Anda di halaman 1dari 12

Modul

BEDA ZAMAN BEDA STRATEGI
MEMAHAMI LEBIH DEKAT DUNIA REMAJA

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 7
SADDAM JAYA KUSUMA
WAHYU FADDILLAH
RAHMAD MIRZA
SARBULIS
TASKUR FAJRI
T. RIKI AZHARI

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2013

ALUR PELATIHAN  Pengenalan tentang Pola asuh  Penjelasan tentang Gaya pola asuh demokratis. otoriter dan permisif  Penjelasan tentang Dampak perceraian terhadap remaja  Penjelasan tentang ketertarikan interpersonal pada remaja  Diskusi (Tanya-Jawab)  Evaluasi .

Mengenal bagaimana pola asuh dan dampak pada remaja 2.MODUL PEMAHAMAN TENTANG DUNIA REAMAJA Setelah mengikuti program ini. Menerapkan model pola asuh yang baik dalam berkeluarga 3. peserta diharapkan mampu untuk: 1. Memahami tugas perkembangan pada anak dan remaja 6. Memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada anak akibat dari perubahan keluarga dan lingkungan 4. Mengenal bagaimana perubahan terhadap remaja akibat perceraian . Mengurangi kecemasan pada orang tua dalam mendidik anak 5.

selama 10 menit 5. 7. selama 10 menit 3. Pemateri 1 menyampaikan materi tentang Pola asuh secara umum selama 10 menit 2. . Pemateri 2 menyampaikan materi tentang tugas perkembangan remaja dan ketertarikan interpersonal pada remaja. Diskusi selama 15 menit Peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami. selama 10 menit 6.Tujuan:  Mengenalkan pada peserta model pola asuh yang baik untuk di terapkan dalam berkeluarga  Mengenalkan dampak perceraian terhadap psikologis dan perilaku remaja  Menjelaskan tugas perkembangan remaja  Mengurangi kecemasan pada orang tua dalam mendidik remaja Durasi total : 75 menit Materi : Macam Pola Asuh Dampak perceraian orang tua tehadap keadaan psikologis dan perilaku Ketertarikan Interpersonal pada remaja Prosedur : 1. Pemateri 3 menyampaikan materi tentang Pola asuh Otoriter beserta dampak yang di timbulkan. Pemateri 2 menyampaikan materi tentang Pola asuh demokratis dan permisif dengan contoh apliktif. selama 10 menit 4. Evaluasi selama 10 menit Peserta diminta mengevaluasi pengalaman selama mengikuti seminar dan mendapat balikan dari pemateri. Pemateri 4 menyampaikan materi tentang dampak dari perceraian orang tua terhadap kondisi psikologis dan perilaku anak dan remaja.

Anak yang diasuh orangtuanya dengan metode semacam ini nantinya bisa berkembang menjadi anak yang kurang perhatian. Pola Asuh Permisif Pola asuh permisif adalah jenis pola mengasuh anak yang cuek terhadap anak. Biasanya pola pengasuhan anak oleh orangtua semacam ini diakibatkan oleh orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan. benci orangtua. pergaulan bebas negatif. paranoid / selalu berada dalam ketakutan. kontrol diri buruk. nakal. Anaka yang besar dengan teknik asuhan anak seperti ini biasanya tidak bahagia. senang berada di luar rumah. bandel. bangsa dan negara serta dapar membahagiakan dan membanggakan orang tua yang telah susah payah membesarkannya dengan cina dan kasih sayang. rendah diri. Orang tua akan emosi dan marah jika anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tuanya. Anak adalah titipan Tuhan yang harus kita jaga dan kita didik sedemikian rupa agar setelah mereka besar dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat. memiliki kemampuan sosialisasi yang buruk. keras dan kaku di mana orangtua akan membuat berbagai aturan yang saklek harus dipatuhi oleh anak-anaknya tanpa mau tahu perasaan sang anak. merasa tidak berarti. Namun di balik itu biasanya anak hasil didikan ortu otoriter lebih bisa . dan sebagainya.Lampiran Materi tentang pola Asuh Pola asuh Setiap orang umumnya akan menikah dan memiliki anak. dan lain-lain. mudah sedih dan tertekan. 2. kurang menghargai orang lain. matrialistis. Jadi apa pun yang mau dilakukan anak diperbolehkan seperti tidak sekolah. kesibukan atau urusan lain yang akhirnya lupa untuk mendidik dan mengasuh anak dengan baik. melakukan banyak kegiatan maksiat. Dengan begitu anak hanya diberi materi atau harta saja dan terserah anak itu mau tumbuh dan berkembang menjadi apa. A. dan lain sebagainya baik ketika kecil maupun sudah dewasa. Tipe-Tipe Pola Asuh Orang Tua Kepada Anak : 1. salah bergaul. Pola Asuh Otoriter Pola asuh otoriter adalah pola pengasuhan anak yang bersifat pemaksaan. Hukuman mental dan fisik akan sering diterima oleh anak-anak dengan alasan agar anak terus tetap patuh dan disiplin serta menghormati orang-tua yang telah membesarkannya.

cerdas. percaya diri. Pola asuh demokratis atau pola asuh autoritatif adalah pola asuh yang bercirikan adanya hak. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang ditandai dengan pengakuan orangtua terhadap kemampuan anak-anaknya. disukai lingkungan dan masyarakat dan lain-lain. Komunikasi verbal timbal balik bisa berlangsung dengan bebas. 2000). 2003) orangtua yang menerapkan pola asuh authoritative banyak memberikan kesempatan pada anak untuk membuat keputusan secara bebas. menghargai dan menghormati orangtua. Menurut Yusniah (2008) ciri – ciri pola asuh demokratis adalah sebagai berikut: . Dalam pola asuh seperti ini orangtua memberikan sedikit kebebasan kepada anak untuk memilih apa yang dikehendaki dan apa yang diinginkan yang terbaik bagi dirinya. 3. lebih disiplin dan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup. dan kemudian anak diberi kesempatan untuk tidak selalu tergantung kepada orangtua. dan kewajiban. berprestasi baik. Pola Asuh Otoritatif Pola asuh otoritatif adalah pola asuh orangtua pada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orangtua. tidak mudah stres dan depresi. 2002). anak diperhatikan dan didengarkan saat anak berbicara. mendukung anak untuk memiliki kebebasan sehingga anak mempunyai kepuasan sedikit menggunakan hukuman badan untuk mengembangkan disiplin. menyenangkan. Anak yang diasuh dengan tehnik asuhan otoritatip akan hidup ceria. kreatif. berkomunikasi dengan lebih baik. dilibatkan dalam pembicaraan terutama yang menyangkut dengan kehidupan anak itu sendiri(Kuczynski & Lollis. dan bila berpendapat orangtua memberikan kesempatan untuk mendengarkan pendapatnya.mandiri. Menurut Shochib (dalam Yuniarti. Pola asuh ini adalah pola asuh yang cocok dan baik untuk diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya. terbuka pada orangtua. anak dilatih untuk bertanggung jawab dan menentukan perilakunya sendiri agar dapat berdisiplin. dan orangtua bersikap hangat dan bersikap membesarkan hati remaja (Sim. orang tua dan anak adalah sama dalam arti saling melengkapi. bisa menjadi orang sesuai keinginan orang tua. Pola asuh demokratis mendorong remaja untuk bebas tetapi tetap memberikan batasan dan mengendalikan tindakan-tindakan mereka. Pengasuhan asuh demokratis (autoritatif) berkaitan dengan perilaku sosial remaja yang kompeten.

Dalam mengasuh anak.1. Orang tua cenderung memaksa. 4. Apa pun peraturan yang ditetapkan orang tua semata-mata demi kebaikan anak. 2006) teori sistem keluarga menjelaskan bahwa penting didalam sosialisasi seorang anak tidak hanya eratnya hubungan keluarga. orang tua dipengaruhi oleh budaya yang ada dilingkungannya. . Menurut Park & Locke (dalam Lestari. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan orang tua. Orangtua mempunyai berbagai macam fungsi yang salah satu fungsinya mengasuh putra-putrinya. Menurut Edwards (2006). Menentukan peraturan dan disiplin dengan memperhatikan dan mempertimbangkan alasan – alasan yang dapat diterima. Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian. maka orang tua tidak segan menghukum anaknya. biasanya bersamaan dengan ancaman-ancaman. Misalnya kalau tidak mau menuruti apa yang diperintahkan orang tua atau melanggar peraturan yang dibuat orang tua maka tidak akan diberi uang saku. menghukum. Memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertahankan dan yang tidak baik agar ditinggalkan. tetapi keseluruhan kombinasi dari tingkah laku tersebut. Orang tua ini juga tidak mengenal kompromi dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah dan orang tua tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya. dipahami dan dimengerti oleh anak. 3. Dalam pola asuh ini biasa ditemukan penerapan hukuman fisik dan aturan-aturan tanpa merasa perlu menjelaskan kepada anak apa guna dan alasan di balik aturan tersebut. Dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga. 2. diktator dan memaksa anak untuk selalu mengikuti perintah orang tua tanpa banyak alasan. Orang tua cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. pola asuh otoriter adalah pengasuhan yang kaku. memerintah. Faktor yang mempengaruhi pola asuh otoriter Orang tua mungkin berpendapat bahwa anak memang harus mengikuti aturan yang ditetapkannya.2010). Orang tua tak mau repot-repot berpikir bahwa peraturan yang kaku seperti itu justru akan menimbulkan serangkaian efek (Marfuah. Dapat menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dan anak serta sesama keluarga. 5.

Anak yang hidup dalam suasana keluarga yang otoriter akan menghambat kepribadian dan kedewasaannya (Marfuah. mereka akan mengulangi sikap tersebut. Hukuman. Namun bahkan hukuman ringan tidak boleh mengalahkan penggunaan pendekatan pengajaran yang lebih positif. kita telah menyangkal diri kita sendiri. Tidak ada respons. seperti ia merasa tidak bahagia. khususnya jika perilaku-perilaku tersebut bersifat mengganggu. Seharusnya orang tua mengajari anak-anak mereka dengan empat cara: 1. bisa jadi cukup efektif dalam menghadapi sikap yang sulit dikendalikan. kurang berkembangnya rasa sosial. ketakutan. suka melanggar norma. Dengan kata lain.2010). Upaya dalam menyikapi pola asuh otoriter Menurut Edwards (2006). tetapi kita masih berbicara kasar kepada mereka. kepribadian lemah dan menarik diri. kemampuan komunikasinya buruk. Jika kita mengatakan kepada remaja betapa orang tua menghargai mereka karena telah mengikuti nasehat orang tua. gemar menetang. 3. Sikap-sikap yang tidak direspon pada akhirnya cenderung tidak diulangi. Remaja sering kali mudah menyerap apa yang kita lakukan disbanding dengan apa yang kita katakana. tidak terlatih untuk berinisiatif. selalu tegang. Cara utama untuk mengajari remaja adalah melalui contoh. Orang tua juga mengajari remaja dengan cara mengabaikan sikap. . Memberi contoh. mengabaikan perilaku tertentu bisa jadi mengulani perilaku tersebut. seperti menghilangkan hak istimewa atau melarang kegiatan yang sedang dilakukan. Cara kedua untuk mengajari remaja adalah melalui respon positif mengenai sikap mereka. Jika kita mengatakan untuk berbicara dengan sopan kepada orang lain. Perbuatan lebih berpengaruh dibandingkan dengan kata-kata. Respon positif. Menggunakan hukuman yang relative ringan secara konsisten. tidak mampu menyelesaikan masalah (kemampuan problem solving-nya buruk). tidak timbul kreatif dan keberanianya untuk mengambil keputusan atau berinisiatif.Dampak pola asuh otoriter Pola asuh otoriter biasanya berdampak buruk pada anak. 2.

“Ayah pergi dulu.” Ditambah lagi kesalahan orang tua dalam berkomunikasi pada anak bisa membuat anak makin terpuruk. perlahan-lahan kekecewaan itu bisa menghilang. meski berjauhan. Anak tidak akan membiarkan dirinya jatuh dan terombang-ambing. tapi Ayah tetap akan datang ke sini jenguk Adik. Anak di bawah lima tahun dapat merasakan aura dan suasana. komunikasikan bahwa sebenarnya yang dilakukan ayah dan ibunya kurang baik. “Kamu punya sahabat. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan bila kondisi ini memang harus terjadi:  Untuk anak di bawah usia 5 tahun: ciptakan suasana di rumah tidak panas. Sikap seperti itu akan menjadi model negatif yang akan masuk ke alam bawah sadar anak-anak. terkadang muncul konsep diri yang salah. biasanya anak akan lebih cepat bangkit. Dengan demikian.  Untuk anak yang sudah remaja: mereka bisa diajak bicara. ayah dan ibunya akan tetap sayang padanya. bila kelak mereka sendiri berkeluarga. Anda bisa lebih tahu reaksi masing-masing anak. Setelah orang tua menekankan bahwa ayah dan ibu sayang kepadanya. mereka sendiri akan melalui serangkaian proses yang stressful. dan menjadi contoh yang tidak baik. Jika anak melihat ayah dan ibunya membaik hubungannya setelah berpisah. Jika anak lebih dari satu. Lain halnya jika orang tua ribut terus.” Komunikasi seperti inilah yang harus dijaga. tapi Ayah tetap sayang sama Adik. Ajak anak bicara.Materi tentang Dampak Perceraian Perceraian pasti akan membuat anak sedih dan kecewa. dan menarik diri dari pergaulan. Maunya tidak seperti itu. “Saya memang anak nakal. sampaikan bahwa Anda tidak bisa selalu bersama dengan ayahnya. Tapi. tapi saat itu tidak bisa kontrol diri. tidak fokus pada pelajaran. ketika melihat orang tuanya bertengkar. misalnya. Menurut psikolog Rustika Thamrin. . Bahkan menyalahkan dirinya sebagai penyebab perceraian. Pasti ada rasa malu dalam diri mereka. sampaikan hal ini satu per satu. katakan. Terkadang ada hal yang bikin kecewa. dan lebih bahagia. Anak cenderung lebih pendiam.” Rustika mencontohkan. terkadang tidak bisa menahan emosi. ya. apa yang kamu lakukan? Ayah dan Ibu lebih dekat dari sahabat. Setelah bicara hal tadi. karena orang tuanya tidak lengkap lagi. Bahayanya. Setelah itu. baru dikumpulkan. Sekalian saja saya cobain narkoba. tidak kelihatan saling membenci. Misalnya. Ayah pindah rumah. lalu sahabat membuatmu marah. Tetap ciptakan rasa tenang. paling baik. Anak juga sangat peka terhadap body language.

. Kekuatan dari Kedekatan : Kontak yang Tidak Direncanakan Dapat Memunculkan Ketertarikan . kita menyukai beberapa orang. kita tidak secara khusus suka atau tidak suka reaksi mereka adalah netral. pejelasan mengenai segi tiga cinta Strenberg. hingga terjadinya perselingkuhan dan alasannya. 1. suatu evaluasi yang lebih positif dan kemungkinan yang lebih besar bahwa Anda akan mengenali kontak dengan Anda. Anda mengadakan kontak dari beberapa diri mereka secara berulang-ulang. Dengan sebagian besar orang yang mengalami kontak dengan kita. Hubungan interpesonal ketika mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebalikannya. atau tidak peduli kepada orang lain?. Penelitian mengenai ketertarikan meliputi usaha untuk mengidentifikasikan faktorfaktor yang berperan atas evaluasi tersebut dan untuk menciptakan formulasi teoretis yang memberikan penjelasan bagi aspek perilaku sosial. Ketertarikan diekspresikan sepanjang suatu dimensi yang berkisar dari sangat suka hingga sangat tidak suka. Atas dasar apa kita suka. tidak menyukai beberapa orang. Anda bertemu dengan orang asing. Setiap orang akan disukai oleh beberapa individu dan tidak disukai oleh individu yang lain. Ketika akan menjalin hubungan interpesonal akan terdapat suatu proses dan biasanya dimulai dengan interpesonal attraction. dan netral terhadap sebagian besar sisanya. tidak suka. faktor – faktor yang memengaruhi ( seperti daya tarik fisik dan kedekatan).Materi tentang Ketertarikan Interpersonal pada Remaja Hubungan Interpersonal mencakup mengenai bagaimana terjadinya suatu hubungan interpesonal. 2. tempat kerja atau tempat Tinggal Anda. afek yang menetukan bagaimana hubungan akhirnya terjalin menjadi jatuh cinta. Awal Ketertarikan : Kedekatan dan Emosi Ketertarikan interpesonal merujuk pada sikap seseorang pada orang lain. Evaluasi interpesonal semacam itu berada pada suatu dimensi yang berkisar dari suka hingga tidak suka. mulai dari ketertarikan antarpribadi. Ini menyebabkan pengenalan. yang memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten. Ketertarikan Interpesonal : Sebuah Tinjauan Ketertarikan interpesonal merujuk pada suatu sikap mengenai orang lain. pernikahan. Di sekolah. Berdasarkan kedekatan. Hubungan Interpesonal adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih.

di mana ketertarikan pada lawan jenis menunjukkan anak anda dalam kondisi normal. Orang tua bisa berperan sebagai teman curhat anak dalam masalah pribadi si anak agar orang tua tetap mengetahui bagaimana perkembangan si anak dalam bergaul dengan teman sebayanya. dan pergi bersekolah menunjukkan pengaruh yang penting namun sering kali terlupakan terhadap tingkah laku interpesonal kita. ketertarikan dengan lawan jenis. seperti: seks bebas dan kehamilan pra-nikah. Banyak detail yang tampaknya tidak penting mengenai tempat dimana kita tinggal. Semakin anda melarang maka semakin beresiko si anak terjerumus dalam penyimpangan hubungan sosial. Hal ini bukan menjadi sesuatu yang tabu lagi. bekerja. peran serta orang tua dalam kehidupan remaja sangat berperan penting untuk mengarahkan si anak agar tidak kebngungan dan salah dalam melangkah. jadilah pendengar yang baik dan biarkan anak bercerita kepada kita tanpa rasa takut. Sebaliknya dorong dia untuk beraktifitas bersama pacar dan teman-teman lainnya ketimbang dia main kucing-kucingan dengan anda untuk berduaan dengan sang pacar. Bila perlu undang si pacar ke rumah untuk kumpul bersama keluarga. Bukan saatnya kita memarahi anak ketika tahu dia sudah berpacaran.Suatu penemuan atau determinan yang jelas. Pahamilah bahwa mereka sedang dalam masa puber. Selain itu. Secara sederhana. Selain itu kita juga perlu memberikan bimbingan mengenai pacaran sehat agar anak mengerti bagaimana hubungan pacaran yang saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak salah satu pihak untuk melakukan hal-hal negatif seperti: seks pra-nikah atau mencoba drugs. tetapi mungkin tidak seluruhnya nyata. mencari jati diri. Pendidikan seks juga hal yang perlu diketahui oleh anak. Kita tidak bisa melarang anak pacaran selama masih dalam taraf positif. . Dalam masa ini. ditentukan oleh lingkuangan fisik disekitar kita. Sudah saatnya para orang tua memberi pendidikan seks bagi anaknya. dapat dikatakan bahwa dua orang cenderung menjadi kenal jika faktor-faktor eksternal . Dalam kehidupan remaja tidak terlepas dengan yang namanya jatuh cinta. Tetapi. Sebaliknya pacaran yang sehat seharusnya menjadi ajang saling mendukung dan memotivasi satu sama lain ke arah yang lebih baik. Tetap berikan kesempatan dia untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Memang budaya seperti ini belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan masyarakat kita namun itu adalah salah satu cara yang efektif. kita akan lebih mudah memonitor kelakuannya bila si anak merasa anda sosok yang bisa diajak berkompromi. misalnya dalam bersama-sama meningkatkan prestasi di sekolah. Dengan begitu kita juga berkesempatan mengenal si dia. reaksi positif kita juga menjauhkan resiko anak menyembunyikan hubungan backstreet dan melakukan hal yang tidak senonoh tanpa sepengetahuan kita.

Rasa ingin tahu mereka terhadap lawan jenisnya sangat besar. untuk itu anda perlu mengarahkan rasa ingin tahunya agar tidak menyimpang.Jelaskan sebab akibat seks bebas. seperti kehamilan pra-nikah. penyakit kelamin dan penyebaran virus HIV. .