Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usaha untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan
khususnya Pendidikan Agama Islam senantiasa terus dikembangkan melalui
pengkajian berbagai komponen pendidikan. Perbaikan dan penyempurnaan
kurikkulum, bahan ajar, manajemen pendidikan, proses belajar mengajar dan
lain-lain sudah banyak dilakukan. Tujuan utamanya adalah untuk memajukan
pendidikan nasional dan meningkatkan hasil pendidikan, tidak terkecuali
bidang Pendidikan Agama Islam.
Perbaikan dan penyempurnaan sistem pembelajaran merupakan upaya
yang paling nyata dalam meningkatkan proses dan hasil belajar para siswa
sebagai salah satu indikator kemajuan dan kualitas pendidikan. Proses
belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah, agar
tujuan pendidikan dan pengajaran berjalan dengan benar. Proses belajar
mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian
perbuatan guru dan siswa dasar hubungan timbal balik yang berlangsung
dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau
hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama
bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa
belajar mengajar mempunyai arti luas, tidak sekedar hubungan antara guru
dan siswa, berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai
pada diri siswa yang sedang belajar Upaya tersebut diarahkan kepada
kualitas pembelajaran sebagai sebuah proses yang diharapkan dapat
menghasilkan kualitas hasil belajar siswa

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas dalam makalah tentang
Pembelajaran dalam Pendidikan Islam ini akan membahas hal-hal sebagai
berikut:
1.

Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

2.

Prinsip-prinsip Belajar dan pembelajaran.

3.

Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam

4.

Perencanaan Pembelajaran

5.

Proses Pembelajaran
1

yakni suatu kegiatan bimbingan. Prinsip-prinsip Belajar dan Pembelajaran 2 . pengajaran dan atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar akan tujuan yang hendak dicapai. Pendidik/ Guru (GBPAI) yang melakukan kegiatan bimbingan. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal. 87) yang dikutip oleh Abdul Majid dan Dian Andayani. juga sekaligus untuk membentuk kesalehan atau kualitas pribadi. hingga mengimani ajaran agama Islam. penghayatan. dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa dan untuk mencapai pengertian tersebut maka harus ada serangkaian yang saling mendukung antara lain : 1. B. Peserta didik yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan. pengajaran dan atau latihan secara sadar terhadap peserta didiknya untuk mencapai tujuan tertentu. juga membentuk kesalehan sosial Menurut Zakiyah Darajdat (1989.BAB II LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN PAI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 A. dan pengamalan terhadap peserta didik. yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup”. 2. Kegiatan PAI diarahkan untuk meningkatkan keyakinan. dalam arti yang dibimbing. diajari dan atau dilatih dalam peningkatan keyakinan. memahami. pemahaman. yang di samping untuk membentuk kesalehan atau kualitas pribadi. mengayati. 3. Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar. pemahaman. “Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. lalu menghayati tujuan. penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam.

Keaktifan peserta didik tidak hanya dilihat dari gerakan-gerakan badaniah saja. Prinsip Kesiapan (Readiness) Salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar adalah kesiapan peserta didik yaitu kesiapan kondisi fisik dan psikisnya. afektif dan psikomotor peserta didik. Minat belajar yang tinggi yang diikuti oleh tercurahnya perhatian pada kegiatan belajar mengajar akan membawa peserta didik ke suasana berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. tingkat kepandaian. 3. Bahan-bahan dan tugas-tugas belajar dipersiapkan secara bervariasi sesuai dengan faktor kesiapan kognitif. pengalaman belajar sebelumnya. Sebelum mulai pembelajaran perlu dilakukan tes untuk mengetahui tingkat kesiapan dan kemampuan peserta didik. Sehingga untuk merancang rencana pembelajaran perlu dilakukan hal-hal berikut: a. Materi atau tugas yang diberikan disesuaikan dengan tingkat usia. kemampuan. c. 2. Peserta didik yang belum siap melaksanakan tugas belajar akan mengalami kesulitan atau bahkan putus asa dalam belajar. motivasi dan lain-lain. b. Prinsip partisipasi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. motivasi ada dua yaitu motivasi intrinsik yaitu motivasi yang datang dari dalam diri peserta didik dan motivasi ekstrinsik yakni motivasi yang berasal dari lingkungan di luar diri peserta didik. Sedangkan untuk menumbuhkan motivasi ekstrinsik adalah dengan menciptakan suasana lingkungan yang religius yang akan memotivasi belajar peserta didik untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam. Kesiapan ini meliputi kematangan dan pertumbuhan fisik dan psikis. Prinsip-prinsip tersebut antara lain adalah: 1. dan latar belakang pengalamanpeserta didik.Sebelum memulai proses pembelajaran hendaknya dipahami dulu prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran yang mengacu pada teori belajar dan pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam hendaknya selalu diusahakan agar dapat menimbulkan motivasi intrinsik dengan penerapan metode pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi belajar dalam diri peserta didik. Prinsip motivasi (motivation) Berdasarkan sumbernya. tetapi juga dari keaktifan mereka secara akliah dan batiniyah misalnya perhatian peserta 3 . Hal ini dilakukan untuk memilih dan menentukan metode pembelajaran yang tepat yang akan diterapkan dalam proses belajarmengajar. Prinsip ini adalah salah satu prinsip yang sangat penting dalam pembelajaran.

81a Tahun 2013 Lampiran IV Tentang Pedoman Umum Pembelajaran. Prinsip Retensi mengingat kembali materi pembelajaran yang sudah dipelajari oleh peserta didik. 5. pengetahuan. mengerjakan tugas serta kegiatan-kegiatan lain yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Karena itu sejak dini kepada peserta didik perlu ditanamkan persepsi yang baik dan akurat mengenai apa yang akan dipelajari. Kegiatan pembelajaran pada prinsipnya merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap. Dengan retenzi membuat apa yang sudah dipelajari dapat bertahan atau tinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali apabila diperlukan.didik yang terfokus pada isi ceramah yang disampaikan oleh guru. sehingga pikiran dan perasaan peserta didik tidak berpindah pada obyek lain. Untuk membentuk persepsi yang benar pada diri peserta didik yang perlu diperhatikan adalah dalam pembelajaran diperlukan penjelasan yang benar dan jelas tentang materi pelajaran tertentudan juga mengupayakan berbagai sumber belajar yang mendukung pemahaman yang benar pada diri peserta didik mengenai apa yang sedang dipelajari. serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Strategi pembelajaran harus diarahkan untuk memfasilitasi pencapaian kompetensi yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum agar setiap 4 . C. RPP yang disusun guru akan berdasarkan Permendikbud No. dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat. 4. Semua proses belajar mengajar selalu dimulai dari persepsi yaitu setelah peserta didik menerima stimulus berupa materi pembelajaran dari guru. maka untuk selanjutnya akan sulit merubah persepsi yang sudah melekat tersebut. Prinsip Persepsi Persepsi adalah suatu proses yang bersifat kompleks yang menyebabkan seseorang dapat menerima dan menyerap informasi yang diperoleh dari lingkungannya. berbangsa. Jika peserta didik memiliki persepsi yang salah terhadap apa yang dipelajari. berdiskusi. Persepsi dianggap sebagai tahap awal dari pemahaman kognitif peserta didik yang bersifat relatif. selektif dan teratur. Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Implementasi kurikulum 2013 yang pada prinsipnya sangat dibutuhkan guru di sekolah adalah penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. tanya jawab.

kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip yang: (1) berpusat pada peserta didik. sekolah. 5 . Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. dan bermakna. etika. efektif. Proses pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan. dan kinestetika. logika. Pada Kurikulum 2013 dikembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. mengasosiasi atau menganalisis. Oleh karena itu. Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu. semua kegiatan yang terjadi selama belajar di sekolah dan di luar dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler terjadi proses pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap. dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati. dan yang pada gilirannya mereka menjadi komponen penting untuk mewujudkan masyarakat belajar. dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan. mengumpulkan informasi. estetika. menanya. dan masyarakat. kontekstual. (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang. Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum. Keduanya. (4) bermuatan nilai. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis.Baik pembelajaran langsung maupun pembelajaran tidak langsung terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. (2) mengembangkan kreativitas peserta didik. dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2. efisien. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.individu mampu menjadi pebelajar mandiri sepanjang hayat. pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas. kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran.

dan (7) penilaian. Perencanaan Pembelajaran Tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompok.D. (3) alokasi waktu. RPP mencakup: (1) data sekolah. dan kelas/semester. (4) tujuan pembelajaran. KD dan indikator pencapaian kompetensi. 1. Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD dan untuk guru matapelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs. 6 . guru: a. (5) materi pembelajaran. kegiatan inti. Hakikat RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. Proses Pembelajaran Tahap kedua dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan. matapelajaran. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau secara bersama-sama melalui musyawarah guru MATA pelajaran (MGMP) di dalam suatu sekolah tertentu difasilitasi dan disupervisi kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. metode pembelajaran. alat dan sumber belajar. E. Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. dan SMK/MAK. dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. (2) materi pokok. (6) langkah langkah kegiatan pembelajaran. (6) media. dan kegiatan penutup. SMA/MA. Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan.

grafik. aktifitas mengamati mengutamakan proses pembelajaran yang bermakna (meaningfull learning). merupakan aktifitas dari pengalaman belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Kegiatan inti didukung dengan pendekatan pendekatan pembelajaran: a. 2. bagan.b. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas. dan mudah pelaksanaannya. kreativitas. c. dan d. yang dilakukan secara interaktif. Aktifitas-aktifitas siswa tersebut adalah Proses pembelajaran lima pengalaman belajar pokok Proses pembelajaran lima pengalaman belajar pokok yaitu: 1) Mengamati. gambar. mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari. dsb. Dalam pembelajaran di kelas. dengan guru bertindak sebagai fasilitator. baik primer maupun sekunder  Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi 7 . Keunggulan dari aktifitas ini adalah menyajikan media obyek secara nyata. inspiratif. misalnya: video.  Menentukan objek apa yang akan diobservasi  Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi  Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi. menantang. dan kemandirian sesuai dengan bakat. mengamati dapat dilakukan melalui berbagai media yang dapat diamati siswa. sehingga peserta didik senang dan tertantang.) Pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti berikut ini. memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi. menyenangkan. mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan.

2) Menanya. atau karya yang relevan. kegiatan ini merupakan proses untuk memperkuat pemahaman faktual. mengelompokkan. dan kesan dan lain sebagainya termasuk dengan melibatkan emosi dan idealismenya. menulis. dan prosedural melalui kegiatan langsung mengumpulkan data. menghubungkan. memilah. tulisan. menyimpulkan dan menafsirkan. atau membuat karya tertentu untuk menyampaikan gagasan/ide. video perekam. jika diperlukan tersedia lembar kerja diskusi. Termasuk dalam kategori mengasosiasi adalah menyajikan data secara sistematis. Dalam kegiatan menanya. dan alat-alat tulis lainnya. guru harus menjadwalkan secara efektif dengan membagi peran dan alokasi waktu kegiatan dalam satu semester/satu tahun. mengasosiasi atau menalar adalah kegiatan berpikir tingkat tinggi terhadap data yang didapat melalui kegiatan mencoba. sehingga setiap siswa mendapat kesempatan yang proporsional. Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancer  Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi . 5) Mengomunikasi. merumuskan. Kegiatan ini menjadi sarana agar siswa terbiasa berbicara. 8 . kamera. mulai pertanyaan sederhana dan pendek hingga pertanyaan kompleks dan kritis. 3) Mengumpulkan informasi. menanya adalah proses mengkonstruksi pengetahuan berupa konsep. prosedur dan alokasi waktu diskusi ditentukan. antara lain: tujuan dan hasil kegiatan dirumuskan dengan jelas. mengomunikasikan adalah hasil akhir dari kegiatan pembelajaran dimana siswa mampu mengekpresikan sikap. 4) Mengolah informasi atau mengasosiasi. Untuk mengurangi kendala waktu terutama jika bentuk kegiatan presentasi yang digunakan. Kegiatan mengasosiasi dapat dirancang dan didesain dengan menggunakan lembar kerja ekperimen sehingga lebih terbimbing dan terarah sesuai dengan tujuan dan sasaran pembelajaran. siswa mengembangkan keterampilan lisan dan tertulis dalam merumuskan pertanyaan. Untuk mendorong hasil yang efektif dan efisien proses menanya dalam diskusi harus disiapkan oleh guru. konseptual. dan keterampilannya dalam bentuk lisan. seperti menggunakan buku catatan. pengetahuan. pengalaman. prinsip dan prosedur melalui diskusi kelompok atau diskusi kelas. tape recorder. Pada kegiatan tugas proyek dan tugas produk umumnya tidak memerlukan lembar kerja karena siswa lebih bebas dalam berkreasi dan berinovasi. diberikan apresiasi yang cukup kepada siswa yang aktif berpartisipasi.

. serta berlaku begitu saja tanpa dipikir lagi” (Edi Suardi. tidak pernah berbuat sama sekali. tanpa direncanakan dulu. oleh karena itu pendekatan emosional merupakan salah satu pendekatan dalam Pendidikan Agama Islam. guru atau pendidik akan menemui kesulitan yang besar apabila mengabaikan pendekatan ini. 2005 : 129). Edi Suardi dalam bukunya. c). Peserta didik harus mengalami sendiri ibadah itu dengan bimbingan gurunya. d). sosio drama atau bercerita e). Dengan pendekatan ini peserta didik diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman keagamaan baik secara individual maupun kelompok. Pendekatan Emosional Emosi merupakan gejala kejiwaan yang ada di dalam diri seseorang. 9 . Emosi tersebut berhubungan dengan masalah perasaan. atau mana yang tidak baik. Emosi berperan dalam pembentukan kepribadian seseorang.b) Pendekatan Pengalaman Pendekatan ini merupakan pemberian pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan. Memberikan pengalaman yang edukatif kepada peserta didik diarahkan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan[2]. Pendekatan Rasional Pendekatan rasional merupakan sutu pendekatan yang mempergunakan rasio (akal) dalam memahami dan menerima suatu ajaran agama. Metode pembelajaran dalam pendekatan emosional ini yang digunakan adalah metode ceramah. Pedagogik 2. Pengalaman yang dimaksud disini tentunya pengalaman yang bersifat mendidik. mana yang lebih baik. Pendekatan Pembiasaan Pendekatan ini dimaksudkan agar seseorang memiliki kebiasaan berbuat hal-hal yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam pembelajaran ibadah misalnya. Pembiasaan memberikan kesempatan kepada peserta didik terbiasa mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari[3]. menjelaskan bahwa ”kebiasaan itu adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis. Karena itu pendekatan emosional merupakan ”usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam meyakini ajaran Islam serta dapat merasakan mana yang baik dan mana yang buruk ” (Ramayulis. tt : 123). Dengan mempergunakan akalnya seseorang bisa membedakan mana yang baik. Belajar dari pengalaman jauh lebih baik dari pada hanya sekedar bicara.

Pembelajaran dan bimbingan untuk melakukan shalat misalnya. guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran. demonstrasi. secara langsung memberikan keteladanan bagi anak didiknya. diharapkan berguna bagi kehidupan seseorang. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Hal ini disebabkan karena guru akan menjadi tokoh identifikasi dalam pandangan anak yang akan dijadikannya sebagai teladan dalam mengidentifikasikan diri dalam kehidupannya. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi. Bahkan manusia pada umumnya senantiasa cenderung meniru yang lainnya. layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan 10 . baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan sosial. Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan ini antara lain metode latihan. Keteladanan pendidik terhadap anak didiknya merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan keberhasilan pembelajaran. Pendekatan Fungsional Pendekatan ini merupakan upaya memberikan materi pembelajaran dengan menekankan kepada segi kemanfaatan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan Keteladanan Pendekatan keteladanan adalah memperlihatkan keteladanan atau memberikan contoh yang baik. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup. Rasulullah SAW merupakan teladan yang baik bagi umat Islam. program pengayaan. misalnya seorang guru bisa melakukan pendekatan rasional dengan memberikan peran akal dalam memahami dan menerima kebenaran ajaran atau tuntunan agama[5]. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram. Kecenderungan anak untuk belajar melalui peniruan menyebabkan pendekatan keteladanan menjadi sangat penting artinya dalam proses pembelajaran. g). f). Guru yang senantiasa bersikap baik kepada setiap orang misalnya. sebagaimana yang dinyatakan Allah SWT dalam Al Quran surah Al Ahzab ayat 21[7] : 3. Melalui pendekatan fungsional ini berarti peserta didik dapat memanfaatkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. dan pemberian tugas[6].Pembelajaran dengan melalui metode tanya jawab atau kerja kelompok.

KI-3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap materi ajar. Diantaranya adalah dengan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal. hingga mengimani ajaran agama Islam. dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa dan untuk mencapai pengertian tersebut maka harus ada serangkaian yang saling mendukung antara lain : 11 . dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. sedangkan KI-4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan. bahwa KD-KD diorganisasikan ke dalam empat KI. KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung. KI-2 berkaitan dengan karakter diri dan sikap sosial.hasil belajar peserta didik. memahami. mengayati. dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI3. tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran. KI-2. KI-1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Perlu diingat. untuk semua matapelajaran. KI-1. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dalam proses pembelajaran seorang guru sebagai pengajar harus pandai-pandai dalam mengambil langkah agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan pendidikan.

Pendidik/ Guru (GBPAI) yang melakukan kegiatan bimbingan. 2) Beberapa kriteria pemilihan strategi pembelajaran yaitu: berorentasi pada tujuan. Pada praktiknya tidak ada strategi pembelajaran yang baku yang bisa diterapkan di semua tempat dan semua situasi. metode pembelajaran pendidikan agama dan hasil pembelajaran pendidikan agama. pemahaman. 3. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Daftar Pustaka Arifin. Prinsip partisipasi peserta didik. dan prinsip retensi. penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam. yaitu : kondisi pembelajaran agama.memilih strategi pembelajaran yang tepat. pengajaran dan atau latihan secara sadar terhadap peserta didiknya untuk mencapai tujuan tertentu. 2008.1. tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran antara lain yaitu:1) Prinsip-prinsip Pembelajaran yang meliputi prinsip kesiapan peserta didik. 2. Dalam melaksanakan srtategi pembelajaran faktor yang terpenting diantaranya adalah penggunaan metode yang tepat yang disesuakan dengan tujuan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. dalam arti yang dibimbing. 3). Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK. Zaenal. motivasi. Ketiga faktor tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2013. 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran. memlih teknik/metode yang tepat dan penggunaan media pembelajaran yang sesuai. diajari dan atau dilatih dalam peningkatan keyakinan. Jakarta: Depdikbud. yakni suatu kegiatan bimbingan. pengajaran dan atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar akan tujuan yang hendak dicapai. prinsip persepsi. 12 . Peserta didik yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan.

2013. Modul Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI berbasis IT. Strategi Pendidikan Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Hamami. UMY.E. Yogyakarta. Yogyakarta: LPTK UIN SUKA. Msi. Wina. DR. Sanjaya. M.. Tasman. Prof. Yogyakarta: LPTK UIN SUKA. Drs. 2013.. Prof. Dr.Ag. 11-6-2013 Hamruni. 2013. Model Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013 dalam Kumpulan Modul PLPG Untuk Guru PAI Sekolah Umum. Dr. Modul Strategi dan Model Pembelajaran “PAIKEM” dalam Kumpulan Modul PLPG Untuk Guru PAI Sekolah Umum. MA. M.Pd. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. 13 . Mulyasa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Rofik. Bandung: PT remaja Rosdakarya. 2007.