Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG

Dalam perkembangan dunia arsitektur, arsitektur sering sekali dinilai sebagai salah satu
penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan. Hal tersebut timbul karena adanya
kemajuan dalam bidang teknologi yang membuat manusia cenderung menyukai sesuatu yang
ekonomis, praktis dan indah, namun tidak perduli terhadap dampak yang mungkin dapat
ditimbulkan dimasa depan. Hal itu dapat dilihat dari kejadian sehari-hari seperti penebangan
lahan hijau untuk pembangunan rumah tinggal dan tidak diimbuhi dengan ruang hijau
sebagai timbal baliknya. Sebagai seorang calon arsitek kita sebaiknya lebih cermat
menyikapi hal tersebut. Respon dari masalah inilah yang memunculkan perkembangan
Arsitektur Ekologi dimana kita diberi pengetahuan dan diajarkan untuk mengambil sikap
yang benar untuk menyikapi dan mengurangi dampak dari pembangunan tersebut terhadap
lingkungan. Selain itu Arsitektur Ekologi juga melahirkan sebuah teori yaitu Penampilan
Alam Dalam Desain teori ini berkembang dan lahir karena keindahan alam dinilai dapat
menimbulkan inspirasi untuk mendesain sebuah bangunan, termasuk sebagai inspirasi untuk
menciptakan bangunan-bangunan yang ramah lingkungan.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang diambil dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut, yaitu:
1.1.1 Apakah arti dari Penampilan Alam Dalam Desain?
1.1.2 Bagaimana karakteristik sebuah karya yang berpenampilan alam?
1.1.3 Bagaimana cara menerapkan penampilan alam dalam desain?
1.1.4 Apa saja kerusakan yang dapat disebabkan oleh desain?
1.3

TUJUAN

Dari pembahasan pada makalah ini kami dapat mengetahui pengertian dari Penampilan Alam
Dalam Desain.
1.3.1 Mengetahui bagaimana karakteristik sebuah karya yang berpenampilan alam.
1.3.2 Mengetahui bagaimana cara menerapkan penampilan alam dalam desain.
1.3.3 Mengetahui apa saja kerusakan yang dapat disebabkan oleh desain.
1.4 MANFAAT

1.4.1 Untuk menambah wawasan yang lebih luas tentang dunia arsitektur khususnya dalam
keterkaitan antara suatu desain atau karya yang memiliki dampak serius terhadap
lingkungan alami.

BAB II
URAIAN TEORI
2.1 PENGERTIAN PENAMPILAN ALAM DALAM DESAIN

Gambar 2.1: Penerapan Konsep Alam Pada Bangunan


Sumber: Wikipedia.com
Alam merupakan sumber dari emosi , perasaan ,suasana dari ruang dan waktu.
Artinya alam dapat mempengaruhi emosi dan perasaan seseorang, serta suasanan ruang tersebut.
Alam juga berperan sebagai aspek dan merupakan penyebab kehadiran dan pertumbuhan
sesuatu. Alam merupakan alat komunikasi untuk memahami estetika. Keindahan alam dapat
menimbulkan inspirasi untuk mendesain sebuah bangunan, termasuk bangunan yang ramah
lingkungan. Alam sangat berguna bagi kita, dengan begitu kita harusmempelihara, merawat alam
dengan mendesain bangunan yang berprinsip ekologi atau ramah lingkungan.
Emosi yang dihasilkan dari keadaan alam berupa hal yang intangible seperti:
perubahan waktu dilihat dari perubahan warna dari elemen alam seperti gunung, awan, sinar
matahari yang dibayangi awan, bulan dan saat matahari terbenam. Semua situasi tadi terasa lewat
sesuatu yang tangible yaitu gunung, awan, laut serta binatang binatang. Alam dapat
menumbuhkan semangat dan motivasi kuat untuk melukiskan atau menterjemahkan citra alam ke
dalam sebuah karya.
Penampilan alam pada suatu desain merupakan wujud kompromi perancangan
lingkungan binaan untuk menyelamatkan alam dari suatu pembangunan. dimana pada jaman

modern ini sangat banyak bangunan yang menggunakan bahan-bahan yang berasal dari pabrik
yang dapat merusak lingkungan disekitar bangunan tersebut.
Alam dapat menginspirasi manusia dalam merancang suatu bangunan. Desain yang
efektif membantu menginformasikan kita akan tempat kita didalam alam. Seperti memasukan
unsur alam kedalam design (seperti danau jika dimasukan kedalam site menjadi clearpond atau
kolam ikan) dan tentunya penggunaan bahan dari alam yang dapat diperbaharui sangat
diperlukan dalam menampilkan alam dalam desain. Untuk memberikan sentuhan yang lebih kuat
dalam desain ekologis maka dapat dimulai dengan melakukan penelitian lebih lanjut tentang
karakteristik alam kedalam unsur-unsur dasar maupun aturan-aturan dalam perancangan
arsitektur.

2.2 PERILAKU ALAM DALAM DESAIN


Alam dapat menumbuhkan semangat dan motivasi kuat untuk melukiskan atau
menterjemahkan citra alam ke dalam sebuah karya. Ada beberapa cara memperhatikan
bagaimana bersuksesinya ekosistem-ekosistem di alam yaitu:
Konsep Peracangan Yang Ramah Lingkungan
- Menjaga ekosistem
- Penggunaan energi yang efesien
- Pemanfaatan suber daya alam yang tidak diperbaharui secara efesien

2.3 KARAKTERISTIK PENAMPILAN ALAM PADA DESAIN


Berikut merupakan beberapa hal yang menjadi karakteristik dalam mendesain sebuah
karya dengan berpenampilan alam.

2.3.1 PENGGUNAAN MATERIAL ALAMI

5
Gambar 2.2 : Penggunaan Material Alam Pada Desain Bangunan
Sumber : http://www.ibubumi.com/images/rumah%20bambu.jpg

Gambar 2.3: Penggunaan Material Alam Pada Desain


Sumber : Wikipedia.com

Penggunaan material alami telah lazim kita temukan untuk pengaplikasian dalam
bangunan. Material alami telah banyak digunakan dari dulu saat material hasil industry belum
tercipta. Eksistensi bahan alam juga masi sangat terjaga hingga kini. Material alami merupakan
bahan-bahan yang didapatkan dari alam yang bersifat ramah lingkungan. Untuk mendapatkan
kesan desain dengan tampilan alam, material alam dapat diaplikasikan pada struktur ataupun
pada fasad bangunan. Berikut contoh contoh material alam yang dapat diaplikasikan ke dalam
desain.
KAYU
Kayu merupakan salah satu material alami yang favorit untuk bangunan. Bisa dibukikan
walaupun harga kayu makin melambung, tetapi kayu tetap dipilih sebagai bahan utama
pembentuk pintu, kusen, dan atap bangunan. Bagaimanapun, pemakaian kayu tetap harus
diperhatikan agar tidak terjadi eksploitasi kayu yang berlebihan. Jika kayu dipergunakan secara
terus menerus tanpa ada upaya untuk melestarikan
atau menanam kembali, maka akan menjadi ancaman ekosistem alam itu sendiri. Dan sebaiknya
jika kayu tersebut digunakan untuk bangunan, sebaiknya memanfaatkan kayu bekas pakai yang
masih layak dipergunakan kembali terhadap bangunan. Adapun beberapa jenis kayu yang sering
diaplikasikan pada dinding, konstruksi atap, pondasi, dan lantai, yaitu
- Kayu Jati
Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah.
Karakteristiknya yang stabil, kuat, dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama
sebagai material bahan bangunan. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap, dan
serangga lainnya karena kandungan minyak didalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang
memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati.
- Kayu Merbau
Kayu merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil sebagai
alternative pembanding dengan kayu jati. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna
kayu merbau adalah coklat kemerahan dan kadang disertai adanya high light kuning. Merbau
memiliki tekstur serat garis terputus-putus.
- Kayu bangkirai
Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yangcukup awet dan kuat. Sifat kerasnya juga
disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Selain

itu pada kayu bangkirai sering dijumpai adanya pinhole, umumnya letak rambut dan pinhole ini
dapat ditutup dengan wood filter. Kayu ini sering digunakan untuk material kontruksi berat
karena sifat kayu yang keras. Kayu Bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca
sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan atau exterior seperti listplank, outdoor flooring dan lain-lain.
- Kayu Kamper
Kayu kamper telah lama menjadi alternative bahan bangunan yang harganya lebih
terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat kayu bangkirai, kamper memiliki
serat yang halus dan indah sehingga sering menjadi pilihan bahan membuat pintu panil dan
jendela.
- Kayu Kelapa
Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternative baru yang berasal dari perkebunan
kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60thn keatas) sehinggga harus di tebang
untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Semua bagian
dari pohon kelapa adalah serat atau fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek.
- Kayu Meranti Merah
Kayu meranti merah termasuk kayu keras, warnanya merah muda tua hingga merah muda
pucat, namun tidak sepucat meranti putih. Selain bertekstur tidak terlalau halus, kayu meranti
juga tidak terlalu tahan terhadap cuaca.
BAMBU
Material bambu yang sempat ditenggelamkan kayu dan bata kini kembali diminati karena
memiliki sentuhan gaya modern tanpa harus kehilangan kesan alami dan sifat ramah lingkungan,
dikarenakan bambu adalah bahan alami yang dapat bertahan sangat lama dan jika bambu rusak
tidak menyebabkan alam tercemar. Bambu termasuk bahan yang dapat diperbaharui karena
bambu tergolong tanaman rumput yang jika ditebang maka bambu akan dapat tumbuh lagi
dengan sendirinya. Oleh sebaab itu pemanfaatan bambu sebagai material tidak akan dapat
merusak lingkungan.
Bambu memiliki karakteristik mirip kayu, memiliki kekuatan sekuat baja, tetapi ringan. Sebelum
kayu dan bata banyak dipakai masyarakat di pedesaan menggunakan bambu sebagai kolom,
dinding, dan atap. Ijuk digunakan untuk mengikat sambungan antar bambu yang murah dan
mudah didapatkan.

8
Bambu disukai karena ketersediaannya banyak, cepat tumbuh, dan cepat panen,serta sifat
alaminya yang kokoh, lentur, namun ringan. Bagi masyarakat tradisional, bambu adalah material
terbaik untuk bangunan. Adapun beberapa jenis bambu yang biasa digunakan sebagai bahan
bangunan, baik itu sebagai material dinding, penutup lantai, maupun pada konstruksi atap
- Bambu Gombong
Bambu ini memiliki diameter 10cm dan berwarna hijau kekuningan. Bambu gombong
bisa tumbuh hingga mencapai 20meter.
- Bambu Tali
Bambu tali merupakan bambu yang amat liat dengan diameter 6-8 cm dengan jarak antar
ruas sampai dengan 65cm. Panjang batang maksimal bambu tali berkisar antara 6-13m. Bambu
ini dapat digunakan sebagai gording pada konstruksi
atap bambu.
- Bambu Hitam
Dinamakan juga bambu wulung. Bambu ini mempunyai panjang yang sama dengan ruas
bambu tali, hanya saja dindingnya tebal hingga 2cm. bambu hitam berdiameter antara 4-10cm
dengan panjang 7-18meter.
- Bambu Betung/Petung
Bambu ini merupakan yang amat kuat dan tergolong besar dengan diameter 10-15cm.
bambu betung/petug punya jarak ruas yang pendek dan dinding tebal serta bisa tumbuh sangat
tinggi hingga 10-20meter. Bambu jenis ini biasanya digunakan sebagai struktur utama bangunan
yaitu kolom dan balok.
FINISHING ALAMI
Finishing yang terbuat dari bahan alami tentu lebih sehat dan ramah lingkungan.
Finishing alami dapat dibuat dari bahan-bahan alam seperti tanah liat, kapur, tuak (fermentasi air
kelapa untuk membuat warna lebih keluar dan tahan lama. Jenis Material Finishing Bangunan:
- Material alami
Merupakan material yang berasal dari alam dan dapat langsung di gunakan sebagai
material finishing bangunan. Material dari ala mini terkadang telah di otong dengan9ukuran yang
standar untuk memudahkan dalam meng aplikasikannya. Contohnya batu alam.

- Material Proses
Yaitu material yang di buat dari bahan alami tetapi telah melalui proses untuk siap
digunakannya. Contohnya kayu lapis/multiplek dan Batu bata
- Material sintesis Merupakan material yang terbuat dari bahan-bahan sintesis/kiimia yang tidak
ada di alam kemudian di olah untuk dapat di aplikasikan menjadi bahan bangunan. Contohnya
Kaca .
PEWARNA ALAMI
Bahan pewarna alami tidak ada efek samping bagi manusia dan alam. Warna merah dan
kuning didapat dari tanah liat, warna hitam dari arang, warna putih dari jeruk nipis, orang papua
terlebih dahulu mengolah sejenis siput untuk mendapatkan cairan putih
JERAMI
Jerami merupakan salah satu bahan alami yang bisa diaplikasikan untuk material desain
dengan penampilan alam. Berikut merupakan beberapa manfaat yang dapat didapatkan dengan
penggunaan jerami pada bahan bangunan.
- Hemat Energy
Dengan menggunakan jerami sebagai bahan pembuat dinding dimusim panas kita tidak
perlu memakai AC, karena jerami mampu mendinginkan ruangan secara alami
- Peredam Suara dan Api
Penyekat dari bahan jerami memiliki kemampuan untuk meredam suara, sehingga
ruangan menjadi nyaman. Jika gulungan jerami disusun sangat padat, jerami jadi sulit terbakar,
karena oksigennya sedikit. Rumah dengan material jerami 3 x lipat lebih tahan
api daripada rumah biasa.
- Ramah Lingkungan dan Sehat
Jerami adalah material alami yang komposisi dasarnya mirip seperti kyu, strukturnya
sangat kuat. Namun jerami tidak terlalu tahan pada lingungan yang berair dan lembab karena
akan memicu tumbuhnya jamur. Konstruksi jerami bisa kuat dan awet dengan perlakuan tertentu
seperti: Bagian bawah bangunan tidak langsung menyentuh tanah dan menciptakan sirkulasi
udara yang baik.

2.3.2 PENATAAN LANDSCAPE

Gambar 2.4: Penataan Landscape Bangunan


Sumber: Wikipedia.com
Penataan Landscape Salah satu karakteristik penampilan alam dalam desain adalah
ditandai dengan penataan yang serius terhadap penempatan tanaman di dalam desain keseluruhan
dari sebuah rumah. Menurut Zonneveld (1979) lansekap adalah ruang yang terdapat di
permukaan bumi yang terdiri dari sistem yang kompleks, terbentuk dari aktifitas batuan, air,
udara, tumbuhan, hewan, dan manusia serta melalui fisiognominya membentuk suatu kesatuan
yang dapat dikenali (diidentifikasi). Sedangkan Menurut Forman & Godron lansekap adalah
suatu lahan heterogen dengan luasan tertentu yang terdiri dari sekelompok/kumpulan (cluster)
ekosistem yang saling 7 berinteraksi; kumpulan tersebut dapat ditemukan secara berulang dalam
suatu wilayah dengan bentuk yang sama Didalam bahasa inggris tua dan kesinoniman batasan
kata landscape mempunyai arti Wilayah/Region. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan
bahwa lansekap adalah kesatuan wilayah di permukaan bumi yang terdiri dari kesatuan

ekosistem yang saling berinteraksi (batuan, air, udara, tumbuhan, hewan, dan manusia).
Lansekap dapat dibedakan menjadi dua , yaitu softscape dan hardscape, diamana yang termasuk
unsur softscape adalah seperti tumbuhan, air, udara dan lain-lain sedangkan yang termasuk
hardscape adalah seperti bebatuan yang menambah keindahan taman, Misalnya, ornamen batu
alam, hiasan patung, pedestrian, pagar, bangku taman, gazebo, atau pot tanaman. Lempengan
batu alam dengan bentuk dan komposisi yang tidak beraturan dapat berfungsi sebagai jalan
setapak dan akan menambah kesan alami pada taman. Secara geografik terdapat lima unsur
pembentuk lanskap atau bentang alam yaitu:
- Topografi
Dalam pariwisata unsur ini menentukan ada tidaknya kenampakan alam yang dapat
dijadikan sumber atraksi. Misalnya goa, tanah yang terjal untuk terbang layang, puncak bukit
untuk pendakian, dan lain-lain. Unsur topografi pada desain salah satunya dapat diterapkan pada
penataan kontur buatan ataupun membiarkan kontur eksisting pada site, sehingga desain dapat
terlihat lebih alami.
- Vegetasi
Vegetasi merupakan material lanskap yang hidup dan terus berkembang. Pertumbuhan
tanaman akan mempengaruhi ukuran besar tanaman, bentuk tanaman, tekstur,dan warna selama
masa pertumbuhannya. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas ruang terbuka akan terus
berkembang dan berubah sesuai dengan pertumbuhan tanaman jadi dalam perancangan lansekap,
tanaman sangat erat hubungannya dengan waktu dan perubahan karakteristik tanaman. Tanaman
mempunyai peran untuk menghilangkan ketegangan-ketegangan mental (stress) yang banyak
diderita oleh penduduk kota. Tanaman dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, segar
harum, menyenangkan, dan sebagainya. Penggolongan tanaman yang ditanam dalam
penghijauan di dalam kota dapat dikelompokkan berdasarkan sifat hidupnya yaitu, pohon, perdu,
semak dan penutup tanah (rerumputan). Selain itu, dapat juga digolongkan berdasarkan
habitatnya atau umumnya ditanam, sebagai tanaman pelindung jalan, tanaman dibantaran kali,
tanaman penutup tanah, dan sebagainya. Pohon atau perdu dapat berdiri sendiri sebagai elemen
skluptural pada lansekap atau dapat digunakan sebagai enclosure, sebagai tirai penghalang
pemandangan yang kurang baik, menciptakan privasi, menahan suara atau angin, memberi latar
belakang suatu obyek atau memberi naungan yang teduh di musim panas. Rumput tidak hanya
digunakan sebagai elemen permukaan, tetapi dapat juga digunakan sebagai penahan erosi serta

memberi berbagai variasi warna dan tekstur. Dalam perencanaan tapak, tanaman dapat
dikategorikan berdasarkan : jenis (besarkecilnya pohon, perdu / semak, rumput), fungsi ( fungsi
ekologis pohon, fungsi fisik pohon, fungsi estetis pohon), bentuk dan struktur (tinggi dan lebar
pohon), ketahanan (keadaan tanah, iklim, topografi, penyakit), warna batang, bunga serta
buahnya (berguna atau tidak). 8 Penyusunan tanaman didasarkan pada hubungan di antara
tanaman tesebut, dalam hal ukuran, bentuk, tekstur, dan warnanya. Tanaman dapat disusun
menjadi taman atau tempat bernaung, memberi tirai pemandangan, menahan angin atau memberi
bayangan. Jenis tanaman penting digunakan sebagai elemen rancangan. Tanaman dapat
membentuk ruang, memberi privasi, atau sebagai titik tangkap perhatian. Tanaman dapat
memberi keteduhan, sebagai penahan angin, ataupun sebagai penutup tanag, menyaring atau
memberi batas pemandangan, dan mempunyai pola bayangan yang menarik sepanjang siang
hari. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual tergantung pada refleksi cahaya
yang jatuh pada tanaman tersebut. Efek psikologis yang ditimbulkan dari warna seperti telah
diuraikan sebelumnya, yaitu warna cerah memberikan rasa senang, gembira serta hangat.
Sedangkan warna lembut memberikan kesan tenang dan sejuk. Dan bila beberapa jenis tanaman
dengan berbagai warna dipadukan dan dikomposisikan akan menimbulkan nilai estetis.
- Tanah
Unsur ketiga ini adalah hasil kreatifitas manusia dalam merubah atau memodifikasi
natural vegetation, menjadi tanah pertanian, usaha kehutanan, bangunan-bangunan, jalan, dan
lain sebagainya. Interaksi manusia dengan berbagai bentuk alam menciptakan bentang budaya
(cultural lanskap).
- Air
Unsur air memiliki sejuta makna. Bagaimana jika air ingin dimasukkan sebagai salah satu
elemen desain rumah? Elemen air sering dihadirkan untuk mempermanis taman, baik berupa
kolam maupun sekadar tanaman air. Kehadiran gemericik air, bayangan riak-riak kolam, dan
lincah gerak ikan dapat menciptakan kesan sejuk dan tenang ketika kita bersantai di taman.
Penerapan unsur air juga dapat dengan mengadopsi aspek-aspek alam seperti sungai, danau, laut
dan lain-lain yang kemudian diimplikasikan kedalam desain namun tidak sama persis.
- Iklim
Kombinasi iklim pada suatu daerah akan menentukan sebuah perancangan lanskap.
Disamping itu juga bentang alam juga menjadi salah satu faktor yang ikut mempengaruhi

perencanaan lanskap. Di indonesia unsur vegetasi sangat bervariasi akibat dari curah hujan yang
tinggi. Variasi ini menjadi faktor dominan pembentuk wilayah tersebut sebagai pertimbangan
analisis perancangan lanskap.

2.4 PENERAPAN PENAMPILAN ALAM PADA DESAIN


Penerapan penampilan alam dalam desain bias diwujudkan dengan menambahkan
unsure-unsur alam pada desain atau dengan penataan landscape. Berikut akan dijelaskan
beberapa contoh menimbulkan kesan penampilan alam pada desain.
2.4.1 PENATAAN LANDSCAPE DENGAN PENAMPILAN ALAM

Gambar 2.5: Penataan Landscape Dengan Penampilan Alam


Sumber : http://www.bali-travel-secrets.com/image-files/rpm27groundswater.jpg

14
Gambar 2.6: Penataan Landscape Dengan Memanfaatkan Suasana Alam
Sumber: Wikipedia.com
Penataan landscape pada gambar diatas memiliki kesan penampilan alam yang sangat
kental, disamping penataannya yang baik, juga didukung dengan kondisi lingkungan alam sekitar
yang masih asri dan alami.

Gambar 2.7: Penataan Landscape Bernuansa Alam Pada Cottage


sumber : http://www.balinesehotel.com/wp-content/uploads/2012/12/Royal-Pita-Maha-Hotel.jpg

Penataan landscape dengan permainan kontur juga dapat menambah kesan landscape
menjadi terkesan sangat alami. Mempertahankan potensi dalam dan luar site seperti pepohonan
dan lain-lain juga sangat membantu menjaga agar design nantinya tetap memiliki tampilan alam
karena dapat menyelaraskan design dengan lingkungan sekitar. Permainan unsur air pada gambar
diatas contohnya pada kolam renang sengaja didesign dengan bentuk dinamis agar terlihat lebih
natural dan menyatu dengan alam. Untuk menambah kesan tampilan alam pada design
khususnya pada penataan landscape, dapat juga dengan membuat sungai buata. Namun untuk
menerpakannya dibutuhkan site yang cukup luas karena cukup memakan ruang.
2.4.2 MENCIPTAKAN KAMAR MANDI BERNUANSA ALAM
Sesuai dengan konsep yang ditampilkan pada desain kamar mandi tersebut yang
berselaraskan dengan alam, sehingga suasana alami dan menyatu dengan alam sangat terasa.
Dengan posisi bangunan yang diletakkan diluar bangunan, untuk menambah kesan terbuka dan
menyatu dengan alam, serta ditambah elemen samping dan bawah menggunakan material batu.
Bathtub pun menggunakan material batu, disamping juga memiliki tekstur yang kasar untuk
mengurangi selip saat digunakan. Benda-benda yang diasosiasikan dengan alam tidak saja dapat
memanjakan mata, tetapi juga merangsang indera lain. Misalnya, telinga mendengar gemericik
air, telapak kaki pun merasakan kasarnya lantai.

16
Gambar 2.8: Penerapan Desain Alam Pada Kamar Mandi
Sumber : http://www.desainic.com/wp-content/uploads/2015/03/kamar-mandi-terbukanuansaalami-yang-bagus-indah-002.jpg

17
Gambar 2.9: Desain Kamar Mandi Dengan Konsep Alam
Sumber: Wikipedia.com
Beberapa cara berikut dapat dilakukan untuk menghadirkan suasana alam ke dalam
kamar mandi:
a. Buat bukaan besar di kamar mandi yang dapat memasukkan hijaunya pepohonan di luar

rumah. Cahaya matahari juga dapat dapat menyinari area kamar mandi dan melenyapkan
kelembapan yang tidak sehat. Takut terlihat orang saat mandi? Buat bukaan yang letaknya di
bagian atas, setidaknya di atas tinggi kepala.

b. Pilih material alami seperti batu alam atau dahan pohon. Tekstur batu alam yang kasar

menjadikan area kamar mandi terasa seperti di alam bebas, mengingatkan pada kolam atau
sungai. Sementara dahan kayu dapat dimanfaatkan sebagai gantungan handuk atau pakaian.
c. Peralatan kamar mandi seperti wastafel, keran, bak mandi, dapat dipilih yang desainnya

mengambil inspirasi dari alam. Peralatan tersebut dapat dibuat dari bahan tanah liat yang
berbentuk organik. Ornamen binatang seperti capung, katak, ikan, atau kura-kura dapat
memperkuat kesan alami kamar mandi ini.
d. Dominasi kamar mandi dengan warna-warna alam. Hijau yang mengambil inspirasi dari

tanaman dapat diaplikasikan. Padukan warna ini dengan cokelatnya tanah, serta warna batu yang
keabuan, untuk menciptakan replica alam bebas yang sempurna.

2.5 KERUSAKAN ALAM AKIBAT DESAIN

Gambar 2.10: Kerusakan Alam


Sumber: Wikipedia.com
Akibat desain yang tidak mampu menyelaraskan antara kepentingan pembangunan
pemukiman dan kerusakan lingkungan alam akan menyebabkan kerusakan alam berupa:
terjadinya perubahan kontur tanah akibat di bangunnya bangunan yang bersifat
permanen19
dampak global warning

terjadinya perluasan lahan sehingga banyak lahan yang menyusut


suhu permukaan bumi dan troposfer meningkat
sumber daya alam yang semakin menipis
munculnya lingkungan kumuh akibat desain yang gagal
tercemarnya lingkungan hidup akibat pembangunan pabrik yang tidak sesuai dengan
penempatan letak desain yang ekologis

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dalam usaha untuk menerapkan unsur penampilan alam dalam design yang baik
setidaknya kita harus memperhatikan beberapa hal seperti penataan landscape yang baik dan
efesien serta penggunaan material alami dan ramah lingkungan yang nantinya dapat membaur
dengan lingkungan alam. Pemanfaatan potensi alam sekitar juga harus diperhatikan dalam
merancang. Tentunya kita tidak hanya memanfaatkannya saja, setidaknya alam juga menerima
timbal balik dari kita. Sehingga dapat menjaga kelestarian alam untuk anak cucu kita.

3.2 SARAN
Penampilan Alam dalam Desain memiliki arti yang sangatlah penting untuk dipahami dan
diterapkan oleh setiap orang yang terlibat dalam suatu proses perancangan, baik dari
perancangan yang bersifat besar maupun terhadap perancangan yang sangat kecil seperti
perancangan rumah tinggal. Dimana setiap aspek pembangunnan sebenarnya memiliki dampak
yang negatif terhadap alam. Namun, dampak negatif tersebut dapat kita tekan semaksimal
mungkin agar dapat menghasilkan karya yang baik dari segi estetika, fungsi maupun
keseimbangannya dengan lingkungan. Hal ini tentunya bukan hanya hal yang harus diperhatikan
oleh arsitek akan tetapi harus dipahami oleh semua pihak yang terlibat, guna meminimalisir
dampak buruk terhadap lingkungan dimasa ini dan dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_ekologi
www.academia.edu/7257304/ekologi_arsitektur
Akmal Imelda, 2006, bamboo untuk rumah modern, Jakarta, PT.Gramedia Pustaka Utama

Siahaan Ryana Merary dan Ihsan Heineman, 2003, Rumah Tropis, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka
Utama