Anda di halaman 1dari 32

STEP 7

1. Anatomi dari regio abdomen dari skenario?

2. Apa yang menyebabkan pasien tsb mengalami nyeri ulu
hati seperti
3. Apa yang menyebabkan rasa pahit di lidah?
Fisiologi dari pencernaan?

Fisiologi Lambung
Secara umum gaster memiliki fungsi motorik dan fungsi
pencernaan & sekresi, berikut fungsiLambung:
1. Fungsi motorik
Fungsi reservoirMenyimpan makanan sampai makanan
tersebut sedikit demi sedikit dicernakan dan bergerak ke
saluran pencernaan. Menyesuaikan peningkatan volume
tanpa menambah tekanan denganrelaksasi reseptif otot
polos yang diperantarai oleh saraf vagus dan dirangsang
oelh gastrin.
Fungsi mencampurMemecahkan makanan menjadi
partikel-partikel kecil dan mencampurnya dengan
getahlambung melalui kontraksi otot yang mengelilingi
lambung.
Fungsi pengosongan lambungDiatur oleh pembukaan
sfingter pylorus yang dipengaruhi oleh viskositas,
volume, keasaman,aktivitas osmotis, keadaan fisisk,
emosi, obat-obatan dan kerja. Pengosongan lambung di
aturoleh saraf dan hormonal2. Fungsi pencernaan dan
sekresi
Pencernaan protein oleh pepsin dan HCL
Sintesis dan pelepasan gastrin. Dipengaruhi oleh protein
yang di makan, pereganganantrum, rangsangan vagus

Sekresi factor intrinsik. Pyloric spinchter hampir selalu ada tetapitidak seluruhnya tertutup. Yang mensarafi sfincter cardiaca? . gerakan peristaltik yang lembut danberriak yang disebut gelombang pencampuran (mixing wave) terjadi di perut setiap 15-25detik. lebih banyak mixing wave yang hebat dimulai daritubuh dan makin intensif saat mencapai pilorus. Memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagiandistal. Beberapamixing wave terjadi di fundus. pencernaan dengan air liur tetap berlanjut. Selama iniberlangsung. setiap mixing wave menekansejumlah kecil kandungan lambung ke duodenum melalui pyloric spinchter. MEKANIKBeberapa menit setelah makanan memasuki perut. Sekresi mucus. Proses Pencernaan Makanan Di Lambung 1. Saat makanan mencapai pilorus. Gelombang ini merendam makanan dan mencampurnya dengan hasil sekresi kelenjarlambung dan menguranginya menjadi cairan yang encer yang disebut chyme. yang merupakan tempat penyimpanan utama.Selama pencernaan berlangsung di perut. Membentuk selubung yang melindungi lambung serta berfungsisebagai pelumas sehingga makanan lebih mudah untuk diangkut. Makanan beradadi fundus selama satu jam atau lebih tanpa tercampur dengan getah lambung.

.

.

.

.

.

Pengaruh obat ex: antasida? Efek NSAID thd lambung? Sediaan OAINS memiliki aktivitas penghambat radang dengan mekanisme kerja menghambat biosintesis prostaglandin dari asam arakhidonat melalui penghambatan aktivitas enzim siklooksigenase (Nadi. Apa hubungan kontrasepsi dengan keluhan pasien? Kenapa banyak PG justru membuat refluks? 5. 1992).Minuman soda .4. AAS merupakan inhibitor irreversibel siklooksigenase (COX) (Kartasasmita.kopi. coklat. Berbeda dengan OAINS lainnya.Terlambat makan . 2002). Apa hubungan BMI dengan penyakit pasien? 8. Apa hubungan penderita yg terbiasa minum kopi dan makan coklat dengan keluhan pasien? 6. . Faktor-faktor yang menyebabkan kelebihan asam lambung? . Apa hubungan penyakit penderita dengan meninggikan posisi kepala saat tidur? 7. .Makanan pedas .

Penyebab dan mekanismenya dapat terjadi sendiri atau kombinasinya.com/Portals/6/197_CME-Dispepsia.Sekresi asam lambung dan keasaman duodenum Hanya sedikit pasien dispepsia fungsional yang mempunyai hipersekresi asam lambung dari ringan sampai sedang. Bagaimana patogenesis dan patofisiologi dr penyakit di skenario? 2. Beberapa pasien menunjukkan gangguan bersihan asam dari duodenum dan meningkatnya sensitivitas terhadap asam. adalah untuk panduan manajemen awal terutama untuk dispepsia yang tidak terinvestigasi. seperti tercantum diatas. Kontroversi masih banyak ditemukan pada upaya menghubungkan faktor psikologis stres kehidupan.kalbemed. Dilaporkan adanya penurunan kontraktilitas lambung yang mendahului keluhan mual setelah pemberian stimulus berupa stres.4. http://www.- Merokok? menurunkan sekresi bikarbonat dari pancreas ke duodenum. fungsi autonom. psikis  Adanya stres akut dapat memengaruhi fungsi gastrointestinal dan mencetuskan keluhan pada orang sehat.pdf Hubungannya bagaimana thd lambung? 9. PATOFISIOLOGI DISPEPSIA Patofisiologi dispepsia terutama dispepsia fungsional dapat terjadi karena bermacam-macam penyebab dan mekanismenya.11 Patofisiologinya yang dapat dibahas disini adalah : 1. Stress.12 . Pembagian dispepsia berdasarkan gejalanya. dan motilitas.

meskipun berkorelasi dengan perlambatan pengosongan lambung tetapi tidak berkorelasi dengan gejala dispepsianya.17 5.14 Tidak seperti pada ulkus peptikum. Walaupun disfungsi level neurologis yang terlibat dalam hipersensitivitas lambung masih belum jelas.18 6. Hubungannya memang belum jelas tetapi mungkin berkontribusi terhadap gejala pada sekelompok kecil pasien.Gangguan fase kontraktilitas saluran cerna Gangguan fase kontraksi lambung proksimal terjadi setelah makan dan dirasakan oleh pasien sebagai dispepsia fungsional.Pasien yang lain menunjukkan buruknya relaksasi fundus terhadap makanan. dimana H pylori merupakan penyebab utamanya. bersendawa dan penurunan berat badan.13 2.Gangguan akomodasi lambung Gangguan lambung proksimal untuk relaksasi saat makanan memasuki lambung ditemukan sebanyak 40% pada pasien fungsional dispepsia yang akan menjadi transfer prematur makanan menuju lambung distal. Aktivitas abnormal dari mioelektrikal lambung sangat umum ditemukan pada pasien tersebut.16 4.Infeksi Helicobacter pylori Prevalensi dan tingkat keparahan gejala dispepsia serta hubungannya dengan patofisiologi gastrik mungkin diperankan oleh H pylori.19 7.Disritmia mioelektrikal dan dismotilitas antro-duodenal Penelitian tentang manometrik menunjukkan bahwa hipomotilitas antrum terdapat pada sebagian besar pasien dispepsia fungsional tetapi hubungannya tidak terlalu kuat dengan gejala spesifiknya.Hipersensitivitas lambung Hiperalgesia terhadap distensi lambung berkorelasi dengan nyeri abdomen post prandial. mual dan muntah.20 8.15 3. Walaupun penelitian epidemiologis menyimpulkan bahwa belum ada alasan yang meyakinkan terdapat hubungan antara infeksi H pylori dan dispepsia fungsional. Tetapi paparan asam yang banyak di duodenum tidak langsung berhubungan dengan gejala pada pasien dengan dispepsia fungsional.Gangguan dari akomodasi dan maldistribusi tersebut berkorelasi dengan cepat kenyang dan penurunan berat badan. Sebaliknya penelitian yang besar menunjukkan adanya perlambatan waktu pengosongan lambung dengan perasaan perut penuh setelah makan. Walaupun beberapa penelitian kecil gagal untuk menunjukkan hubungan antara perlambatan waktu pengosongan lambung dengan gejala dispepsia.Intoleransi lipid intra duodenal .Perlambatan pengosongan lambung 25-40% pasien dispepsia fungsional mempunyai perlambatan waktu pengosongan lambung yang signifikan.

Mengapa didapatkan suara serak dan sendawa? 11.Korelasi dengan kelainan psikiatri dan tipe kepribadian d.Dispepsia fungsional pasca infeksi Hampir 25% pasien dispepsia fungsional melaporkan gejala akut yang mengikuti infeksi gastrointestinal. Rasa penuh setelah makan yang mengganggu b. Gejalanya pada umumnya adalah mual dan perut kembung. Salah satu atau lebih dari gejala-gejala di bawah ini: a. sekresi. Kemudian otak mengembalikan informasi tersebut via jalur parasimpatik dan simpatik yang akan memodulasi fungsi akomodasi. Rasa terbakar di daerah ulu hati/epigastrium 2.Korelasi dengan stress b.Korelasi dengan kebiasaan mencari pertolongan kesehatan 11.21 9.pdf 10.Korelasi dengan hidup c.Kebanyakan pasien dispepsia fungsional mengeluhkan intoleransi terhadap makanan berlemak dan dapat didemonstrasikan hipersensitivitasnya terhadap distensi lambung yang diinduksi oleh infus lemak ke dalam duodenum.id/bitstream/123456789/38265/4/Chapter %20II. Perasaan cepat kenyang c. informasi yang masuk diproses dan dimodifikasi oleh fungsi afektif dan kognitif.usu.Faktor psikososial a. Di dalam otak.23 http://repository.22 10.Aksis otak – saluran cerna Komponen afferen dari sistem syaraf otonomik mengirimkan informasi dari reseptor sistem syaraf saluran cerna ke otak via jalur vagus dan spinal. motilitas dan imunologis. Nyeri ulu hati d.ac.Bagaimana alur diagnosa? Kriteria diagnostik Roma III untuk dispepsia fungsional Dispepsia fungsional Kriteria diagnostik terpenuhi* bila 2 poin di bawah ini seluruhnya terpenuhi: 1. Tidak ditemukan bukti adanya kelainan struktural yang menyebabkan timbulnya gejala (termasuk yang terdeteksi .

paling sedikit terjadi sekali dalam seminggu 2. Gejala-gejala yang ada tidak memenuhi kriteria diagnosis kelainan kandung empedu dan sfi ngter Oddi . Kriteria penunjang 1. Nyeri atau rasa terbakar yang terlokalisasi di daerah epigastrium dengan tingkat keparahan moderat/sedang. sedikitnya terjadi beberapa kali seminggu * Kriteria terpenuhi bila gejala-gejala di atas terjadi sedikitnya dalam 3 bulan terakhir. terjadi setelah makan dengan porsi biasa.saat endoskopi saluran cerna bagian atas [SCBA]) * Kriteria terpenuhi bila gejala-gejala di atas terjadi sedikitnya dalam 3 bulan terakhir. Perasaan cepat kenyang yang membuat tidak mampu menghabiskan porsi makan biasa. Tidak menjalar atau terlokalisasi di daerah perut atau dada selain daerah perut bagian atas/epigastrium 4. dengan awal mula gejala timbul sedikitnya 6 bulan sebelum diagnosis. Nyeri timbul berulang 3. sedikitnya terjadi beberapa kali seminggu 2. b. dengan awal mula gejala timbul sedikitnya 6 bulan sebelum diagnosis. Rasa penuh setelah makan yang mengganggu. a. Tidak berkurang dengan BAB atau buang angin 5. Dapat timbul bersamaan dengan sindrom nyeri epigastrium. Adanya rasa kembung di daerah perut bagian atas atau mual setelah makan atau bersendawa yang berlebihan 2. Postprandial distress syndrome Kriteria diagnostik* terpenuhi bila 2 poin di bawah ini seluruhnya terpenuhi: 1. Epigastric pain syndrome Kriteria diagnostik* terpenuhi bila 5 poin di bawah ini seluruhnya terpenuhi: 1.

6 American College of Gastroenterology Guidelines for the Management of Dyspepsia (2005). namun mungkin timbul saat puasa 3.indd 648 9/14/2012 10:11:02 AM PENGELOLAAN Pedoman terbaru pengelolaan uninvestigated dyspepsia merekomendasikan pemeriksaan Helicobacter pylori dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengobatan terhadap infeksi tersebut. Dapat timbul bersamaan dengan sindrom distres setelah makan. Nyeri epigastrium dapat berupa rasa terbakar. namun tanpa menjalar ke daerah retrosternal 2.* Kriteria terpenuhi bila gejala-gejala di atas terjadi sedikitnya dalam 3 bulan terakhir. dengan awal mula gejala timbul sedikitnya 6 bulan sebelum diagnosis. mengemukakan pentingnya mendeteksi . Kriteria penunjang 1. CDK-197_vol39_no9_th2012 ok. Nyeri umumnya ditimbulkan atau berkurang dengan makan.

22 Alternatif (1) dianjurkan untuk mengobati populasi dengan prevalensi infeksi H. terdapat 2 tindakan yang dapat dilakukan: (1) Test-and-treat: untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi Helicobacter pylori dengan uji noninvasif yang tervalidasi disertai pemberian obat penekan asam bila eradikasi berhasil. ulkus peptikum. perdarahan. sekalipun bukti keuntungan terapi ini belum secara ekstensif didapatkan. dan PPI sangat dianjurkan. odinofagia. pylori tingkat sedang sampai tinggi (>10%). pengobatan dengan agen prokinetik merupakan pilihan yang lebih baik. untuk makin mengoptimalkan pengelolaan pasien dispepsia fungsional. Apabila didapatkan dysmotility-like dyspepsia. ditemukan peningkatan resistensi terhadap levofl oksasin yang hampir menyamai tingkat resistensi terhadap klaritromisin.9 Namun. ikterus. disfagia progresif.7 Mengingat adanya hubungan dengan faktor psikosomatis pada pasien dispepsia fungsional. Namun. riwayat keluarga dengan kanker saluran cerna atas.tanda-tanda bahaya (alarming features) pada pasien dengan keluhan dispepsia. dalam upaya eradikasi H. pembedahan lambung. tetapi gejala masih tetap ada. Apabila kemungkinan tersebut telah disingkirkan. Apabila didapatkan tanda-tanda bahaya (seperti gejala dispepsia yang baru muncul pada usia lebih dari 55 tahun. patut dipertimbangkan pemberian obat-obat psikotropik dan intervensi secara psikologis.23 Selanjutnya. perlu diwaspadai adanya resistensi tehadap pengobatan antibiotik yang diberikan. (2) Pengobatan empiris menggunakan proton-pump inhibitor (PPI) untuk 4-8 minggu. massa abdomen. rasa cepat kenyang. perlu diketahui subklasifi kasi dispepsia fungsional tersebut. sedangkan alternatif (2) disarankan pada populasi dengan prevalensi infeksi H. pembesaran kelenjar limfe.11 Sebuah studi di Denmark (2011) telah berhasil menerapkan test-and-treat secara massal dengan cara melakukan urea breath test (UBT) di rumah-rumah. Apabila ditemukan ulcer-like dyspepsia. dalam studi di Spanyol (2012). penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Pylori. pylori rendah.11 American College of Physicians menyatakan bahwa pengobatan empiris menggunakan obat antisekresi ini merupakan tulang punggung utama pengobatan dispepsia dan masih dipraktikkan secara luas hingga saat ini. pengobatan antasida. tindakan esofagogastroduodenoskopi untuk keperluan diagnostik sangat dianjurkan. anemia. anoreksia. bila tidak didapatkan kondisi di atas. muntah.22 Terapi terbaru. masih memerlukan penelitianpenelitian preklinis yang intensif sebelum dapat digunakan. dan keganasan). antagonis reseptor H2.9 Guo (2011) melaporkan . langkah yang perlu dilakukan adalah menyingkirkan kemungkinan penyebab organik. seperti ekstrak herbal STW 5.

gastro esofageal reflux and gastric carcinoma (Talley. keganasan saluran cerna bagian atas.3. ulkus peptikum. frekuensi elektrogastrografi k. penyakit jantung koroner / iskemik . Kolelitiasis.efektivitas akupunktur dalam meningkatkan motilin plasma. Tabel 1. A common term which is given to the patient as : abdominal pain or nausea on the upper of stomach which is repeatedly happen more than three months. atau rasa terbakar di ulu hati.kalbemed.1 Sedangkan dispepsia fungsional mengeksklusi semua penyebab organik. Disfungsi sfinkter Oddi Pankreas Pankreatitis. dan penyakit pankreatobilier. dengan awal gejala sedikitnya timbul 6 bulan sebelum diagnosis. patient with gastritis and duodenitis non erosif is included in this term (Hu & Kren. ETIOLOGI DISPEPSIA Penyebab dispepsia dapat diklasifikasikan menjadi dispepsia organik dan dispepsia fungsional. penyakit tiroid. terlebih bila dikombinasikan dengan obat-obat yang sudah ada. gastritis NSAID. Etiologi dari dispepsia dapat dilihat pada tabel 1 dan dispepsia fungsional dapat dilihat pada tabel 2.24 http://www. kehamilan. Keganasan. antibiotik Hepatobilier Hepatitis. and at least a long of that time 25% symptoms of dyspepsia appear and no evidence organic disease which is responsible to that symptoms clinically. Etiologi dispepsia1 Esofago – gastro – duodenal Tukak peptik. keganasan Penyakit sistemik lain Diabetes mellitus. gagal ginjal. yang berlangsung sedikitnya dalam 3 bulan terakhir. cepat kenyang. 1998) - Etiologi 2.pdf 12. biochemistrically. But. 1991). Kolesistitis. striktura esophagus jinak. keganasan Obat-obatan Antiinflamasi non steroid. digitalis. endoscopy and ultrasonografy (Talley et al. dan meredakan gejala-gejala dispepsia fungsional. iskemia usus kronik. pengosongan lambung. gastritis kronis.DD? Sindroma Dispepsia Perbedaannya apa?  o Organik Organic Dyspepsia :  There is an organ abnormality as ulcer gastroduodenal. Penyebab dispepsia organik antara lain esofagitis. teofilin. 1998) o Fungsional Dispepsia fungsional adalah sindrom yang mencakup salah satu atau lebih gejalagejala berikut: perasaan perut penuh setelah makan.com/Portals/6/197_CME-Dispepsia.

irritable bowel syndrome Tabel 2. Pada umumnya adalah OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid) yang dapat merusak mukosa sehingga menyebabkan gastritis. Obat-obatan yang dapat menyebabkan keluhan dispepsia 10 •Acarbose •Aspirin. Mekanisme terjadinya gejala dispepsia pada dispepsia fungsional 8 •Hipersensitivitas viseral oMeningkatnya persepsi distensi oGangguan persepsi asam oHipersensitivitas viseral sebagai konsekuensi inflamasi kronik •Gangguan motilitas oHipomotilitas antral post prandial oMenurunnya relaksasi fundus gaster oMenurunnya atau gangguan pengosongan lambung oRefluks gastro-esofageal oRefluks duodeno-gaster •Perubahan sekresi asam oHiperasiditas •Infeksi kuman Helicobacter pylori •Stress •Gangguan dan kelainan psikologis •Predisposisi genetik Beberapa obat dapat juga menyebabkan keluhan dispepsia seperti terlihat pada tabel 3.9 Tabel 3.Gangguan fungsional Dispepsia fungsional. pemeriksaan antigen feses dan pemeriksaan endoskopi untuk kasus yang positif . serologi. Obat anti inflamasi non steroid •Colchicine •Digitalis •Estrogen •Gemfibrozil •Glukokortikoid •Preparat besi •Levodopa •Narkotik •Niasin •Nitrat •Orlistat •Potassium klorida •Quinidine •Sildenafil •Teofilin - Manifestasi klinis Definisi dispepsia menurut kriteria Rome III adalah salah satu atau lebih gejala dibawah ini : •Rasa penuh setelah makan (yang diistilahkan postprandial distress syndrome) •Rasa cepat kenyang (yang berarti ketidakmampuan untuk menghabiskan ukuran makan normal atau rasa penuh setelah makan) •Rasa nyeri epigastrik atau seperti rasa terbakar (diistilahkan epigastric pain syndrome) - Pemeriksaan fisik & penunjang Pemeriksaan H pylori non invasif dengan urea breath test.

muntah2 hebat.melena. CA 199.Endoskopi dini Pada dispepsia dengan gambaran alarm.Selengkapnya dapat dilihat pada gambar 1.27 Manajemen dispepsia tanpa gambaran alarm meliputi :7 1.Pada pengobatan tingkat pertama. AFP - Penatalaksanaan 2. organomegali.  Pemeriksaan fisik abdomen: – Nyeri tekan/lepas.Terapi eradikasi empiris H pylori tanpa pemeriksaan 4. anemia.6. Gambaran alarm sign untuk dispepsia.Manajemen selanjutnya tergantung dari hasil endoskopi tersebut. keluhan berulang. didominasi oleh pengobatan H pylori secara empiris dengan antibakteri.Pemeriksaan H pylori non invasif dan eradikasi bila positif 3.cerna) : CEA. diperlukan manajemen awal dengan pemeriksaan endoskopi. prokinetik. Umur ≥ 45 tahun (onset baru) Perdarahan dari rektal atau melena . eradikasi H pylori dan terapi psikologis. pylori Tabel 4.7 Pada dispepsia fungsional.cerna. terapi antisekretori secara empiris juga masih popular.Supresi asam secara empiris 2. biopsi dan pengambilan spesimen untuk biakan kuman H. umur > 45 th. diindikasikan bila: – Dispepsia + Alarm symptoms : Petunjuk awal akan kemungkinan adanya kelainan organik: BBi. MANAJEMEN DISPEPSIA Manajemen optimal dispepsia terutama pasien baru dengan dispepsia yang belum terinvestigasi serta tidak ada gambaran alarm. manajemennya hampir sama dengan dispepsia tanpa gambaran alarm.massa tumor Labor: – jml lekosit (infeksi) – Serologi (helicobacter pylori) – Amilase & lipase (pankreatitis) – Marker tumor (keganasan sal. hematemesis.28  Endoskopi (esofagoduodenoskopi). dugaan obstruksi. antara lain dengan penekan asam secara empiris. Endoskopi dpt mengidentifikasi kelainan organik pada lumen sal.

porsi kecil tapi sering  Hindari stress. pei nyeri sesaat – Paling umum digunakan – Study metaanalisis g manfaat (-). jgn makan dulu  Makan teratur. makanan merangsang spt: – Pedas – Asam – tinggi lemak – mengandung gas – Kopi – alkohol dll  Bila muntah hebat. olah raga MEDIKAMENTOSA   ANTACIDA : – penetralisir faktor asam sesaat. tidak berlebihan. efektifitas = plasebo Penyekat H2 reseptor: peisekresi asam lambung – Telah umum juga dikonsumsi – Study : manfaat 20% diatas plasebo .Penurunan berat badan >10% Anoreksia Muntah yang persisten Anemia atau perdarahan Massa di abdomen atau limfadenopati Disfagia yang progresif atau odinofagia Riwayat keluarga keganasan saluran cerna bagian atas Riwayat keganasan atau operasi saluran cerna sebelumnya Riwayat ulkus peptikum Kuning (Jaundice) NON MEDIKAMENTOSA  Hindari makanan/minum sbg pencetus.

tetrasiklin. rebamipid – Mucopromotor – meh prostaglandin – meh aliran darah mukosa Antibiotik: – bila terbukti terlibatnya H. cisapride. domperidon. pantoprazol. bismuth Tranguilizer antianxietas. metronidazol. claritromisin.–      Generik : cimetidin.pylori (+) – Amoxicillin. ondansetron – Antagonis reseptor dopamin2 dan reseptor serotonin – Utk tipe dismotilitas efektif dibanding plasebo Sitoprotektor : – sukralfat. ranitidin. metoklopramid. teprenon. rabeprazol. lansoprazol. famotidin Penghambat pompa proton / proton pump inhibitor (PPI) menghambat produksi asam lambung : – Paling efektif dan superior dlm menghambat produksi asam lambung – omeprazol. esomeprazol – mahal Prokinetik (anti mual-muntah): – dimenhidrinat. antidepresan Bila ada faktor psikik .

makanan.Helikobacter pylori Gastritis Akut: iritasi akut sept alkohol.kalbemed. infeksi Helikobacter pylori Syndrom dispepsia: nyeri epigastrium (ulu hati). hematemesismelena diagnosis : gastroskopi terapi : stop penyebab. antasida. tidak ditemukan ulkus .zat korosif dll Gastritis erosive : krn OAINS. begah. mual . H2 bloker. obat OAINS . Kelainan fisik minimal .asam lambungk.nausea. hipersekretorik. erosi. sitoprotektif Gastritis Kronis: Auto imun. zat2 korosif gejala : nyeri epigastrium. PPI.pdf      Gastroesofageal Refluks Disease Gastritis (harus pemeriksaan penunjang) Definisi Radang mukosa lambung ok iritasi etiologi : OAINS/NSAID.http://www.com/Portals/6/197_CME-Dispepsia. anoreksia. refluks empedu . kembung. tambah berat karena stress. muntah. hipersekresi. nyeri tekan di epigastrium Pemeriksaan penunjang : endoskopi kel : hiperemis. atrofi superfisial.

pedas. cimetidin Sitoprotektif: sukralfat.rabeprazol. sayur mgd gas.teprenon Proton pump inhibitor (PPI): omeprazol. dsb .pantoprazol.pantoprazol.   Diet : diet lambung : lunak. rebamipide.esomeprazol Simptomatis : anti mual. anti perdarahan bila hematemesis-melena. porsi kecil tapi sering STOP/JANGAN: makan/minum asam.rabeprazol. obat OAINS/kortikosteroid Jika ada mematemesis-melena : Puasa Obat-obatan : Penetral asam lambung : antasid AH2 bloker : ranitidin.teprenon Proton pump inhibitor (PPI): omeprazol. kopi.esomeprazol Simtomatis : anti mual. anti perdarahan bila hematemesis-melena. rebamipide. soft drink. cimetidin Sitoprotektif: sukralfat. tidak merangsang. anti kembung. dsb Obat-obatan : Penetral asam lambung : antasid AH2 bloker : ranitidin. anti kembung.

.

.

.

Ulkus gaster .

.

.

.

_BIOLOGI/1968 05091994031KUSNADI/BUKU_SAKU_BIOLOGI_SMA.KUSNADI_dkk/Kelas_XI/6.edu/Direktori/FPMIPA/JUR.13._PEND.pdf ._Siste m_Pencernaan/SISTEM_PENCERNAAN_ZV. NSAID Obesitas : TIA meningkat. kontrasepsi suntikan Nyeri ulu hati refluks http://file. rokok.Komplikasi dari diagnosis? Step 4 mapping Kopi dan coklat.upi. alkohol.

kalbemed.pdf http://piolk.com/Portals/6/197_CME-Dispepsia.usu.id/bitstream/123456789/38265/4/Ch apter%20II.ac.http://repository.ac.pd f .pdf http://www.id/img/layanan/57_20130607102018.com/Portals/6/1_05_188Penatalaksana an%20GERD.ubaya.pdf http://www.kalbemed.