Anda di halaman 1dari 14

Kehilangan gigi biasa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain trauma

,
karies, penyakit periodontal dan iatrogenik. Kehilangan gigi akan menyebabkan
gangguan fungsi fonetik, mastikasi, dan estetik serta menyebabkan perubahan
lingir alveolar.1
Tanggalnya gigi dapat mengakibatkan kemampuan menelan dan mencerna
makanan berkurang. Kelemahan dan tidak adanya koordinasi dari lidah akan
menyebabkan terjadinya retensi makanan di bagian bukal mulut. Sisa makanan
yang terus tertimbun dapat mengakibatkan bau mulut, kerusakan gigi, penyakit
periodontal, bone loss, dan jika tidak segera diganti dengan gigitiruan maka dapat
menyebabkan bergesernya gigi alami ke ruang bekas gigi yang hilang. Dan bila
keadaan ini terus berlanjut, akan terjadi disorientasi dari sendi temporomandibula
yang dapat menimbulkan rasa nyeri. Kelainan yang mungkin timbul akibat
hilangnya gigi yang tidak segera diganti adalah resorbsi tulang alveolar, perubahan
dimensi vertikal, dan status kesehatan gigi dan mulut.
Dengan terjadinya kehilangan beberapa gigi alami dari lengkung gigi,
maka gigi yang telah hilang itu harus digantikan dengan menempatkan gigitiruan
pada bagian dari lengkung gigi yang telah kehilangan gigi
Telah dikembangkan beberapa jenis gigitiruan sehubungan dengan
perbaikan fungsi kunyah dan kenyamanan untuk mengunyah bagi pasien. Secara
umum gigitiruan dapat dibedakan atas gigitiruan lepasan dan gigitiruan cekat.
Dewasa ini, penggunaan gigitiruan cekat (GTC) di kalangan masyarakat
sudah sangat populer untuk menggantikan gigi yang hilang. Hal ini dikarenakan
1

Kenyataan ini mutlak harus diperhatikan oleh para dokter gigi untuk membuat diagnosis dan rencana perawatan yang tepat untuk gigi dan jaringan penyangganya dengan restorasi cekat pada umumnya dan GTC pada khususnya. pasien merasa tidak nyaman dalam pemakaian GTC tersebut dan adanya kerusakan pada jaringan pendukungnya.2.3 Agar perawatan GTC berhasil. maka pemeliharaan jaringan periodontal harus dilakukan agar gigi alami yang digunakan sebagai gigi penyangga juga dapat dipertahankan. Jaringan penyangga gigi terdiri dari gingiva.GTC memiliki konstruksi yang baik dan hanya menutupi sedikit jaringan penyangga sehingga lebih nyaman untuk digunakan serta terpasang secara cekat di dalam mulut.2 Masalah yang banyak dijumpai adalah masih ditemukannya ketidakpuasan dari pasien. Tujuan utama perawatan gigi geligi dengan GTC adalah mempertahankan dan memelihara kesehatan gigi geligi yang masih ada beserta seluruh sistem pengunyahan supaya dapat berfungsi dengan baik dan tetap sehat. tulang alveolar. Oleh karena itu. Hal ini karena kurang maksimalnya upaya pengguna GTC untuk membantu menjaga kesehatan jaringan mulutnya setelah pemakaian GTC. ligamentum periodontal dan sementum. Faktor lain yang timbul dari awal prosedur perawatan GTC serta kemungkinan dari pembuatannya yang tidak memenuhi 3 . maka yang harus dipertimbangkan diantaranya pertimbangan faktor periodontal dari gigi-gigi penyangga. agar suatu GTC dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama di dalam mulut.

dan kelainan pada gingiva. sementum. di Pulau Kodingareng tidak terdapat sarana pelayanan gigi dan mulut. akan lebih terlihat pada daerah gingiva. Kecamatan Ujung Tanah. Pulau Kodingareng ialah pulau yang terletak di Kelurahan Kodingareng.syarat-syarat biologis. Saat ini. tulang alveolar. Tenaga medisnya pun tidak memperoleh suatu tempat tinggal berupa asrama yang dimaksudkan agar tenaga medis dapat menetap di sana dan tidak harus bolak-balik jika terdapat waktu senggang.4 Berdasarkan kenyataan tersebut. Sebanyak 90% penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan. 4 . Kota Makassar. maka peneliti tertarik untuk meneliti pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Pulau Kodingareng. menyebabkan timbulnya karies atau kelainan-kelainan jaringan penyangga seperti kelainan pada ligamentum periodontal. karena institusi pelayanan kesehatan di sana masih berstatus puskesmas pembantu. pelayanan kesehatan di Pulau Kodingareng belum berjalan maksimal. sehingga masyarakat hanya mengandalkan tukang gigi untuk melayani kebutuhan dalam hal yang mencakup gigi dan mulut. khususnya kesehatan gingiva pada pengguna GTC di Pulau Kodingareng. Khusus pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Sementara pada pemasangan GTC yang tidak sesuai. sehingga pelayanan kesehatannya pun siaga dan berkesinambungan. Karena jika terjadi kelainan kesehatan jaringan periodontal pada penggunaan GTC. dan sisanya usaha lainnya.

1.1 Tujuan Umum.3.4 MANFAAT PENELITIAN 1.1. Untuk mengidentifikasi jenis keluhan pada pengguna GTC di Pulau Kodingareng 3.3 TUJUAN PENELITIAN 1.3. Untuk mengetahui kesehatan jaringan periodontal pada pengguna GTC masyarakat di Pulau Kodingareng. 1. Untuk mengetahui kesehatan jaringan gingiva pada pengguna GTC di Pulau Kodingareng. maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah kesehatan jaringan gingiva pada pengguna GTC pada masyarakat Pulau Kodingareng.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas.1 Manfaat Ilmiah. 1.4. 5 . 1.2 Tujuan Khusus. Untuk mengetahui jumlah pengguna GTC di Pulau kodingareng 2.

3 Manfaat bagi Peneliti. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat Pulau Kodingareng khususnya pada pemakai GTC tentang pemeliharaan kesehatan gingiva selama penggunaan GTC 1.1 GIGITIRUAN CEKAT 6 .4. 1.4.2 Manfaat Praktis.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah bagi pembacanya dan tentang keadaan kesehatan jaringan gingiva pada penggunaan GTC di Pulau Kodingareng. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis untuk meneliti khususnya tentang keluhan-keluhan yang dialami masyarakat Pulau kodingareng yang berkaitan dengan penggunaan GTC.

Retainer dapat dibuat intrakoronal atau ekstrakoronal. Abutment. adalah daerah diantara gigi-gigi penyangga. Jenis restorasi ini telah lama disebut dengan gigitiruan jembatan. Dapat dibuat dari porselen. yaitu pontik. 4. Tulang alveolar akan 7 . adalah restorasi tempat pontik dicekatkan. 3. retainer. adalah bagian yang mencekatkan pontik ke retainer. adalah gigi penyangga dapat bervariasi dalam kemampuan untuk menahan gigitiruan cekat dan tergantung pada faktor-faktor seperti daerah membran periodontal. Konektor. konektor.5 2. abutment. dan sadel. adalah gigi buatan pengganti dari gigi atau gigi-geligi yang hilang. 2. Sadel. Konektor dapat berupa sambungan yang disolder. Pontik.1 Komponen-komponen Gigitiruan Cekat6 Gigitiruan cekat terdiri dari beberapa komponen. yang terutama adalah tulang alveolar yang ditutupi oleh jaringan lunak.Gigitiruan cekat merupakan piranti prostetik permanen yang melekat pada gigi yang masih tersisa. jika terbuat dari porselen seluruhnya). yang menggantikan satu atau lebih kehilangan gigi. panjang serta jumlah akar.1. struktur cor (alumina derajat tinggi. yang dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Retainer. atau gabungan dari bahanbahan ini. akrilik atau logam. 5.

Kelima desain ini adalah: a.1. 2.2 Macam-macam Desain GTC. 8 . Fixed-fixed bridge Suatu gigitiruan yang pontiknya didukung secara kaku pada kedua sisi oleh satu atau lebih gigi penyangga. Seperti pada gambar 1. Indikasi dari perawatan dengan menggunakan fixed-fixed bridge yaitu jika gigi yang hilang dapat terhubung dengan gigi penyangga yang mampu mendukung fungsional dari gigi yang hilang. Fixedfixed bridge dengan menggunakan bahan porselen pada gigi insisivus sentralis.7 Adapun 5 macam desain dari GTC yang perbedaannya terletak pada dukungan yang ada pada masing-masing ujung pontik. GTC merupakan restorasi yang kuat dan retentif untuk menggantikan gigi yang hilang dan dapat digunakan untuk satu atau beberapa gigi yang hilang. harus mampu mendukung fungsional dari gigi yang hilang. Kontur dan tekstur sadel akan mempengaruhi desain pontik.berubah kontur selama beberapa bulan setelah hilangnya gigi. Pada bagian gigi yang hilang yang terhubung dengan gigi penyangga.

Gambar 1. Semi fixed bridge Suatu gigitiruan yang didukung secara kaku pada satu sisi.2001. Gambaran semi-fixed bridge (Sumber : Barclay CW. biasanya pada akhir distal dengan satu atau lebih gigi penyangga. Walmsley AD. Gambaran fixed-fixed bridge pada gigi Insisivus sentralis (Sumber : Barclay CW. Fixed and removable prosthodontics. Walmsley AD. 2 nd ed. Fixed and removable 9 .p. Satu gigi penyangga akan menahan perlekatan intracoronal yang memungkinkan derajat kecil pergerakan antara komponen rigid dan penyangga gigi lainnya atau gigi Gambar 2. 115) b. Tottenham: Churchill livingstone.

2001.p.prosthodontics.118) Tottenham: Churchill 10 . 2nd ed. livingstone.

Pada cantilever bridge ini. 11 . Lengan dari bar mengikuti kontur dari palatum untuk memungkinkan adaptasi pasien. Cantilever bridge Suatu gigitiruan yang didukung hanya pada satu sisi oleh satu atau lebih abutment. tergantung pada posisi dari lengkung gigi penyangga dalam kaitannya dengan gigi yang hilang. Fixed and removable prosthodontics. Gambar 3. Jenis gigitiriruan ini digunakan pada pasien yang kehilangan gigi anterior dengan satu gigi yang hilang atau terdapat diastema di sekitar anterior gigi yang hilang. 120) d.c. Gambaran cantilever bridge (Sumber : Barclay CW. Spring cantilever bridge Suatu gigitiruan yang didukung oleh sebuah bar yang dihubungkan ke gigi atau penyangga gigi. gigi penyangga dapat mengatasi beban oklusal dari gigitiruan. Tottenham: Churchill livingstone.2001. Lengan dari bar yang berfungsi sebagai penghubung ini dapat dari berbagai panjang. 2nd ed.p. Walmsley AD.

2 JARINGAN PERIODONTAL 12 . Kemungkinan kehilangan gigi pada lengkung gigi yang sama 7. Walmsley AD.1 Adapun indikasi dan kontraindikasi dari GTC. Tottenham: Churchill livingstone.2001. Kurangnya celah karena pergeseran gigi tetangga ke daerah edentulus 3. Kelainan jaringan periodonsium 4. Resorbsi lingir alveolus yang besar pada daerah anodonsia. Gambaran spring cantilever bridge (Sumber : Barclay CW. Diastema yang panjang 6. Fixed and removable prosthodontics. Compound bridge Ini merupakan gabungan atau kombinasi dari dua macam gigitiruan cekat dan bersatu menjadi suatu kesatuan. Prognosis yang jelek dari gigi penyangga 5. Gigi di sebelah daerah edentulus miring 4.Gambar 4. 122) e.1. Pasien yang tidak kooperatif 2. yaitu : 1. Splint bagi gigi yang memiliki ketebalan email yang cukup untuk dietsa. Kehilangan satu atau lebih gigi 2.3 Indikasi dan Kontraindikasi Pemakaian GTC. Kontraindikasi pemakaian GTC : 1. 2nd ed. 2. 2. Kondisi kejiwaan pasien kurang menunjang 3.p.

Clinical periodontology. tekstur jaringan. takei HH. 9 th ed. Carranza FA.17) 2. komposisi biokimia. serta interdental gingiva atau interdental papilla. sementum. 2002.2.8 Gambar 5. Marginal gingiva dapat dipisahkan dari permukaan gigi dengan probe periodontal. In: Newman MG. dan komposisi kimianya. dan tulang alveolar. Dalam 50% kasus. Masing-masing komponen dari jaringan periodontal berbeda lokasi. Sulkus gingiva 13 .9 2. Philadelphia : WB Saunder Co. Carranza FA. Gingiva. Diagram anatomi gingiva (Sumber: Itoiz ME. Biasa lebarnya sekitar 1 mm dari dinding jaringan lunak sulkus gingiva. attached gingiva (bagian dari yang melekat). 1. jaringan periodontal yang memberikan dukungan yang diperlukan untuk mempertahankan fungsi gigi terdiri dari empat komponen utama. sulkus gingiva.1. The gingival. marginal gingiva dibatasi dengan attached gingiva oleh depresi linear yang dangkal disebut free gingiva groove. Marginal gingiva Marginal gingiva atau unattched gingiva adalah sambungan tepi atau pinggiran dari gingiva yang mengelilingi gigi berbentuk seperti lingkaran. editors. yaitu gingiva. p. Gingiva adalah bagian dari mukosa mulut yang melapisi tulang alveolar dari rahang atas dan rahang bawah serta di sekeliling leher gigi. Gingiva secara anatomi dibagi menjadi marginal gingiva (tepi gusi). ligamentum periodontal.Normalnya.

5 mm dan pada insisivus rahang bawah sebesar 3. Attached gingiva merupakan suatu lanjutan dari marginal gingiva.9 mm pada rahang atas dan 1. maka kedalaman sulkus gingiva dapat mencapai 0. Dari aspek lingual alveolar. Papila Interdental Gingiva interdental menempati embrasure gingiva yang terletak pada daerah interproksimal di bawah daerah kontak gigi. Lebar dari attached gingiva merupakan parameter klinik penting lainnya. Yang dapat diukur sesuai jarak antara mucogingiva junction dan proyeksi dari permukaan dasar luar dari sulkus dengan menggunakan probe periodontal.9 3. Aspek permukaan dari attached gingiva meluas ke mukosa alveolar dibatasi oleh mucogingiva junction.5-4.Sulkus gingiva adalah celah dangkal atau ruang di sekitar gigi yang dibatasi oleh permukaan gigi pada satu sisi dan lapisan epitel margin bebas dari sisi lain gingiva. Attached gingiva pada daerah insisivus rahang atas 3. Lebar dari attached gingiva meningkat sesuai umur dan pada gigi yang supraerupsi. Interdental gigi dapat berbertuk piramida 14 .3-3.8 Lebar dari attached gingiva dari aspek fasial berbeda pada tiap daerah dalam rongga mulut. Sulkus ini berbentuk V dan hanya sedikit saja yang dapat dimasuki oleh probe periodontal. Determinasi klinik dari kedalaman sulkus gingiva merupakan parameter diagnostik yang penting. akhir dari attached gingiva dihubungkan oleh mukosa membran dasar mulut. Attached gingiva berbatas tegas. Attached gingiva. Dalam kondisi benar-benar normal atau ideal.10 4. elastik dan melekat erat pada periosteum dari tulang alveolar. Mucogingiva junction tetap tidak bergerak hingga dewasa.8 pada rahang bawah). perubahan lebar attached gingiva disebabkan oleh perubahan posisi coronal end.9 mm dan lebih sempit pada daerah posterior ( 1.

gingiva berbentuk datar membulat di atas tulang interdental dan halus tanpa papila interdental. Ujung lateral dari interdental gingiva dibentuk oleh kontibuitas marginal gingiva ke gigi sebelahnya. Bentuk ruang interdental gingiva tergantung dari titik kontak antara gigi dan ada tidaknya resesi gingiva.10 Permukaan fasial dan lingual lonjong ke daerah kontak proksimal dan berbentuk cembung pada daerah mesial dan distal.10 15 .atau berbentuk kol. Jika terjadi diastem.