Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGECAPAN DAN PEMBANTIKAN


DESIGN GAMBAR SABLON, SERTA MENGHAPUS DAN
MEMASANG SCREEN BARU
Nama Anggota

: Nur Aini Satoso


Siti Aisah

(14050010)

Inayah Mutmainah

(14050013)

Group

: 2B1

Kelompok

:4

Dosen / Asisten Dosen

Tanggal Praktikum

(14050001)

: M. Ichwan, AT,MS.Eng.

: 15 April 2016 dan 22 April 2016

POLITEKNIK STTT

BANDUNG
2016

Tujuan
1. Mengetahui cara mengahapus gambar dari screen yang sudah di gunakan
2. Mengetahui cara membuat screen sablon baru
3. Mengetahui cara tracing gambar untuk sablon
Maksud

Landasan Teori
Pencapan adalah suatu proses pemberian warna pada kain secara tidak merata sesuai
dengan motif yang telah ditentukan dan hasilnya memiliki ketahanan luntur warna. Untuk
mencapai hasil pencapan yang baik pada proses pencapan dibutuhkan kondisi yang
spesifik, peralatan khusus dan desain yang sempurna, desain memiliki nilai seni yang tinggi
dan biasanya diciptakan sebagai hasil karya seni. Teknik pencapan intinya merupakan cara
pemindahan desain dengan suatu peralatan tertentu yang diharapkan dapat menjamin mutu
dan kualitas hasil pencapan. Pada pencapan dapat digunakan bermacam-macam warna
dan golongan zat warna dalam satu kain dan tidak saling mempengaruhi.
Kasa/Screen
Kasa/Screen adalah kain yang berfungsi sebagai sarana pembentuk corak gambar di atas
benda - benda yang dicap (sablon). Teksturnya sangat halus (seperti Sutera) dan memiliki
jumlah kerapatan pori pori bertingkat, jumlah kerapatan inilah yang berfungsi menyaring
atau menentukan jumlah pasta cap yang keluar melalui kasa. Kain kasa adalah sarana
utama dalam pencapan (sablon), banyak jenis kain kasa bisa digunakan, pada awalnya kain
kasa dibuat dari sutera, katun, viskosa rayon atau selulosa diasetat, yang semuanya
tersebut mempunyai sifat sangat hidrofilik sedangkan pasta cap mengandung air sehingga
kestabilan tegangan kasa sulit dicapai. Oleh sebab itu perkembangan selanjutnya adalah
digunakan kasa yang terbuat dari serat sintetis, seperti Nilon dan Poliester yang memiliki
sifat Hidrofobik sehingga kestabilan tegangan kasa terjaga, tidak mudah mulur ataupun
mengkeret, kain kasa yang mudah mulur ataupun mengkeret menyebabkan berubahnya
corak yang telah ditentukan, selain itu kain kain sintetik itu memiliki kekuatan tarik yang
tinggi sehingga memungkinkan ditegangkan serta kuat pada rangka kasa. Kain kasa banyak
diperdagangkan dengan nama nama seperti Monyl, Nytal, Nybolt, Estal dll, konstruksi kain
kasa menentukan jumlah pasta yang keluar, konstruksi kasa biasa dinyatakan dengan
jumlah tetal benang per inchi (Mesh Count) atau per cm kain kasa (Raster count) yang
umum disebut Penomoran Kasa. Semakin rendah nomor kasa jumlah benang dalam satu
inchnya atau satu centimeternya makin sedikit sehingga lubang kasa makin besar, dengan
demikian untuk corak atau motif kasar digunakan kasa yang kasar atau tetal benang yang
rendah, sebaliknya untuk corak atau motif halus digunakan kasa yang halus atau tetal
benang tinggi.
Syarat kain kasa untuk pencapan

Bahan yang dicap memiliki aneka jenis serta sifat yang berbeda satu dengan lainnya, baik
dalam penggunaan zat warna, zat pembantu dll. Produk produk kain kasa memiliki
keunggulan keunggulan sendiri sendiri serta memiliki ukuran lebar yang berbeda beda
untuk dapat memenuhi permintaan industri, kain kasa secara umum harus memiliki
persyaratan berikut :
1) Memiliki daya lentur dan daya tarik yang tinggi
2) Tidak berubah baik dalam keadaan basah maupun kering
3) Anyaman (tenunan) tidak mudah bergeser
4) Tahan terhadap zat kimia
5) Mudah dibersihkan kembali setelah proses pencapan
2. Jenis-jenis kasa
a. Kasa jenis Nytal
Kasa jenis nytal digunakan dalam proses pencapan karena memenuhi syarat sebagai kain
kasa yang baik karena memenuhi syarat, nytal dibuat dari bahan nylon serta memiliki nomor
kerapatan yang lengkap yang menjadikannya dapat digunakan untuk mencap berbagai
macam benda baik kain, kertas, plastik, kaca, kayu maupun keramik, daya lenturnya tinggi,
kuat, tidak mudah rusak oleh zat kimia, nytal diproduksi oleh Swiss, tingkat kerapatanya tingi
mencapai diatas 200, tegangan mencapai 4% sampai 7 %.
b. Kasa jenis Monyl
Monyl banyak dipakai dalam industri sablon baik industri kecil maupun besar,
keistimewaan yang terdapat pada kasa monyl adalah :
1) Tahan lama, kuat karena dibuat dari benang nylon yang memiliki daya tarik tinggi dan
tahan gesakan
2) Mudah dibersihkan setelah digunakan
3) Memililki daya tahan terhadap zat kimia
4) Elastisitasnya tinggi.
5) Anyaman tidak mudah bergeser
6) Dapat digunakan untuk mencap berbagai desain, dan bahan baik kain, kertas,
plastik, logam, kaca, keramik, dan kayu

c. Kasa jenis Nybolt


Kain gasa jenis Nybolt tidak begitu berbeda dengan kain gasa jenis nytal maupun monyl,
baik soal nomor, kerapatan maupun kemampuan kemampuan yang dimilikinya.
Rangka Kasa
Rangka kasa dapat terbuat dari kayu atau logam. Rangka yang terbuat dari kayu maupun
logam harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Stabil,
- Tidak berubah bentuk baik dalam keadaan basah maupun kering,
- Tidak mudah rusak oleh zat kimia, dan
- Permukaan halus
Kayu yang dapat dipergunakan antara lain : Kayu jati, Bengkirai, Rasamala dll. Logam yang
dipergunakan untuk rangka : Alumunium. Sebagai pelindung dari suasana basah rangka

kayu tersebut dipoles dengan suatu larutan Seperti vernis, resin, atau cat kayu, demikian
pula rangka dari logam harus tahan terhadap zat zat kimia yang dipergunakan dalam
pencapan dan tidak mudah berubah bentuk. Besarnya kayu yang dipergunakan untuk
membuat rangka tergantung dari luas rangka yang dibuat. Untuk mencegah terjadinya
perubahan bentuk pada rangka kayu yang memiliki luas yang besar pada rangka
ditambahkan plat logam

Pembuatan Pola/Gambar/Desain
Pembuatan desain merupakan bagian yang sangat penting bagi keberhasilan proses
pencapan, desain dibuat harus memiliki seni dan pembuatan desain sangt rumit dan
memerlukan suatu keahian khusus.

Percobaan
Alat dan bahan
Design gambar
Alat tulis kantor
Kertas film (kertas tembus cahaya)
Kasa
Frame
Screen lama
Cat pelapis

M3
NaOH
Kaporit
Hekter
Palu
Obeng
Kain

Resep
Resep menghapus zat peka cahaya dari screen
Dengan menggunakan perbanding
10 untuk NaOH
20 untuk Kaporit
70 untuk air
Prosedur kerja
Cara memembuat klise
1. Siapkan gambar yabf sudah jadi dimana ukurannya sudah sesuai dengan kasa
(screen) yang telah disiapkan
2. Letakan gambar pada kaca atau meja yang dapat disinari dari bawah agar ketepatan
corak pada klise terlihat jelas dan gambar diletakan dengan selotape bening agar
tidak menghalangi gambar
3. Buat cross pada keempat sudut gambar terutama untuk klise lebih dari satu warna
4. Letakan film untuk klise warna pertama pada gambar dan kuatkan dengan selotip
5. Siapkan tinta yang cocok untuk klise, pensil , kwas kecil dan cutter
6. Perhatikan corak dan warna yang akan digambar pada klise pertama
7. Bila sudah diketahui corak yang akan digambar maka pembuatan gambar untuk
warna pertama bisa dimulai
8. Bila penulisan dengan pensil telah selesai, kemudian dilanjutkan dengan penulisan
menggunkan tinta klise dengan kwas kecil
9. Bila klise pertama sudah selesai dapat dilanjutkan dengan klise selanjutnya
10. Setelah selesai dengan semua klise dapat dilakukan pengecekan tentang presisi
gambar, kerataan tinta agar tidak tembus cahaya
11. Klise siap untuk digunakan
Penghapusan screen
1. Siapakan obat penghapusan
2. Oleskan pada screen dengan kain
3. Diamkan selama 30 menit
4. Semprot dengan air
5. Ulangi hingga benar benar bersih
6. Apabila bekas zat warna masih menempel pada screen bersihkan dengan obat
penghapus pigmen (m3)
7. Cuci screen dengan taefol
8. Keringkan screen dan simpan di tempatnya
Pemasangan screen baru
1. Siapkan rangka kasa, kemudian rendam dalam air selama 30 menit
2. Potong kain kasa yang luasnya sama dengan luas rangka bagian luar ditambah
masih masing sisi 2 cm
3. Sebelum kasa dipasang sebaiknya direndam terlebih dahulu untuk mengurangi
ketegangan saat penarikan
4. Kasa di pasang pada frame lalu di paku atau di staples
5. Penarikan dapat dilakukan dengan menekan rangka perlahan-lahan kebawah
dengan kemiringan kurang lebih 70 0
6. Periksa tegangan kasa setelah penarikan, bila tegangan sudah rata maka dapat
dipaku dengan frame dalam posisi miring lakukan pada kedua sisi
7. Setelah selesai sisi kasa dirapikan dengan guntingg dan kasa yang sudah terpasang
pada rangka siap diproses lebih lanjut

Diagram alir
Gambar desain

letakan gambar pada meja kaca


dengan penyinaran dibawahnya

letakan klise untuk warna pertama


lekatkan dengan selotape

gambarlah film dengan tinta mengikuti


motif warna , hingga warna terakhir

Persiapan screen
a. Penghapusan gambar dari screen

rangka kayu di rendam dalam air selama 30 menit


pasang kasa pada dua sisi yang bersambung
kemudian paku setiap sisi

lekatkan dan paku pada sisi papan penarik


tekan kebawah rangka kasa sehingga terjadi penarikan
periksa tegangan kasa sehingga terjadi penarikan
periksa tegangan kasa kemudian lanjutkan
tekanannya sampai rata dengan papan
pakukan sisi kasa yang sudah ditarik
lakukan pekerjaan yang sama untuk sisi yang lain

Data hasil percobaan