
ada yang melayang maka dapat dilihat serat pada nomor berurutan,jika
pada gelas piala awal serat mengapung dan gelas piala selanjutnya
serat tenggelam maka kedua contoh tersebut dipilih

Berat jenis serat dapat ditentukan, yaitu sama dengan berat jenis cairan
di atas.

IV.

DATA PENGAMATAN
Terlampir

V.

DISKUSI
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh ada yang
kurang sesuai dengan data yang sebenarnya.Hal ini disebabkan:
a. Uji pembakaran.
-

serat yang diuji besarnya tidak sesuai dengan yang telah ditentukan.

Nyala api bunsen jangan terlalu besar karena dapat menyebabkan serat
akan terbakar dengan cepat.

b. Berat jenis.
-

serat yang diuji besarnya tidak sesuai dangan yang telah ditentukan

pengamat terlalu cepat menyimpulkan keadaan serat ; terapung,


tenggelam atau melayang,sebelum serat benar-benar terrendam
( dalam arti menyerap cairan penguji )

VI.

KESIMPULAN
A. UJI PEMBAKARAN
Pada uji pembakaran, dalam menganalisa serat yang terbakar harus
seteliti mungkin, bila tidak teliti maka analisa tentang serat tersebut akan
salah. Bahan awal serat dan jenis serat yang menjadi bahan dasarnya sangat
berpengaruh dan dapat diketahui melalui pembakaran ini. Dan dari data
percobaan yang diperoleh maka dapat disimpulkan :
-

Apabila serat berbau seperti kertas terbakar, maka menunjukan serat


selulosa.

Apabila serat berbau seperti rambut terbakar, maka menunjukan serat


protein.

Apabila serat berbau seperti plastik terbakar, maka menunjukkan serat


buatan

Uji pembakaran
-

Kapas
Bau

: Seperti kertas terbakar.

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Abunya hitam, halus, rapuh, mudah meneruskan


Sifat pembakaran : Mudah terbakar
-

Rayon viskosa
Bau

: Seperti kertas terbakar.

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Abunya hitam, halus, rapuh, cepat meneruskan


pembakaran Sifat : Mudah terbakar
-

Rami
Bau

: Seperti kertas terbakar.

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Abunya hitam, halus, rapuh, mudah meneruskan


Sifat pembakaran : Mudah terbakar

Wol
Bau

: Seperti rambut terbakar.

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Abunya hitam, halus, rapuh, dan tidak meneruskan


Sifat pembakaran : Tidak meneruskan pembakaran
-

Sutera
Bau

: Seperti rambut terbakar.

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Abu,cokelat dan jika di pegang remuk


Sifat pembakaran : Cepat terbakar dan tidak meneruskan pembakaran

Polyester
Bau

: Seperti zat kimia terbakar

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Meleleh dan menggumpal keras


Sifat pembakaran : Tidak meneruskan pembakaran
-

Polyamida/Nylon
Bau

: Seperti zat kimia terbakar

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Cokelat dan keras


Sifat pembakaran : Tidak meneruskan pembakaran
-

Polyakrilat
Bau

: Seperti zat kimia terbakar

Asap

: Hitam

Sisa pembakaran : Hitam,Remuk dan keras


Sifat pembakaran : Tidak meneruskan pembakaran
-

Polyester-Kapas
Bau

: Seperti zat kimia terbakar

Asap

: Abu-Abu

Sisa pembakaran : Abunya mudah remuk dan halus


Sifat pembakaran : Seperti rambut terbakar
-

Polyester-Rayon
Bau

: Seperti zat kimia terbakar

Asap

: Hitam

Sisa pembakaran : Hitam dan Keras


Sifat pembakaran : Mudahmeneruskan pembakaran

Polyester-Wol
Bau

: Seperti rambut terbakar

Asap

: Putih

Sisa pembakaran : Hitam,keras dan remuk


Sifat pembakaran : Mudah terbakar dan meneruskan pembakaran
B.BERAT JENIS.
Untuk percobaan berat jenis serat yang akan diuji harus bersih dari
kotoran dan ukuran serat jangan terlalu besar (secukupnya). Apabila dalam
percobaan tidak ditemukan serat yang melayang (tidak tenggelam dan tidak
terapung) maka perhitungan berat jenis dilakukan dengan menjumlah bj
terapung dan bj tenggelam (cari yang terdekat) kemudian dibagi dua.

Berat jenis
*

Kapas

: Bj = 1,4905

Rayon

: Bj = 1,308

Rami

: Bj = 1,4905

Wol

: Bj = 1,271

Sutera

: Bj = 1,381

Polyester

: Bj = 1,3445

Polyamida

: Bj = 1,271

Polyakrilat

: Bj = 1,271

Polyester kapas : Bj = 1,454

Polyester rayon : Bj = 1,4905

Polyester wol

: Bj = 1,4175