Anda di halaman 1dari 2

1.

Apa yang dimaksud aspek hukum kefarmasian menurut pendapatmu
Aspek hukum kefarmasian menurut pendapat saya adalah ketentuan yang bersifat
mengikat yang telah ditetapkan oleh pemerintah mengenai bidang kefarmasian.
Ketentuan ini dapat mengatur berbagai hal di bidang kefarmasian, mulai dari syaratsyarat menjadi apoteker, tugas-tugas apoteker, standar proses pembuatan obat yang baik,
dan lain-lain.
2. Berikan contoh hukum atau undang-undang di bidang farmasi beserta tahun dan
ditujukan kepada siapa
a. UU 6 tahun 1963 tentang Tenaga Kesehatan
Peraturan hukum ini secara spesifik menjelaskan siapa saja yang termasuk tenaga
kesehatan, syarat menjadi tenaga kesehatan, tugas tenaga kesehatan dan lain-lain.
Menurut undang-undang ini, yang dimaksud dengan tenaga kesehatan yaitu:
dokter; dokter-gigi; apoteker; asisten-apoteker; bidan: perawat, physio-terapis; penilik
kesehatan, nutrisionis dan lain-lain.
b. UU 9 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan
Peraturan ini menjelaskan betapa pentingnya kesehatan bagi masyarakat, dan
ditujukan kepada berbagai pihak agar mengerti bagaimana pokok-pokok kesehatan di
Indonesia. Dalam pasal-pasalnya, dijelaskan pula usaha pemerintah dalam menjamin
kesehatan bagi masyarakat, dan bagaimana hubungan pemerintah dengan pihak
swasta dalam bidang kesehatan.
c. UU 7 tahun 1963 tentang Farmasi
Peraturan perundang-undangan ini secara khusus membahas tentang farmasi, mulai
dari obat-obat yang ada di Indonesia dan pelaksanaan usaha-usaha yang dilakukan
dalam bidang kefarmasian.
d. PP 20 tahun 1962 tentang Lafal Sumpah Janji Apoteker
Peraturan Pemerintah ini ditujukan bagi para apoteker. Di dalamnya tercantum teks
sumpah janji apoteker yang benar dan telah disahkan oleh pemerintah.
e. PP 25 tahun 1980 tentang Perubahan PP 26 tahun 1965 tentang Apotik
Peraturan ini ditujukan bagi para apoteker maupun pihak lain yang akan mendirikan
apotik. Peraturan Pemerintah tentang Apotik merupakan pelaksanaan dari Pasal 4
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1963 tentang Farmasi. Peraturan ini menjelaskan
tentang pengertian apotik, tanggung jawab pengelolaan apotik, dan perizinan
pendirian apotik. Sebelumnya, apotek dirasa kurang berfungsi sebagai penyalur
perbekalan farmasi (obat) dan lebih banyak mengejar keuntungan saja, sehingga

pengamanan. PP 41 tahun 1990 Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker Peraturan ini ditujukan kepada para apoteker serta lembaga yang bertanggung jawab dalam pendidikan apoteker. pelayanan informasi obat. Di dalamnya.diadakan peraturan pemerintah yang baru untuk mengatur lebih lanjut mengenai apotik. dijelaskan mengenai pengertian apoteker. serta pengembangan obat. f. PP 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian Peraturan ini menjelaskan secara spesifik tentang pekerjaan kefarmasian yang meliputi pembuatan dan pengendalian mutu Sediaan Farmasi. bahan obat dan obat tradisional. pelayanan obat atas resep dokter. . izin kerja. pelaporan. serta pembinaan dan pengawasan apoteker g. pengelolaan obat. penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat. pengadaan. masa bakti.