Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Emosi

Emosi yang berasal dari bahasa latin Movere, berarti menggerakan atau bergerak, dari asal kata tersebut
emosi dapat diartikan sebagai dorongan untuk bertindak. Emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiranpikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis serta serangkaian kecendrungan untuk bertindak. Emosi
dapat berupa perasaan amarah, ketakutan, kebahagiaan, cinta, rasa terkejut, jijik, dan rasa sedih. Semua gejala
emosi seperti amarah, rasa takut, rasa gembira, senang, penuh harap, termasuk konflik, stres, cemas frustasi dan
sebagainya mempengaruhi perubahan fisik seseorang. Perkembangan emosi merupakan salah satu
faktor yang turut menentukan keberhasilan individu dalam kehidupan meskipun seorang
anak

memiliki

kemampuan

intelektual/kognitif

yang

baik,

tetapi

perkembangan

emosionalnya tidak baik, anak tersebut akan mengalami hambatan dalan pergaulan dan
kehidupannya.
Lazarus menyatakan bahwa emosi adalah suatu keadaan yang komplek pada diri organisme meliputi
perubahan secara badaniah dalam bernapas, detak jantung, perubahan kelenjar-kelenjar dan kondisi mental
seperti keadaan menggembirakan yang ditandai dengan perasaan yang kuat dan biasanya disertai dengan
dorongan yang mengacu pada suatu bentuk perilaku. Sementara Goleman menjelaskan bahwa emosi merujuk
pada suatu perasaan atau pikiran dimana pikiran khasnya merupakan keadaan biologis dan psikologis serta
serangkaian kecendrungan untuk bertindak. Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Syamsudin dimana emosi
merupakan suatu suasana yang komplek dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum atau sesudah
terjadinya suatu perilaku.
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa emosi terkait dengan perubahan intrapersonal dan
interpersonal. Dimana intrapersonal berhubungan dengan mengelola diri secara pribadi, seperti analisa diri dan
refleksi. Sedangkan interpersonal berhungan dengan kemampuan untuk bekerja secara efektif dengan oranglain,
memelihara dan menjaga hubungan dengan orang lain.
Fatimah (2006;105) menambahkan bahwa pada saat emosi sering terjadi perubahan-perubahan pada fisik
seseorang seperti ;
a.

Reaksi elektris pada kulit meningkat bila terpesona

b.

Peredaran darah bertambah cepat bila marah

c.

Denyut jantung bertambah cepat bila terkejut

d.

Bernapas panjang bila kecewa

e.

Pupil mata membesar bila marah

Diantaranya : 1. Belajar di bawah bimbingan dan pengawasan Anak diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika suatu emosi terangsang. Di awali dengan gejala keterangsangan umum terhadap stimulasi yang kuat. d.f. 1. 1. 1. Belajar dengan cara meniru Dengan cara meniru dan mengamati hal-hal yang dapat membangkitkan emosi orang lain. terdapat metode-metode yang menunjang perkembangan emosi. Otot menjadi tegang atau bergetar (tremor) i. perkembangan emosi sangat dipengaruhi oleh faktor kematangan dan faktor belajar Dalam faktor belajar. Belajar melalui pengondisian Objek atau situasi yang mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian berhasil melalui metode asosiasi. c. Bulu roma berdiri kalau takut h. Dapat melalui pelatihan maupun yang lainnya. Air liur mongering bila takut/tegang g. 1. Belajar dengan cara mempersamakan diri Anak akan menirukan reaksi emosional orang yang dikagumi dan mempunyai ikatan emosional yang kuat. meskipun demikian bayi tidak terlalu menunjukkan emosinya dgn jelas masih abstrak dan tidak jelas juga masih sederhana seperti menangis keras dsb Semakin meningkat usia anak semakin jelas terlihat reaksi emosional yg dpt dibedakan . e. Perbedaan emosi wanita dan pria di tentukan oleh harapan harapan tertentu. b. . Belajar dengan coba-coba Anak belajar dengan coba-coba untuk mengekspresikan emosinya dalam bentuk perilaku yang dapat memberikan kepuasan sedikit atau bahkan tidak memberikan kepuasan. Menurut Harlock kemampuan untuk beremosi sudah ada sejak dari bayi yang baru lahir. karena perkembangan emosi dipengaruhi faktor kematangan dan belajar maka otak manusia yang lbh matang memiliki lbh banyak emosi dan seberapa mampu individu menerima rangsang sbg proses belajar. a. Komposisi darah berubah dan kelenjar lebih aktif. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Emosi Dalam sejumlah penelitian.

mereka dapat merasakannya  bersabar dan menjadi pemaaf  mengalihkan perhatian. Beberapa cara untuk meredam emosi adalah :  berfikir positif  mencoba belajar memahami karakteristik orang lain  mencoba menghargai pendapat dan kelebihan oranglain  introspeksi dan mencoba melihat apabila kejadian yang sama terjadi pada diri sendiri.Emosi negatif pada dasarnya dapat diredam sehingga tidak menimbulkan efek negatif. yaitu mencoba mengalihkan perhatian pada objek lain dari objek yang pada mulanya memicu pemunculan emosi negatif. .