Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Dimasa yang serba modern ini, sangat dibutuhkan tenaga yang terampil baik di kota
ataupun di desa. Karena dengan adanya teknologi yang serba canggih ini juga sangat
membantu dan mempermudah dalam melakukan suatu pekerjaan.
Teknik menggergaji merupakan salah satu dasar dan merupakan keterampilan yang harus
dikuasai oleh setiap mahasiswa teknik mesin. Pada umumnya setiap mahasiswa teknik
mesin harus dapat memahami serta menguasai teknik-teknik dalam kerja bangku. Di
dalam praktikum gergaji kayu ini juga akan membahas tentang cara dalam proses
menggergaji, pengenalan bagian-bagian gergaji, macam-macam gergaji kayu dan faktorfaktor keamanan selama praktikum gergaji kayu.
Dengan menguasai teknik-teknik dasar menggergaji, diharapkan agar setiap mahasiswa
teknik mesin mempunyai keahlian yang dapat diandalkan untuk mengimbangi kemajuan
teknologi.

1.2
Maksud dan Tujuan
Mempelajari proses pengerjaan gergaji kayu melalui pembuangan sebagian bahan kerja
menggunakan peralatan mesin gergaji kayu. Mesin ini di gunakan untuk memotong dan
membentuk benda kerja yang diinginkan.
A. Maksud
1. Memberi pengalaman awal yang diperlukan tentang pembuatan benda kerja pada kerja
bangku gergaji
2. Mengenal dan menggunakan alat perkakas
3. Melatih dan berdisiplin , menaati tata tertib dan jadwal yang telah ditentukan

B. Tujuan
1. Mahasiswa dapat memperagakan langkah langkah menggunakan mesin gergaji kayu
dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur.
2. Mahasiswa mempunyai pengetahuan tentang gergaji kayu sehingga dapat
menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembentukan dan pemotongan kayu.

1.3

Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, tujuan, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Menjelaskan materi atau pengertian dari judul yang dipilih.
BAB III JURNAL PRAKTIKUM
BAB IV PERTANYAAN JAWABAN
BAB IV PENUTUP
Berisi kesimpulan untuk keperluan penerapan.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.

Pengertian Mesin gergaji kayu

Gergaji adalah perkakas berupa besi tipis bergigi tajam yang digunakan untuk memotong
atau pembelah kayu atau benda lainnya.
Ada banyak jenis gergaji. Beberapa merupakan peralatan tangan yang bekerja dengan
kekuatan otot, namun ada juga gergaji mesin yang digerakkan dengan motor seperti yang
biasa digunakan menggergaji pohon.
Gergaji biasa menimbulkan suara ribut. Menggunakan gergaji untuk memotong
bahan, berbahaya karena tepinya yang tajam dan jangan sampai menyentuh kulit ketika
menggunakannya. Bagian suatu benda yang dipotong gergaji bisa terbang kabur dan
berbahaya buat pernapasan, mata dan kulit.

Gambar 2.1 Salah satu jenis gergaji.

2.2 Macam-macam gergaji


Gergaji memiliki beragam jenis dan fungsi, ada yang khusus memotong kayu, tripleks,
besi, atau pipa. Salah memilih jenis gergaji, bisa membuat potongan jelek, macet, bahkan
mata gergaji cepat tumpul dan patah.
Tampilan gergaji pemotong kayu umumnya besar dengan mata gergaji kasar dan jarak
antarmata gergaji renggang. Sementara, gergaji pemotong besi memiliki mata gergaji
lebih halus dengan jarak antarmata gergaji lebih rapat.
Berikut ini tips memilih dan merawat gergaji:
1. coping saw
Jenis gergaji coping saw dapat digunakan untuk memotong bentuk-bentuk rumit pada
bagian yang sempit pada tripleks dan papan. Tampilan gergaji seperti huruf U
mempermudah dalam memotong dalam lengkungan atau lekukan. Mata gergaji coping
saw kecil, tipis, dan tajam, serta dapat diganti jika sudah tumpul atau patah.

Gambar 2.2 Coping saw


2. Handsaw
Gergaji pemotong dan pembelah balok kayu disebut handsaw atau ripsaw. Mata gergaji
kayu ini terlihat besar seperti pahat yang berfungsi mengikis serat kayu. Gergaji kayu ini
dirancang untuk memotong kayu dengan jalur urat searah. Mata gergajinya tidak dapat
diganti. Jika tumpul, harus diasah dengan kikir khusus.

Gambar 2.3 Handsaw

3. Crosscut saw
Jenis crosscut saw digunakan untuk memotong kayu secara melintang. Gergaji ini
mempunyai gigi penyeimbang yang lebih kecil. Untuk berbagai pekerjaan, para tukang
biasanya menggunakan crosscut nomor delapan.

Gambar 2.4 Crosscut saw


4. Backsaw
Gergaji jenis backsaw yang berukuran kecil sangat tepat jika dipakai untuk membuat
potongan diagonal, seperti membuat sambungan bingkai foto atau lemari

Gambar 2.5 Backsaw

5. Keyhole Saw
Keyhole saw berukuran kecil dan didesain khusus untuk memotong di bagian-bagian
yang sempit.

Gambar 2.6 Keyhole saw


6. Hacksaw
Hacksaw adalah gergaji khusus pemotong logam yang dapat dipakai memotong plastik
atau pipa keras. Mata gergajinya halus dan jarak mata gergajinya pun rapat. Bahannya
terbuat dari besi baja dan carbon steel. Jika mata gergaji telah tumpul harus diganti.

Gambar 2.7 Hacksaw

7. Gergaji belah
Mesin gergaji belah karena desain fungsi dasar mesin ini adalah untuk membelah
papan atau lembaran plywood dengan berbagai modifikasi pada alat penghantar, jenis
gergaji dan meja kerja. Mesin gergaji belah bisa digunakan untuk memotong dan
membelah kayu pada ukuran yang cukup presisi.

Gambar 2.8 gergaji belah

6
a. Bagian-bagian penting mesin gergaji belah
1. Meja kerja : tempat meletakan benda kerja yang akan dibelah. Jangan meletakan

benda kerja yang tidak dikerjakan pada mesin


2. Penghantar : berfungsi untuk menghantarkan benda kerja kearah yang berlawanan
dengan putaran gergaji.
3. Bilah gergaji : gergaji belah dengan bentuk mata gigi khusus di desain untuk
membelah kayu
4. Pisau belah; berfungsi untuk menahan lemparan balik dari putaran bilah gergaji.
Jarak antara pisau belah dengan lingkaran paling luar gergaji harus diatur pada
jarak 2-4 mm
5. Penutup gergaji : digunakan sebai alat pengaman dan pelindung mata gergaji pada
waktu membelah kayu yang tebal.pengaman ini sebaiknya selalu diletakan diatas
gergaji pada waktu mesin dijalankan.
6. Pengatur ketinggian gergaji.
7. Pengatur sudut

8. Circularsaw
Ini merupakan salah satu jenis mesin perkakas yang kadang disebut Arm Saw. Pada
mesin gergaji jenis ini, proses pemotongan dilakukan dengan kondisi benda kerja
tetap, blade atau alat potongnya berputar pada sumbu horizontal dengan kecepatan
tertentu untuk menghasilkan kecepatan pemotongan, kecepatan pemakanan juga
dihasilkan dari gerakan mendatar dari perkakas potong, ini dihasilkan dengan
mendorong

handle

pemakanan

yang

terikat

pada

rumah

spindle.

Diameter piringan gergaji dapat mencapai 200 sampai 400 mm dengan ketebalan 0,5
mm dengan ketelitian gerigi pada keliling piringan memiliki ketinggian antara 0,25
mm sampai 0,50 mm. pada proses penggergajian ini selalu digunakan cairan
pendingin. Toleransi yang dapat dicapai antara kurang lebih 0,5 mm sampai kurang
lebih 1,5 mm.

a.

Kelebihan Mesin Gergaji Circular


Biasanya hanya digunakan dan tentunya lebih nyaman digunakan untuk memotong

b.

secara lurus dan panjang.


Mata pisau circular relatif lebih lama pergantiannya dibandingkan mata pisau jigsaw.

a.
b.
c.

Kelemahan Mesin Gergaji Circular


Tidak dapat bergerak ke kiri kanan atau zigzag dan melingkar.
Daya listrik mesin umumnya lebih besar dibandingkan gergaji jigsaw
Selain untuk kayu, mesin ini hanya dapat digunakan untuk memotong material

d.

alumunium, dengan menggunakan mata pisau yang sesuai.


Umumnya memiliki berat yang relatif lebih berat dibandingkan gergaji jigsaw

2.3 cara menggergaji yang benar dengan gergaji tangan


Prinsip utama menggunakan gergaji tangan adalah bahwa kita mengetahui jenis gergaji
yang sesuai dengan arah serat kayu.

a. Teknik memotong kayu


Jenis gergaji yang terbaik adalah gergaji potong yang memiliki mata gerga tegak.
Posisi ini disesuaikan dengan arah serat. Pada garis potong sesuai ukuran yang
diinginkan letakkan ujung kuku ibu jari berbatasan langsung dengan gergaji.
Selalu gerakan gergaji kearah belakang untuk membuat alur gergaji. Untuk hasil yang
terbaik. sebaiknya gunakan tenaga dorongan untuk memotong serat kayu. Arah
kebelakang murni ganya untuk mengambil posisi semula.

Gambar 2.9 memotong kayu

b.

Teknik membelah kayu

Secara teknik ini lebih ringan dari pada memotong kayu , karena proses utamanya
adalah memisahkan ikatan pori-pori kayu. Mata gergaji berbentuk lebih miring dengan
sudut tertentu.
Untuk kestabilan pembelahan benda kerja sebaiknya diikat denganclamp ke meja
kerja bangku . posisi ibu jari sama dengan proses pemotongan kayu.

Gambar 2.10 membelah kayu


Sudut gergaji paling ideal berada pada sudut 45 derajat dan gergaji belah pada posisi
60 derajat untuk hasil terbaik

10

2.4 Pengenalan Sifat-Sifat Kayu


Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang
sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat
ditiru oleh bahan-bahan lain. Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan
pemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting
sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat tersebut tidak saja
dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan,
akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya
apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.Kayu
berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbedabeda. Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda. Dari
sekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang
umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu :

Gambar 2.11 struktur kayu


1.

Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan

dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa
(karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).
2.

Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang

berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).

11

3.

Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau

melepaskan kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu
udara disekelilingnya.
4.

Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama

dalam keadaan kering.


A.

Sifat Fisik Kayu

1.

Berat dan Berat Jenis

Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat
ekstraktif didalamnya. Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya. Kayu
mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu
balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani). Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin
berat dan semakin kuat pula.

2.

Keawetan

Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu
dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya
zat ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu. Zat
ekstraktif tersebut terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras
sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.
3.

Warna

Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu
yang berbeda-beda.
4.

Tekstur

Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan
kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur sedang
(contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).
5.

Arah Serat

Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon. Arah serat
dapat dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan
serat diagonal (serat miring).
6.

Kesan Raba

12

Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar,
halus, licin, dingin, berminyak dll). Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda
tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat ekstraktif dalam kayu.
7.

Bau dan Rasa

Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka. Beberapa
jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan bau kayu
tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau
bawang (kulim), bau zat penyamak (jati), bau kamper (kapur) dsb.
8.

Nilai Dekoratif

Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan
pemunculan riap-riap tumbuh dalam pola-pola tertentu. Pola gambar ini yang
membuat sesuatu jenis kayu mempunyai nilai dekoratif.
9.

Higroskopis

Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air. Makin lembab udara
disekitarnya makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan
dengan lingkungannya. Dalam kondisi kelembaban kayu sama dengan kelembaban
udara disekelilingnya disebut kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium
Moisture Content).
10.

Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :

a.

Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan

elastisitas kayu.
b.

Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang

suara. Kualitas nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayu banyak
dipakai untuk bahan pembuatan alat musik (kulintang, gitar, biola dll).
11.

Daya Hantar Panas

Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat
barang-barang yang berhubungan langsung dengan sumber panas.
12.

Daya Hantar Listrik

13.

Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran

listrik. Daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu. Pada kadar air 0 %,
kayu akan menjadi bahan sekat listrik yang baik sekali, sebaliknya apabila kayu

13

mengandung air maksimum (kayu basah), maka daya hantarnya boleh dikatakan sama
dengan daya hantar air.
B.

Sifat Mekanik Kayu

1.

Keteguhan Tarik

Keteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha
menarik kayu. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tarik yaitu :
a.

Keteguhan tarik sejajar arah serat dan

b.

Keteguhan tarik tegak lurus arah serat.

Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah serat. Kekuatan
tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat.

2.

Keteguhan tekan / Kompresi

Keteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban.


Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tekan yaitu :
a.

Keteguhan tekan sejajar arah serat dan

b.

Keteguhan tekan tegak lurus arah serat.

Pada semua kayu, keteguhan tegak lurus serat lebih kecil daripada keteguhan kompresi
sejajar arah serat.
3.

Keteguhan Geser

Keteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang membuat
suatu bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain di dekatnya. Terdapat 3
(tiga) macam keteguhan yaitu :
a.

Keteguhan geser sejajar arah serat

b.

Keteguhan geser tegak lurus arah serat dan

c.

Keteguhan geser miring

Keteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser sejajar
arah serat.
4.

Keteguhan lengkung (lentur)

14

Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha


melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban
pukulan. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan yaitu :
a.

Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang

mengenainya secara perlahan-lahan.


b.

Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang

mengenainya secara mendadak.


5.

Kekakuan

Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau


lengkungan. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.
6.

Keuletan

Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar
atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang
melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen
dan kerusakan sebagian.
7.

Kekerasan

Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau
lekukan atau kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan
suatu ukuran tentang ketahanan terhadap pengausan kayu.
8.

Keteguhan Belah

Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha
membelah kayu. Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan
sirap dan kayu bakar. Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk
pembuatan ukir-ukiran (patung). Pada umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jarijari (arah radial) dari pada arah tangensial.
Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat keku-atan kayu atau sifat
mekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2. Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat
mekanik kayu secara garis besar digolongkan menjadi dua kelompok :

a.

Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu, kelembaban lingkungan,

15

pembebanan dan cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak kayu.
b.

Faktor dalam kayu (internal): BJ, cacat mata kayu, serat miring dsb.

C. Macam Penggunaan Kayu


Penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian tertentu tergantung dari sifat-sifat
kayu yang bersangkutan dan persyaratan teknis yang diperlukan. Jenis-jenis kayu
yang mempunyai persyaratan untuk tujuan pemakaian tertentu antara lain dapat
dikemukan sebagai berikut :
1.

Bangunan (Konstruksi)

Persyaratan teknis : kuat, keras, berukuran besar dan mempunyai keawetan alam yang
tinggi.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, cengal, giam, jati, kapur, kempas, keruing,
lara, rasamala.
2.

Veneer biasa

Persyaratan teknis : kayu bulat berdiameter besar, bulat, bebas cacat dan beratnya
sedang.
Jenis kayu : meranti merah, meranti putih, nyatoh, ramin, agathis, benuang.
3.

Veneer mewah

Persyaratan teknis : disamping syarat di atas, kayu harus bernilai dekoratif.


Jenis kayu : jati, eboni, sonokeling, kuku, bongin, dahu, lasi, rengas, sungkai, weru,
sonokembang.
4.

Perkakas (mebel)

Persyaratan teknis : berat sedang, dimensi stabil, dekoratif, mudah dikerjakan, mudah
dipaku, dibubut, disekrup, dilem dan dikerat.
Jenis kayu : jati, eboni, kuku, mahoni, meranti, rengas, sonokeling, sonokembang,
ramin.

5.

Lantai (parket)

16

Persyaratan teknis : keras, daya abrasi tinggi, tahan asam, mudah dipaku dan cukup
kuat.
Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bintangur, bongin, bungur, jati, kuku.
6.

Bantalan Kereta Api

Persyaratan teknis : kuat, keras, kaku, awet.


Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bedaru, belangeran, bintangur, kempas, ulin.
7.

Alat Olah Raga

Persyaratan teknis : kuat, tidak mudah patah, ringan, tekstur halus, serat halus, serat
lurus dan panjang, kaku, cukup awet.
Jenis kayu : agathis, bedaru, melur, merawan, nyatoh, salimuli, sonokeling, teraling.
8.

Alat Musik

Persyaratan teknis : tekstur halus, berserat lurus, tidak mudah belah, daya resonansi
baik.
Jenis kayu : cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.
9.

Alat Gambar

Persyaratan teknis : ringan, tekstur halus, warna bersih.


Jenis kayu : jelutung, melur, pulai, pinus.
10.

Tong Kayu (Gentong)

Persyaratan teknis : tidak tembus cairan dan tidak mengeluarkan bau.


Jenis kayu : balau, bangkirai, jati, pasang.
11.

Tiang Listrik dan Telepon

Persyaratan teknis : kuat menahan angin, ringan, cukup kuat, bentuk lurus.
Jenis kayu : balau, giam jati, kulim, lara, merbau, tembesu, ulin.
12.

Patung dan Ukiran Kayu

Persyaratan teknis : serat lurus, keras, tekstur halus, liat, tidak mudah patah dan
berwarna gelap.
Jenis kayu : jati, sonokeling, salimuli, melur, cempaka, eboni.

13.

Korek Api

17

Persyaratan teknis : sama dengan persyaratan veneer, cukup kuat (anak korek api),
elastis dan tidak mudah pecah (kotak).
Jenis kayu : agathis, benuang, jambu, kemiri, sengon, perupuk, pulai, terentang, pinus.
14.

Pensil

Persyaratan teknis : BJ sedang, mudah dikerat, tidak mudah bengkok, warna agak
merah, berserat lurus.
Jenis kayu : agathis, jelutung, melur, pinus.
15.

Moulding

Persyaratan teknis : ringan, serat lurus, tekstur halus, mudah dikerjakan, mudah
dipaku. Warna terang, tanpa cacat, dekoratif.
Jenis kayu : jelutung, pulai ramin, meranti dll.
16.

Perkapalan

Lunas
Persyaratan teknis : tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : ulin, kapur.
Gading
Persyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.
Senta
Persyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.
Kulit
Persyaratan teknis : tidak mudah pecah, kuat, liat, tahan binatang laut.
Jenis kayu : bangkirai, bungur, meranti merah.
Bangunan dan dudukan mesin
Persyaratan teknis : ringan, kuat dan awet, tidak mudah pecah karena getaran mesin.
Jenis kayu : kapur, meranti merah, medang, ulin, bangkirai.
Pembungkus as baling-baling
Persyaratan teknis : liat, lunak sehingga tidak merusak logam.

18

Jenis kayu : nangka, bungur, sawo.


Popor Senjata
Persyaratan teknis : ringan, liat, kuat, keras, dimensi stabil.
Jenis kayu : waru, salimuli, jati.
17.

Arang (bahan bakar)

Persyaratan teknis : BJ tinggi.


Jenis kayu : bakau, kesambi, walikukun, cemara, gelam, gofasa, johar, kayu malas,
akan dihasilkan terjaga ukurannya dan tenaga yang dibutuhkan untuk mendorong
ataupun nyirih, rasamala, puspa, simpur.
2.5 teknik mengasah gergaji
a. Kelurusan Bilah gergaji
Bilah gergaji harus benar-benar lurus tanpa bengkok sehingga pada waktu gerakan
menggergaji garis potong yang menarik gergaji tidak terlalu besar, terutama pada
waktu garis potong sudah memiliki kedalaman tertentu. Bilah gergaji yang bengkok
bisa berakibat garis potong menjadi lebih besar dan hasil gergaji tidak halus/rata.
b.Barisan Mata Gergaji
Pengasahan harus memperhatikan hasil akhir pada posisi mata gergaji. Semua ujung
mata gergaji harus terletak pada satu garis lurus dengan sekecil mungkin toleransi.
Begitu pula dasar sudut mata gergaji juga harus tetap berada pada satu garis lurus.
Ketidakrataan posisi barisan mata gergaji berarti tidak semua mata gergaji bekerja
maksimal. Hanya mata gergaji paling tinggi yang bekerja memotong kayu. Situasi ini
membuat penggergajian lebih berat dan lebih lama. Juga bisa membuat gergaji lebih
cepat tumpul terutama pada mata gergaji tertinggi.

Gambar 2.12 barisan mata gergaji


c. Ruang Gerak
Jika diamati dari dekat anda perhatikan bahwa semua mata gergaji bengkok,
mempunyai sudut tertentu dari bilah gergaji. Dan susunannya selalu berbanding sama.
Misalnya mata gergaji urutan genap akan bengkok ke kiri dan mata gergaji urutan
ganjil bengkok ke kanan. Sudut ini juga tidak ditentukan secara acak. terdapat alat
khusus untuk mengatur sudut mata gergaji yang disebut Gripper (paling tidak itu

19

istilah yang saya ketahui). Gripper membengkokkan mata gergaji satu persatu
sehingga terdapat ruang gerak untuk bilah gergaji pada waktu gerakan menggergaji.
Lebih besar sudut yang dihasilkan lebih besar lebar garis potong pada kayu.

Gambar 2.13 bilah gergaji


Apabila sudut mata gergaji terlalu kecil pada lebar bilah gergaji akan membuat bilah
gergaji terjepit pada waktu gerakan menggergaji dan karena besarnya gesekan antara
bilah gergaji dengan sisi kayu yang dibelah/dipotong sehingga timbul bekas hitam
seperti terbakar atau mengkilap yang bisa membuat proses finishing kurang
memuaskan.

BAB III
JURNAL PRAKTUIKUM
3.1. Maksud dan Tujuan
1.
2.

Agar mahasiswa dapat mengetahui alat-alat dan bahan gergaji kayu


Agar mahasiswa mengetahui langkah-langkah gergaji kayu dengan baik dan

benar
3.
Mahasiswa dapat membuat produk benda kerja dengan gergaji kayu
4.
Mahasiswa dapat mengetahui kendala yang terjadi selama proses praktikum
bubut
3.2

Alat dan Bahan

1.

Triplek (yang sudah di mal)

2.

Mesin gergaji

3.

Kabel roll

3.3 Langkah Kerja


1.

Siapkan alat dan bahan.

2.

Menuju tempat praktikum.

3.

Masukan/sambungkan kabel mesin kesumber listrik

4.

Turn On mesin

5.

Atur kecepatan gergaji sesuai keperluan.

6.

Jika sudah lalu matikan mesin

7.

Bersihkan mesin dari serbuk kayu hingga bersih seperti semula

20

21

3.4. Skema Benda Kerja

22

3.5 Kesimpulan
1.

Mahasiswa/praktikan dapat mengetahui cara/teknik mengoperasikan mesingergaji


kayu.

2.

Mahasiswa dapat mengenal alat-alat yang digunakan dalam praktikum gergaji


kayu.

3.

Mahasiswa menjadi kreatif dalam beker

4.

Praktikan dapat membuat benda kerja seperti yang di inginkan.

BAB IV
JAWABAN PERTANYAAN

4.1 Pertanyaan

1.

Gambarkan skema mesin gergaji kayu,dan tuliskan bagian-bagiannya!

2.

Ada berapa jenis mesin gergaji kayu dan jelaskan!

3.

Apa saja yang dapat dikerjakan pada gergaji kayu?

4.

Gambarkan macam-macam mata gergaji potong dan jelaskan!

5.

Bagaimana cara mendapatkan hasil potong yang baik dan presisi?

23

24

4.2 Jawaban
1) Bagian bagian mesin gergaji

Gambar 4.1 mesin gergaji

1.

a. bagian penting mesin gergaji belah


Meja kerja : tempat meletakan benda kerja yang akan dibelah. Jangan meletakan

2.

benda kerja yang tidak dikerjakan pada mesin


Penghantar : berfungsi untuk menghantarkan benda kerja kearah yang berlawanan

3.

dengan putaran gergaji.


Bilah gergaji : gergaji belah dengan bentuk mata gigi khusus di desain untuk

4.

membelah kayu
Pisau belah; berfungsi untuk menahan lemparan balik dari putaran bilah gergaji.
Jarak antara pisau belah dengan lingkaran paling luar gergaji harus diatur pada

5.

jarak 2-4 mm
Penutup gergaji : digunakan sebai alat pengaman dan pelindung mata gergaji pada
waktu membelah kayu yang tebal.pengaman ini sebaiknya selalu diletakan diatas

6.
7.

gergaji pada waktu mesin dijalankan.


Pengatur ketinggian gergaji.
Pengatur sudut

2) 1. Mesin gergaji belah potong


a. Mesin gergaji belah
Mesin ini bekerja dengan sebuag mata pisau berbentuk lingkaran yang bekerja
dalam poros.mesin ini akan berputar otomatis dengan sebuah sabuk berjalan

25

yang akan menghantarkan kayu untuk melewati pisau. Anda bida gunakan
mesin gergaji ini untuk membelah kayu log atau papan kayu yang lebar.
b. Mesin gergaji potong
Cara kerja mesin gergaji potong adalah menggunakan pisau berbentuk pita
yang elastis dan bisa diatur sudut potongnya dengan fleksibel.bisa dibuat
bentuk khusus seperti potongan lurus,sudut,miring,lengkung dan sebagainya.
2. Mesin ketam kayu/serut (planner)
Alat serut berfungsi untuk menghaluskan sisi yang ada pada sebuah kayu ,mesin
ketam modern memiliki 4 mata kikir dan bisa menghaluskan 4 sisi kayu sekaligus
dengan tingkat kehalusan yang mendekati hasil amplas.
3. Mesin profil kayu
Mesin ini bekerja dengan membentuk profile pada sisi samping kayu.untuk proses
penggarapannya, mesiin ini menggunakan mata pisau berporos vertikal yang akan
mengiris dari samping.biasanya mesin ini masuk pada bagan finishing.
4. Mesin router kayu
Router bekerja menyerupai mesin bor. Bedanya , mesin ini memiliki mata pisau
yang berbeda sehingga di gunakan sebagai peralatan bantu untuk membentuk alur
dan ulir pada kayu.

26

3) Dalam menggunakan mesin gergaji kayu kita dapat menggunakannya untuk membuat:
a. Memotong pola yang sudah digambar
b. Membuat ulir dan alur
4) Mata gergaji untuk kayu
a. mata gergaji kayu basic for wood

b. mata gergaji kayu speed for wood

C mara gergaji kayu clean for wood

5) Agar mendapatkan potongan yang baik dan presisi mula-mula kita harus tau :
a. macam-macam mata gergaji agar kita dapat memilih mana yang cocok untuk benda
yang akan kita potong.
b. Kedua kita harus trampil dalam menggunakan nya
c. Menyesuaikan kecepatan mata bor sesuai kebutuhan

BAB V
KESIMPULAN

1. Praktikum gergaji kayu adalah kegiatan yang dilakukan di menggunakan mesin


gergaji kayu.
2. Dalam praktikum gergaji kayu dibutuhkan ketelitian, kesabaran, keterampilan dan
keuletan agar tercapainya target waktu yang telah ditentukan.
3. Dalam praktikum gergaji kayu mahasiswa harus memahami semua proses yang
dilakukan, mengerti cara memakai alat-alat ukur dan perkakas yang digunakan
dalam pengerjaan benda kerja.
4. Dalam proses praktikum gergaji kayu selain keterampilan dalam menggunakan
peralatan tangan, orang-orang yang bergerak pada bidang teknik akan selalu
berhubungan dengan bidang pengukuran. Pada praktik kerja bangku peralatan ukur
yang digunakan harus benar-benar presisi. Guna menghasilkan pengukuran yang
presisi, maka peralatan ukur, cara memegang alat ukur, dan cara melakukan
pengukuran harus benar-benar diketahui secara baik oleh mahasiswa.

27

28

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.dokterbisnis.net/2014/03/11/ini-dia-6-mesin-kayu-modern-yang-bisameningkatkan-produksi-bisnis-mebel-anda/ Tanggal 16-12-2015 (20:12)


2. https://pakteo.wordpress.com/2011/11/23/struktur-kayu/ Tanggal 16-12-2015 (20:17)
3. http://www.google.co.id/search?
q=mata+potong+mesin+gergaji+kayu&hl=id&gbv=2&tbm=isch&prmd=ivns&ei=G2h
zVuWpFsiUuQS3l7HwBA&start=20&sa=NTanggal 16-12-2015 (20:17)
4. http://www.dokterbisnis.net/2013/10/30/mesin-penghancur-kayu-modern-kecil-dansimpel-tetapi-efisiensi-kerja-tinggi/ Tanggal 16-12-2015 (20:20)
5. http://www.tentangkayu.com/2008/03/bagian-penting-mesin-gergajibelah.htmlTanggal 16-12-2015 (20:26)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang
kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
laporan Praktikum gergaji kayu ini.

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada assisten laboratorium


saya yang telah memberikan dukungan, Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal,
semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah
yang lebih baik lagi.

Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan
saran yang membangun agar tugas laporan praktikum gergaji kayuini dapat lebih baik
lagi.
Akhir kata saya mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan praktikum saya ini
bermanfaat.

Jakarta, 16 desember 2015

AZIZ ARDI SUKMA

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................................................1
1.2 Maksud dan Tujuan..........................................................................................................1
1.3 Sistematika Penulisan......................................................................................................2
BAB II LANDASAN TEORI...................................................................................................3
2.1. Pengertian mesin gergaji kayu.........................................................................................3
2.2 Macam-macam mesin gergaji kayu.................................................................................3
2.3 Teknik menggergaji yang benar dengan tangan...............................................................6
2.4 Pengenalan sifat-sifat kayu. ............................................................................................9
2.5 teknik dalam mengasah gergaji.......................................................................................18
BAB III JURNAL PRAKTIKUM.........................................................................................20
3.1 Maksud dan tujuan.........................................................................................................20
3.2 Alat dan bahan................................................................................................................20
3.3 Langkah kerja.................................................................................................................20
3.4 Skema benda kerja.........................................................................................................21
3.5 kesimpulana...................................................................................................................22
BAB IV JAWABAN PERTANYAAN....................................................................................23
4.1 Pertanyaan......................................................................................................................23
4.1.1 Soal nomor 1...............................................................................................................23
4.1.2 Soal nomor 2...............................................................................................................23
4.1.3 Soal nomor 3...............................................................................................................23
2

4.1.4 Soal nomor 4...............................................................................................................23


4.1.5 Soal nomor 4...............................................................................................................23
4.2 Jawaban..........................................................................................................................24
4.2.1 Soal nomor 1................................................................................................................24
4.2.2 Soal nomor 2...............................................................................................................25
4.2.3 Soal nomor 3...............................................................................................................26
4.2.4 Soal nomor 4...............................................................................................................26
4.2.5 Soal nomor 5...............................................................................................................26

BAB V KESIMPULAN....................................................................................................27
5.1 Kesimpulan....................................................................................................................27

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................28