Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN O2

PANJANG GELOMBANG
A. Tujuan
Menentukan panjang gelombang sinar tampak.
B. Dasar Teori
Pada peristiwa difraksi sinra oleh kisi difraksi, agar terjadi bayangan celah yang
terang di layar (P), beda lintasan (d sin Ө ) kedua sinar yang datang di P dari kedua
celah yang jaraknya d harus merupakan kelipatan bulat (n) panjang gelombangnya
(λ).
Jadi d sin Ө = n λ

C. Alat dan
1.

(1)

Bahan
Spektometer

kisi
5. Kisi difraksi
2. Lampu natrium
6. Penjepit kisi
3. Transformator
7. Loupe
4. Statif dan klem
8. Saklar
D. Prosedur Percobaan
1. Mengatur posisi kolimator dan teleskop sama tinggi dan lurus. Mengatur pula
lebar celah sehingga bayangan yang tampak dari ujung belakang teleskop.

Menggerakan terus teleskop ke kanan seperti tadi sampai muncul garis kuning lagi yang lebih lemah lagi.6 171. Selisih pembacaan kedua orde kanan dan kiri merupakan sudut difraksi. 4. 2.73 187.26 190. garis kuning akan hilang dari pandangan. Meletakan kisi difraksi pada bangku optik di tengah spektometer dengan penjepitnya dalam posisi tegak lurus arah sinar datang dari kolimator. Menggerakan teleskop kembali ke kiri lurus dengan kolimator.3 . Mengulangi percobaan untuk mencari posisi orde 1. dan akan muncul kembali dengan intensitas yang lebih lemah.1 184.3 sebelah kiri. 3. Jika kaki telskop digeser/ digerakan ke kanan secara perlahan.2. 5. Mengamati lebar celah kisi difraksi yang tertera pada salah satu sisinya.67 174. Selanjutnya terus menggeser teleskop untuk mencari posisi orde (n)=3. Caranya ialah dengan memutar sekrup di ujung-ujung kolimator dan teleskop. dan menempatkan pada benang silang.Teleskop sebagai haris lurus vertikal berwarna kuning (bukan pita kuning. 7.4 Posisi kiri (o) 178 176.25 188. 8. Membaca posisi sudut difraksinya setelah garis kuning tersebut berhimpit dengan benang silang. Inilah posisi difraksi orde (n)=1. Data Pengamatan Orde (n) 1 2 3 4 5 Posisi kanan (o) 182. tetapi garis kuning).9 170. E. kemudian membaca posisi sudut difraksinya pada orde (n)=2. 6.

Sinar QR yang datang dengn sudut datang i2 pada permukaan kaca yang lain AC prisma dibiaskan ke udara dengan sudut bias r2 menjadi sinar RS.A r1 + i2 + E = 180 Jika D = minimum. sehingga : . sinar PQ mengalami penyimpangan arah (deviasi) sebesar D. Tujuan Menentukan indeks bias kaca prisma. B.PERCOBAAN O3 INDEKS BIAS PRISMA A. Dalam matematika. maka QR // BC. Jadi setelah melalui prisma kaca. besar sudut luar suatu segitiga sama dengan jumlah dua sudut dalam yang bukan pelurusnya segitiga. Dasar Teori Sinar PQ yang datang dengan sudut datang i1 pada permukaan AB Prisma kaca dibiaskan dalam kaca dengan sudut bias r1 menjadi sinar QR. D = (i1-r1) + (i2-r2) = (i1+r2) – (r1+i2) A + E = 180 A = r1 + r 2 D = (i1 + i2) . Jadi sudut deviasi (CD) adalah sudut yang terbentuk diantara sinar yang keluar dari prisma dengan sinar datang pada prisma.

Lampu natrium 4. Alat dan Bahan 1. Loupe 6.i 1 = r2 1 A r1 = 2 r1 = i 2 Jadi. Spektometer prisma 2. Meletakkan prisma pada bangku optik (gambar 2) 1 sin ( A + Dm) 2 1 sin A 2 . Penjepit prisma 5. sehingga n = sini 1 sini 2 = C. Statif dan klem D. D= 2i1 – A i1= ( A+ Dm) 2 Dengan Dm = deviasi minimum. Transfomator 3. Prosedur Percobaan 1.

2. Selisih pembacaan sudut kedua posisi tersebut sama dengan 2Dm. Jadi Ө1 – Ө2= 2Dm. mencari sinar biasnya kemudian memutar bangku optik sehingga posisi garis kuning berada paling tepi ( tepat pada saat akan kembali). 3. Catatan : Pada pembacaan sudut kedua posisi teleskop. Ketelitian = 1menit (1/60 = 0. spektrum garis kuning yang tampak harus terletak tepat pada pertpotongan kedua benang silang yang juga tampak bersama dengan spektrum garis kuning tersebut. 4. Meletakan prisma seperti gambar 1. Data Pengamatan Sudut puncak prisma Sudut Puncak prisma .00167) Keterangan : 29 sd = 30 sp 1 sp = 29/30 sd LC = 1 sd – 1 sp LC = 1sd – 29/30 sd LC = 1/30 sd (1sd= 1/2o) LC = 1/60o E. Mengukur sudut puncak (sudut pembias) prisma (A). Mencatat sudut Ө1 dan Ө2 kedua posisi teleskop di kanan dan kiri arah lurus sinar datang dimana msing-masing posisi tersebut deviasinya (D) minimum.

67 82.77 A= Ɵ 1 – Ɵ2 2 39.53 A= Ɵ 1 – Ɵ2 2 41.9 79.Ɵ1 ( Kanan) Ɵ2 (Kiri) Ɵ1 – Ɵ2 = 2A 219.67 139.2 138.265 .885 Sudut Deviasi Minimum Ɵ1 ( Kanan) Ɵ2 (Kiri) Ɵ1 – Ɵ2 = 2Dm 221.