Anda di halaman 1dari 8
Tugas Mata Kuliah Pemodelan Matematika Nama Anggota Kelompok 8:      Ade Risma Yanti Dedek Noviyanti Reni Unaeni Ria Risca Pratiwi Waliyanti  ( H11112046 ) ( H11112005 ) ( H11112064 ) ( H11112049 ) ( H11112009 ) MODEL ENDEMIK SUSCEPTIBLE, INFECTED, RECOVERED (SIR) DENGAN VAKSINASI DAN SANITASI Kata pengantar BAB I Pendahuluan Model SIR dengan vaksinasi adalah salah satu model yang mengambarkan penyebaran penyakit infeksi dengan individu yang sembuh tidak dapat terinfeksi kembali dengan mempertimbangkan faktor vaksinasi dan sanitasi. Menurut Hetchote, model SIR terdiri dari tiga kelompok yaitu individu yang rentan penyakit atau susceptible (S),individu yang terinfeksi penyakit atau infected (I), dan individu yang telah sembuh dari penyakit atau recovered (R). Model tersebut berbentuk sistem persamaan diferensial nonlinear orde satu. Sitem persamaan deferensial nonlinear tidak mudah menyelesaikan eksaknya, intuk itu digunakan cara numerik untuk mendekati penyelesaian eksaknya. Model Runge-Kutta orde empat dapat digunakan cara numerik untuk menyelesaikan model tersebut karena penyelesaian yang dihasilkan agar dapat dimengerti individu lain diperlukan interpretasi dari penyelesaian. Penyelesaian yang dihasilkan berupa jumlah individu tiap kelompok paada saat t atau S(t), I(t), dan R(t). Latar belakang masalah Rumusan masalah Batasan masalah Tujuan penelitian BAB II Landasan teori -definisi -unsur-unsur Persamaan Diferensial BAB III Pembahasan Model SIR dengan vaksinasi dan sanitasi. Penyakit yang bersifat endemik adalah penyakit yang menyebar pada suatu wilayah tertentu dalam kurun waktu yang lama. Menurut Hetchote, penyebaran penyakit dapat dimodelkan ke dalam model SIR. Model SIR yang menambahkan pengaruh vaksinasi dan sanitasi disebut model SIR dengan vaksinasi dan sanitasi. Menurut Hetchote, model SIR dibagi menjadi tiga kelompok yaitu individu susceptible atau rentan penyakit (S), individu yang terinfeksi (I), dan individu recovered atau telah sembuh dari penyakit (R). Asumsi yang digunakan dalam model ini adalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Populasi konstan, Individu yang lahir diasumsikan rentan penyakit, Angka kelahiran sama dengan angka kematian, Populasi bercampur secara homogenya, Hanya memperhatikan satu jenis penyakit, Tidak terjadi perpindahan penduduk, dan Terdapat kegagalan vaksin. Karena diasumsikan populasi konstan sehingga jumlah individu pada populasi tersebut tetap atau S (t )  I (t )  R (t )  N . populasi model SIR gambar 1 adalah Gambar 1. Dinamika populasi model SIR  Laju kelahiran sama dengan laju kematian dilambangkan sebagai . Karena asumsi kedua individu yang lahir diasumsikan rentan penyakit, N sehingga jumlah individu yang lahir sebesar masuk pada kelompok S. Penyebaran penyakit infeksi muncul jika ada kontak antar individu I dengan S. Individu yang terinfeksi pindah ke kelompok I dengan laju kontak di lambangkan dengan b. Jumlah individu S juga akan berkurang karena adanya kematian sejumlah mS. Laju perubahan individu pada kelompok S tiap suatu waktu dapat dilihat dari populasi model S pada gambar 2. Gambar 2. Dinamika populasi model S Model S dS I  N  S  S dt N Individu pada kelompok I berasal dari infdividu kelompok S yang terinfeksi S yaitu sejumlah I N . Jumlah individu pada kelas I juga akan berkurang karena I adanya kematian yang di lambangkan dengan . Jumlah individu yang sembuh I  pindah ke dalam kelompok R yang di lambangkan dengan dengan merupakan laju kesembuhan. Laju perubahan individu pada kelompok I tiap suatu waktu dapat dilihat dari populasi model I pada gambar 3. Laju perubahan individu pada kelompok I tiap suatu waktu dapat dilihat dari populasi model I pada gambar 3. Gambar 3. Dinamika populasi model I Model I dI I   S  I  I dt N I Individu pada kelompok R berasal dari jumlah individu yang sembuh . Jumlah individu pada kelompok R juga berkurang dengan adanya kematian R sebesar . Laju perubahan individu pada kelompok R tiap suatu waktu dapat dilihat dari populasi model R pada gambar 4. Gambar 4. Dinamika populasi model R Model I dR  I  R dt Sedangkan perubahan populasi dalam model SIR dengan vaksinasi disajikan sebagai dalam gambar 5. Gambar 4. Dinamika populasi model SIR dengan vaksin Model SIR dengan vaksinasi adalah dS I  N  S  (   H ) S  N dt N dI I  (   H ) S  I  I dt N dR  I  R  N dt Dinamika populasi model SIR dengan vaksinasi dan sanitasi disajikan pada gambar 6. Gambar 4. Dinamika populasi model SIR dengan vaksinasi dan pengaruh sanitasi Model SIR dengan vaksinasi dan sanitasi adalah dS I  N  S  (   H ) S  N dt N dI I  (   H ) S  I  I dt N dR  I  R  N dt Denagn nilai parameter m,s dang adalah positif. Dan laju vaksinasi adalah 0    1. Dimana S(t)= Individu yang rentan penyakit pada saat t I(t)= individu yang terinfeksi penyakit pada saat t R(t)= individu yang telah sembuh dari penyakit Contoh dari Piccolo III dan Billinggs Terdapat penyakit campak (Measles) di New York City dengan penduduk total 8 jutaorang dengan angka kelahiran sama dengan angka kematian sebesar μ=0,015875 orang per hari. Angka konttak β=0,0002125 orang per hari dan angka kesembuhan measles γ =0,0 000125 . Diasumsikan dikota tersebut sanitasinya sempurna. Di daerah tersebut terdapat vaksinasi dengan angka vaksinasi sebesar σ =0,6 dan kegagalan vaksin sebesar θ=6 . Bentuk campak,sebagai berikut ; model SIR dari penyebaran penyakit c( H ) SI dS  N   (1   )N  S dt N dS  (0,015875)(8.000.000)  1,09375  10 11 SI  (1  0,06)( 0,6)( 0,015875)(8.000.000) dt  (0,015875) S  127.000  1,09375  10 11 SI  71.628  0,015875S  55.372  1,09375  10 11 SI  0,015875S dI c( H ) SI   I  I dt N dI  1,09375  10 11  (0,015875) I  (0,0000125) I dt  1,09375  10 11  0,01588751 dR  (1   )N  I  R dt dR  (1  0,06)( 0,6)( 0,015875)(8.000.000)  (0,0000125) I  (0,0000125) R dt  71.628  (0,0000125) I  (0,0000125) R. Penyelesaian model dari contoh kasus di atas dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Runge-Kutta BAB IV KESIMPULAN Daftar pustaka http://eprints.uny.ac.id/7323/1/t-20.pdf http://download.portalgaruda.org/article.php? article=174684&val=2316&title=PENYELESAIAN%20NUMERIK%20PERSAMAAN %20DIFERENSIAL%20LINEAR%20HOMOGEN%20%20DENGAN%20KOEFISIEN %20KONSTAN%20MENGGUNAKAN%20METODE%20%20ADAMS%20BASHFORTH %20MOULTON. http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/mat/article/download/1257/934. http://math.mipa.uns.ac.id/assets/proceeding/110113_template_artikel_semnas.pdf.