Anda di halaman 1dari 8

STRATEGI REBALANCING AMERIKA SERIKAT DALAM UPAYA

MENCAPAI KEPENTINGAN NASIONAL AMERIKA SERIKAT DI KAWASAN


ASIA PASIFIK

Oleh: Kelompok 11
A. Latar Belakang
Asia

pasifik

merupakan

kawasan

yang

diprediksi

dimasa

mendatang akan menjadi kawasan yang paling berpengaruh di dunia.


Hal tersebut berdasarkan pada dinamika geopolitik dan ekonomi global
yang mulai terarah pada kawasan tersebut. Terlihat dari munculnya
new emerging countries seperti Jepang, Korea Selatan, India dan
China. Perubahan konstelasi politik dan keamanan di kawasan tersebut
berpengaruh pada peningkatan konflik di Laut China Selatan. Konflik
wilayah perairan ini terjadi selaras dengan persaingan peningkatan
kekuatan maritim antar negara di Asia Pasifik, khususnya China,
Jepang, dan India. Situasi tersebut menguatkan kebijakan pemerintah
AS untuk mengerahkan kekuatan militernya ke kawasan Asia Pasifik
dalam kebijakan militernya yang dimulai pada tahun 2011.
Dengan perubahan strategi tersebut, juga dilandasi dengan
berlangsungnya demokrasi di kawasan Timur Tengah. AS mulai
menutup basis militer dan menarik mundur pasukannya secara
bertahap dari kawasan tersebut. Pengurangan kekuatan milter Amerika
Serikat semakin menguatkan indikasi perubahan strategi dalam
kebijakan militer AS untuk mengalihkan fokus kebijakan militernya ke
Asia Pasifik. Hal tersebut kemudian dioertegas oleh Obama dalam

1 Anggota Kelompok 1 terdiri dari: Firman Nur Rohman, Syahrul Ramdhani, Della
Annissa Permatasari, Adam Wanhar, Tya Widyaningsih, dan Vefin Prisilia.

pidatonya di Australia pada November 2011, bahwa Asia Pasifik akan


menjadi prioritas dalam kebijakan militer AS.

B. Strategi Rebalancing Toward Asia Pasifik.


Pada tahun 2011, dalam pidato pada kunjungan di Australia,
Presiden Barack Obama mengumumkan grand strategi baru terhadap
Asia Pasifik yang dikenal dengan strategi pvot atau rebalance toward
Asia Pasifik. Perubahan arah startegi ini didasarkan pada pengakuan
bahwa bagain terbesar dari sejarah politik dan ekonom abad ke-21
akan ditulis dikawasan Asia Paifik.
Here we see the future. as the worlds fastest-growing region
and home to more than half the global economythe Asia
Pacific critical to achieving my highest priority, and thats
creating jobs and opportunity for the American people. Either
most of the worlds nuclear power and some half of humanity,
Asia will largely define whether the century ahead will be mark
by conflict or cooperation, needless of suffering or human
progress... As president, I have, therefore, made a deliberate and
strategic decisionas a Pacific nation, the United States will play
a larger and long term role in shaping this region and its future,
by upholding care principles in close partnership with our allies
and friends.2
Oleh sebab itu Obama membuat kebijakan strategis dimana AS
berkomitmen akan memainkan peranan penting, yang lebih besar
dikawasan

Asia

Pasifik.

Pidato

Obama

tersebut

2 Obama, Remarks by President Obama to the Australian Parliaments.

mencakup

tiga

komponen strategi, yaitu, efforts to advance security, prosperity, and


human dignity.3
Sebelum pidato resmi Obama diatas, Mentri Luar Negerei AS,
Hillary Clinton telah lebih dulu menguraikan pendekatan strategis
dalam artikel Kebijakan Luar Negeri-nya yang berjudul Americas
Pasific Century. Didalam artikel tersebut Hillary menyatakan:
In the next 1 years, we need to be smart and systematic where
we invest time and energy, so that we put ourselves. In the best
position to sustain our leadership, secure our interest, and
advance our values. One of the most important task of
American statecraft over the next decade will therefore to be
lock

in

substantially

increased

investmentdiplomatic,

economic, strategic, and otherwisein the Asia Pacific region.4


Didalam artikel tersebut Hillary menjelaskan mengenai strategi
rebalancing tersebut yang menuntut adanya komitmen berkelanjutan
yang Hillary sebut dengan forward deployed. Maksudnya adalah
terus mengirimkan berbagai asset diplomatic AS, termasuk pejabat
tinggi, ahli pengembangan, tim interagensi, serta asset tetap kepada
setiap negara dan sudut Asia Pasifik. Straetgi ini harus menjaga
akuntansi untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan
dramatis diseluruh asia.5 Sehingga berdasarkan pemikiran tersebut,
terdapat 6 akses kunci yang akan diproses dalam strataegi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Memperkuat aliansi kemanan bilateral;


2. Memperdalam kerjasama dengan emerging powers, termasuk China;
3. Terikat dengan lembaga multilateral regional;
Memperluas perdagangan dan investasi;
Membangun kehadiran militer berbasis luas;
Memajukan demokrasi dan HAM.6
3 Ibid.
4 Hillary Clinton, Americas Pacific Century.
5 Ibid

Pada tahun 2012, Obama terpilih kembali menjadi presiden AS.


Perubahan

cabinet

kedua

menghasilkan

reartikulasi

strategi

AS

terhadap Asia Pasifik dan mulai menyempurnakan ekspresi strategis


dan menyesuaikan taktik implementasi strategi. Pada April 2013,
Gedung Putih kemudian merilis lembar fakta yang menyajikan kembali
Presidents Rebalance Objectives. melalui lembar fakta yang dirilis
oleh Departemen Luar Negeri AS pada Desember 2013, dimuat 7
tujuan AS dalam strategi rebelance, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Memodernisasi dan memperkuat aliansi;


Mengembangkan dan memperkuat ikatan dengan emerging partners;
Mendukung lembaga-lembaga regional yang efektif;
Meningkatkan lembaga-lemabaga regional;
Memastikan kehadiran militer di wilayah itu;
Mempromosikan pembangunan demokrasi, pemerintahyang baik, dan HAM;
Meningkatkan people to people.7

C. Kepentingan Nasional Amerika Serikat di Asia Pasifik


Dalam memetakan kepentingan nasional AS di Asia Pasifik, dapat
merujuk

pada

kepentingan

pemikiran

nasional

suatu

Neutcherlin
negara.

dalam

Selain

mendefinisikan

konsep

kepentingan

nasional, untuk menjelaskan kepentingan nasional AS di kawasan Asia


Pasifik, penulis menggunakan konsep hegemoni dan balance of power.
Konsep hegemoni dan balance of power digunakan untuk menjelaskan
latar belakang pemerintah AS memprioritaskan Asia Pasifik dalam
prioritas kebijakan militernya dan hubungan adengan negara-negara di
kawasan tersebut.
Menganalisis kebijakan AS untuk memprioritaskan kawasan Asia
Pasifik dalamkebijakan militernya, disebabkan AS ingin melindungi
kepentingan nasionalnya terkait akses jalur perairan strategis Asia
6 Ibid
7 U.S. Department State, Fact Sheet: The East Asia Pacific Rebalance Expanding US
Engagement.

Pasifik. Kepentingan AS tersebut bertentangan dengan China yang


menginginkan power projection di wilayah yang sama (conflicting
interest).

Kondisi

pertentanagan

kepentingan

dan

peningkatan

kekauatan militer China yang signifikan mengakibatkan pemerintah AS


perlu mengerahkan kekuatan militernya untuk melindungi kepentingan
nasionalnya dari kecenderungan potensi ancaman.
1. Penguasaan jalur SLOCs di Asia Pasifik
SLOCs atau Sea Lines of Communications Asia Pasifik memiliki
nilai strategis bagi perkembangan ekonomi dan militer AS. Di
kawasan ini terdapat SLOCs yang memegang peranan vital sebagai
jalur arterial dalam perdagangan internasional seperti Laut China
Selatan, serta cekpoint di kawasan Asia Tenggara, seperti selatselat.
Nilai strategis inilah yang kemudian menjadi alasan bagi AS
memberlakukan strategi rebalancing adalah memeiliki kepentingan
nasional

di

persaingan

jalur
antara

perairan,

dimana

negara-negara

dijalur
di

tersebut

kawasan

terdapat

Asia

Pasifik,

khususnya dengan China. AS dan China yang sebagaimana telah


dijelaskan sebelumnya memiliki conflict interest, mengakibatkan
kepentingan AS di jalur perairan ini semakin vital dalam upaya
pencapaianya. Hal ini ditunjukan dengan straetgi pengerahan
kekuatan

militer

dalam

melindungi

kepentingannya

melalui

pembentukan kerjasama kemanana dan penguatan hubungan


aliansi

militer

dengan

negara-negara

Asia

Pasifik.

Perluasan

pengaruh China mengkhawatirkan pemerintah AS karena selain


dapat membahaykan pencapaiannya juga ditakutkan China akan
akan menjadi potensial hegomoni dan menyaingi pengaruh besar
AS di kawasan. Melalui pengerahan kekuatan militer ini diharapkan
AS

dapat

membendung

perluasan

pengaruh

China

yang

dikhawatirkan akan berdampak terhadap stabilitas kawasan secara


keseluruhan dan kepentingan AS pada khususnya. Selain itu, untuk

aspek

militer,

jalur

SLOCs

ini

juga

digunakan

AS

untuk

menempatkan personil tentaranya ke Teluk Persia dan Samudera


Hindia
Bagi ekonomi dan perdagangan AS, SLOCs Asia Pasifik juga
memiliki peranan signifikan dikarenakan hubungan dagang berskala
besar yang dimiliki AS dengan negara-negara Asia Pasifik. Kawasan
tersebut

telah

menjadi

pasar

impor

terbesar

pertama

dan

merangkap penyedia terbesar bagi sumber energy terbesar bagi


AS, dimana kawasan ini berada dalam peringkat pertama dalam
peringkat pertama dengan kuota impor terbesar bagi AS. Selain itu
sebagai pasar ekspor terbesar kedua setelah Amerika Utara
mencapai 23.5% di tahun 2010. 8 Oleh karena itu stabilitas ekonomi
AS bergantung pada keamanan SLOCs sebagai jalur penghubung
vital dalam perdaganagn, pemeuhan kebutuhan energy, dan barang
hasil produksi.
2. Menjadi penyeimbang kekuatan di Asia Pasifik
Berdasarkan peta perimbangan kekuatan militer kawasan Asia
Pasifik dari Defence of Japan tahun 2009, China merupakan negara
dengan kekuatan militer terbesar di kawasan melebihi Jepang, Kore
Utara dan Korea Selatan serta kekuatan AS di Asia Pasifik.
Penguasaan kekauatan militer secara signifikan oleh suatu negara
dapat menjadi suatu potensi ancaman ketika negara-negara lain di
kawasan tidak cukup kuat untuk mengimbangi kekuatan negara
tersebut.9
China yang muncul sebagai a new emerging power di Asia Pasifik
sampai

saat

ini

terus

mengembangkan

kapabilitas

militer,

8 Pivot to the Pacific? The Obama Administratings Rebalancing Toward Asia dilihat melalui
situs: http://www.fas.org/sgp/crs/natsec/R42448.pdf diakses pada tanggal 30 September
2016.

9 Defense of Japan. 2009. Dilihat dari situs:


http://www.mod.go.jp/e/publ/w_paper/pdf/2009/04/part1_Overview.pdf. Pada tanggal 1
Oktober 2016.

meningkatkan

investasi dalam program-program militer, dan

memperluas ruang lingkup power projection-nya . kemampuan


China

tersebut

menjadikan

China

semakin

agresif

dengan

melakukan klaim kedaulatan wilayah, seperti klaim sepihak China


atas pulau Senkaku di Jepang. Agresifitas tersebut juga bertambah
dengan China menempatkan tiga kapalnya di Shoal sejak 2012,
yang

dianggap

melanggar

batas

wilayah

Fillipina. 10

Dengan

demikian, peningkatan kekuatan maritime China yang sangat


signifikan menjadikan China sebagai potensi ancaman terhadap
stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik. Kecenderungan China
untuk menjadi hegemoni di kawasan ini dapat membahayakan dan
mengganggu

kondisi

balance

of

power

yang

esensial

bagi

kebebasan akses SLOCs tersebut. Sebagai hegemoni di Asia Pasifik


bukan tidak mungkin bagi China untuk mendominasi akses jalur
perairan SLOCs. Kondisi tersebut tentu akan melemahkan posisi
negara lain. Hal inilah yang mendasari AS mengeluarkan kebijakan
untuk memprioritaskan kawasan Asia Pasifik dalam kebijakan
militernya.

AS

memeiliki

kepentingan

vital

untuk

menjadi

penyeimbang dan membatasi perluasan pengaruh China di kawasan


Asia Pasifik.
D. Kesimpulan
Bergantinya pemimpin di suatu negara menyebabkan terjadinya
perubahan orientasi kebijakan negara itu sendiri. Seperti yang terjadi
pada Amerika Serikat yang sejak dipimpin oleh Barack Obama mulai
tahun 2009, Amerika Serikat memusatkan perhatiannya pada kawasan
Asia Pasifik dengan dibentuknya strategi rebalancing yang ditandai
dengan pidato Barack Obama di Australia pada November 2011.

10 Ibid.

Kawasan Asia Pasifik sendiri merupakan kawasan yang kompleks di


mana hubungan internasional di kawasan ini sangatlah dinamis. Selain
itu, di kawasan Asia Pasifik sendiri muncul new emerging countries
seperti Jepang, Korea Selatan, India dan Tiongkok.
Kebijakan Amerika Serikat dalam melakukan rebalancing pun tidak
terlepas dari kepentingan-kepentingannya di kawasan Asia Pasifik,
seperti

mengimbangi

kekuatan-kekuatan

di

Asia

Tiongkok, serta penguasaan jalur SLOCs di Asia Pasifik.

Pasifik,

terutama