Anda di halaman 1dari 13

Pemeriksaan Narkoba Metode ICT

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Imunoserologi II


Dosen pembimbing : Nina Marlina S.Pd,.M.Kes
Oleh
Chintya Puti Octaviani

: NIM P17334113444

Eri Mauliani Tania

: NIM P173341134

Indria Widiastuti

: NIM P173341134

Istiqomah fauziah Arifin

: NIM P173341134

Retno Dwijayanti

: NIM P173341134

Riandy Cipta Alfarisi

: NIM P173341134

Siti Komaria

: NIM P17334113403

JURUSAN ANALIS

KESEHATAN PROGRAM STUDI


D-IV

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG


2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT karena berkat dan rahmat-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Pemeriksaan Narkoba Metode ICT. Makalah ini
dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Praktik Imunoserologi II Prodi D-IV Analis
Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah yang
bersangkutan dan semua pihak yang bersangkutan dengan penyelesaian makalah penulis.
Namun, makalah yang penulis buat masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan
penulis dalam pembuatan makalah ini. Jadi, dengan kerendahan hati, penulis memohon kritik
dan saran yang membangun suksesnya makalah penulis.

Cimahi Utara, April 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengatar

Daftar Isi

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Makalah

1
2
2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tujuan Pemeriksaan Narkoba Metode ICT
2.2 Prinsip Pemeriksaan Narkoba Metode ICT
2.3 Reagen Pemeriksaan Narkoba Metode ICT
2.4 Proses Pemeriksaan Narkoba Metode ICT
2.5 Interpretasi Hasil Pemeriksaan Narkoba Metode ICT

3
3
3
4
5

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah
lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik
Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang
umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba
sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat
hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalah
artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Jenis-jenis Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan
berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk
bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai
sebutan untuk candu atau opium, suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga
tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden
Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang
bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak
sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi
sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba
yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.
Dalam Pemeriksaan Narkoba ada beberapa cara salah satunya dengan menggunakan Rapid
Test. Rapid Test ini menggunakan Strip, dalam Strip Test tersebut ada yang menggunakan 3
Parameter yaituAmphetamine (AMP), Marijuana (THC), Morphin (MOP) dan ada yang
menggunakan 6 Parameter yaituAmpethamine (AMP), Methampethamine (METH), Cocaine
(COC), Morphine (MOP), Marijuana (THC), Benzodiazephine (BZO). Strip test telah Dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat dibuat dalam bentuk imunokromatografi kompetitif kualitatif

yang praktis, tidak memerlukan tenaga trampil dan cepat (hasil dapat diperoleh dalam 3-10
menit). Dengan sampel urin teknik ini memiliki sensitivitas sesuai dengan standard National
Institute on Drug Abuse (NIDA, sekarang SAMHSA), dan dengan spesifisitas 99,7%.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa tujuan dari Pemeriksaan narkoba metode ICT?
2. Bagaimana prinsip dari pemeriksaan narkoba metode ICT?
3. Apa reagen pemeriksaan narkoba metode ICT?
4. Bagaimana proses pemeriksaan narkoba metode ICT?
5. Bagaimana interpretasi hasil dari pemeriksaan narkoba metode ICT?
1.3 Tujuan Makalah
1. Mengetahui tujuan dari pemeriksaan narkoba Metode ICT
2. Mengetahui prinsip dari pemeriksaan narkoba metode ICT
3. Mengetahui reagen pemeriksaan narkoba metode ICT
4. Mengetahui proses pemeriksaan Narkoba Metode ICT
5. Mengetahui interpretasi hasil dari pemeriksaan narkoba metode ICT

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tujuan Pemeriksaan Narkoba metode ICT
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain itu juga
dikenal Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua
istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya
memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya

adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak
dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat
pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya. Tujuan pemeriksaan Narkoba adalah
untuk mendeteksi jenis-jenis narkoba yang disalahgunakan dan metabolitnya diurine dengan
metode Immunoessay kompetitif.
2.2 Prinsip Pemeriksaan Narkoba Metode ICT
Prinsip dari pemeriksaan ini adalah narkoba yang terdapat pada urine akan berkompetisi
dengan konjugat, narkoba akan berikatan dengan antibodi spesifik. Jika urine mengandung
narkoba , antibody spesifi akan berikatan dengan narkoba, sehingga tidak timbul warna,
sedangkan jika urine tidak mengandung narkoba, antibodi spesifik akan berikatan dengan
konjugat narkoba sehingga timbul warna.
2.3 Reagen Pemeriksaan Narkoba Metode ICT
Secara umum metode Imunokromatografi untuk mendeteksi sebuah spesimen dengan
menggunakan dua antibodi. Antibodi pertama berada dalam larutan uji atau sebagian terdapat
pada membran berpori dari alat uji, sedangkan antibodi kedua terdapat pada membran berpori.
Pada pemeriksaan narkoba metode ICT setiap baris tes pada tes panel mengandung antibodi
spesifik dilapisi partikel obat dan sesuai dengan konjugat protein obat. Antibodi kambing
digunakan di setiap garis control.
Tindakan pencegahan Kit pemeriksaan pada pemeriksaan narkoba metode ICT untuk
medis dan profesi lainnya hanya menggunakan diagnostik in vitro. Kit tidak digunakan setelah
tanggal kedaluwarsa, tes panel harus tetap dalam kantong tertutup sampai digunakan, semua
spesimen harus dianggap berpotensi berbahaya dan ditangani dengan cara yang sama sebagai
agen infeksius, tes panel yang digunakan harus dibuang sesuai dengan peraturan setempat.
Sedangkat untuk penyimpanan kit pemeriksaan harus disimpan dalam kantong tertutup baik pada
suhu kamar atau didinginkan (2o-30oC). Tes panel stabil meskipun sudah kedaluwarsa asalkan
disimpan kantong tertutup. Tes panel harus tetap dalam kantong tertutup sampai digunakan, tidak
membeku, tidak digunakan setelah melampaui tanggal kedaluwarsa.
2.4 Proses Pemeriksaan

Pemeriksaan narkoba metode ICT menggunakan urin pagi atau bisa juga urin sewaktu.
Urine segar yang baru dikeluarkan langsung dibawa ke laboratorium untuk diperiksa, urine harus
ditampung pada wadah yang bersih, kering dan mempunyai tutup yang berulir. Urine segar harus
diperiksa kurang dari 2 jam, jika lebih dari dua jam akan mempengaruhi hasil karena ada zat-zat
tertentu yang akan mengubah hasil menjadi false negative atau false positive. Apabila
pemeriksaan tertunda urine dapat disimpan pada suhu 2-8oC direfrigator hingga 48 jam, jika
melebihi 48jam urine harus dibekukan pada suhu -20oC. Seperti pada Gambar 1.1

Gambar 1.1 Proses Pemeriksaan dengan sampel urine


Pemeriksaan narkoba metode ICT dengan urine ini ada terdapat faktor pengganggu seperti hasil
false negative yang dikarenakan meminum obat norit, sedangkan false positive biasanya
dikarenakan sedang mengkonsumsi obat-obatan, seperti vitamin C, obat sakit gigi, Paramex dan
lain-lainnya.
Pemeriksaan narkoba metode ICT dengan urine kurang akurat dibandingkan dengan
darah, karena obat-obat yang dikonsumsi hanya bisa terdeteksi selama 3 hari setelah dikonsumsi,
berbeda dengan darah, obat yang pernah dikonsumsi bisa bertahan didalamnya lebih dari 1
minggu setelah dikonsumsi, sehingga BNN (Badan Narkotika Nasional) menggunakan
pemeriksaan narkoba dengan menggunakan darah sehingga meskipun target sudah mengonsumsi
obat-obat terlarang tersebut dalam jangka yang agak lama masih tetap terdeteksi.
Cara pemeriksaan narkoba metode ICT dengan urine yang harus pada suhu kamar 1530oC, usahakan membuka kantong kemasan tes sampai pemeriksaan siap dilaksanakan,
keluarkan alat tes dari kantong pelindungnya. Beri label nama penderita atau nomor identitas
atau label control. Buka penutup alat tes, tempat kan urin pada wadah dengan mulut wadah yang
lebar, kemudian celupkan area tes ke dalam urin dengan posisi tegak selama 10-15 detik. Batas

urin tidak boleh melebihi batas dengan garis bergelombangpada alat tes, kemudian tempatkan
alat tesyang telah dicelupkan pada area kering dengan permukaan rata dan baca hasil
pemeriksaan dalam waktu tidak lebih dari 5 menit. Seperti pada gambar 1.2

Gambar 1.2 Cara Kerja pemeriksaan narkoba menggunakan ICT dengan sampel Urine.
2.5 Interpretasi Hasil
Interpretasi hasil pada pemeriksaan narkoba metode ICT hasil non reaktif apabila muncul
garis merah pada area tes semua jenis obat yang sama intensitasnya atau lebih lemah daripada
garis control maka hasil pemeriksaan dinyatakan non reaktif. Hasil reaktif apabila muncul garis
control disertai kemunculan garis merah pada area obat yang diuji, maka urine tersebut
mengandung obat yang diuji, hasil reaktif untuk obat tersebut. Seperti pada gambar 1.3

Gambar 1.3 Interpretasi hasil dengan 5 parameter

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain itu juga
dikenal Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua
istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya
memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Tujuan pemeriksaan Narkoba adalah untuk
mendeteksi jenis-jenis narkoba yang disalahgunakan dan metabolitnya diurine dengan metode
Immunoessay kompetitif.

Prinsip dari pemeriksaan ini adalah narkoba yang terdapat pada urine akan
berkompetisi dengan konjugat, narkoba akan berikatan dengan antibodi spesifik. Jika urine
mengandung narkoba , antibody spesifi akan berikatan dengan narkoba, sehingga tidak timbul
warna, sedangkan jika urine tidak mengandung narkoba, antibodi spesifik akan berikatan dengan
konjugat narkoba sehingga timbul warna. Pada pemeriksaan narkoba metode ICT setiap baris tes
pada tes panel mengandung antibodi spesifik dilapisi partikel obat dan sesuai dengan konjugat
protein obat. Antibodi kambing digunakan di setiap garis control.
Pemeriksaan narkoba metode ICT menggunakan urin pagi atau bisa juga urin sewaktu.
Urine segar yang baru dikeluarkan langsung dibawa ke laboratorium untuk diperiksa, urine harus
ditampung pada wadah yang bersih, kering dan mempunyai tutup yang berulir. Urine segar harus
diperiksa kurang dari 2 jam, jika lebih dari dua jam akan mempengaruhi hasil karena ada zat-zat
tertentu yang akan mengubah hasil menjadi false negative atau false positive. False negative
yang dikarenakan meminum obat norit, sedangkan false positive biasanya dikarenakan sedang
mengkonsumsi obat-obatan, seperti vitamin C, obat sakit gigi, Paramex dan lain-lainnya.
Interpretasi hasil pada pemeriksaan narkoba metode ICT hasil non reaktif apabila
muncul garis merah pada area tes semua jenis obat yang sama intensitasnya atau lebih lemah
daripada garis control maka hasil pemeriksaan dinyatakan non reaktif. Hasil reaktif apabila
muncul garis control disertai kemunculan garis merah pada area obat yang diuji, maka urine
tersebut mengandung obat yang diuji, hasil reaktif untuk obat tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
Tietz NW. Texbook of Clinical ChemistryU. W.B. Saunders Company. 1986;1735
Baselt RC. Disposition of Toxic Multi-Drugs and Chemicals in Man. 2nd Ed. Biomedical Publ,.
Davis, CA, 1982; 488
Hawks RL, CN Chiang. Urine Testing for Drugs of Abuse. National institute for Drugs Abuse
(NIDA) . Research Monograph 73, 1986
Sumber Internet

https://abiluvummi.wordpress.com/2011/01/31/laporan-immunologi-p-narkoba/ diakses pada 10


April 2015
http://ahmadihwan.blogspot.com/ diakses pada 10 April 2015
http://analiskesehatankendariangkatan5.blogspot.com/2013/01/uji-narkoba.html diakses pada 10
April 2015

LAMPIRAN

Gambar 1.1 Proses Pemeriksaan dengan sampel urine

Gambar 1.2 Cara kerja pemeriksaan narkoba metode ICT dengan sampel urine

Gambar 1.3 Interpretasi hasil dengan 5 parameter

Gambar 1.4 Alat pemeriksaan dengan 3 dan 6 parameter

Gambar 1.5 Multi Drugs Test Narkoba dengan 2, 5, dan 6 parametr