Anda di halaman 1dari 38

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

STRUKTUR ATOM DAN TABEL PERODIK

Nama Sekolah

: SMA NEGERI 4 MEDAN

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: X/Satu

Alokasi Waktu

: 6 x Pertemuan (12 JP)

A. Kompetensi Inti
KI 3 :Memahami,menerapkan,

menganalisis

pengetahuan

faktual,

konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,


seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
3.2

Kompetensi Dasar
Menganalisis perkembangan model 3.2.1
atom

Indikator
Membandingkan
perkembangan
teori atom mulai dari teori atom
dalton hingga teori atom mekanika

3.3

Menganalisis struktur atom

3.3.1

kuantum.
Menentukan

jumlah

proton,

berdasrkan teori atom Bohr dan teori

elektron, dan neutron suatu atom

mekanika kuantum

unsur berdasarkan nomor atom dan


3.3.2

nomor massanya.
Menentukan isotop, isobar dan

3.3.3

isoton beberapa unsur.


Menuliskan konfigurasi elektron
suatu atom, jika diketahui nomor
atomnya atau sebaliknya.

3.3.4

Menentukan elektron valensi suatu

atom berdasarkan nomor atom.


3.3.5 Menentukan massa atom relatif

berdasarkan kelimpahan isotopnya.


3.3.6
3.4

Menentukan massa molekul relatif

Menganalisis hubungan konfigurasi 3.4.1

dari massa atom relatif.


Menjelaskan kelemahan teori atom

elektron dan diagram orbital untuk

bohr

menentukan letak unsur dalam tabel


periodik

dan

sifat-sifat

periodik

unsur

dan

menjelaskan

gagasan

3.4.2

utama teori mekanika kuantum.


Menentukan bilangan kuantum

3.4.3

(kemungkinan eleketron berada).


Menggambarkan
bentuk-bentuk

3.4.4

orbital.
Menggunakan prinsip aufbau aturan
hund dan asas larangan pauli untuk
menuliskan konfigurasi elektron dan

3.4.5

diagram orbital.
Menentukan kulit dan sub kulit serta
hubungannya

4.2

Mengolah

dan

dengan

bilangan

kuantum.
3.4.6 Mengetahui sifat periodik unsur
menganalisis 4.2.1 Mempresentasikan peta konsep

perkembangan model atom

mengenai

perkembangan

teori

atom.
4.3

Mengolah dan menganalisis struktur

4.3.1

Mempresentasi

atom berdasrkan teori atom Bohr dan

menyelesaikan

teori mekanika kuantum

berkaitan

bagaimana
masalah

dengan

yang

partikel

sub

atom, nomor atom dan no massa,


4.4 Menyajikan hasil analisis hubungan 4.4.1

serta isotop, isobar dan isoton.


Mempresentasi analisis struktur

konfigurasi elektron dan diagram

atom berdasrkan teori atom Bohr

orbital untuk menentukan

letak

unsur dalam tabel periodik dan sifat-

4.4.2

dan teori mekanika kuantum


Mempresentasikan sifat unsur
periodik

sifat periodik unsur.

golongan

berdasarkan
dan

perbedaan

periode

dengan

benar.
4.4.3

Menunjukkan letak golongan dan


periode berdasarkan konfigurasi
elektron

C. Materi Pembelajaran

Partikel penyusun atom


Nomor atom dan nomor massa
Isotop
Perkembangan model atom
Konfigurasi elektron dan diagram orbital
Bilangan kuantum dan bentuk orbital.
Hubungan Konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam tabel periodik
Tabel periodik dan sifat keperiodikan unsur
D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama (2 JP)
Indikator :
3.2.1 Membandingkan perkembangan teori atom mulai dari teori atom dalton hingga
teori atom mekanika kuantum.
4.2.1 Mempresentasikan peta konsep mengenai perkembangan teori atom.
4.4.1 Mempresentasi analisis struktur atom berdasrkan teori atom Bohr dan teori
mekanika kuantum

Kegiatan Pendahuluan

Guru bertanya hal-hal yang berhubungan dengan kondisi, absensi.

Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, guru

mengajukan pertanyaan tentang model atom.


Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah
pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti

Peserta didik membaca dan mengkaji tentang perkembangan model atom dan teori

mekanika kuantum
Guru mengajukan pertanyaan ,mengapa model atom mengalami perkembangan ?
Secara kelompok melakukan analisis dan diskusi tekait dengan perkembangan

model atom
Menganalisis perkembangan model atom yang satu terhadap model atom yang lain

Siswa menyimpulkan informasi mengenai perkembangan model atom teori


mekanika kuantum

Siswa mempresentasikan hasil diskusi tentang perkembangan model atom dan teori
mekanika kuantum

Kegiatan Penutup

Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang Perkembangan Teori atom yang
berkaitan dengan struktur atom

Siswa diberikan tugas untuk meghafal teori atom.

Pertemuan Kedua (2 JP)


Indikator :
3.3.1 Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu atom unsur berdasarkan
nomor atom dan nomor massanya.
Kegiatan Pendahuluan

Guru mempersiapkan kelas secara fisik dan psikis dengan cara berdoa, memberi

motivasi, mengabsen peserta didik dan memperhatikan kebersihan kelas.


Siswa merespon pertanyaan dari pendidik berhubungan dengan kondisi dan

pembelajaran sebelumnya.
Guru menerima informasi tentang keterkaitan fakta terkini dan kondisi pendidikan
dunia dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah


pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Inti

Peserta didik membaca dan mengkaji tentang partikel penyusun atom


Menanyakan apakah partikel penysun inti atom?
Peserta didik mengamati nomor atom dan nomor massa beberapa unsur untuk

menentukan jumlah elektron, proton dan netron unsur tersebut.


Peserta didik menyimpulkan nomor atom dan nomor massa dari tiap unsur.
Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan nomor atom dan nomor massa suatu
unsur.

Kegiatan Penutup

Bersama peserta didik menyimpulkan pertikel penyusun atom


Guru memberikan tugas latihan untuk di rumah

Guru mengakhiri pembelajaran.

Pertemuan ketiga ( 2 JP)


Indikator :
3.3.2 Menentukan isotop, isobar dan isoton beberapa unsur
4.3.1 Mempresentasi bagaimana menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
partikel sub atom, nomor atom dan no massa, serta isotop, isobar dan isoton.
Kegiatan Pendahuluan

Guru bertanya hal-hal yang berhubungan dengan kondisi, absensi.


Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, guru

mengajukan pertanyaan tentang Isotop ,isobar,isoton ,konfigurasi elektron


Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah
pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti

Peserta didik membaca dan mengkaji tentang partikel penyusun atom


Menganalisis nomor atom dan nomor massa beberapa contoh kasus pada unsur

untuk memahami isotop, isobar, dan isoton.


Siswa menyimpulkan perbedaan antara isotop, isoton, isobar, dan isoelektron dari
tiap unsur.

Siswa menentukan isotop, isobar, isoton, dan isoelektron di depan kelas.

Siswa menganalisis hubungan konfigurasi elektron dengan nomor atom.


Siswa secara kelompok mendiskusikan konfigurasi elektron dan diagram orbital

dari unsur tertentu.


Siswa menyimpulkan jumlah maksimal elektron yang terisi pada tiap kulit.

Siswa mempressentasikan cara penulisan konfigurasi elektron dari suatu unsur.

Kegiatan Penutup

Guru bersama siswa menyimpulkan pertikel penyusun atom

Guru bersama siswa menyimpulkan konfigurasi elektron

Guru memberikan tugas rumah

Guru mengakhiri pembelajaran

Pertemuan Keempat (2 JP)


Indikator :
3.3.4 Menentukan elektron valensi suatu atom berdasarkan nomor atom.
3.3.5 Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya.

3.3.6 Menentukan massa molekul relatif dari massa atom relatif.


3.4.3 Menggambarkan bentuk-bentuk orbital.

Kegiatan Pendahuluan

Guru bertanya hal-hal yang berhubungan dengan kondisi, absensi.


Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, guru
mengajukan pertanyaan tentang hubungan Konfigurasi elektron dengan elektron

valensi dan penentuan massa atom relatif serta pengertian mengenai diagram orbital
Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah
pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti

Guru menunjukkan konfigurasi elektron dan diagram orbital pada suatu unsur, dan
hubungan keduanya yaitu dari unsur-unsur yang ada

Guru meminta siswa mengamati konfigurasi elektron dan diagram orbital suatu
unsur

Siswa menganalisis hubungan konfigurasi elektron dengan nomor atom.


Siswa secara kelompok mendiskusikan konfigurasi elektron dan diagram orbital

dari unsur tertentu.


Siswa menyimpulkan jumlah maksimal elektron yang terisi pada tiap kulit.

Siswa mempresentasikan cara penulisan konfigurasi elektron dari suatu unsur.

Guru meminta siswa untuk merumuskan permasalahan dengan arahan guru

Guru meminta siswa untuk membuat hipotesis sesuai permasalahan yang


dikemukakan

Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dan memberi tugas siswa untuk
melakukan diskusi literatur sesuai LKS

Kegiatan Penutup

Guru bersama siswa menyimpulkan tentang konfigurasi elektron dan diagram

orbital suatu unsur


Guru memberi tugas

Guru mangakhiri pertemuan dengan salam

Pertemuan kelima (2 JP)

Indikator :
3.4.2 Menentukan bilangan kuantum (kemungkinan eleketron berada).
3.4.4 Menggunakan prinsip aufbau aturan hund dan asas larangan pauli untuk menuliskan
konfigurasi elektron dan diagram orbital.
3.4.5 Menentukan kulit dan sub kulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum.

Kegiatan Pendahuluan

Memeberikan

,memeriksa kehadiran siswa


Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan diskusi singkat tentang jenis-jenis

salam,memerintahkan

siswa untuk

berdoa

sebelum

belajar

dan ketentuan bilangan kuantum .

Memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah

Kegiatan Inti

Siswa membaca dan mengkaji tentang bilangan kuantum dan bentuk orbital
Guru mengajukan pertanyaan apakah yang dimaksud dengan orbital?
Siswa secara kelompok mendiskusikan bilangan kuantum dan bentuk orbital suatu

unsur.
Siswa menyimpulkan harga keempat bilangan kuantum dan bentuk orbital dari

suatu unsur.
Siswa mempresentasikan cara penentuan harga keempat bilanngan kuantum dan

bentuk orbital dari suatu unsur.


Guru memberikan kesempatan

kepada

siswa

lain

untuk

memberikan

pertayaan/tanggapan.
Kegiatan Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan bilangan kuantum dan bentuk orbital
Guru memberikan tugas rumah
Guru mengakhiri pembelajaran

Pertemuan keenam ( 2 JP )
Indikator :
3.4.6 Mengetahui sifat periodik unsur
4.4.2 Mempresentasikan sifat unsur periodik berdasarkan perbedaan golongan dan periode
dengan benar.
Kegiatan Pendahuluan

Guru mengucapkan salam pembuka kepada siswa.

Guru menunjuk salah satu siwa memimpin berdoa, memeriksa kehadiran siswa,
kebersihan dan kerapian kelas.

Guru melakukan apersepsi yang bertujuan menggali kemampuan dasar siswa


melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru mengenai apa yang
dimaksud dengan golongan dan periode?

Kegiatan Inti

Siswa membaca dan mengkaji tentang perkembangan tabel periodik unsur dan

karakteristik keperiodikan
Mengajukan pertanyaan berapakah jumlah unsur yang kita pelajari saat ini yang

terdapat pada tabel periodik?


Siswa menganalisis tabel dan grafik hubungan antara nomor atom dengan sifat
keperiodikan unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elekton, dan

keelektronegtifan
Siswa menyimpulkan bahwa lajur dari atas ke bawah dalam tabel periodik disebut

dengan golongan beserta karakteristiknya


Siswa menyimpulkan bahwa lajur dari kiri ke kanan dalam tabel periodik disebut
dengan periode beserta karakteristiknya

Siswa memprsentasikan penentuan golongan dan periode suatu unsur.

Kegiatan Penutup ( 15 menit )

Guru bersama siswa menyimpulkan golongan dan periode.

Guru mengakhiri pembelajaran.

E. Teknik Penilaian
Penilaian Sikap : Observasi
Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
Penilaian Ketrampilan : Tes Unjuk Kerja
F. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. LCD projector
2. Video / animasi
3. Internet
4. Lembar Kerja Siswa (LKS)
5. Buku-Buku Kimia SMA Kelas X
Medan, Juli 2016
Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Guru Mata Pelajaran,

Drs. Ramly, M.Pd


NIP. 19611012 199003 1 007

Hankelman Sarumaha,S.Pd,M.Si
NIP 19660411 198901 1 00 2

Lampiran
Materi Pembelajaran Pertemuan 1 :
A. Perkembangan Pemahaman Mengenai Struktur Atom
1. Model Atom Dalton
Tahukah Anda bahwa di dunia ilmu kimia ini patut dikenang satu
nama sebagai pencetus teori atom modern yang asli. Dia adalah
seorang guru dan ahli kimia berkebangsaan Inggris bernama John
Dalton(1776 1844). Sumbangan Dalton merupakan keunikan dari
teorinya yang meliputi dua hal:

a. Dia adalah orang pertama yang melibatkan kejadian kimiawi seperti


halnya kejadian fisis dalam merumuskan gagasannya tentang atom.
b.

Dia

mendasarkan

asumsinya

pada

data

kuantitatif,

tidak

menggunakan pengamatan kualitatif atau untung-untungan.


Teori atom Dalton dikemukakan berdasarkan dua hukum, yaitu
hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Teori atom Dalton
dikembangkan selama periode 1803-1808 dan didasarkan atas tiga
asumsi pokok, yaitu:
a. Setiap unsur kimia tersusun oleh partikel-partikel kecil yang tidak
dapat

dihancurkan

mengalami

dan

perubahan

dipisahkan
kimia,

yang

atom

tidak

disebut
bisa

atom.

Selama

diciptakan

dan

dimusnahkan.
b. Semua atom dari suatu unsur mempunyai massa dan sifat yang
sama, tetapi atom-atom dari suatu unsur berbeda dengan atom-atom
dari unsur yang lain, baik massa maupun sifat-sifatnya yang berlainan.
c. Dalam senyawa kimiawi, atom-atom dari unsur yang berlainan
melakukan ikatan dengan perbandingan angka sederhana.
2. Model Atom Thompson
Pada

tahun

1897

J.

J.

Thompson

menemukan

elektron.

Berdasarkan penemuannya tersebut, kemudian Thompson mengajukan


teori atom baru yang dikenal dengan sebutan model atom Thompson.
Model atom Thompson dianalogkan seperti sebuah roti kismis, di mana
atom terdiri atas materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar
elektron bagaikan kismis dalam roti kismis. Karena muatan positif dan
negatif bercampur jadi satu dengan jumlah yang sama, maka secara
keseluruhan

atom

menurut

Thompson

bersifat

netral

(Martin

S.

Silberberg, 2000).
3. Model Atom Rutherford
Antoine Henri Becquerel (1852-1908), seorang ilmuwan dari
Perancis pada tahun 1896 menemukan bahwa uranium dan senyawasenyawanya secara spontan memancarkan partikel-partikel. Partikel
yang dipancarkan itu ada yang bermuatan listrik dan memiliki sifat yang
sama dengan sinar
katode atau elektron.

Unsur-unsur yang memancarkan sinar itu disebut unsur radioaktif,


dan sinar yang dipancarkan juga dinamai sinar radioaktif. Ada tiga macam
sinar radioaktif, yaitu:
a. sinar alfa (), yang bermuatan positif
b. sinar beta ( ), yang bermuatan negatif
c. sinar gama( ), yang tidak bermuatan
Sinar alfa dan beta merupakan radiasi partikel. Setiap partikel
sinar alfa bermuatan +2 dengan massa 4 sma, sedangkan partikel sinar
beta sama dengan elektron, bermuatan 1 dan massa 1
1.840 sma (dianggap sama dengan nol). Adapun sinar gama adalah
radiasi elektromagnet, tidak bermassa, dan tidak bermuatan.
4. Model Atom Niels Bohr
Dilihat dari kandungan energi elektron, ternyata model atom
Rutherford mempunyai kelemahan. Ketika elektron-elektron mengelilingi
inti atom, mereka mengalami percepatan terus-menerus, sehingga
elektron harus membebaskan energi. Lama kelamaan energi yang
dimiliki oleh elektron
makin berkurang dan elektron akan tertarik makin dekat ke arah inti,
sehingga akhirnya jatuh ke dalam inti. Tetapi pada kenyataannya,
seluruh elektron dalam atom tidak pernah jatuh ke inti. Jadi, model atom
Rutherford harus disempurnakan. Dua tahun berikutnya, yaitu pada
tahun
1913, seorang ilmuwan dari Denmark yang bernama Niels Henrik
David Bohr (1885-1962) menyempurnakan model atom Rutherford.
Model atom yang diajukan Bohr dikenal sebagai model atom RutherfordBohr, yang dapat diterangkan sebagai berikut.
a. Elektron-elektron dalam atom hanya dapat melintasi lintasan-lintasan
tertentu yang disebut kulit-kulit atau tingkattingkat energi, yaitu lintasan di
mana

elektron

berada

pada

keadaan

stationer,

artinya

tidak

memancarkan energi.
b. Kedudukan elektron dalam kulit-kulit, tingkat-tingkat energi dapat
disamakan dengan kedudukan seseorang yang berada pada anak-anak
tangga. Seseorang hanya dapat berada pada anak tangga pertama,
kedua, ketiga, dan seterusnya, tetapi ia tidak mungkin berada di antara
anak tangga-anak tangga tersebut. Model atom Bohr tersebut dapat

dianalogkan seperti sebuah tata surya mini. Pada tata surya, planetplanet beredar mengelilingi matahari. Pada atom, elektronelektron
beredar mengelilingi atom, hanya bedanya pada sistem tata surya,
setiap lintasan (orbit) hanya ditempati 1 planet, sedangkan pada atom
setiap lintasan (kulit) dapat ditempati lebih dari 1 elektron.
Instrumen Penilaian Pertemuan 1
1. Reaksi kimia merupakan pemisahan, penggabungan, atau penyusunan kembali atomatom, sehingga atom tidak bisa dibuat atau dimusnahkan. Teori ini dikemukakan oleh .
...
a. Dalton

d. Rutherford

b. Thomson

e. Max Planck

c. Niels Bohr
Jawaban : a
Teori atom dalton merupakan teori atom pertama yang dilandasi data ilmiah. Pokok
pokok teori atom Dalton diantaranya : Reaksi kimia merupakan pemisahan,
penggabungan, atau penyusunan kembali atom-atom, sehingga atom tidak bisa dibuat
atau dimusnahkan.
2. Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain sambil menyerap
atau memancarkan energi. Teori ini merupakan penyempurnaan teori atom Rutherford
yang dikemukakan oleh . . . .
a. Becquerel

d. Rontgen

b. Bohr

e. Thomson

c. Dalton
Jawab : b
Niels Bohr, seorang fisikawan, melakukan percobaan spektrum hidrogen untuk
memperbaiki teori atom Rutherford. Hasil percoban Bohr menyimpulkan beberapa hal,
diantaranya : Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain sambil
menyerap atau memancarkan energi.
3. Kelemahan model atom Rutherford adalah . . . .
a. Tidak dapat menerangkan alasan elektron tidak jatuh ke dalam inti
b. Atom merupakan bola beronggga yang terdiri atas proton
c. Elektron Bergerak mengitari inti dengan menyerap energi
d. Tidak dapat menggambarkan letak dan lintasan elektron
e. Jarak elektron dengan inti terlalu jauh sehingga tidak ada gaya gravitasi
Jawab : a
Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan penyebab elektron tidak jatuh ke
dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai

pemancaran energi. Oleh karenanya, energi elektron lama-kelamaan akan berkurang


dan lintasannya makin lama mendekati inti kemudian jatuh ke dalam inti.
4. Rutherford mengemukakan bahwa di dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan
positif. Hasil tersebut diperoleh setelah melakukan percobaan dengan . . . .
a. Tabung sinar katoda

d. Hamburan sinar alfa dari uranium

b. Tabung sinar anoda

e. Tabung sinar katoda yang dimodifikasi

c. Penembakan gas helium


Jawab : d
Teori atom Rutherford muncul berdasarkan eksperimen hamburan sinar alfa dari
uranium.
5. Para ahli berikut yang tidak mengemukakan teori atom modern adalah.......
a. Louis de Broglie

d. Neils Bohr

b. Erwim Schrodinger

e. Aufbau

c. W. Heisenberg
6. Kulit-kulit atom bukan merupakan kedudukan yang pasti dari suatu elektron,
melainkan hanyalah suatu kebolehjadian elektron. Pernyataan ini dikemukakan
oleh . . . .
a. Heisenberg

d. J.J Thomson

b. Niels bohr

e. Goldstein

c. Rutherford
Jawaban : a
Teori ketidakpastian heisenberg menyatakan bahwa kedudukan dan kecepatan gerak
elektron tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah
kemungkinan terbesarnya atau probabilitasnya.
7. Kelemahan model atom Rutherford adalah . . . .
a. Tidak dapat menerangkan alasan elektron tidak jatuh ke dalam inti
b. Atom merupakan bola beronggga yang terdiri atas proton
c. Elektron Bergerak mengitari inti dengan menyerap energi
d. Tidak dapat menggambarkan letak dan lintasan elektron
e. Jarak elektron dengan inti terlalu jauh sehingga tidak ada gaya gravitasi
Jawab : a
Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan penyebab elektron tidak jatuh ke
dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai
pemancaran energi. Oleh karenanya, energi elektron lama-kelamaan akan berkurang
dan lintasannya makin lama mendekati inti kemudian jatuh ke dalam inti.
8. Rutherford mengemukakan bahwa di dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan
positif. Hasil tersebut diperoleh setelah melakukan percobaan dengan . . . .
a. Tabung sinar katoda

d. Hamburan sinar alfa dari uranium

b. Tabung sinar anoda

e. Tabung sinar katoda yang dimodifikasi

c. Penembakan gas helium


Jawab : d
Teori atom Rutherford muncul berdasarkan eksperimen hamburan sinar alfa dari
uranium.
9. Model atom Dalton digambarkan sebagai bola yang berbentuk bulat masif. Kelemahan
model atom ini adalah . . . .
a. Belum menggambarkan letak dan lintasan elektron dalam suatu atom
b. Belum mengemukakan adanya partikel penyusun atom
c. Dalton tidak mampu mnerangkan penyebab elektron tidak jatuh ke inti atom
d. Hanya tepat untuk atom dengan nomor atom kecil.
e. Atomnya digambarkan sebagai bola yang berbentuk bulat masif
Jawab : a.
Kelemahan model atom Dalton adalah Belum menggambarkan letak dan lintasan
elektron dalam suatu atom.
10. Perbedaan model atom Bohr dengan model atom Rutherford terletak pada .
a. Massa atom yang terpusat pada inti atom
b. Jumlah proton dengan jumlah elektron
c. Muatan proton sama dengan muatan elektron
d. Elektron dalam mengelilingi inti berada pada tingkat-tingkat energi tertentu
e. Proton dan neutron berada dalam inti, elektron bergerak mengelilingi inti
Jawab : d

Materi Pembelajaran Pertemuan 2

SUSUNAN ATOM
Pada umumnya setiap atom akan memiliki jumlah elektron, proton maupun netron
yang berbeda-beda antara satu atom dengan atom lainnya. Hal inilah yang mendasari
pemikiran bahwa atom dapat diidentifikasi berdasarkan jumlah elektron, proton, dan netron
yang dimilikinya. Dalam identifikasi ini, ada dua hal yang harus kita pahami, yaitu Nomor
Atom dan Nomor Massa.
Penulisan lambang atom unsur menyetarakan nomor atom dan nomor massa.
Dimana :
A = nomor massa
Z = nomor atom
X = lambang unsur
Nomor Massa (A) = Jumlah proton + Jumlah Neutron
Atau
Jumlah Neutron = Nomor massa Nomor atom
Nomor Atom (Z) = Jumlah proton
a. Nomor atom (Z)
Nomor atom (Z) merupakan jumlah proton dalam inti tiap-tiap atom suatu unsur. Dalam
atom netral jumlah proton sama dengan jumlah elektron, sehingga nomor atom juga
menunjukkan banyaknya jumlah elektron yang terdapat pada sebuah atom. Misalnya
nomor atom nitrogen adalah 7. Ini berarti bahwa dalam tiap-tiap atom hidrogen netral
terdapat 7 proton dan 7 elektron. Oleh karena itu, dalam atom netral berlaku rumus sebagai
berikut.
Nomor atom (Z) = jumlah proton = jumlah elektron
Namun demikian, perlu dicatat bahwa hubungan di atas hanya berlaku untuk atom netral.
Atom netral dapat melepaskan atau menerima elektron dari atom lain. Hal ini dilakukan
agar atom dapat berada dalam kondisi stabil. Atom yang melepaskan atau menerima
elektron disebut ion. Ketika atom berubah menjadi ion, nomor atom dan jumlah protonnya
tetap, tetapi jumlah elektronnya berubah.
b. Nomor massa (A)
Nomor massa atau massa atom (A) adalah jumlah total proton dan netron yang terdapat
dalam inti suatu atom. Semua atom suatu unsur memiliki kedua partikel dasar ini (proton
dan netron), kecuali hidrogen yang hanya memiliki satu proton, tetapi tidak memiliki
netron. Secara umum, massa atom dapat ditulis sebagai berikut.

Nomor massa (A) = jumlah proton + jumlah netron = nomor atom (Z) + Jumlah
netron
Dengan demikian, jumlah netron sama dengan perbedaan massa atom dengan nomor atom
atau A - Z. Misalnya massa atom fluorin 19 dan nomor atomnya 9 maka jumlah netronnya
19 9 = 10.

c. Notasi Susunan Atom


Jumlah proton, electron, dan neutron dalam suatu atom dinyatakan dengan lambang
(notasi) sebagai berikut.
A
Z

X = lambang atom (=lambang unsur)


Z = nomor atom = jumlah proton (p) = jumlah electron (e)
A = nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron = p + n
Oleh karena A = p + n, sedangkan p = Z, maka A = Z + n atau n = A Z. Jadi, jumlah
neutron dalam suatu atom sama dengan selisih nomor atomnya.

Instrumen Penilaian Pertemuan 2


a. PilihanBerganda
1. Nomor atom unsur menunjukkan jumlah proton dalam inti. Setelah dilakukan
percobaan, diketahui bahwa atom tidak bermuatanlistrik yang berarti dalam
atom jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif, sehingga nomor
atom juga menunjukkan jumlah electron dalam unsure. Partikel-partikel berikut yang
termasuk partikel dasar atom adalah....
A. Proton, elektron, neutron
B. Nukleon, muon, positron
C. Proton, elektron, nukleon
D. Proton, elektron, neutron, nukleon,
E. Proton, neutron, nukleon
3+
2. Nomor atom Al = 13, maka jumlah elektron ion Al adalah ...

A. 18
B. 15
C. 13
D. 12
E. 10
b. Uraian
1. Atom X memilikinomor atom 26. Tentukan jumlah proton dan elektron membentuk

ion jika atom tersebut membentuk ion

3+
X ...

2. Atom Y memiliki nomor atom 8. Tentukan jumlah proton dan elektron jika atom

tersebut membentuk

Tes Penugasan
Sebuah atom memiliki lambang

63
29

Cu . Dari lambang tersebut tentukan:

a. Nomor atom Cu

c. Jumlah neutron

b. Nomor massa Cu

Materi Pembelajaran Pertemuan ketiga


Isotop
Salah satu teori Dalton menyatakan bahwa atom-atom dari unsur yang sama
memiliki massa yang sama. Pendapat Dalton ini tidak sepenuhnya benar. Kini diketahui
bahwa atom-atom dari unsur yang sama dapat memiliki massa yang berbeda. Fenomena
semacam ini disebut isotop.
Isotop adalah unsur-unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki
massa atom berbeda atau unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah proton sama, tetapi
jumlah neutron berbeda. Sebagai contoh, atom oksigen memiliki tiga isotop, yaitu:
16
8

O ,

17
8

O ,

18
8

Perhatikan contoh isotop karbon berikut ini:


12
6

C (C-12) memiliki 6 proton dan 6 neutron,

13
6

C (C-13) memiliki 6 proton dan 7 neutron, dan

14
6

C (C-14) memiliki 6 proton dan 8 neutron.


Isotop-isotop tersebut, C-12, C-13, dan C-14, ketiganya merupakan atom karbon

yang sifat-sifat kimianya identik. Perbedaan isotop-isotop ini terletak pada sifat fisiknya,
seperti massa. Isotop C-13 memiliki massa atom relative 13 sma, lebih berat daripada C-12
yang massa atom relatifnya 12 sma. Selain itu juga terdapat isotop yang bersifat radioaktif,
misalnya isotop C-14.

Unsur-unsur di alam merupakan campuran dari isotop-isotopnya. Biasanya,


terdapat satu isotop yang dominan. Misalnya, untuk karbon, C-12 adalah isotop yang
dominan kelimpahannya. Contoh isotop-isotop yang lain, yaitu:
Hidrogen :

Klorin

Uranium :

1
1

2
1

H ,

35
17

H , dan

Cl dan

235
92

dan

37
17

3
1

H ;

Cl ;

238
92

Isobar
Isobar adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom
berbeda), tetapi mempunyai nomor massa yang sama. Sebagai contoh:
14
6

C dan

24
11

14
7

Na dan

N
24
12

memiliki nomor massa 14, dan


Mg memiliki nomor massa 24

Sifat kimia setiap isobar sangat berbeda karena unsurnya memang berbeda. Satu-satunya
kesamaan isobar adalah massanya sehingga spektrometri massa tidak dapat
membedakannya.
Isoton
Isoton adalah atom-atom unsur berbeda yang memiliki nomor atom dan nomor
massa yang berbeda, namun jumlah neutron yang sama. Jumlah neutron pada sebuah atom
dapat ditemukan dengan menghubungkan definisi Nomor Atom dan Nomor Massa dari
atom, yakni dengan mengurangkan nomor massa (jumlah dari proton dan neutron) dengan
nomor atom (jumlah proton). Berikut adalah beberapa contoh isoton unsur yaitu:
13
6

C dengan

31
15

P dengan

14
7

32
16

memiliki 7 neutron, dan

S memiliki 16 neutron.

Isoton-isoton memiliki massa dan sifat yang berbeda.

Susunan Ion

1. Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron


tambahan.
2. Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
3. Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
4. Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah
proton dan neutronnya tetap.
Contoh :
Spesi

Proton

Elektron

Neutron

Atom Na

11

11

12

11

10

12

11

12

12

Ion

Na
Na

Ion

Instrumen Penilaian Pertemuan ketiga


1. Diketahui beberapa unsur sebagai berikut:

Tentukan pasangan-pasangan yang merupakan isotop, isoton dan isobar!

Materi Pembelajaran Pertemuan 4


A. Hubungan Sistem Periodik dengan Konfigurasi Elektron
Para ahli kimia pada abad ke-19 mengamati bahwa terdapat kemiripan sifat yang
berulang secara periodik (berkala) di antara unsur-unsur. Kita telah mempelajari usaha
pengelompokan unsur berdasarkan kesamaan sifat, mulai dari Johann Wolfgang
Dobereiner (1780 1849) pada tahun 1829 dengan kelompok-kelompok triad. Kemudian
pada tahun 1865, John Alexander Reina Newlands (1838 1898) mengemukakan
pengulangan unsur-unsur secara oktaf, serta Julius Lothar Meyer (1830 1895) dan
Dmitri Ivanovich Mendeleev (1834 1907) pada tahun 1869 secara terpisah berhasil
menyusun unsur-unsur dalam sistem periodik, yang kemudian disempurnakan dan
diresmikan oleh IUPAC pada tahun 1933. Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama
ditempatkan pada periode (baris) yang sama.
Nomor periode = jumlah kulit

Unsur-unsur yang hanya mempunyai satu kulit terletak pada periode pertama (baris
paling atas). Unsur-unsur yang mempunyai dua kulit terletak pada periode kedua (baris
kedua), dan seterusnya.
Contoh:
5B : 1s2, 2s2, 2p1 periode 2
15P : 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p3 periode 3
25Mn : [Ar], 3d5, 4s2 periode 4
35Br : [Ar], 3d10, 4s2, 4p5 periode 4
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan nomor periode
suatu unsur dapat diambil dari nomor kulit paling besar. Dengan berkembangnya
pengetahuan tentang struktur atom, telah dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat unsur
ditentukan oleh konfigurasi elektronnya, terutama oleh elektron valensi. Unsur-unsur yang
memiliki struktur elektron terluar (elektron valensi) yang sama ditempatkan pada
golongan (kolom) yang sama. Dengan demikian, unsur-unsur yang segolongan memiliki
sifat-sifat kimia yang sama.
Penentuan nomor golongan tidaklah sesederhana seperti penentuan nomor periode.
Distribusi elektron-elektron terluar pada subkulit s, p, d, dan f sangatlah menentukan sifatsifat kimia suatu unsur. Oleh karena itu, unsur-unsur perlu dibagi menjadi tiga kelompok
sebagai berikut.
1. Unsur-unsur Utama (Representatif)
Unsur-unsur utama adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada
subkulit s atau subkulit p.
Aturan penomoran golongan unsur utama adalah:
a. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron di kulit terluar.
b. Nomor golongan dibubuhi huruf A (sistem Amerika).

2. Unsur-unsur Transisi (Peralihan)


Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada
subkulit d. Berdasarkan prinsip Aufbau, unsur-unsur transisi baru dijumpai mulai periode
4. Pada setiap periode kita menemukan 10 buah unsur transisi, sesuai dengan jumlah
elektron yang dapat ditampung pada subkulit d. Diberi nama transisi karena terletak pada
daerah peralihan antara bagian kiri dan kanan sistem periodik.
Aturan penomoran golongan unsur transisi adalah:
a. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron pada subkulit s ditambah d.
b. Nomor golongan dibubuhi huruf B.
1. Jika s + d = 9, golongan VIIIB.
2. Jika s + d = 10, golongan VIIIB.
3. Jika s + d = 11, golongan IB.
4. Jika s + d = 12, golongan IIB.
1 . Dasar Penyusunan Sistem Periodik Unsur Modern
Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan
kemiripan sifat. Lajur horizontal, yang selanjutnya disebut periode, disusun menurut
kenaikan nomor atom, sedangkan lajur vertikal, yang selanjutnya disebut golongan,
disusun menurut kemiripan sifat.
Unsur segolongan bukannya mempunyai sifat yang sama, melainkan mempunyai
kemiripan sifat. Setiap unsur memiliki sifat khas yang membedakannya dari unsur lainnya.
Unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu unsur-unsur
yang menempati
golongan A yang disebut unsur golongan utama, dan unsur-unsur yang
menempati golongan B yang disebut unsur transisi (James E. Brady, 1990).
2. Susunan Sistem Periodik Unsur Modern
Sistem periodik unsur modern yang disebut juga sistem periodik bentuk panjang,
terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Periode 1, 2, dan 3 disebut periode pendek karena

berisi sedikit unsur, sedangkan periode lainnya disebut periode panjang. Golongan terbagi
atas golongan A dan golongan B. Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama,
sedangkan golongan B disebut golongan transisi. Golongan-golongan B terletak antara
golongan IIA dan IIIA. Golongan B mulai terdapat pada periode 4.
Dalam sistem periodik unsur yang terbaru, golongan ditandai dengan golongan 1
sampai dengan golongan 18 secara berurutan dari kiri ke kanan. Dengan cara ini, maka
unsur transisi terletak pada golongan 3 sampai dengan golongan 12. Cara seperti itu dapat
dilihat pada sistem periodik unsur pada
Hidrogen ditempatkan dalam golongan IA, terutama karena mempunyai 1 elektron
valensi. Akan tetapi, terdapat perbedaan sifat yang cukup nyata antara hidrogen dengan
unsur golongan IA lainnya. Hidrogen tergolong nonlogam, sedangkan yang lainnya
merupakan logam aktif. Dengan alasan tersebut, hidrogen kadang-kadang ditempatkan
terpisah di bagian atas sistem periodik unsur.
a. Periode
Sistem periodik unsur modern mempunyai 7 periode. Unsur-unsur yang
mempunyai jumlah kulit yang sama pada konfigurasi elektronnya, terletak pada periode
yang sama.
Nomor periode = jumlah kulit
b. Golongan
Sistem periodik unsur modern mempunyai 8 golongan utama (A). Unsur-unsur
pada sistem periodik modern yang mempunyai elektron valensi (elektron kulit terluar)
sama pada konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur tersebut terletak pada golongan yang
sama (golongan utama/A).

Instrumen Penilaian Pertemuan 4


Pilihan berganda
1. Pasangan unsur - unsur berikut ini yang memiliki elektron valensi sama
yaitu..
A. 3Li dan 13Al

D. 5B dan 21Sc

B. 11Na dan 19K

E. 7N dan 17Cl

C. 12Mg dan 30Zn


Jawaban : B
2. Unsur klor dengan lambang 3517Cl mengandung..
A. 17 n, 18 p

D. 18 n, 35 p

B. 17 n, 35 p

E. 35 n, 17 p

C. 18 n, 17 p
Jawaban : C
3. Jika diketahui nuklida 2311Na, maka jumlah elektron, proton dan neutron
adalah...
A. 23 proton, 12 elektron, 11 neutron

D. 11 proton, 12 elektron, 11

neutron
B. 11 proton, 12 elektron, 23 neutron

E. 12 proton, 11 elektron, 11

neutron
C. 11 proton, 11 elektron, 12 neutron
Jawaban : C
4. Konfigurasi elektron yang benar untuk 24Cr adalah...
A. 1s2 2s2 3p2 3s2 3p6 4s2 3d4

D. 1s2 2s2 3p2 3s2 3p6 4s1 3d5

B. 1s2 2s2 3p2 3s6 3p6 3d4 4s2

E. 1s2 2s2 3p2 3s2 3p6 3d2 4f6

C. 1s2 2s2 3p2 3s2 3p6 4s2 4p4


Jawaban : A
5. Konfigurasi elektron dari unsur dengan nomor atom 24 adalah...
A. (Ar) 3d4 4s2

D. (Ar) 3d3 4s1 4p2

B. (Ar) 3d5 4s1

E. (Ar) 3d4 4p2

C. (Ar) 3d3 4s2 4p1


Jawaban : B
6. Dua buah unsur memiliki notasi 2713X dan 35,517Y
Diagram orbital yang paling tepat untuk elektron terakhir dari unsur X
adalah....
(Nomor atom Ar = 18, Kr = 36, Ne = 10)

Jawaban : D
7. Tiga buah unsur dengan notasi sebagai berikut :
23
11

P, 2412Q, 35,517R

Konfigurasi elektron unsur P adalah .... (Nomor atom Ne = 10, Ar = 18)


A. [Ne] 3s1

D. [Ar] 4s1

B. [Ne] 4s1

E. [Ar] 4s2 3d3

C. [Ar] 3s1
Jawaban : A
8. Diagram orbital 2 buah unsur sebagai berikut:

Nomor atom unsur X adalah....


A. 6

B. 16

C. 17

D. 24

E. 25

Jawaban : D
9. Konfigurasi elektron X2 dari suatu ion unsur 3216X adalah....
A. 1s22s22p63s23p2

D. 1s22s22p63s23p63d2

B. 1s22s22p63s23p4

E. 1s22s22p63s23p23d2

C. 1s22s22p63s23p6
Jawaban : C
10. Perhatikan tabel sistem periodik berikut!

Konfigurasi elektron unsur Q yang paling sesuai adalah....


A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2


E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 4s2 3d2

Jawaban : B

Materi Pembelajaran Pertemuan kelima


Pengertian Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum adalah suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem
dinamis. Bilangan kuantum menggambarkan sifat orbital dan elektron dalam orbital.
Bilangan kuantum menentukan tingkat energi utama atau jarak dari inti, bentuk orbital,
orientasi orbital, dan spin elektron. Setiap sistem kuantum dapat memiliki satu atau lebih
bilangan kuantum.
Macam-Macam Bilangan Kuantum
Untuk menjelaskan elektron secara lengkap dibutuhkan empat macam bilangan kuantum,
yaitu:
1. Bilangan kuantum utama (n) yang menyatakan tingkat energi.
2. Bilangan kuantum azimut () yang menyatakan bentuk orbital.
3. Bilangan kuantum magnetik (m) yang menyakatakan orientasi orbital dalam ruang
tiga dimensi.
4. Bilangan kuantum spin (s) yang menyatakan spin elektron pada sebuah atom.
Penjelasan Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum utama
Bilangan kuantum utama (primer) digunakan untuk menyatakan tingkat energi utama yang
dimiliki oleh elektron dalam sebuah atom. Bilangan kuantum utama tidak pernah bernilai
nol. Semakin tinggi nilai n semakin tinggi pula energi elektron.
Untuk sebuah atom, nilai bilangan kuantum utama berkisar dari 1 ke tingkat energi yang
mengandung elektron terluar. Bilangan kuantum utama mempunyai nilai sebagai bilangan
bulat positif 1, 2, 3, dst. Nilai-nilai tersebut melambangkan K, L, M, dst.
Kulit

Nilai n

Bilangan kuantum azimut

Bilangan kuantum azimut sering disebut dengan bilangan kuantum angular (sudut). Energi
sebuah elektron berhubungan dengan gerakan orbital yang digambarkan dengan
momentum sudut. Momentum sudut tersebut dikarakterisasi menggunakan bilangan
kuantum azimut. Bilangan kuantum azimut menyatakan bentuk suatu orbital dengan
simbol

Bilangan kuantum azimut juga berhubungan dengan jumlah subkulit. Nilai ini
menggambarkan subkulit yang dimana elektron berada. Untuk subkulit s, p, d, f, bilangan
kuantum azimut berturut-turut adalah 0, 1, 2, 3.
Bilangan kuantum magnetik
Bilangan kuantum magnetik menyatakan tingkah laku elektron dalam medan magnet.
Tidak adanya medan magnet luar membuat elektron atau orbital mempunyai nilai n dan
yang sama tetapi berbeda m. Namun dengan adanya medan magnet, nilai tersebut dapat
sedikit berubah. Hal tersebut dikarenakan timbulnya interaksi antara medan magnet sendiri
dengan medan magnet luar.
Bilangan kuantum magnetik ada karena momentum sudut elektron, gerakannya
berhubungan dengan aliran arus listrik. Karena interaksi ini, elektron menyesuaikan diri di
wilayah tertentu di sekitar inti. Daerah khusus ini dikenal sebagai orbital. Orientasi
elektron di sekitar inti dapat ditentukan dengan menggunakan bilangan kuantum magnetik
m.
Kulit

Subkulit Nama

(n)

(l)

Orbital (nl)

n=1

l=0

1s

l=0

n=2

n=3

Jumlah

Maksimum

Orbital

Terisi

ml = 0

2 e-

2s

ml = 1, 0-1

2 e-

l=1

2p

ml = 1, 0-1 (or px, py, pz) 3

6 e-

l=0

3s

ml = 0

2e-

l=1

3p

ml = 1, 0-1

6 e-

l=2

3d

10 e-

Orientasi (m1)

ml = 2, 1, 0, -1, -2 (or
dxy, dyz, dxz)

Bilangan kuantum spin


Bilangan kuantum spin menyatakan momentum sudut suatu partikel. Spin mempunyai
simbol s atau sering ditulis dengan ms (bilangan kuantum spin magnetik). Suatu elektron
dapat mempunyai bilangan kuantum spin s = + atau .
Nilai positif atau negatif dari spin menyatakan spin atau rotasi partikel pada sumbu.

Sebagai contoh, untuk nilai s = + berarti berlawanan arah jarum jam (ke atas), sedangkan
s = - berarti searah jarum jam (ke bawah). Diambil nilai setengah karena hanya ada dua
peluang orientasi, yaitu atas dan bawah. Dengan demikian, peluang untuk mengarah ke
atas adalah 50% dan peluang untuk mengarah ke bawah adalah 50%

Instrumen Penilaian Pertemuan kelima


SOAL URAIAN
Jawablah pertanyaan dengan singkat, jelas dan benar.
1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam bilangan kuantum !
2. Butir soal

: Berikan penjelasan singkat makna dari :

Asas Aufbau

Kaidah Hund

Asas Larangan Pauli

Ikatan Kovalen
3. Dari unsur-unsur berikut 9A;

B;

11

C;

24

D;. Tuliskan konfigurasi elektron,

30

golongan serta periodenya dan bilangan kuantum elektron terakhir..


4. Tentukanlah jumlah domain elektron, tipe molekul dan geometri molekul dari
CO2 dan CH4 ! ( Diketahui nomor atom masing-masing unsur : O = 8 ; C = 6 ; H
=1)
5. Bentuk molekul BCl3 adalah . . .(jelaskan dengan cara hibridisasi, nomor atom;
B=5, Cl=17)!
JAWABAN SOAL URAIAN
1. Macam-macam bilangan kuantum adalah :
1

Bilangan kuantum utama,Bilangan kuantum utama (n) menunjukkan posisi


elektron pada tingkat energi utama/kulit

Bilangan kuantum azimut,Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan posisi


elektron dalam sub kulit

Bilangan kuantum magnetikBilangan kuantum magnetik (m) menunjukkan


orientasi electron pada orbital

Bilangan kuantum spinBilangan kuantum spin (s) menunjukkan arah orbital


elektron dalam orbital
2. Penjelasan singkat makna dari :
- Asas Aufbau : Pengisian orbital dimulai dari tingkat energI yang lebih rendah

kemudian ke tingkat energI yang lebih tinggi.


- Asas Larangan Pauli : Dalam sebuah atom, tidak boleh ada dua elektron yang
mempunyai keempat bilangan kuantum (n, l, m dan s) yang sama.

- Aturan Hund : Pengisian orbital-orbital dengan tingkat energI yang sama, yaitu
orbital-orbital dalam satu subkulit, mula-mula elektron akan menempati orbital
secara sendiri-sendiri dengan spin yang paralel, baru kemudian berpasangan.
- Ikatan Kovalen : Pemakaian pasangan elektron bersama-sama dari 2 belah pihak
3. Konfigurasi elektron, golongan serta periode dan bilangan kuantum elektron
terakhir

A = 1s2 2s2 2p5

(elektron valensi 2s2 2p5 = 7, maka golongan VII A, periode2)


n = 2, l = 1, m = 0, s = +

1
2

B = 1s2 2s2 2p6 3s1

11

(elektron valensi 3s1 = 1, maka golongan IA, periode 3 )


n = 3, l = 0, m = 0, s = +

1
2

C = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1

24

(elektron valensi 3d5 4s1= 7, maka golongan VI B, periode 4 )


n = 3, l = 2, m = +2, s = +

1
2

D = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2

30

(elektron valensi 3d104s2= 1, maka golongan II B, periode 4 )


n = 3, l = 2, m = +2, s = -

1
2

4. Jumlah domain elektron, tipe molekul dan geometri molekul dari co2 dan ch4
CH4
C sebagai atom pusat, elektron valensi = 4

H, elektron valensi = 1

Jumlah elektron valensi atom pusat ( Carbon ) = 4


Jumlah domain elektron ikatan (X) = 4

Jumlah domain elektron bebas (E) =

44
2

=0

Jadi Tipe Molekul = AX4 karena tidak mempunyai elektron bebas, maka bentuk
geometri molekulnya adalah Tetrahedron
CO2
C sebagai atom pusat, elektron valensi = 4

O, elektron valensi = 6

Jumlah elektron valensi atom pusat ( C ) = 4


Jumlah domain elektron ikatan (X) = 2
Jumlah domain elektron bebas (E) =

42
2

=1

Jadi Tipe Molekul = AX2E bentuk geometri molekulnya adalah Bentuk V.


5. Bentuk molekul BCl3......
Hibridisasinya adalah sp2 , bentuk molekulnya adalah segitiga datar

Materi Pembelajaran Pertemuan 6


Beberapa Sifat Periodik Unsur
Salah satu keunikan dari tabel periodik adalah unsur-unsur kimia disusun berdasarkan
kemiripan sifat-sifatnya. Sifat-sifat suatu unsur dalam satu golongan maupun periode
menunjukkan pengulangan yang teratur (periodik). Bagaimanakah sifat keperiodikan unsur
dalam satu golongan maupun satu periode dalam hal jari-jari atom, afinitas elektron, dan
keelektronegatifan?
Beberapa sifat periodik yang akan dibicarakan di sini adalah jari-jari atom, energi ionisasi,
keelektronegatifan, afinitas elektron, sifat logam, dan titik leleh serta titik didih (Martin S.
Silberberg, 2000).
a. Jari-jari atom
Jari-jari atom adalah jarak antara inti atom dan elektron terluar. Bagi unsur-unsur yang
segolongan, jari-jari atom makin ke bawah makin besar sebab jumlah kulit yang dimiliki
atom makin banyak, sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom.
Kecenderungan jari-jari atom:
a. Dalam satu golongan jari-jari atom dari atas ke bawah makin besar. Karena jumlah
kulit dari atas ke bawah makin banyak meskipun muatan inti bertambah positif,
maka gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah.

b. Dalam satu periode jari-jari atom dari kiri ke kanan makin kecil. Meskipun jumlah
elektron dari kiri ke kanan bertambah tetapi masih menempati kulit yang sama.
Bertambahnya muatan positif dalam inti menyebabkan gaya tarik inti terhadap
elektron makin kuat. Akibatnya jari-jari atom makin kecil.
b. Energi Ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu
atom. Energi ionisasi ini dinyatakan dalam satuan kJ mol1.
Kecenderungan energi ionisasi:
a. Dalam satu golongan energi ionisasi dari atas ke bawah makin kecil, karena jari-jari
atom bertambah besar. Meskipun jumlah muatan positif dalam inti bertambah tetapi
gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah karena jari-jari makin panjang.
Akibatnya energi ionisasi makin berkurang.
b. Dalam satu periode energi ionisasi unsur dari kiri ke kanan makin besar.
Bertambahnya jumlah muatan positif dalam inti dan jumlah kulit tetap
menyebabkan gaya tarik inti makin kuat. Akibatnya energi ionisasi makin
bertambah.
Ada beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan. Golongan IIA, VA, dan VIIIA
ternyata mempunyai energi ionisasi yang sangat besar, bahkan lebih besar daripada energi
ionisasi unsur di sebelah kanannya, yaitu IIIA dan VIA. Hal ini terjadi karena unsur-unsur
golongan IIA, VA, dan VIIIA mempunyai konfigurasi elektron yang relatif stabil, sehingga
elektron sukar dilepaskan.
c. Afinitas elektron
Afinitas elektron adalah energi yang terlibat (dilepas matau diserap) ketika satu elektron
diterima oleh atom suatu unsur dalam keadaan gas. Unsur yang memiliki afinitas elektron
bertanda negatif, berarti mempunyai kecenderungan lebih besar dalam menyerap elektron
daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negatif nilai afinitas
elektron, maka makin besar kecenderungan unsur tersebut dalam menyerap elektron
(kecenderungan membentuk ion negatif). Dari sifat ini dapat disimpulkan bahwa:
a. Dalam satu golongan, afinitas elektron cenderung berkurang dari atas ke bawah.
b. Dalam satu periode, afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan.
c. Kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai
afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan
halogen.
d. Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kemampuan atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap


atau menarik elektron dari atom lain. Misalnya, fluorin memiliki kecenderungan menarik
elektron lebih kuat daripada hidrogen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan
fluorin lebih besar daripada hidrogen. Konsep keelektronegatifan ini pertama kali diajukan
oleh Linus Pauling (1901 1994) pada tahun 1932.
Unsur-unsur yang segolongan, keelektronegatifan makin ke bawah makin kecil sebab gaya
tarik inti makin lemah. Sedangkan unsur-unsur yang seperiode, keelektronegatifan makin
ke kanan makin besar. Akan tetapi perlu diingat bahwa golongan VIIIA tidak mempunyai
keelektronegatifan. Hal ini karena sudah memiliki 8 elektron di kulit terluar. Jadi
keelektronegatifan terbesar berada pada golongan VIIA.
Tabel. Keelektronegatifan unsur-unsur menurut skala Pauling.

e. Sifat Logam dan Nonlogam


Unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi menjadi unsur logam, semilogam (metalloid),
dan nonlogam. Kelogaman unsur terkait dengan energi ionisasi dan afinitas elektron. Unsur
logam mempunyai energi ionisasi kecil sehingga mudah melepas elektron membentuk ion
positif.
Unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron besar sehingga mudah menarik elektron
membentuk ion negatif.
Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logamnonlogam dalam periodik unsur adalah:
a. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat
nonlogam bertambah.
b. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat
nonlogam berkurang.
Jadi, unsur-unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah sistem periodik unsur, sedangkan
unsur-unsur nonlogam terletak pada bagian kanan-atas. Batas logam dan nonlogam pada
sistem periodik sering digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal, sehingga
unsur-unsur di sekitar daerah perbatasan antara logam dan nonlogam itu mempunyai sifat

logam sekaligus sifat nonlogam. Unsur-unsur itu disebut unsur metaloid. Contohnya adalah
boron dan silikon.

f. Kereaktifan
Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik
elektron. Jadi, unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali),
sedangkan nonlogam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen). Dari kiri ke
kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga
golongan VIIA. Golongan VIIIA tidak reaktif.

g. Titik Leleh dan Titik Didih


Berdasarkan titik leleh dan titik didih dapat disimpulkan sebagai berikut.
a. Dalam satu periode, titik cair dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai
golongan IVA, kemudian turun drastis. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki
oleh unsur golongan VIIIA.
b. Dalam satu golongan, ternyata ada dua jenis kecenderungan: unsurunsur golongan
IA IVA, titik cair dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah; unsur-unsur
golongan VA VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi.

Instrumen Penilaian Pertemuan keenam


1

Pernyataan yang benar mengenai hukum oktaf Newlands adalah ....


a. Mengelompokkan unsur berdasarkan kemiripan sifat sifatnya
b. Mengelompokkan unsur berdasarkan kenaikan masa atom relatifnya dengan
menggunakan kartu.
c. Mengelompokkan unsur berdasarkan kenaikan masa atom relatif
d. Mengelompokkan unsur berdasarkan sifat kimianya

Sifat dasar atom bukan didasari oleh masa atom relatif, melainkan berdasarkan
kenaikan jumlah proton. Hal ini dikemukakan oleh...
a. Henry Moseley
b. Dmitri Mendeleev
c. J.W. Dobereiner
d. J. Newlands

3 Unsur X memiliki nomor atom 46 dengan konfigurasi 9eriod e 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2
4p6 4d8 5s2 terletak pada
a.
b.
c.
d.
4

Periode ke-5, golongan VIIIB


Periode ke-5, golongan IIB
Periode ke-5, golongan IIA
Periode ke-4, golongan IIA
Unsur tembaga Cu dengan nomor atom 29, terletak pada golongan dan periode
a. IA/5
b. IIA/4
c. IB/4
d. VB/7

Harga keelektronegatifan dalam satu golongan dari bawah ke atas menunjukkan.....


a.
semakin kecil
b.
semakin besar
c.
sukar melepas
d.
mudah melepas

Jawaban :
1. C
2. A
3. C
4. A
5. B
Pedoman Penskoran : Jawaban benar x 20 = 100 (max)

JURNAL PENILAIAN SIKAP


Sekolah

: SMA NEGERI 4 MEDAN

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas /Semester/Tahun

Nama Siswa

No.

Tanggal

Kejadian /Perilaku

Tindak Lanjut

Catatan Akhir Perilaku :


Nilai Sikap : Sangat Baik/Baik/Cukup/Kurang

Medan , Juli 2016


Guru Mata Pelajaran Kimia

Hankelman
Sarumaha,S.Pd,M.Si
NIP 19660411 198901 1 00 2

Anda mungkin juga menyukai